Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
114.Bab 114


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Setelah acara makan sing di kantor arya ke esokan harinya Arya sikapnya berubah terhadap sang istri.


Arya terasa dingin juga sedikit cuek sehingga terkesan mengabaikan istrinya dan hal itu sangat melukai perasaan Shanum.


Sedih...tentu saja itu yang Shanum rasakan saat ini.


*****


Owek...owek...owek...


Kedua baby twins menangis bersama-sama padahal hampir tidak pernah seperti itu...kedua-duanya rewel.


Karena perasaan mommy yang sedih membuat si kembar ikut rewel karena ikatan batin anak yang masih bayi begitu kuat dengan orangtuanya terutama sang ibu,apa yang ibu mereka rasakan maka mereka juga merasakannya.


''Cup...cup...cup...anak-anak mommy kok nangis sih...''kata Shanum sambil berusaha menenangkan sang buah hati.''Diem ya sayangnya mommy.''ucap Shanum lagi.


''Ada yang bisa kami bantu nyonya?''tanya Jane yang sudah ada di sana bersama Viana.


''Tuan dan nona muda kenapa nyonya?''tanya Viana.


''Gak tau ni tiba-tiba nangis.''jawab Shanum.


''Biar kami bantu buat nenangin mereka nyonya.''kata Viana sambil meraih tubuh Alexa sedangkan Jane menggendong Axel.


Mereka tau apa yang terjadi pada nyonya mereka,bahkan mereka juga terkejut dengan sikap sang tuan muda kepada istrinya.


''Maaf nyonya apa kami boleh membawa nona dan tuan muda turun ke taman?''tanya Jane dan di angguki oleh Shanum.


''Kamu kenapa by?kenapa kayak gini ma aku.''monolog Shanum setelah dia hanya sendirian di sana sambil meneteskan air mata karena selama menikah baru kali ini Arya seperti itu kepadanya.


''Ah mungkin lagi sibuk dan banyak pikiran jadi kebawa sampai kerumah...positive thinking aja.''ucap Shanum lagi menghibur serta menguatkan dirinya.


*****


''Kak Jane,kak Shanum mana?''tanya Aurora saat baru sampai di rumah Arya bersama papi Alan.


''Ada di kamar si kembar nona.''jawab Jane.


''Pi,aku keatas dulu ya mau nemuin kak Shanum.''kata Aurora lalu meninggalkan sang papi bersama si kembar.


Cklek


''Kak.''panggil Aurora.


''Eh.''kaget Shanum lalu buru-buru menghapus jejak air matanya tapi sayang mata adik iparnya sudah lebih dulu melihat semua itu.

__ADS_1


''Kakak kenapa?''tanya Aurora yang kemudian mendudukkan dirinya di samping Shanum.


''Kakak gak kenapa-napa.''jawab Shanum.''Kamu kesini sama siapa dek?''tanyanya.


''Sama papi.''jawab Aurora.''Kakak gak usah bohong sama aku...jangan bilang kalau kakak gak kenapa-kenapa.''cecar Aurora dengan melihat mata sembab,hidung merah serta suara parau shanum sudah dapat di pastikan bahwa kakak iparnya itu sedang tidak baik-baik saja.''Cerita kak,siapa tau bisa mengurangi beban kakak.''bujuk Aurora.


Mendengar kata-kata Aurora membuat tangis Shanum pecah seketika sehingga Aurora pun langsung meraih tubuh bergetar sang kakak kedalam pelukannya.


Setelah sedikit tenang akhirnya Shanum menceritakan bagaimana sikap Arya belakangan ini terhadapnya.


''Kak,aku kebawah bentar ya...''kata Aurora.


''Dek jangan bilang ke papi.''pinta Shanum.


''Iya kak.''jawab Aurora.''Maaf kak aku harus bohong ke kakak...bang Arya sudah keterlaluan dan papi harus tau.''batinnya.


*****


''Loh kok kamu sendiri dek?kakak kamu mana?''tanya papi Alan begitu melihat Aurora berjalan ke arahnya.


''Masih di kamar pi.''jawab Aurora yang langsung duduk di dekat papinya.


''Tumben?apa kakak kamu sakit?''tanya papi Alan lagi penasaran.


