Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
197.Bab 197


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Acara perjodohan Panji dan Kinara benar-benar sudah di batalkan karena Panji lebih memilih untuk hengkang dari rumah orangtuanya dan melepaskan semua fasilitas yang di punyanya tanpa terkecuali.


Ternyata gertakan dari orangtuanya itu sama sekali tak berpengaruh padanya...dia tetap bertahan memilih kekasih hatinya.


''Apa maksud kamu?''tanya tuan Prakoso kepada sang putra.


''Panji gak mau meneruskan perjodohan ini pa.''sahut Panji.


''Jadi kamu lebih memilih wanita rendah itu...''seru tuan Prakoso.


''Aleta pa...namanya Aleta.''sahut Panji.


''Papa gak perduli dengan namanya.''sarkasnya.''Baiklah kalau kamu tetap memilihnya silahkan tinggalkan rumah ini dan segala fasilitas yang kamu punya.''gertak tuan Prakoso.

__ADS_1


Tanpa bicara apapun Panji langsung berjalan dengan setengah berlalu menuju ke kamarnya.


''Mana mungkin anak itu mau melepas segala fasilitasnya.''ucap tuan Prakoso yang melihat putranya.


Tap


Tap


Tap


Setelah beberapa saat Panji kembali lagi ke ruang keluarga sambil membawa sebuah koper di tangannya dan hal itu membuat tuan dan nyonya Prakoso kaget.


''Kalau semua itu adalah keputusan dari papa...Panji memilih keluar dari rumah ini dan lebih memilih cinta Panji pa.''kata Panji namun sang papa masih diam tak bergeming karena masih begitu kaget dengan apa yang di lakukan sang putra.


Panji mengambil sebuah kunci mobil dan di letakkan di meja di hadapan sang papa dan mama yang merupakan mobil yang di pakainya selama ini,kemudian di ambil dompet dari saku celananya...di keluarkannya kartu ATM beserta STNK mobil dan beberapa uang cash yang ada di dalam dompet itu dan di letakkannya lagi di samping kunci mobil tadi bahkan handphone miliknya pun di letakkannya di sana setelah tadi di ambil cart miliknya.


''Ini aku kembalikan semua fasilitas yang aku punya dari papa dan barang-barang berharga yang lainnya ada di dalam kamarku semua pa.''kata Panji.

__ADS_1


''Pa...ma...Panji pamit.''pamitnya.''Maaf kalau selama ini sudah menyusahkan papa dan mama.''ucapnya lagi lalu berjalan ke arah pintu keluar.


Sang papa hanya diam tak bergeming tapi sang mama sudah menangis sesenggukan dari tadi.


''Sekali saja kamu melangkahkan kakimu keluar dari pintu rumah ini jangan harap kamu bisa kembali lagi.''ancam sang papa begitu Panji hendak meraih handle pintu.


Panji hanya bisa tersenyum kecut dan tanpa membalikkan badannya untuk menghadap kearah sang papa...Panji melanjutkan lagi langkahnya.


''Pa...Panji pa.''ucap mama Panji sambil menangis tersedu-sedu.


''Sudah tenang saja ma.''kata papa Panji.''Panji gak akan bisa hidup di luaran sana tanpa fasilitas dari kita...kita lihat seberapa lama dia akan bisa bertahan di luaran sana.''kata papa Panji.''Percayalah pasti ini cuma sebentar dan dia akan kembali lagi kerumah ini.''lanjutnya.


*****


Pada saat di kamar tadi Panji sudah menghubungi Aleta agar menjemputnya di jalan yang tak jauh dari rumah Panji.


Rencananya malam ini Panji akan langsung menuju ke kontrakan yang di dapatkannya tadi siang yang letaknya tak jauh dari cafe milik Alvan jadi dia tak akan mengeluarkan biaya untuk transportasi...hanya perlu jalan kaki saja.

__ADS_1


Sedangkan untuk semua keperluannya...sudah di belinya tadi sewaktu masih memegang kartu ATM dan sebenarnya dia juga sudah mengambil beberapa uang untuk bekalnya...pintar bukan.


__ADS_2