Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
233.Bab 233


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Berkali-kali nampak sekali tuan Prakoso menghela nafasnya dalam guna untuk meredam ego yang ada pada dirinya.


''Apa yang anda butuhkan dari saya?''tanya Arya Narendra.


''Saya membutuhkan investor untuk berinvestasi di perusahaan saya.''jawab tuan Prakoso.''Karena semua investor di perusahaan saya sudah mencabut seluruh investasi mereka dan kami juga tidak dapat menemukan investor baru karena mereka semua takut bersinggungan dengan anda.''kata tuan Prakoso lagi yang sedikit ada maksud menyalahkan Arya.


''Tuan Prakoso...tuan Prakoso...''kata Arya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.''Apa kamu tidak sadar juga kalau sebenarnya bukan aku yang menghancurkan perusahaan milikmu melainkan dirimu sendiri.''kata Arya.


''Bagaimana bisa saya menghancurkan perusahan saya sendiri.''kata tuan Prakoso sedikit meremehkan.

__ADS_1


''Karena kamu berani mengusik keluarga Arya Narendra.''tegas Arya.


''Putra anda yang terlebih dahulu ikut campur dalam urusan keluarga saya.''bantah tuan Prakoso.


''Kamu salah.''kata Arya tak kalah membantah.''Putraku hanya menolong putramu di saat putramu itu memang sangat membutuhkan pertolongan.''sambung Arya.''Seharusnya keluarga Prakoso berterimakasih pada putraku...karena kalau tidak ada dia mungkin putramu itu sudah lintang lantung di jalanan atau bahkan tidak mendapatkan pekerjaan yang layak.''lanjut Arya.


''Mungkin kalau dia tidak mendapatkan bantuan dari putramu yang sok jadi pahlawan itu,perusahaan milikku tak akan seperti ini...dan putraku tidak akan membangkang serta di saat dirinya kesulitan di luaran sana...dia akan kembali kerumahnya.''kata tuan Prakoso tak mau kalah.


''Hahaha...sebegitu lemahkah kamu menilai putramu sendiri?''ejek Arya.''Kamu salah...putramu tak akan melakukan hal itu...karena dia sangat mencintai istrinya.''sambung Arya.''Jadi anda kesini beneran mau minta tolong atau malah mau mendebat serta menantangku?''tanya Arya dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.


''Kamu tidak salah jadi bukan seharusnya kamu yang meminta maaf.''kata Arya.''Sedangkan orang yang bersalah itu masih hidup bukannya sudah mati yang harus mengucapkan permintaan maaf dengan di wakilkan.''kata Arya pedas.


''Kalau sudah tidak ada kepentingan...silahkan keluar dan tinggalkan perusahaan saya.''kata Arya.

__ADS_1


''Bu...bukan begitu tuan.''kata asisten tuan Prakoso lagi.


''Sudahlah lebih baik kita pergi dari sini.''kata tuan Prakoso hendak berdiri dari duduknya.


''Ta...tapi tuan...''kata sang asisten berusaha mencegah tuannya.


''Silahkan...pintu keluar di sebelah sana.''kata Arya sambil tangannya menunjuk kearah pintu keluar ruangannya.


Henry di sana hanya diam melihat serta mendengarkan saja yang ada di sana tapi sejujurnya dia sangat kesal dengan sikap tuan Prakoso yang tak tau diri itu bahkan Henry harus mengepalkan tangannya kuat untuk meredam amarahnya agar tak sampai memukul pria arogan yang ada di depannya...gregetan rasanya,mau minta bantuan tapi masih saja bersikap tak tau diri.


''Tu...tuan.''kata sang asisten berusaha mengingatkan kembali tujuan awal mereka datang kesini.


''Kita pulang saja toh kita masih bisa menyelamatkan perusahaan dengan menjual beberapa saham milik kita.''kata tuan Prakoso penuh percaya diri.

__ADS_1


Akhirnya kedua tamu tak di undang itu pergi meninggalkan ruangan Arya dengan hanya asisten tuan Prakoso yang berpamitan secara sopan.


__ADS_2