Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
164.Bab 164


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Mommy sudah pulang kek?''tanya Alvan pada pak Nuh.


''Sudah tuan muda.''jawab pak Nuh.


''Mommy.''seru Alvan saat melangkah masuk kedalam mension.


''Mommy di sini sayang.''seru Shanum.''Ada di dapur.''lanjutnya memberi tahu pada sang putra dimana keberadaannya.


Tidak ada yang berubah meskipun anak-anak Arya dan Shanum sudah besar.Orang pertama yang akan mereka cari saat baru sampai rumah pastilah sang mommy bila waktu menunjukkan bahwa jam kerja mommynya terlah berakhir.


Senyum tersungging saat Alvan mendengar seruan sang mommy,kemudian dia melangkah di mana mommynya berada...di tempat terfavorit sang mommy saat di rumah.


Cup


Alvan langsung memegang pundak sang mommy dengan kedua tangannya dari belakang lalu mengecup pipi wanita yang sangat di sayanginya itu.

__ADS_1


''Sayang mommy banyak-banyak.''ucapnya.


''Mommy juga sayang abang banyak-banyak.''sahut sang mommy.


Bibir mereka berdua tersungging senyum yang manis dan Alvan pun tak merubah posisinya.


''Ehm...ehm...Abang.''deheman dan seruan dari belakang membuat Alvan dan Shanum langsung menolah ke arah sumber suara.


''Dad.''kata Alvan yang masih di tatap tajam oleh sang daddy.


''Itu permaisurinya daddy lo bang...kenapa peluk-peluk?''tanya Arya.


''Ish tapi ini ibu surinya abang...gimana dong dad?''kata Alvan balik tanya pada sang daddy dan malah sebelah tangannya memeluk bahu sang mommy.


''Apa?''tanya Shanum.''Ulangi sekali lagi dad...''tantangnya pada sang suami.''Coba saja kalau kamu sampai berani ngirim Abang keluar negeri...aku sama twins juga akan ikut bareng sama abang...biarin saja daddy di sini sendiri.''ancam Shanum.


''Eh kok gitu sih mom...''rengek Arya.


''Suruh siapa berani-beraninya ancam anak aku.''kata Shanum.


''Anak aku juga mom...bukan hanya anak kamu.''sahut Arya.''Habisnya abang dulu tu yang bikin perkara.''kata Arya yang tak terima di salahkan sama ibu negara.

__ADS_1


''Kok jadi aku sih dad yang di salahin.''sahut Alvan.''Daddynya saja yang semakin tua tambah semakin posesif.''cibir Alvan.


''Oh berani ya abang ngatain daddy gitu.''sahut Arya yang langsung berjalan maju mendekat dan menarik tangan istrinya lalu memeluk pinggangnya posesif.''Kamu belum tau aja bang...makanya cepet cari pacar biar tau rasanya gimana...''ejek Arya.


''Ck.''decak Alvan lalu melangkah menuju ke pintu keluar dapur.


''Mau kemana bang?''seru Arya.


''Mau kekamar dad.''seru Alvan balik.


''Ck...anak itu selalu gitu tiap di singgung soal pacar.''kata Arya.


''Kamu ini jail banget sih dad sama abang.''kata Shanum.


''Abang itu sudah besar yank...sudah sewajarnya kalau abang itu memiliki seorang kekasih.''kata Arya.


''Iya aku tau tapi bukannya kamu sendiri yang bilang ke abang juga kakak kalau mereka harus bisa memantaskan diri sebelum berani menjalin hubungan serius dengan anak gadis orang.''kata Shanum.


''Iya benar karena seorang laki-laki itu akan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap kelurganya mom.''jawab Arya.


''Sekarang ayo kita ke kamar.''ajak Shanum.''Kamu butuh membersihkan dirimu dad...dan begitu juga aku.''lanjutnya.

__ADS_1


''Baiklah nyonya Narendra...ayo.''kata Arya lalu mereka jalan beriringan dengan sebelah tangan Arya yang masih memegang pinggang Shanum.


Arya dan Shanum selalu tak segan memamerkan keromantisan mereka pada ketiga anaknya bahkan para penghuni mension,tapi kemesraan yang mereka tampilkan masih dalam batas yang wajar.


__ADS_2