
❤️ Happy Reading ❤️
Nyonya Prakoso yang tidak lain adalah ibunya Panji Prakoso sedang menaiki sebuah taksi yang di berhentikannya ketika keluar dari kawasan komplek perumahan tepat tinggalnya.
''Kita mau kemana nyonya?''tanya sang supir dengan sopan.
''Jalan saja dulu pak.''kata nyonya Prakoso.
''Aku harus pergi kemana?kemana aku harus mencari Panji?''monolog nyonya Prakoso dalam hati.
''O iya perusahaan papa.''katanya lagi dalam hati.''Tapi ini sudah sore...pasti dia sudah gak ada di sana.''gumamnya lagi begitu melihat jam yang ada di pergelangan tangannya menunjukkan waktu sudah sore hari.
''Kemana...kemana...''gumamnya.
''Tuan Arya...iya tuan Arya Narendra pasti tau di mana putraku tinggal.''katanya lirih.''Aku harus mencari tau dimana rumah tuan Arya tapi aku gak punya ponsel...gimana ya...''bingungnya.
''Ehem pak.''panggil nyonya Prakoso.
''Iya ada apa nyonya.''sahut sang supir.
''Begini pak,apakah saya boleh meminjam ponselnya?''tanyanya dengan sopan.
''Emmm.''gumam sang supir sambil seperti sedang berpikir.
''Nanti saya kasih uang untuk ganti beli pulsanya.''ujar nyonya Prakoso.
''Iya baiklah,ini silahkan nyonya.''kata sang supir dengan tangan sebelah kiri menyerahkan ponselnya sedangkan tangan kanannya di gunakan untuk memegang setir.
__ADS_1
Setelah mendapatkan ponsel...nyonya Prakoso pun mencoba untuk menghubungi nomor sang putra.
Untung saja dirinya itu punya kebiasaan untuk mencatat nomor-nomor penting di buku kecil khusus yang selalu ada di dalam tasnya,jadi kalau ada apa-apa seperti ini dia tak akan bingung untuk menghubungi siapa pun.
Tut
Tut
Tut
Beberapa kali dia berusaha menghubungi Panji namun sang putra seperti enggan menerima panggilannya,mungkin karena nomor yang tak di kenal.
Sampai beberapa kali dia tetap berusaha menghubungi dan syukurlah sang putra mengangkatnya.
''Halo.''kata Panji.
''Mama?''kata Panji.
''Iya ini mama nak,mama pinjem ponsel supir taksi yang mama tumpangi.''jelasnya.
''Kok bisa ma?dan apa tadi...taksi?''tanya Panji karena mamanya itu hampir tak pernah menggunakan taksi...biasanya kemana-mana selalu di antar oleh supirnya.
''Ceritanya panjang nak.''jawab nyonya Prakoso.''Mama ingin bertemu denganmu...dimana sekarang kamu tinggal nak?''tanyanya.
''Aku tinggal di jalan xxx,di kediaman tuan Arya Narendra ma.''jawab Panji.''Mama bisa datang kesini,nanti Panji akan minta ijin pada tuan dan nyonya Narendra.''kata Panji lagi.
''Baiklah nak,mama akan kesana.''sahut mama Panji.''Mama tutup dulu teleponnya...gak enak sama yang punya.''katanya mengakhiri pembicaraan.
__ADS_1
''Iya ma,Panji tunggu.''sahut Panji dan panggilan pun berakhir.
''Ini pak ponselnya dan ini untuk ganti pulsanya.''kata nyonya Prakoso menyerahkan ponsel serta uang beberapa lembar pada supir taksi.
''Ini kebanyakan nyonya.''kata supir tersebut.
''Tidak apa-apa pak,anggap saja ini rezeki untuk anak istri di rumah.''jawab nyonya Prakoso.
''Terimakasih nyonya.''ucapnya.
''Saya yang harusnya mengucapkan terimakasih pak.''ucap nyonya Prakoso.''O iya pak tolong antar saya ke jalan xxx.''katanya lagi memberitahu tujuannya.
''Wah itukan komplek perumahan yang sangat-sangat elit nyonya.''kata sang supir namun hanya di balas dengan seulas senyuman oleh nyonya Prakoso.
*****
''Kok berhenti pak?''tanya nyonya Prakoso.
''Kita gak bisa langsung masuk nyonya karena keamanan di sini sangat ketat.''jawab sang supir.
Tak berapa lama kaca pintu mobil mereka di ketuk oleh pihak keamanan kompleks,maka pihak keamanan akan menghubungi rumah yang akan di tuju.
''Baik silahkan,kami sudah konfirmasi.''kata salah satu pihak keamanan.
*****
Promo novel baru yang akan mulai up tanggal 1 Juni 2022 jam 10.00wib.Jangan lupa mampir ya...terimakasih🙏😊
__ADS_1