
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Apa ini kak?''tanya Kinara yang merasa kaget di beri sesuatu oleh Alvan dan ketiga teman Alvan pun begitu.
''Titipan nyokap.''jawab Alvan.
''Hah...''seru ketiga teman Alvan yang merasa kaget dengan jawaban Alvan.
''Tunggu...tunggu...dari nyokap elo.''kata Rama dan di angguki oleh Alvan.''Buat Kinara...''katanya lagi memastikan apa yang tadi di dengarnya dan lagi-lagi di jawab dengan anggukan kepala oleh Alvan.
''Oh ya ampun...kok Kinara sudah kenal aja sama nyokap elo?''tanya Dodi.
''Aduh jangan-jangan ada ni yang elo sembunyiin dari kita-kita...''tuduh Niko.
''Apaan sih...gak ada.''sahut Alvan.''Kita itu kemarin gak sengaja ketemu pas gue lagi sama nyokap.''lanjutnya.''Ya jadi kenal dia ma nyokap gue.''sambungnya lagi.
''Oh gitu...''sahut Niko yang sebenarnya masih curiga dengan hal ini.
''Ini apa kak?''tanya Kinara mengalihkan pembicaraan agar mereka tidak di cecar terus oleh ketiga sahabat Alvan.
__ADS_1
''Buka dan lihat sendiri apa isinya.''kata Alvan datar.
Kinara langsung membuka apa yang telah di berikan oleh Alvan tadi dan dia sangat senang plus terharu setelah tahu apa isinya karena selama hidupnya mamanya tak pernah membuatkan bekal untuknya...segala keperluannya selalu di siapakan oleh para pembantu rumah tangga berbeda dengan kedua kakak lakinya.
''Itu infused water dari buah blueberry dan kiwi juga cake yang berlapis buah sama potongan buah segar juga.''terang Alvan.
''Oh so sweet dan perhatian bangat ni calon ibu mertua...''ledek Dodi yang membuat Kinara salah tingkah dan malu-malu sedangkan Alvan dia hanya menampilkan muka datarnya saja ta pa terpengaruh atas apa yang di ucapkan sahabatnya itu.
''Dedek Kinara...boleh dong kakak Niko minta kuenya...''kata Niko yang langsung duduk di samping Kinara.
''Boleh kak...kita makan bareng-bareng ya...''sahut Kinara dengan senyum manisnya.
''Bekal elo mana Al?''tanya Niko sehingga membuat Alvan langsung membuka tasnya kembali untuk mengambil bekal miliknya.
*****
Sedangkan di tempat lain ada daddy Arya yang masih berkutat dengan setumpuk berkas yang ada di mejanya.
''Keruangan aku Hen.''perintah Arya melalui sambungan interkom di mejanya yang lansung dia matikan setelah dia selesai bicara tanpa mendengar jawaban dari yang di hubunginya sehingga membuat yang disebrang sana menggerutu padahal sudah terbiasa selama bertahun-tahun tapi tetep aja kesel rasanya.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
''Masuk.''seru Arya.
Cklek
''Ada apa?''tanya Henry tak terlalu formal.
''Aku ingin kamu memerintahkan salah satu anak buah terbaik kita untuk menyelidiki seseorang.''kata Arya.
''Siapa?''tanya Henry.
''Seorang gadis.''kata Arya lalu menggeser ponselnya ke arah Henry.
''Ini siapa?''tanya Henry lagi.
''Namanya Kinara tapi aku gak tau nama lengkapnya siapa.''jawab Arya.''Yang jelas gadis ini sekarang sedang dekat dengan abang.''lanjut Arya.''Aku mau nanti malam atau paling lambat besok pagi sudah ada laporan tentang siapa gadis ini dan keluarganya di hadapanku.''sambung Arya lagi.
''Baik Ar.''sahut Henry.''Kalau begitu aku kali keruangan aku dulu.''pamit Henry dan di angguki oleh Arya.
__ADS_1
''Daddy cuma mau yang terbaik buat kamu bang.''gumam Arya setelah kepergian Henry dari ruangannya.