
Sebelumnya saya mau minta maaf untuk para readers semua karena dua hari kemarin yang harusnya up tapi gak up,soalnya lagi sibuk banget...lagi ada acara keluarga dan kalau ada yang kurang berkenan dengan cerita saya ini karena terlalu berlarut-larut atau bertele-tele...saya juga minta maaf.
Bingung mau ngomong apa lagiπ π π ,sekali lagi saya mohon maaf dan jangan lupa untuk terus ikuti cerita saya dan beri like,vote,gift juga komennya.
Terimakasih...πππππ
β€οΈ Happy Reading β€οΈ
*****
Semua yang dilakukan Arya dalam memenuhi semua ngidam Shanum benar-benar membuat Shanum merasa menjadi wanita yang sangat beruntung di dunia ini.
Selama hamil ini sering kali Arya di buat heran juga geleng-geleng kepala karena sang istri,karena pasalnya semuanya berbalik...dari yang makanan tidak di sukai Shanum sekarang malah di sukainya,terus manja...bahkan pakek banget,dari yang dulunya sangat tegar sekarang cengeng banget...,tapi walaupun begitu Arya tetap memperlakukannya dengan sangat manis.
Hari ini...hari ini adalah hari dimana Arya dan Shanum mengadakan acara telon atau tiga bulanan untuk kehamilan Shanum.
''Sayang yuk kebawah,sepertinya ayah,bunda dan yang lainnya sudah datang.''ajak Arya pada istrinya yang baru saja selesai memoleskan make up tipis di wajahnya.
''Ayok by.''jawab Shanum lalu langsung berdiri dan melingkarkan tangannya di salah satu lengan kekar Arya.
*****
''Wah...wah...ini dia yang punya acara baru turun.''seru Satria begitu melihat Arya serta Shanum keluar dari lift.
''Assalamualaikum semuanya.''salam Shanum.
''Wa'alaikumsalam.''jawab mereka semua.
''Yuk kita kedepan dan langsung memulai acaranya.''ajak Arya pada mereka.
Mereka semua melangkah mengikuti Arya dan Shanum menuju ke ruang tamu...di sana sudah banyak para bapak-bapak serta ibu-ibu majelis taklim untuk melakukan pengajian guna untuk mendo'akan Shanum dengan sang baby twins,juga untuk mendo'akan rumah tangga mereka,sedangkan di halaman luar juga sudah di dirikan tenda juga kursi-kursi yang berjejer rapi yang sudah di duduki oleh anak-anak yatim piatu dari yayasan yatim piatu Cahaya Hati yang merupakan yayasan yang di donaturi oleh Arya.
Tak lupa juga sanak famili dari orangtua Shanum juga Arya yang masih satu kota dengan mereka juga di undang untuk menghadiri.
*****
Setelah pengajian selesai mereka semua di persilahkan untuk menikmati semua jamuan yang sudah di sediakan.
__ADS_1
Selama acara berlangsung senyum manis selalu terukir indah di bibir Arya juga Shanum,juga tak pernah sedetikpun Arya jauh dari istrinya...dia selalu saja menempel dan menggenggam erat tangan juga sesekali melingkarkan sebelah tangannya secara posesif di pinggang sang istri juga mengelus perut istrinya...bahkan siapapun yang melihatnya akan sangat tau bagaimana kebahagian pasangan pasutri tersebut serta betapa sang tuan muda itu sangat-sangat menyayangi plus mencintai istrinya.
Beberapa saat kemudian para tamu pun satu persatu undur diri karena acaranya sudah selesai...
Arya memberikan sovenir kepada para tamu undangan yang hadir,serta memberikan bingkisan dan amplop kepada bapak-bapak serta ibu-ibu pengajian dan para anak yatim piatu yang hadir.
*****
Sekarang yang tertinggal di sana hanya tersisa orangtua Shanum dan Arya,juga Satria,Angel,Lila,Henry,Aldi,Naina,Aurora,juga Nana dan Naura anak dari Naina dan Aldi.
Arya menggandeng Shanum lalu mendudukkannya di salah satu sofa di ruang keluarga.
''Eh by.''pekik Shanum.''Mau ngapain?''tanyanya lagi begitu melihat Arya duduk berjongkok di depannya.
''Mau memijat kaki kamu.''jawab Arya santai.''Pasti pegalkan dari tadi banyak berdiri.''ucapnya kemudian sambil memijat sebelah kaki Shanum yang sudah di letakkan di salah satu pahanya.
