
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Hari berganti hubungan Shanum dan Arya menjadi lebih mesra dan lebih saling terbuka lagi,mereka pun sudah tidak malu-malu lagi menunjukkan kemesraan di depan keluarga...tentu saja kemesraan yang tidak melewati batas tentunya.
Arya pun sudah tidak memakai topeng ataupun kursi rodanya kalau di dalam kediaman orang tua Shanum.
*****
Hubungan Henry dan Lila pun juga semakin dekat.Orang tua Lila juga sudah mengenal Henry...Lila dan keluarganya pun tau kalau orang tua Henry sudah meninggal dan dia sama sekali tidak mempunyai sanak saudara,tapi hal itu tidak masalah buat keluarga Lila bahkan mereka pun sudah merencanakan pertunangannya.
*****
Kisah cinta Satria dan Angel juga semakin manis...sudah banyak hal yang mereka susun untuk kisah Percintaan mereka.
*****
Hari ini Shanum sudah kembali beraktivitas,masa cutinya sudah selesai...waktunya untuk melakukan tugasnya lagi sebagai seorang dokter di Rumah Sakit.
''Akhirnya sudah bisa kembali bekerja lagi...ehm...jadi tambah kangen suasana Rumah Sakit.''gumam Shanum setelah bangun dari tidurnya lalu dia beranjak untuk sekedar mencuci muka dan menggosok gigi lalu keluar dari kamar menuju dapur dimana setiap pagi ada keberadaan ibunya disana.
*****
''Pagi bunda sayang.''ucap Shanum begitu sampai dapur.
''Pagi sayang.''jawab bunda sambil tersenyum lebar.
''Masak apa bun?''tanya Shanum.''Biar Shanum bantuin.''katanya lagi.
''Ni mau bikin nasi goreng Sha sama dadar telur.''jawab bunda.''O iya kamu kalau mau bantu...tu bantuin bunda goreng telurnya.''kata bunda lagi.
''Siap bunda.''kata Shanum.
''Kamu jadi berangkat kerja hari ini kan Sha?''tanya bunda.
''Iya bun jadi,nanti juga di anter sama mas Arya dan kak Henry.''jawab Shanum.
''Kalau begitu telurnya banyakin Sha.''perintah bunda.''Nanti ajak nak Arya dan nak Henry sekalian sarapan disini.''ucapnya lagi.
''Baik bun.''jawab Shanum singkat.
''Ini udah bun.''kata Shanum setelah beberapa saat dan selesai menggoreng telurnya.
''Ya udah sana kamu siap-siap dulu.''kata bunda.
''Kalau gitu Shanum ke atas dulu ya bun.''kata Shanum dan di iyakan oleh bunda.
*****
''Sha,itu nak Arya dan Henry udah ada di luar sa ayah.''kata bunda memberi tahu.''Sana ajak sarapan dulu.''titahnya.
__ADS_1
''Iya bun.''jawab Shanum.
*****
Setelah semua sarapan...Shanum,Arya juga Henry pergi ke Rumah Sakit,karena mulai hari ini dan seterusnya Shanum akan di antar jemput...setelah kejadian beberapa saat yang lalu si babang Arya jadi makin posesif.
''Mas,aku turun dulu ya.''kata Shanum begitu sampai di Rumah Sakit.
''Iya sayang hati-hati ya.''kata Arya.''Nanti aku jemput.''ucapnya lagi.
''Iya mas.''jawab Shanum.''Assalamualaikum.''salamnya.
''Wa'alaikumsalam.''balas Arya dan Henry juga sopirnya.
*****
Begitu sampai lobi Rumah Sakit banyak perawat yang menyapa dan menanyakan kabarnya,tapi juga banyak terdengar kasak-kusuk tentangnya.Walaupun Shanum berusaha untuk biasa saja tapi tetep dia merasa sedikit risih.
''Denger-denger tunangannya lumpuh dan pakai topeng ya...''ucap katakanlah si A.
''Iya kok dokter Shanum mau ya cantik-cantik tunjangan sama orang kaya gitu.''kata si B.
''Ya apa lagi kalo bukan karena harta.''jawab si C.
''Bener-bener gak nyangka ya ternyata matre juga.''ucap si D.
''Iya ya gak baik yang kita duga selama ini.''kata si B.
''Ternyata dalamnya busuk juga.''cibir si C.
*****
Tapi di sisi lain ada yang merasa bahagia dengan semua itu...ya siapa lagi yang tidak menyukai Shanum di Rumah Sakit itu...tentu saja dokter Rere juga dokter Ana.
