
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Acara serah-serahan tadi malam berjalan dengan lancar kini tiba saatnya untuk acara ijab qobul di pagi ini di kediaman orang tua Lila.
''Semuanya sudah siap?''tanya ayah.
''Sudah yah.''jawab kami semua.
''Ayo sekarang kita berangkat,tapi sebelumnya kita berdo'a dulu semoga semuanya di lancarkan.''kata ayah mengintruksi.
Kami semua memanjatkan doa yang di pimpin oleh ayah tentunya untuk kelancaran semua prosesi acara pada hari ini.
''Bismillahirrahmanirrahim,ayo.''ajak ayah.
*****
Saat ini Henry sudah duduk di meja yang telah di siapkan berhadapan langsung dengan ayahanda dari Lila untuk memulai prosesi ijab qobul.
''Tenang Hen,rileks.''bisik Arya yang kebetulan duduk dibelakang Henry bersama Satria.
''Bener bang jangan tegang.''kata Satria.
Sedangkan mempelai wanita ada di kamarnya menunggu sampai ijab qobul selesai baru keluar yang sudah ditemani oleh Shanum juga Angel...ya tentu saja mereka sudah meminta ijin sama yang punya rumah...gak mungkinkan main nylonong aja...
''Tenang La...jangan nervous gitu.''kata Shanum.
''Aku gugup Sha...aku juga takut gimana nanti kalo dia gak lancar mengucap ijab qobulnya.''kata Lila.
''Percaya aja sama kak Henry...dia pasti bisa kok,sekarang lebih baik kamu tarik nafas dalam lalu hembuskan.''kata Shanum menenangkan.
Dari luar kamar terdengar seruan kata ''SAH'' dari saksi dan semua yang hadir disana.
''Alhamdulillah.''ucap Shanum,Lila juga Angel.
''Selamat ya...kamu sekarang udah jadi istri dari kakak aku.''kata Shanum.
''Selamat ya kak.''ucap Angel.
Lalu mereka bertiga pun saling berpelukan.
Cklek
''Selamat ya putri ibu...kamu sekarang sudah menjadi seorang istri...ingat semua nasehat ibu ya nak.''ucap ibu dari Lila.
__ADS_1
''Iya ibu.''jawab Lila.
''Selamat ya sayang kamu sekarang sudah jadi Putri sekaligus menantu bunda.''kata bunda.
''Iya bunda.''jawab Lila.
''Yuk keluar...pasti suamimu sudah gak sabar ingin melihat istrinya yang cantik ini.''goda bunda.
Blush
Pipi Lila langsung bersemu merah merona mendengar kata bunda.
Tap...tap...tap...
Terdengar suara hills yang bergesekan dengan lantai rumah...dan semua orang pun langsung menoleh ke arah suara yang menampilkan sang mempelai wanita yang berjalan di apit oleh ibunya dan bunda serta ada Shanum dan Angel yang berjalan di belakang mereka.
5 orang wanita berbeda generasi itu benar-benar tampil secara mempesona.
''Kedip woy.''seru Satria tepat di telinga Henry yang membuat sang empu pun kaget.
''Ish...''desis Henry menanggapi Satria.
''Tenang aja udah jadi milik kamu sekarang...jadi kamu bisa puas pentengin tu Lila.''kata Arya sambil menyenggol bahu Henry dengan bahunya.
Kemudian setelah Lila berada di samping Henry dia dan Henry diminta untuk memakaikan cincin ke jari manis pasangan masing-masing lalu diminta untuk mencium tangan suami dan Henry pun mencium kening Lila,kemudian penandatanganan berkas serta akta nikah lalu dilanjutkan dengan pemberian nasehat dari petugas catatan sipil.
*****
Setelah acara selesai keluarga inti juga kedua mempelai kecuali orangtua Lila langsung pergi ke hotel tempat acara untuk beristirahat dan serta bersiap-siap.
Untuk kediaman orangtua Lila sudah diserahkan kepada keluarga serta tetangga untuk membantu beres-beres dan ditambah dengan beberapa orang suruhan Arya.
