
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Kinara menangis sepuasnya di dalam pelukan Alvan...menumpahkan segala sesak yang ada di hatinya...seolah ingin menumpahkan segala beban yang dia rasakan.
''Sudah puas belum?''tanya Alvan saat Kinara sudah mulai berhenti menangis.''Atau masih mau nangis lagi?''goda Alvan yang langsung di jawab cubitan di lengannya oleh Kinara.
''Auw ishh sakit Ra...''ringis Alvan.
''Ah maaf...maaf kak.''kata Kinara yang merasa bersalah dengan tangan yang mengelus bekas yang di cubitnya tadi.''Aku refleks soalnya...''lirihnya.''Sakit banget ya?''tanyanya.
''Iya ni sakit.''jawab Alvan yang membuat raut wajah Kinara semakin terlihat merasa bersalah.''Tapi boong...''kata Alvan lagi.
''Ih kamu kok nyebelin banget sih kak.''kata Kinara.
''Tapi kamu sukakan...''goda Alvan lagi yang membuat Kinara tersipu.
''Cie...malu-malu.''goda Alvan.
__ADS_1
''Enggak siapa yang malu.''bantah Kinara.
''Yakin?''tanya Alvan dan di angguki oleh Kinara.''Tapi tu mukanya merah...''tunjuk Alvan yang membuat muka Kinara bertambah blusing.
Bukan tanpa tujuan Alvan melakukan semua itu karena paling tidak hal itu bisa sedikit menghibur Kinara.
''Emmm kak.''panggil Kinara setelah beberapa saat mereka terdiam.
''Iya.''sahut Alvan cepat.
''Kakak tau dari mana kalau aku ada di taman itu?''tanya Kinara.
''Gak apa-apa kalau kamu belum mau cerita,aku juga gak akan maksa.''kata Alvan lagi.''Tapi setiap saat...kapan pun kamu mau cerita,aku bakal dengerin semuanya.''lanjutnya.
''Iya kak.''jawab Kinara.
''Setiap masalah itu harus di hadapi Ra...bukan di hindari.''Alvan memulai acara menasehatinya.''Masalah itu harus di cari jalan keluarnya jangan cuma di diamkan saja karena ibarat kita sedang menggenggam sebuah bom waktu yang tinggal menunggu saatnya dia akan meledak.''sambungnya lagi.
''Iya kak.''jawab Kinara karena hanya kata itu yang bisa dia ucapkan.
__ADS_1
''Hah...''desah Alvan.''Berbagilah Ra kalau kamu gak bisa menahannya sendiri.''kata Alvan lagi.''Karena dengan berbagai kita bisa mencari solusi bersama...dan paling tidak perasanmu akan sedikit lega.''nasehatnya lagi.
''Ini tentang papa aku kak.''lirih Kinara.
''Ada apa lagi dengan papa kamu?apa dia tetep kekeh menjodohkannya dengan Panji?''tanya Alvan.
''Bukan kak.''jawab Kinara yang di barengi dengan gelengan kepala.
''Terus apa lagi masalahnya?''tanya Alvan.
''Papa memintaku untuk mendekatimu kak...agar kita bisa dekat sehingga bisa mengajukan kerja sama dengan keluargamu.''kata Kinara.
''Kitakan memang sudah dekat Ra...terus masalahnya...''kata Alvan.
''Aku gak enak sama kamu dan keluarga kamu kak,aku dekat dengan kamu dengan rasa bukan untuk mencari keuntungan dengan bisnis.''jawab Kinara.''Tapi kalau aku gak menuruti kata papa...dia akan...''kata Kinara terhenti,dia ragu untuk mengatakannya.
''Dia akan apa Ra?''tanya Alvan tidak sabar.
''Dia akan...hiks...hiks...dia...hiks...akan...''kata Kinara sambil terisak yang membuat Alvan kembali memeluknya.''Dia akan menjualku kak...untuk menutupi kerugian perusahaan yang hampir bangkrut...hiks...hiks...''lanjutnya.
__ADS_1
''Keterlaluan...''geram Alvan.