Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
72.Bab 72


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Saat ini di perusahaan NRD grup tiba-tiba para investor meminta untuk mengadakan pertemuan.


''Ar.''panggil Henry begitu masuk kedalam mension Arya.


''Ada apa sih Hen pagi-pagi sudah teriak-teriak...ini rumah tau bukan hutan.''seru Arya yang kini sedang menikmati sarapan paginya bersama Shanum yang memang pagi ini sudah seperti sediakala setelah drama datang bulan kemarin.


''Ar,para investor mengajak mengadakan pertemuan pagi ini.''terang Henry.


''Jam berapa?''tanyanya.


''Jam 10.''jawab Henry.


''Memangnya lagi ada masalah by di perusahaan papi?''tanya Shanum.


''Setahu aku sih enggak yank.''jawab Arya.


''Aku berangkat dulu ya yank.''pamit Arya.''Inget jangan capek-capek...aku gak mau kamu kayak kemarin lagi.''kata Arya memperingatkan.


''Iya by.''jawab Shanum.


''Loh emang kamu kemarin kenapa Sha?''tanya Henry penasaran sekaligus takut adik perempuannya itu kenapa-napa.


''Aku gak pa-pa kok kak.''jawab Shanum.


''Beneran?''tanya Henry memastikan.


''Iya.''jawabnya lagi.''Iya kan by.''tanya Shanum pada Arya sambil memberikan tatapan tajamnya.


''Iya gak pa-pa kok Hen.''jawab Arya.''Udah yuk berangkat.''katanya lagi.


*****


Begitu sampai di ruangan kantornya Arya sudah di sambut dengan Diva,Riyan juga Gery dan tak lupa dengan Henry juga yang terus mengekor di belakangnya.


''Ada apa ini?''tanya Arya.


''Begini tuan muda ada yang ingin kami jelaskan tentang rapat dadakan ini.''jawab Henry.


''Apa?''tanya Arya yang kini sudah duduk di kursi kebesarannya.


''Kami rasa ada sesuatu yang akan terjadi dan hal ini pasti ada pihak yang memprovokasinya.''kata Riyan.

__ADS_1


''Ya udah kamu selidiki masalah ini Riyan dan kamu Gery harus siap sedia jika sewaktu-waktu ada masalah yang harus melibatkan kamu.''titah Arya.


''Maaf tuan muda ini sudah waktunya.''kata Diva menyela.


''Kalian berdua tunggu disini dan Diva Henry kalian berdua ikut saya.''kata Arya.


*****


''Selamat pagi tuan.''sapa para investor begitu Arya masuk kedalam ruang metting.


''Selamat pagi.''jawab Arya lalu duduk di kursinya.


Deg


''Kok ada papi juga Aldi.''pikir Arya begitu ada yang masuk lagi.


''Ada apa ini?''gumamnya.


Lalu mereka semua menyapa tuan Alan juga Aldi.


''Begini tuan muda Narendra ada sesuatu hal yang ingin kami sampaikan.''kata salah satu investor.


''Iya silahkan.''jawab Arya.


''Kami bukan meragukan kepemimpinan anda tapi kami hanya takut jika suatu saat terjadi sesuatu pada anda tidak ada yang melanjutkan mengelola perusahaan ini karena maaf anda tidak memiliki keturunan atau ahli waris.''kata satunya yang bernama si B.


''Maaf tuan-tuan bukannya tidak memiliki tapi belum...bukannya terlalu dini jika mengatakan tidak miliki mengingat pernikahan tuan muda Arya yang belum ada setahun.''kata salah satu investor yang mendukung Arya sebut saja dengan C.


''Tapi seharusnya dengan pernikahan tuan muda Arya yang sudah beberapa bulan seharusnya istrinya sudah hamil.''kata investor A yang menentang Arya.


''Banyak kok orang yang sudah menikah lama baru di karuniai keturunan...jadi menurut saya ini bukan masalah yang perlu di besar-besarkan sekarang.''kata si D yang ikut pro Arya.