Malam ini pesta pernikahan Henry dengan Lila walaupun tidak segelamor pesta resepsi Arya dengan Shanum tapi tetap tergolong mewah dan meriah.
Pesta kali ini bernuansa modern dengan dipenuhi warna white and blue sesuai dengan warna favorit Lila.
Semua mata menatap ke pelaminan melihat betapa serasinya sang mempelai dengan Lila yang berbalut gaun warna biru dengan Henry yang menggunakan setelan jas dengan warna senada...tidak lupa dengan seluruh anggota keluarga inti yang memakai pakaian dengan warna yang senada pula.
''Cie...yang mau malam pertama.''goda Shanum pada Lila saat di pelaminan.
''Ih apaan sih Sha...''ucap Lila tersipu malu.
''Gas pol Hen...udah halal.''kata Arya menimpali.
''Beres.''seru Henry yang membuat Lila tambah merona.
__ADS_1
''Cie ada yang blushing...cie...cie...malu-malu ni...tapi aslinya mah mau...''ucap Shanum yang tambah menggoda Lila.
''Kami ya...''kata Lila sambil sedikit memukul lengan Shanum.
''Hahaha...''akhirnya tawa Shanum,Arya dan Henry meledak melihat tingkah Lila yang malu-malu sehingga membuat mereka gencar menggodanya.
''Apaan sih seru banget kayaknya.''kata Satria yang baru menghampiri mereka.
''Iya ni gak ngajak-ngajak...''timpal Angel.
''Biasa Gel godain pengantin baru yang sok malu-malu meong.''kata Shanum di sambil menyenggol bahu Lila,kemudian mereka berenam melanjutkan obrolannya.
*****
''By,aku ketoilet bentar ya.''kata Shanum.
''Mau aku temenin?''tanya Arya.
''Gak usah by,orang cuma mau ketoilet ini.''jawab Shanum lalu melangkah pergi,tapi bukan Arya namanya kalau membiarkan istrinya pergi sendiri.
Arya memanggil Jane juga Viana untuk mengikuti istrinya.
Dan Naina yang menjadi salah satu tamu undangan disana begitu melihat Shanum pergi...dia pun langsung mengikutinya.
*****
''Wah ini dia nyonya muda kita.''ucap Naina dengan senyum mengejek.
''Eh ada nyonya Naina,selamat malam.''sapa Shanum berusaha tetap sopan.''Permisi.''ucap Shanum yang hendak melangkah pergi tapi pergelangan tangannya di cekal oleh Naina.
''Maaf ada apa ya nyonya?''tanya Shanum.
''Dengar ya wanita ja***g...mas Arya itu hanya milikku...hanya milikku.''ucap Naina dengan penuh penekanan di setiap katanya.
''Maksudnya apa ya?''tanya Shanum berusaha tenang.
''Asal kamu tau ya...aku adalah cinta matinya mas Arya...aku cinta pertamanya...jadi aku harap kamu tahu diri dan tidak banyak berharap dari mas Arya...''kata Naina penuh keyakinan.''Lebih baik kamu pergi dari hidup mas Arya sebelum dia mengusirmu...karena sebentar lagi kami akan kembali bersama untuk merajut semua cinta kami.''katanya lagi.''Kamu hanyalah pelampiasannya saja.''lanjutnya.
''Apa maksudmu?''tanya Shanum.
''Ya seperti yang kamu dengar...mas Arya sangat mencintaiku.''ucapnya dengan penuh percaya diri.
''Ya mungkin dulu mas Arya memang sangat mencintaimu tapi sekarang sudah beda cerita...,mas Arya cuma milikku dan hanya mencintaiku...bisa aku pastikan hal itu.''kata Shanum yang tak mudah terprovokasi.
''Segitu percaya dirinya kamu...''kata Naina dengan nada dan senyum mengejek.
__ADS_1
''Oh tentu saja karena memang itu faktanya...dan satu lagi...''jawab Shanum.''Dan satu lagi...bagiku mantan hanyalah sampah yang harus dibuang.''lanjutnya.
''Kau...!''seru Naina geram.