
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Begitu sampai di Rumah Sakit Arya serta Henry langsung menuju di mana ruang tindakan berada,di sana Arya dan Henry melihat semua orang sedang cemas menunggu kabar dari dokter yang masih memeriksa Shanum,di depan ruangan IGD itu sudah ada Lila,bunda juga Angel yang terus menangis,ada juga Satria dan ayah yang gak kalah sedihnya.
''Assalamualaikum...''salam Arya juga Henry.
''Wa'alaikum salam.''saut semua yang ada di sana.
''Arya...Shanum Ar...Shanum kecelakaan.''tangis bunda tambah pecah begitu melihat Arya.
''Keadaan Shanum bagaimana?''tanya Arya melihat ke arah Satria.
''Belum tau bang,dokter dari tadi belum ada yang keluar jadi belum tau keadaan kakak bagaimana.''jelas Satria.
''Hen.''panggil Arya.
''Iya tuan muda.''jawab Henry sedikit membungkuk di hadapan Arya.
''Panggil dokter kepala Rumah Sakit ini...sekarang.''tegas Arya.
Hati Arya benar-benar dalam kondisi tidak baik...dia merasa cemas, khawatir,sedih...takut terjadi sesuatu hal yang serius dengan sang pujaan hati.
''Tenangkan diri kamu Ar...ayah ngerti gimana perasaan kamu...kita do'a kan saja semoga semuanya baik-baik saja.''kata bijak ayah Bayu dan Arya hanya mengangguk.
''Bagaimana Hen?''tanya Arya setelah melihat Henry yang baru saja selesai menelepon seseorang.
''Dia akan kesini tuan muda.''jawab Henry.
*****
Dari kejauhan terlihat seorang laki-laki memakai jas dokternya datang menemui Arya dan Henry.
''Tuan muda...''sapa Harun.
''Siapkan dokter terbaik untuk menyelamatkan nyawa tunangan ku dan kalo sampai terjadi apa-apa kamu yang akan tanggung akibatnya.''tegas Arya.
''Tu... tunangan...siapa?sejak kapan tuan muda bertunangan?''tanya sang dokter spontan sambil melirik sedikit ke arah Henry untuk meminta penjelasan,tapi sayang yang di lirik hanya mengacuhkannya.
''Apa aku membayar kamu menjadi dokter kepala di Rumah Sakit ini untuk menjadi banyak bertanya seperti itu.''bentak Arya.
''Apa kamu sudah bosan menjadi dokter kepala di sini?!''tanya Arya dengan sedikit nada mengancam.
__ADS_1
''Membayar...dokter kepala...Rumah sakit ini...?jadi pemilik Rumah Sakit ini...''begitulah kira-kira yang di pikirkan oleh bunda,ayah, Satria, Angel juga Lila setelah mendengar kata-kata Arya.
''Baik tuan muda saya akan panggilkan dokter-dokter terbaik dan saya sendiri yang akan ikut menanganinya.''kata dokter itu ketakutan.
''Ehm...''jawab Arya.
Lalu Harun sang dokter Kapala menghubungi semua team dokter terbaiknya.Setelah semua dokter sampai Harun lalu mengajak semuanya masuk ke ruang tindakan.
*****
''Nak...''kata ayah Bayu.
''Apa Rumah Sakit ini milikmu?''tanya ayah.
''Iya yah ini adalah salah satu Rumah sakit milikku.''kata Arya.
''Jadi ini cabang perusahaan NRD juga...''kata ayah lagi.
''Bukan yah,ini adalah Rumah Sakit milikku pribadi bukan dari keluarga Narendra...ini hasil jerih payahku.''jelas Arya.
''Aku minta ayah dan semua yang ada di sini tidak memberi taukan kepada Orang tua atau keluarga ku,karena mereka semua tidak tau.''kata Arya lagi.
''Apa ada lagi yang orang tuamu tidak tau nak selain ini?''tanya ayah hati-hati karena takut akan menyinggung Arya.
''Biar saya saja yang menjelaskan tuan muda.''kata Henry dan Arya hanya mengangguk.
''Kalo perusahaan papi kamu itu...?''tanya bunda.
