
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Ibu Panji sangat di sambut dengan baik olah keluarga Narendra dan jelas sekali terpancar wajah kerinduan yang di rasakan oleh Panji dan sang mama,bahkan mama Panji pun menerima istri Panji sebagai menantunya.
''Panji,ini.''kata Arya sambil menyodorkan amplop dan sebuah map di depan Panji.
Saat ini mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga selepas makan malam.
''Ini apa om?''tanya Panji.
''Bukalah.''kata Arya.
Panji masih ragu untuk membukanya tapi begitu menatap kearah Arya dan Shanum yang menganggukkan kepalanya,dia perlahan mulai membukanya.
''Ini...''kata Panji begitu melihat isinya.
''Iya itu adalah rumah buat kamu dan Aleta.''kata Arya.
''Tapi ini tidak perlu om,tante.''kata Panji.
''Perlu...sangat perlu,kamu bisa hidup bersama dan membina keluarga kecilmu di sana.''sahut Shanum.''Kamu juga bisa ajak mamamu hidup bersama kalian.''sambungnya.
__ADS_1
''Iya benar.''kata Arya.''Dan ini...''kata Arya sambil menyerahkan sesuatu kembali.''Ini kunci serta STNK mobil inventaris dari perusahaan.''katanya memberi tahu.
''Apa ini gak terlalu berlebihan om?''tanya Panji.
''Memang setiap direktur akan di beri fasilitas kendaraan dan kalau masalah rumah...itu anggap saja kado dari keluarga kami untuk pernikahan kalian.''terang Arya.
''Seharusnya om dan tante gak perlu lakuin ini semua.''sahut Aleta.''Karena apa yang om,tante juga Alvan dan keluarga ini berikan untuk kami sudah sangatlah banyak.''tuturnya lagi.
''Gak apa-apa sayang...kalian terima saja ya,kami ikhlas melakukan semua ini.''kata Shanum.
''Tuan...nyonya...anda memanglah orang-orang baik dan saya ucapkan terimakasih karena selama ini sudah membantu putra serta menantu saya...saya tidak tau bagaimana caranya bisa membalas kebaikan anda.''ucap nyonya Prakoso sambil menangkupkan kedua tangannya di depan.
''Saya akan berusaha sebaik mungkin menjalankan amanat dari om.''kata Panji.
''Baik om.''jawab Panji.''Kalau begitu kami kekamar duluan om,tante...kami ingin berkemas.''pamit Panji.
''Berkemas?''tanya Shanum.''Apa kalian bermaksud akan meninggalkan ruang ini malam ini juga?''tanyanya dan di angguki oleh Panji.
''Ya ampun Panji...kok jadi kesannya kami ngusir kalian ya.''sahut Shanum.
''Kami hanya ingin memberikan itu pada kalian bukan berarti kami ingin kalian meninggalkan rumah ini secepatnya.''sahut Arya yang tak ingin Panji beserta istri dan ibunya salah paham.
''Kami gak berpikiran seperti itu kok om,tante.''kata Panji.''Tapi...''katanya lagi.
__ADS_1
''Tapi apa?''tanya Shanum.''Kalian tak boleh berkemas malam ini karena kita besok akan melihat rumah itu...adakah yang perlu dirapikan dulu atau tidak...terus juga beli perlengkapan yang kalian butuhkan.''kata Shanum yang di angguki oleh Arya.
''Kami bisa mencicil membelinya nanti tante...dan kita juga bisa rapi-rapi sendiri nanti kalau sudah pindah kesana.''kata Aleta karena tak ingi terlalu merepotkan lebih banyak lagi.
''Mencicil?jadi kalian akan pindah begitu saja?''tanya Shanum.''Kalian mau tidur dimana? dilantai?mau masak dimana?pakek apa?''berondongnya lagi.
''Itu...''kata Aleta yang tak bisa berkata-kata lagi karena yang di katakan sang nyonya besar Narendra benar adanya.
''Besok kita akan mulai melihat rumah,perapian terus berlanjut dan kalian tak boleh pindah kesana kalau tidak di adakan pengajian di rumah baru itu.''putus Shanum.''Gak ada bantahan.''katanya lagi.
''Baik tante.''pasrah Panji dan Aleta.''Kalau begitu kami pamit kekamar dulu om,tante.''pamitnya.
''Iya,kamu butuh istirahat yang cukup Panji karena besok pertama kali kamu bekerja.''jawab Arya.
''Dan nyonya juga bisa istirahat...karena pasti cukup lelah.''kata Shanum pada nyonya Prakoso.
''Terimakasih nyonya.''ucapnya.
*****
Hai semua...aku mau promo novel baru aku ni...baru banget karena baru up hari ini...jadi jangan lupa mampir ya...terimakasih🙏😊❤️
__ADS_1