
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Malam ini Shanum terbangun dari tidurnya padahal jam baru menunjukkan pukul dua malam.
Perutnya sebentar sebentar mulas...baby twinsnya terkadang juga aktif menendang sehingga membuat sang mommy kadang sedikit meringis.
Dia turun dari ranjang dan berjalan-jalan di dalam kamarnya sambil sesekali duduk di sofa yang ada di situ sedangkan sang suami masih tertidur lelap di peraduan.
''Aww...sstt.''ringisnya lirih sambil sebelah tangannya mengelus perut buncitnya karena tidak ingin sampai membangunkan sang suami,karena dia belum yakin ini bener-bener kontraksi atau hanya kontraksi palsu.
''Kenapa sayang?kalian sudah gak sabar ya ingin ketemu mommy sama daddy...''katanya lirih mengajak sang buah hati berinteraksi.
''Aww...ssstttt.''katanya.
''Jangan kenceng-kenceng ya sayang nendangnya,kasihan daddy kalau sampai harus kebangun karena dengar suaranya mommy.''ucapnya lagi saat twins menendang lagi untuk yang kesekian kalinya.
Setelah beberapa saat kontraksi pun semakin lebih sering dan intens.
''Awww...''pekiknya.
''By...''serunya.
''Iya sayang.''sahut Arya dengan yang masih enggan untuk membuka matanya.
''By...tolongin aku.''teriaknya.
''Hah...''pekik Arya yang langsung membulatkan matanya saat mendengar kata tolong dari sang istri.
''Astaghfirullah sayang.''teriaknya dan langsung berjingkat turun dari tempat tidurnya ke arah sang istri yang sudah terduduk di lantai.
''By,cepat bawa aku ke rumah sakit by.''ucap Shanum dengan napas tersengal.''Aku mau lahiran.''ucapnya lagi sambil sesekali mengatur nafasnya.
Arya pun langsung berlari membuka pintu kamarnya dan kembali lagi ke Shanum untuk menggendong sang istri.
''Dad.''panggil Alvan yang kebetulan keluar dari kamarnya untuk mengambil minum,karena minuman yang ada di kamarnya sudah habis.
''Mommy mau lahiran bang.''kata Arya yang seolah tau arti tatapan mata sang putra.
''Sayang tolong ambilin tas yang ada di samping meja rias mommy.''kata Shanum.
''Baik mom.''kemudian dia pun bergegas masuk ke kamar Arya dan Shanum,sedangkan Arya sudah jalan lebih dulu sambil berteriak-teriak memanggil sang kepala pelayan.
''Pak Nuh...pak Nuh...''teriaknya yang memang hanya kepala pelayan yang mempunyai kamar di dalam mension utama sedangkan yang lainnya di paviliun.
''Saya tuan muda.''jawab pak Nuh yang datang tergopoh-gopoh.
''Tolong panggilin mang Jono suruh cepat siapkan mobil...''perintah Arya,ini memang sudah pukul 4 lebih jadi para pekerja yang di mension itu sudah mulai terbangun dari tidurnya.
''Ba...baik tuan muda.''jawab pak Nuh lalu menuju ke paviliun belakang sedangkan Arya mendudukkan Shanum di kursi ruang tamu sambil menunggu mobil yang akan mereka pakai siap dan Alvan pun juga sudah berada di dekat mereka.
Alvan dan Arya sama-sama mengelus perut Shanum yang satunya di sisi kiri dan satunya di sisi kanan...mereka berdua juga saling bergantian mengelap peluh yang membanjiri wajah wanita yang spesial di hati mereka berdua sambil sesekali mengajak berinteraksi dengan si twins.
__ADS_1
*****
''Bertahan ya sayang...sebentar lagi kita akan sampai.''kata Arya.
''Iya by.''jawab Shanum.
Shanum tidak mengeluh dan lebih cenderung menyembunyikan rasa sakitnya karena dia tidak ingin melihat dua orang yang di cintainya itu cemas dan panik.
''By,apa kamu sudah kasih tau ayah,bunda sama papi?''tanya Shanum.
''Belum sayang.''jawabnya.''Bang,kamu telpon oma,opa sama grandpa pakek ponsel daddy ya.''suruh Arya sambil menyerahkan ponselnya yang sudah tak terkunci.
''Baik dad.''jawab Alvan.
''Cari saja kontak dengan nama ayah,bunda dan papi.''katanya memberi tahu.
