
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Tapi...''kata Alvan yang sengaja di jeda agar tuan Atmaja semakin penasaran dengan kelanjutan kalimatnya.
''Tapi apa?''tanya tuan Atmaja yang benar-benar penasaran.
''Tapi saya tidak tahu bagaimana pendapat orang tua saya tentang apa yang pernah anda lontarkan pada saya.''lanjut Alvan yang membuat tuan Atmaja membolakan matanya.
''Ma..maksudnya kamu me...mengadu?''tanya tuan Atmaja.
''Tidak.''jawab Alvan.''Tapi seharusnya anda tau bagaimana keluarga Narendra.''sambungnya.''Maaf kalau tidak ada lagi yang perlu di bicarakan saya permisi.''pamit Alvan.
''Tunggu.''cegah tuan Atmaja.''Apa gak sebaiknya kamu sekalian makan malam di sini?''tanyanya.
''Maaf...mommy saya sudah menyiapkan masakan yang enak untuk makan malam kami.''jawab Alvan.''Permisi.''katanya lagi.
Lalu Alvan melangkah keluar dari rumah keluarga Atmaja.
*****
__ADS_1
''Kinara.''panggil sang papa saat Kinara akan pergi melangkah ke kamarnya yang ada di lantai dua.
''Apa pa?''tanya Kinara.
''Kamu harus bisa mendapatkan putra tuan Narendra itu.''perintahnya.''Papa gak mau tau dengan cara apapun itu.''lanjutnya.
''Maksudnya?''tanya Kinara yang merasa ambigu dengan kata-kata terakhir sang papa.
''Iya papa gak perduli bagaimana caranya agar kamu bisa mendapatkan dan menikah dengan anak tuan Arya Narendra.''jawabnya.''Bila perlu jebak dia...dan gunakan tubuhmu.''lanjutnya lagi dengan enteng tanpa beban.
Duar
Bahkan istri tuan Atmaja yang notabene bukan mama kandung Kinara saja merasa kaget mendengarnya.
''A...apa maksud papa?''tanya Kinara dengan suara bergetar.
''Tanpa papa jelaskan,papa rasa kamu sudah tau itu karena kamu sudah dewasa.''sahut sang papa.
''Kenapa pa...kenapa papa tega ngomong kayak gitu ke Nara?''tanya Kinara.
''Kalau saja perjodohan kemarin tidak kacau dan gagal...papa tak akan meminta ini padamu.''sahut tuan Atmaja.''Jadi gak usah drama Kinara...kamu toh juga akan menikmatinya...karena papa tau kalau kamu juga mencintainya bukan dan hidupmu akan terjamin bila bisa menikah dengannya dan perusahaan papa tak akan bangkrut.''sarkasnya dengan kalimat menohok yang membuat Kinara tersenyum getir.
__ADS_1
''Kalau aku gak mau?''tanya Kinara.
''Gampang...kamu akan papa jual ke pelelangan atau rumah bor**l...agar papa bisa dapat uang untuk menutupi kerugian perusahaan.''jawabnya enteng.
''Papa tega...papa jahat.''seru Kinara lalu berlari naik ke kamarnya sambil menangis.
''Papa...papa keterlaluan.''seru mamanya Kinara.
''Papa terpaksa ma...demi kalian.''sahutnya.''Mama taukan kalau perusahaan sedang dalam masalah?''katanya pada sang istri.
''Tapi gak gini caranya pa.''seru nyonya Atmaja.
''Mama...itu kenapa...Kinara kan bukan anak mama.''kata tuan Atmaja.
''Memang bukan aku yang melahirkannya pa,tapi aku yang telah merawatnya dari dia dilahirkan.''sahut nyonya Kinara.''Aku memang terlihat tak begitu suka padanya,itu karena apa...karena setiap aku melihatnya aku seperti melihat dan mengingat kembali penghianatan yang telah kamu lakukan dengan wanita itu pa.''lanjutnya.''Tapi bukan berarti aku tak menyayanginya.''sambungnya lagi.
''Sudahlah mama gak perlu ikut campur dengan semua ini...''kata tuan Atmaja yang membuat sang istri langsung pergi masuk kedalam kamar meninggalkan tuan Atmaja duduk sendiri di ruang tamu.
*****
''Hiks...hiks...papa jahat...hiks...hiks...''isak Kinara.''Sebegitu tak ada artinya aku dimata papa...''katanya lagi dengan suara parau.
__ADS_1