
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Kurang ajar...''geram Arya.''kita lihat apa yang bisa aku lakuin buat kalian.''katanya lagi sambil menyeringai dan siapa pun yang melihatnya pasti bergidik ngeri dengan aura membunuh yang dikeluarkan oleh Arya.
''Kalian telah salah menyinggung orang.''batin Henry.
*****
''Ke Rumah Sakit Hen.''ajak Arya.''Aku ingin tau keadaannya.''katanya lagi dengan raut cemas yang tercetak nyata dan Henry pun pergi bersama Arya tidak lupa sebelum pergi dia menitipkan urusan kantor kepada sekretaris Arya agar dia menghandlenya selama mereka pergi.
*****
Setiba di Rumah Sakit Arya dan Henry menjadi pusat perhatian dan juga terdengar kasak kusuk di telinga mereka.
''Lihat itu tunangannya dokter Shanum.''kata si A.
''Betul c***tkan?tapi sepertinya benar-benar orang kaya.''kata si B.
''Bener-bener matre dokter Shanum.''kata si C.
''Iya gak nyangka banget.''kata si D.
Dan masih banyak lagi celotehan dari mereka yang membuat Arya benar-benar geram.
Di lobi dan sepanjang lorong sampai ke ruangan Shanum kasak-kusuk itu pun masih sangat terdengar oleh Arya juga Henry.
*****
Tok...tok...tok...
''Masuk.''kata Shanum.
Cklek...
''Assalamualaikum.''salam Arya juga Henry berbarengan.
''Wa'alaikumsalam.''sahut Shanum kaget.''Mas Arya...kak Henry.''
''Sayang...are you oke?''tanya Arya berjalan ke arahnya tidak lupa pintu sudah di tutup rapat dan dikunci oleh Henry.
''Ya aku baik-baik saja mas.''kata Shanum.''Memangnya ada apa mas tumben kesini dan gak bilang-bilang dulu?''tanya Shanum sambil memaksa menunjukkan senyum manisnya.
__ADS_1
''Aku sudah dengar semuanya...jadi jangan berpura-pura seolah-olah tidak ada apa-apa sayang.''kata Arya.
Seketika raut wajah Shanum berubah...lelehan air mata lolos begitu saja menerjang pipinya...dia semakin terisak setelah Arya mendekapnya dalam pelukan hangatnya.
''Sakit Sha...hatiku sakit banget melihat kamu seperti ini.''batin Arya.''Aku janji Sha mereka akan mendapatkan hal yang jauh lebih menyakitkan.''batinnya lagi.
''Kasihan kamu Sha.''batin Henry.''Gak akan aku biarin kamu sedih kayak gini Sha...kamu sudah aku anggap seperti adik aku sendiri.''lalu dia merogoh hpnya untuk menghubungi Lila agar segera ke ruangan Shanum.
*****
Tok...tok...tok...
''Siapa?''tanya Shanum kepada sang pengetuk pintu.
''Ini aku Sha...Lila.''jawab Lila lalu terbukalah pintu ruangan itu.
''Sayang...aku sudah tau apa yang terjadi.''kata Arya.''Sepanjang lorong menuju ke ruangan kamu...aku denger semuanya.''lanjut Arya.
''Maaf ya sayang karena mas kamu jadi kayak gini.''sesal Arya.
''Mas...mas Arya gak boleh ngomong kayak gitu.''kata Shanum.''Mas Arya gak salah apa-apa.''katanya lagi.
Lalu Arya beralih menatap Henry dan berkata ''Hen,suruh Harun datang ke ruangan ini sekarang juga!''titahnya.
Sedangkan di ujung sana sedang gusar ada apa gerangan sampai asisten kepercayaan tuan muda menelpon dan menyuruhnya untuk datang segera ke ruangan Shanum saat itu juga,dia terlalu hafal kalau tidak ada apa-apa tidak mungkin asisten dan tuan muda dingin itu memintanya untuk datang.
*****
Tok...tok...tok...
Begitu mendengar suara ketukan pintu Henry bergegas untuk membukanya.
Cklek...
''Masuk.''kata Henry dingin.
''Haduh auranya udah gak enak ni...masalah gawat ni kayaknya.''gumam Harun.
''Duduk!''kata Arya singkat.