''Betul itu yang terpenting adalah bagaimana kinerja dari tuan muda dalam mengelola perusahaan ini...bukanya kalian tahu sendiri bagaimana perusahaan setelah di pegang oleh tuan muda Arya...perusahaan menjadi maju pesat.''tutur E menimpali.


''Tapi...''kata si F yang ingin membantah kerena dia salah satu yang terprovokasi ingin menurunkan Arya.


''Stop...''seru Arya sehingga mereka semua terdiam.


''Terus sekarang apa mau kalian?''tanya Arya.


''Kami ingin tuan muda turun dari kursi CEO.''kata si B yang di angguki oleh A dan F.


''Kalau kami tidak setuju...kami ingin tetap tuan muda yang menjadi CEO.''kata C yang di angguki oleh D dan E.


Sedangkan tuan Alan juga Aldi hanya diam menyaksikan perdebatan tersebut.

__ADS_1


''Rasain kamu Arya...semoga rencana aku kali ini berhasil untuk menyingkirkanmu dan aku yang akan duduk di kursi CEO.''batin Aldi.


Ya ini adalah rencana dari Aldi juga Nyonya Rima...mereka sengaja memprovokasi para investor yang memang dekat dengan mereka untuk melengserkan Arya dari jabatannya.


''Terus menurut kalian siapa yang akan menggantikan saya?''tanya Arya datar.


''Tuan Aldi...kami ingin tuan Aldi yang menggantikannya...tuan Aldi juga putra dari keluarga Narendra dan di juga sudah memiliki keturunan dari nyonya Naina.''tetang si A.


''Kami tidak setuju.''kata si C.


''Kalau begitu kami akan vote melalui saham saja bagaimana?''usul si B.


''Baik silahkan.''kata Arya.


Kalau di kumpulkan saham dari si A,B,F dan ditambah adalah 12%,sedangkan C,D,E juga 12%,sedangkan Aldi ada saham 5%,tuan besar Narendra 30%,dan Arya 5% total semuanya ada 55% masih tersisa 46% saham lagi.


Karena saham tuan besar Nerendra di bagi dua sama rata untuk kedua putranya jadi hasilnya seimbang yaitu masing-masing 32%.


''Kita butuh kehadiran dan suara dari pemegang saham terbesar hadir disini untuk memberikan suaranya.''kata si A.


''Tapi kita tidak tahu siapa sebenarnya dia.''kata si C.


Bagi mereka pemegang saham terbesar sangat misterius karena tidak ada yang mengetahui identitasnya karena kalau ada apa-apa hanya beberapa orang kepercayaannya yang hadir...yang mereka tahu beliau adalan pemilik AN grup...perusahaan nomor satu di Asia.


Arya pun memberi kode kepada Henry untuk memberitahu siapa sebenarnya pemilik saham terbesar di NRD grup,karena menurut Arya ini sudah saatnya...dia tidak ingin NRD grup jatuh di tangan orang lain.


''Maaf semuanya...kalian tidak perlu repot-repot untuk mencari beliau karena beliau sekarang ada di sini.''seru Henry tiba-tiba sehingga membuat yang ada di sana saling pandang dan bertanya-tanya.


''Mana asisten Henry?dan siapa beliau?''tanya C yang sudah sangat penasaran.


''Beliau adalah tuan muda Arya Narendra sendiri.''jawab Henry yang membuat semua orang kaget termasuk tuan Alan juga Aldi.


''Lelucon macam apa ini asisten Henry...''seru si F.


''Ini kenyataannya tuan.''jawab Henry santai.


''Mana buktinya.''kata si A.


Henry pun langsung memanggil Gery dan Riyan untuk datang keruangan itu dengan membawa semua bukti dokumen kepemilikan saham.


''Ini buktinya.''kata Gery begitu dia dan Riyan sampai di ruangan itu lalu melemparkan photo copy dokumen ke meja.


Mereka semua lalu mengambil dan membacanya.


''Bagaimana...?''tanya Henry.

__ADS_1


__ADS_2