''Kalau NRD bergerak di bidang pertambangan dan juga transportasi.''jelas Arya.
''Tapi kenapa kamu rahasiakan nak? papi kamu pasti bangga memiliki putra sepertimu.''kata ayah Bayu.
''Ada beberapa hal yang belum bisa dan aku belum siap jelaskan yah.''kata Arya lagi.
''Ya sudah tidak apa-apa nak.''kata ayah dan bunda.
*****
Sementara didalam Harun sedang mengintruksikan kepada team dokter yang berada di ruangan Shanum berada.
''Kita harus teliti dan hati-hati dalam menangani pasien yang ada di brangkar itu...karena dia adalah tunangan dari pemilik Rumah Sakit ini,jadi pasti kalian taukan resikonya...kalau terjadi kesalahan sedikit saja sudah dapat di pastikan karier kita akan tamat dan di blacklist sekarang juga.Kalian mengerti.''jelas dokter Harun panjang lebar.
''Mengerti dok.''jawab para anggota team dokter.
__ADS_1
''Tapi tunggu dok...sepertinya saya familiar sama orang itu...''kata salah seorang dokter yang melihat ke arah brangkar.
Kemudian mereka semua mendekat ke arah brangkar dan mereka kaget melihat siapa yang terbaring di situ karena memang pas kejadian mereka semua sudah pulang.
''Dokter Shanum...''kata mereka serempak kemudian mereka pun saling pandang.
''Dok,jadi dokter Shanum yang kecelakaan?yang itu tandanya dokter Shanum yang katanya tunangan pemilik Rumah Sakit...?''tanya salah satu dokter.
''Saya juga tidak tau dok,saya tadi di beri tahu oleh pemilik Rumah Sakit langsung kalau yang ada di sini adalah tunangannya.''kata dokter Harun.
''Udah sekarang kita harus cepat tangani dokter Shanum melanjutkan tindakan yang dilakukan oleh para dokter tadi.''kata dokter Harun lagi.
*****
''Bagaimana dok keadaan putri saya?''tanya bunda setelah melihat para dokter keluar dan sekarang hanya dokter Harun yang berada disitu.
''Keadaan dokter Shanum sudah stabil dan tidak ada yang perlu di khawatirkan untuk saat ini,kita lihat beberapa jam kedepan lagi bagaimana keadaannya.''jelas dokter Harun.
''Aku mau kamu sendiri yang menanganinya,dan aku mau juga ku yang bertanggung jawab dengan perawatan untuk Shanum.''tegas Arya.
''Baik tuan muda.''kata Harun pasrah.
''Maaf tuan muda bisakah kita berbicara sebentar?''kata Harun.
''Baiklah...di ruangan saya.''kata Arya.
''O iya masukkan Shanum ke ruang perawatan khusus keluarga.''kata Arga memerintah.
*****
''Ada apa?''tanya Arya to the poin.
''Tangan kiri dokter Shanum menyalami keretakan jadi selama beberapa hari harus dipasang gif dan semoga benturan di kepalanya tidak ada efeknya nanti setelah dia sadar.''jelas Harun.
''Ar...kamu gak curiga gitu ini beneran kasus tabrak lari atau di sengaja? secara saingan bisnis kamu itukan banyak Ar...''kata Harun.
''Kamu benar Run,Hen tolong kamu cek cctv dan selidiki kasus ini.. ''perintah Arya pada Henry.
''O iya kalian berdua kenapa sama sekali gak ada yang pernah cerita kalau kamu Ar sudah bertunangan?apa kalian udah gak anggap aku sahabat lagi?''kecewa Harun.
''Tapi sekarang sudah taukan...''jawab Arya dan Harun agak sedikit menajamkan matanya.
''Iya...iya... kapan-kapan aku ceritakan gak usah pakek acara melotot gitu.''kata Arya santai.
__ADS_1
''Hen,siapkan orang-orang terbaik kita untuk menjaga ruangan Shanum,tempatkan juga beberapa pengawal wanita untuk berjaga di dalam ruangan.''Perintah Arya.
''Baik tuan muda.''saut Henry patuh.