Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
226.Bab 226


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Di kediaman Aleta kini juga sudah ada keluarga Narendra.


Ada Kinara,si kembar,Daddy Arya,dan tentu saja di sana juga ada mommy Shanum yang sudah menghandle segalanya...mulai dari catering yang dia ambil dari resto sang suami dan tak lupa juga dia membawa MUA untuk merias sang mempelai.


Selain keluarga inti Arya Narendra,mommy Shanum juga memboyong keluarga besarnya seperti keluarga Satria juga Samudra.


Ini adalah sebuah momen bersejarah dalam perjalanan hidup...dan mommy Shanum ingin agar momen ini bisa di kenang dengan indah oleh kedua calon mempelai.


Memang acaranya sangat-sangat sederhana namun tetap saja mommy Shanum ingin acaranya terlihat lebih berkesan karena hati ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuk Panji juga Aleta.


''Seharusnya Tante gak perlu repot-repot melakukan hal ini.''ucap Aleta saat di dandani MUA di kamarnya bersama dengan Shanum dan Kinara.

__ADS_1


''Gak apa-apa kok sayang...ini gak repot.''jawab Shanum.


''Saya sangat berterima kasih pada Tante dan keluarga...karena sudah mau membantu acara pernikahan saya.''ucap Aleta.''Padahal kita kita gak begitu saling kenal.''sambungnya.


Iya mereka baru bertemu dengan Aleta hari ini itu pun karena mereka tau ceritanya dari sang putra maka mereka memutuskan untuk datang dan membantu karena sangat prihatin dan kasihan pada kedua calon mempelai.


''Membantu itu gak perlu memandang apakan kita sudah kenal lama atau belum.''kata Shanum.''Yang Tante tahu kamu dan calon suamimu adalah teman anak Tante...jadi gak ada salahnya kan kalau kami ikut membantu.''sambungnya lagi.


''Tapi Tan...''kata Aleta.


''Terimakasih banyak ya Tan.''ucap tulus dari seorang Aleta.


''Iya sama-sama sayang.''sahut Shanum.


Shanum dan Arya mendengar cerita tentang Panji dan Aleta dari Alvan dan mereka menjadi sangat iba plus kasihan dengan dua anak manusia itu,makanya Shanum dan Arya mengambil inisiatif untuk ikut membantu.

__ADS_1


Sebagai orangtua yang mereka bayangkan adalah bagaimana bila seandainya hal itu terjadi pada anak-anak mereka.


Dan Arya pun juga sangat geram atas apa yang di lakukan oleh tuan Prakoso...papanya Panji yang begitu tega menelantarkan putranya yang tak mau menuruti ambisinya...mengorbankan k bahagia sang putra dengan dalih untuk mengembangkan perusahaan agar kelak bisa dinikmati serta anak cucunya bisa hidup lebih enak.


''Tante.''panggil Aleta.


''Iya.''sahut Shanum.


''Emm...boleh tidak Aleta peluk Tante...''pinta Aleta.''Sebentar saja...''sambungnya lagi.


''Tentu saja sayang...sini.''kata Shanum lalu memeluk Aleta.


''Hiks...hiks...terimakasih Tan...hiks...terimakasih...''ucap Aleta dengan tubuh bergetar dalam pelukan Shanum karena tangisannya.''Jujur Aleta sangat kangen dengan orangtua Aleta...jadi terimakasih Tan...Aleta sedikit mengobati rasa kangen Aleta dengan memeluk Tante.''sambungnya lagi.


''Iya sayang...kapan pun kamu rindu kedua orangtua kamu terutama ibu kamu...kamu bisa peluk Tante.''sahut Shanum dengan tangan yang mengelus punggung Aleta guna untuk sedikit menenangkan gadis malang itu.''Sudah sekarang kamu bersiap lagi...gak lucukan nanti kalau calon suami kamu datang tapi calon mempelainya belum siap....entar di kirain gak jadi nikah lagi.''seloroh Shanum dan di tanggapi dengan senyuman oleh Aleta lalu mereka berdua pun melerai pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2