
❤️ Happy Reading ❤️
Obrolan demi obrolan tentang rumah tangga terus berlanjut dan menjadi topik yang menyenangkan untuk di bahas di mension Arya siang ini...bahkan Aurora dan Samudra yang notabene belum menikah pun ikut tertarik dengan perbincangan ini.
''Sha...mumpung semua ada di sini dan kita sedang bahas tentang masalah rumah tangga ni,aku mau nanya ke kamu.''kata Lila.
''Iya mau tanya apa.''kata Sifa.
''Selama menikah beberapa tahun ini apa kamu sama Arya gak pernah ada selisih atau masalah?''tanya Lila penasaran.''Kayaknya rumah tangga kalian itu adem ayem aja.''lanjutnya.
''Masalah pasti ada tergantung bagaimana cara kita untuk menyikapinya.''jawab Shanum lalu melirik pada Arya yang melihat ke arahnya.''Tapi kami selalu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin...sebisa mungkin tidak dalam keadaan emosi yang menggebu,kita baru bicara setelah kita berdua bisa meredam emosi kita.''jelas Shanum.''Dan ini yang sangat penting karena bisa mempengaruhi psikologis anak...''kata Shanum lagi.''Usahakan jangan pernah bertengkar di depan anak-anak...walau kita sedang marahan tapi di depan anak bersikap biasa saja seperti tidak ada apa-apa.''sambungnya.
''Kalau ada masalah selesaikan saja di atas ranjang ya bang.''celetuk Satria.''Pasti beres.''ujarnya lagi yang membuat semuanya terkekeh sambil geleng-geleng kepala.
''Semua masalah tidak bisa di selesaikan di atas ranjang Sat.''sahut Arya.
__ADS_1
''Kalau di selesaikan di atas ranjang itu cuma bisa meredam emosi sesaat tapi masalah takkan selesai dan tak ada solusi.''timpal Shanum.
''Bagaimana cara agar kita tidak lepas kontrol saat marah kak?''tanya Samudra.
''Salah satu dari kita harus ada yang menghindar...walaupun di awal salah satu dari kita gak emosi kalau yang satunya marah-marah menggebu tetap saja akan ikut tersulut dan bakal terjadi sebuah pertengkaran di sana.''jawab Shanum.
''Contohnya ni...kak Shanum lagi marah-marah...Abang lebih memilih pergi dari situ dulu...nanti kalau emosi kak Shanum sudah mereda baru Abang tanya baik-baik gitu.''jelas Arya.
''Satu lagi jangan pernah malu dan segan untuk mengakui salah dan meminta maaf duluan...jangan lebih meninggikan ego.''sambung Shanum.
''Wes salut...salut pada pasangan di depan kita ini.''seliroh Henry.
''Bijak banget.''celetuk Satria.
''Iya ni...kita memang tidak salah menjadikan mereka berdua penasehat berumah tangga selama ini...hahaha....''sahut Lila.
__ADS_1
''Hah maksudnya?''tanya bunda.
''Iya bun jadi selama ini kami sering banget curhat dan bertanya-tanya tentang seputar berumah tangga dengan kak Shanum.''jawab Angel.
''Nah kalau kami para cowok itu ya sama abang.''timpal Satria.
''Oh gitu.''kata bunda lagi.
''Keluarga anda sangat menyenangkan dan rukun ya tuan Alan...tuan Bayu.''kata tuan Regantara.
''Orang yang tidak tahu pasti bakal mengira kalian kelurga kandung bukan besan.''sahut nyonya Regantara.''Kalian sangat beruntung bisa mendapatkan keluarga seperti ini.''sambungnya.
''Tante,om dan Samudra juga sudah menjadi bagian dari keluarga kami.''kata Shanum yang mendengar ucapan tuan dan nyonya Regantara.
''Kini saya mengerti kenapa Samudra sangat enggan sekali untuk keluar dari perusahaan nak Arya dan senang sekali jika berkumpul dengan kalian.''kata tuan Regantara.''Karena di sini dia mendapatkan keluarga yang sesungguhnya.''lanjutnya.
__ADS_1