''Enggak pi...sebenarnya...''jawab Aurora lalu menceritakan semuanya.


''Jane,Viana apa benar yang dikatakan oleh Aurora?''tanya papi Alan karena dia yakin pasti kedua orang itu tahu.


''Keterlaluan Arya.''kata papi Alan dengan menekan kata-katanya karena marah kemudian dia berdiri.


''Loh papi mau kemana?''tanya Aurora yang melihat sang papi hendak melangkah.


''Cari abang kamu.''jawabnya.


''Aku ikut pi.''pinta Aurora.


''Kamu di sini saja nunggu kakak kamu dan bantu jaga si kembar.''jawab papi Alan yang semakin menjauh.


*****


''Ke AN grup.''perintah tuan besar kepada supirnya lalu diapun masuk dan merogoh saku dimana ponselnya berada untuk menghubungi seseorang.


📱''Tuan mudamu di mana?''tanya papi Alan tanpa basa-basi karena sudah di liputi amarah.


📱''....''


📱''Jangan beritahu dia kalau aku menelponmu.''kata papi Alan lagi lalu langsung menutup telponnya,sedangkan yang di seberang sana bingung di buatnya pasalnya tuan besar itu tidak akan menelponnya kalau tidak ada sesuatu yang penting.


*****

__ADS_1


Cklek


Brak


Arya spontan langsung menoleh dan hendak marah kepada orang yang tiba-tiba membuka dan menutup pintu ruangannya dengan keras.


''Papi.''kata Arya kaget plus heran kenapa papinya tiba-tiba datang ke perusahaan.


''Kamu keterlaluan Arya Narendra.''sentak sang papi.


''Ke...kenapa pi?ada apa papi datang langsung marah-marah?''tanya Arya.


''Kenapa?Ada apa kamu bilang?Apa yang sudah kamu lakuin ke mantu papi?''seru papi Alan.


''Mantu papi?Istri Arya maksudnya?''tanya Arya cengok.


''Memang kamu pikir siapa lagi mantu papi saat ini hah...''kata papi Alan.


''Nglakuin apa maksud papi?Arya gak ngerti.''kata Arya yang masih belum paham kenapa papinya sangat marah.


Brak


''Gak usah sok gak tau kamu Ar.''seru papi Alan setalah menggebrak meja kerja Arya yang membuat Arya kaget.


''Aku beneran gak tau maksud papi.''jawab Arya meyakinkan.


Plak


Karena terlalu emosi papi Alan sampai menampar Arya.


''Papi nampar aku?''kata Arya yang baru kali ini di tampar oleh papinya.''Aku gak tau salah aku di mana dan aku bener-bener gak nglakuin apa-apa ke Shanum pi.''katanya lagi.


''Kalau kamu gak nglakuin apa-apa sama mantu papi...gak mungkin selama beberapa hari ini dia sering menangis,dan di tambah lagi hari ini dia tidak keluar kamar karena matanya yang terlalu sembab kebanyakan menangis karena ulah kamu.''tutur papi Alan.


Deg


Jantung Arya serasa berhenti sejenak mendengar penuturan papinya tentang apa yang sudah terjadi pada istrinya,karena setau dia istrinya bersikap biasa serta baik-baik saja saat dia masih dirumah.


''Kalau ada masalah selesaikan baik-baik jangan bersikap acuh padanya Ar.''kata papi Alan lagi.


''Apa yang aku lakukan sudah keterlaluan?''batin Arya.''Maafkan aku sayang.''batinnya lagi.


''Dia itu wanita,istri,ibu juga menantu yang baik Ar...jangan pernah sia-siain apalagi menyakiti hatinya.''kata papi Alan lagi.


''Apa Shanum yang cerita semuanya ke papi?''tanya Arya.


''Bukan.''jawab papi Alan singkat.


''Pi,papi duduk dulu...biar Arya jelasin semuanya pi.''pinta Arya dan tuan Alan pun menyetujuinya karena ingin mendengar semua dari sang putra.''Papi minum dulu biar sedikit tenang.''kata Arya sambil menyodorkan botol air mineral kepada papi Alan.

__ADS_1


''Sebenarnya...''


__ADS_2