''Biar rasa tu Shanum.''ucap Rere.''Pasti dia sekarang lagi nangis-nangis di ruangannya...hahaha...''katanya lagi.
''Hahaha...kamu bener banget Re.''kata Ana.''Untung kemarin pas dia pulang kita gak sengaja liat mereka di parkir khusus.''
''Tapi jujur sebenarnya aku masih penasaran dengan tunangan Shanum.''kata Rere.''Kayaknya gak asing...seperti pernah liat dimana gitu.''katanya lagi sambil mengingat-ingat.
''Iya juga si.''kata Ana.''Aku juga penasaran seberapa kaya dan sekuasa apa dia kok bisa nempatin Shanum di ruangan khusus dan ditangani langsung oleh dokter kepala.''katanya benar-benar di buat penasaran oleh siapa sosok tunangan Shanum sebenarnya.
*****
Diruangannya Shanum sedang terisak menangis...betapa sakit hatinya mendengar semua kata-kata yang terlontar untuknya.
Tok...Tok...Tok...
Cklek...
''Ya ampun Sha.''kaget Lila yang melihat sahabatnya menangis.''Kamu kenapa?''tanyanya.
__ADS_1
''Lila...''ucap Shanum lalu memeluknya dan kembali menumpahkan air matanya.
Lila diam dan tidak lagi bertanya apa-apa lagi lalu menunggu beberapa saat sampai tangisan Shanum agak mereda.
''Sha,sebenernya ada apa?''tanya Lila.''Cerita sama aku.''katanya lagi sambil menatap mata Shanum.
Lalu Shanum menceritakan semua yang dia dengar tadi sambil masih terisak.
''Apa salahku La?''tanya Shanum.''Apa salahku sama mereka?''tanyanya lagi.''Tega-teganya mereka berkata seperti itu tentang aku La.''
''Shutt...udah-udah jangan nangis lagi ya...ok''kata Lila menenangkan lalu memeluk Shanum kembali.
''Kurang ajar.Lihat saja apa yang bakal terjadi dengan kalian.Berani-beraninya buat masalah sama calon istri pemilik Rumah Sakit ini.''batin Lila geram.
''Udah sekarang ku cuci muka terus tacap dikit lalu lanjutin tugas kamu.''perintah Lila.''Aku balik keruangan aku dulu ya...masih harus urusin pasien.''katanya lalu melangkah keluar menuju ruangannya.
*****
Begitu sampai di ruangannya Lila buru-buru menelepon Henry untuk mengadukan semua yang di alami Shanum hari ini karena dia merasa tidak terima dengan apa yang di dapat sahabatnya itu.
Lila tau bagaimana watak Shanum...Shanum tidak bakal mengadukan semua itu ke Arya,tapi tidak dengan Lila yang juga sudah terbakar emosinya.
*****
Di tempat lain Henry juga Arya baru saja keluar dari ruang meeting dan menuju ruangan Arya.
Baru saja mereka berdua masuk sudah terdengar dering telepon dari hp milik Henry...ya siapa lagi kalau bukan Lila yang menelpon untuk mengadukan semuanya kepada mereka berdua.
''Lila.''batin Henry yang sudah mengambil hpnya dari saku.
''Siapa Hen?''tanya Arya.
''Lila Ar.''jawab Henry...ya Henry dan Arya memang tidak pernah melakukan panggilan formal kalau mereka sedang berdua atau bersama para sahabatnya.
''Udah angkat aja siapa tau penting.''kata Arya.
''Halo assalamualaikum La.''sapa Henry.''Tumben jam segini telpon?''tanyanya.
''Wa'alaikumsalam.Honey kamu sama bang Arya gak?''tanya Lila.
''Iya,ada apa memangnya?''tanya Henry.
''Nyalain pengeras suaranya honey.''ucap dan membuat Henry bingung dengan permintaan kekasihnya.
''Udah.''kata Henry lagi.
''Shanum sekarang lagi nangis diruanganya.''kaya Lila singkat tapi sukses membuat Henry dan Arya kaget.
''Apa...?''pertanyaan spontan dari Arya dan Henry.
Kemudian Lila menceritakan semuanya kepada Henry juga Arya.
__ADS_1
''Kurang ajar...''geram Arya.''Kita lihat apa yang bisa aku lakuin buat kalian.''katanya lagi sambil menyeringai dan siapa pun yang melihatnya pasti bergidik ngeri dengan aura membunuh yang dikeluarkan oleh Arya.
''Kalian telah salah menyinggung orang.''batin Henry.