''Kita sudah sampai tuan.''kata mang Jono lalu turun dan membukakan pintu untuk majikannya.
Arya pun langsung membopong Shanum ke brangkar yang sudah di siapkan karena sebelum berangkat tadi Arya sudah menghubungi Harun untuk mempersiapkan segalanya.
*****
''Kamu tunggu di sini dulu ya bang sama mang Jono...daddy mau masuk nemenin mommy.''kata Arya.
''Iya dad.''jawab Alvan.
''Alvan...''panggil Aurora yang datang tergopoh-gopoh dengan lima orang lainnya.
Setelah di hubungi Alvan,ayah Bayu segera membangunkan Satria dan Satria langsung menghubungi Henry...sedangkan papi Alan juga langsung membangunkan Aurora.
''Mommy di dalam buna sama daddy.''jawab Alvan.
''Ya Allah selamatkan putri dan kedua cucuku.''doa bunda dan di Amini oleh semuanya.
Jika di luar semua orang sedang menunggu dengan cemas,yang di dalam ruangan berjuang dengan sekuat tenaga dan sepenuh hatinya.
''Nyonya pembukaannya sudah lengkap tolong ikuti instruksi dari saya ya...''kata dokter Ria yang menangani persalinan Shanum dan Shanum pun menjawab dengan anggukan.
''Ambil napasnya....lalu dorong.''kata dokter.
''Eghh..huh...huh...hu...''seru Shanum sambil menggenggam erat tangan Arya.
''Ayo lagi nyonya...ambil napas dalam lalu dorong...''instruksi dokter lagi.
''Eghhhh...huh...huh...huh...''
''Sekali lagi nyonya dorong yang kuat ini dedeknya sudah kelihatan.''perintah sang dokter.
''Ayo sayang kamu bisa....''bisik Arya.
''Eggghhhh....''
Oek...oek...oek...
__ADS_1
''Anak kita sudah lahir sayang...''ucap Arya lalu mengecup kening Shanum.
''Selamat tuan,nyonya...bayi anda laki-laki.''icap sang dokter.
''Aww...''pekik Shanum tiba-tiba.
''Sepertinya yang kedua akan menyusul.''kata dokter
''Ayo nyonya ambil napas dan dorong...''kata dokter.
''Eghh...huh...huh...huh...''
''Lagi nyonya dorong yang lebih kuat.''katanya.
''Ayo terus sayang...aku tau kamu kuat...kamu hebat...semangat sayang.''kata-kata Arya yang terus menerus menyemangati sang istri serta tak lupa membisikkan kata-kata cinta untuk istri tersayangnya yang sedang berjuang demi buah hati mereka.
''Egghhh...akh.''
Oek...oek...oek...
''Terimakasih sayang...terimakasih banyak untuk semua perjuanganmu.''ucap Arya yang sudah meneteskan air matanya sambil menciumi seluruh wajah juga tangan Shanum.
''Selamat tuan dan nyonya bayi yang kedua berjenis kelamin perempuan...mereka hanya selisih 5 menit saja dan mereka semua juga dalam keadaan sangat sehat.''ucap dokter Ria.
''Terimakasih banyak dok.''ucap Shanum.
''Sama-sama nyonya.''jawab dokter.''Baiklah kalau begitu saya permisi.''pamitnya lalu melangkah keluar ruangan.
''Nyonya mari saya bantu untuk bersih-bersih dulu.''kata salah satu perawat.
''Baik sus.''jawab Shanum.
''Kalau gitu aku keluar dulu ya sayang mau lihat Alvan di depan.''kata Arya.
''Iya by.''jawab Shanum.
*****
''Dad.''panggil Alvan saat dia keluar dari ruangan bersalin.
''Hai boy.''jawab Arya.
''Ayah,bunda,papi dan kalian sudah dari tadi?''tanya Arya.
''Sudah lumayan lama kita di sini bang.''jawab Satria.
''Selamat ya nak sekarang kamu sudah jadi ayah dari tiga orang anak...dan itu berarti tanggung jawabmu sekarang jauh lebih besar.''ucap papi sambil merangkul sang putra.
''Terimakasih Pi.''jawab Arya.
Semua pun mengucapkan selamat kepada Arya.
*****
__ADS_1
Maaf baru up soalnya hati senin kemarin aku ngantri ikut vaksin dan abis vaksin rasanya kok males banget mau nulis alhasil jadi baru bisa up sekarang dech...😁
Jangan lupa buat kasih like dan komennya ya...terimakasih...🙏🙏😊😊