''Apa kamu tau kenapa kamu aku suruh datang ke sini Harun?''tanya Arya dingin.
''Saya tidak tau tuan muda.''jawabnya.
__ADS_1
''Gak usah bicara terlalu formal,disini cuma ada kita.''tegas Arya.''Hen,kasih tau apa yang terjadi.''perintah Arya.
Dan ya Henry pun menceritakan semuanya secara gamblang kepada Harun.
''Kamu sudah taukan apa yang harus kamu lakukan.''tegas Arya.
''Atau kamu mau aku yang ambil alih.''kata Henry menyeringai.''Dokter Harun...sepertinya anda sudah bosan menjadi dokter kepala di Rumah Sakit ini...atau anda malah sudah bosan menjadi seorang dokter.''katanya lagi.
Dokter Harun dengan susah payah menelan slivanya mendengar semua omongan Henry yang dia tau hal itu bisa dengan mudah terjadi dengan kuasa Arya.
''Tidak...tidak...biar aku saja.''kata Harun.''Kamu gak usah repot-repot...''jawab Harun gusar.''Kalau gitu aku urus dulu,permisi.''katanya lagi.
*****
''Mas...''panggil Shanum.''Seharusnya mas Arya gak perlu sampai kaya gitu...biarin ajalah.''kata Shanum.
''Gak bisa sayang...hati mas sakit lihat kamu nangis kayak tadi.''kata Arya sambil mengelus pipi Shanum.''Gak boleh ada satu orangpun yang boleh menyakiti hati calon istriku ini.''ucap Arya lagi.
''Iya bener Sha,kalau Arya gak bertindak...aku yang bakal ambil tindakan Sha.''kata Henry.''Karena kamu sudah aku anggap sebagai adikku Sha.''katanya lagi.
''Udah dong jangan sedih-sedih lagi.''kata Lila.''Punya calon suami sultan itu di gunain Sha...gunain kekuasaannya.''kata Lila berseloroh.
''Nah bener itu yang dibilang Lila...''ucap Arya.''Gunain nama aku Sha... gunain kekuasaan aku...bergantunglah pada ku...karena aku ingin menjadi seseorang yang berguna buat kamu.''ucap Arya.
''O iya kenapa kalian tiba-tiba datang ke sini?''tanya Shanum.
''Lila telpon aku Sha dan ngasih tau semuanya.''jawab Henry.
''Maaf ya Sha,soalnya aku gak tega lihat kamu kayak tadi"kata Lila sambil menunjukkan dua jari nya✌️.
*****
Diruangan direktur Rumah Sakit...Harun marah besar dengan karyawannya.Bisa-bisanya mereka buat masalah dengan Shanum.Dan saat ini di hadapan Harun sudah ada para suster perawat yang pertama kali membicarakan Shanum,dia juga sudah melihat dari cctv Rumah Sakit.
''Apa-apaan ini?bentak Harun."Bisa-bisanya kalian nglakuin hal yang memalukan kayak gini."marahnya sambil menunjukkan video cctv.
"Kalian semua sudah bosan jadi perawat?atau kalian semua sudah bosan hidup hah!"kata Harun meluapkan emosinya.
"Kalian tidak tau siapa yang kalian singgung itu.''katanya lagi."Kalian tidak tau seberapa kuasanya calon suami dokter Shanum.
"Dalam sekejap saja...dalam sekali jentikan jarinya bisa membuat hidup kita hancur."teriak Harun."Dengar itu...Hancur."katanya lagi dengan menekan kata Hancur.
Menyesal...tentu saja mereka sangat menyesal.Dalam hati para suster perawat itu merutuki kebodohannya yang dengan mudah tergiur menerima tawaran dari dokter Rere juga dokter Ana...mau mengadu pun kalau yang menyuruh mereka kedua dokter itu...mereka sama sekali tidak ada bukti...dan apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur jadi mereka harus terima segala konsekuensinya.
__ADS_1
"Sekarang juga silahkan tinggalkan Rumah Sakit ini."kata dokter Harun."Kalian masih beruntung karena tidak dipecat secara tidak hormat jadi masih bisa melamar kerja di tempat lain ataupun di tuntut lalu di masukkan kedalam penjara karena kasus pencemaran nama baik.''tukasnya.