''Terimakasih ya by.''ucap Shanum sambil sebelah tangannya mengelus rahang kokoh sang suami.
''Sama-sama sayang...apapun untukmu.''jawab Arya lalu membawa tangan yang di pakai Shanum untuk mengelusnya mengarah ke bibirnya kemudian dia cium tangan itu.
Semua yang dilakukan Arya membuat semua orang disana tersenyum bahagia,tapi ada beberapa orang tentunya yang tidak suka berada di sana yaitu nyonya Rima,Alan juga Naina.
Sedangkan Naina...wanita itu sudah sangat menahan emosinya dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat.
''Gak...ini gak mungkin,Arya hanya bersandiwara...dia tidak mungkin segitu cintanya dengan wanita itu...dia hanya ingin membuatku cemburu saja...dia hanya ingin memanas-manasi aku.''gumam Naina pada dirinya sendiri.
Lalu karena sudah sangat tidak tahan melihat kemesraan itu akhirnya Naina mengajak Alan juga dua anaknya untuk berpamitan dan nyonya Rima pun ikut pulang bersama putra serta menantunya itu dengan alasan sudah ada janji dengan teman-teman sosialitanya.
*****
''Maaf Ar,sudah waktunya.''kata Henry setelah dia di hubungi seseorang.
''Iya Hen.''jawab Arya.
''Apa by?''tanya Shanum meminta penjelasan.
''Aku mengadakan pers konfrens untuk mengumumkan tentang kehamilan kamu sayang.''jawab Arya.''Aku ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka sekaligus ingin membungkam mulut orang-orang yang sudah mencemoohmu.''terangnya.''Aku pergi dulu....''pamit Arya.
__ADS_1
Cup
lalu mencium kening Shanum.
*****
Begitu Arya dan Henry pergi...Lila,Shanum,Angel plus Aurora memilih untuk duduk santai di teras belakang sambil lesehan,sedangkan ayah,bunda,orangtua Angel juga Satria dan papi Alan mereka tetap berada di ruang keluarga.
''Sha,bener-bener ya suami kamu itu...''kata Lila.''Sesuatu...''celetuknya.
''Iya bikin baper plus ngiri ngliatnya...Satria aja gak Sampek segitunya.''sambung Angel.
''Apalagi Henry.''ucap bumil yang kandungannya sudah menginjak 8 bulan itu.
''O iya kak kenapa kemarin pas acara tujuh bulanan aku kakak gak ngomong aja si sama bude Dwi dan anak-anaknya kalau kakak itu sudah hamil?''tanya Angel.
''Iya bener Sha...aku aja sampek greget dengernya.''sahut Lila.
''Biarin aja...aku mah males ngladenin yang kayak gituan.''ucap Shanum santai.
Kemudian mereka berempat ngobrol dan cerita banyak hal.
Aurora...gadis cantik yang paling muda sendiri di sana pun sudah sangat akrab dengan ketiga bumil itu.Aurora sangat senang bisa kenal dengan mereka dan sudah menganggap mereka bertiga seperti kakaknya sendiri juga sekaligus sahabat yang mau mendengar semua curhatannya serta bagaikan sosok ibu yang tidak pernah bosan untuk mengingatkan serta menasehatinya.
*****
''Kakak-kakak mau di panggil apa ni sama baby-baby?''tanya Aurora.
''Kalau aku si selalu gunain pipi Mimi setiap ngomong sama baby.''jawab Lila.
''Ehm aku pakek mama sama papa setiap komunikasi sama dia.''kata Angel sambil mengelus perutnya yang sudah memasuki kehamilan menginjak tujuh bulan itu.
''Waktu ketahuan aku hamil...mas Arya langsung sebut daddy sama mommy tiap berinteraksi sama twins.''ucap Shanum.
''Ya udah kalau gitu di antara kita berempat gak ada panggilan om sama tante untuk memanggil satu sama lain tapi kita gunain sebutan yang sama pipi,Mimi,papa,mama,daddy,mommy,karena kita semua akan menjadi orangtua untuk satu sama lain...bagaimana?''usul Lila.
''Setuju.''seru Angel.''Terus kamu mau di panggil apa Ra?''tanya Angel sama Aurora.
__ADS_1
''Inget gak ada kata tante atau aunty...''peringat Lila.
''Aku mau di panggil...''