
❤️ Happy Reading ❤️
*****
"Aku gak tau dad tapi yang pasti ada sesuatu yang gak beres.''sahut Shanum.
''Ya sudah biarin dia sendiri dulu.''kata Arya kemudian.''Sekarang lebih baik kita istirahat.''kata Arya kemudian.
Hari memang sudah mulai malam...karena kejadian bertemu dengan Kinara juga di interogasi oleh papa Kinara membuatnya telat pulang di tambah lagi dia sempat berhenti sejenak di taman kompleks perumahan tempat tinggal mereka untuk sekedar sedikit menenangkan pikirannya sehingga sudah sangat melewati jam makan malam.
''Tap...''kata Shanum.
''Sudah ayo.''potong Arya sambil menggandeng tangan sang istri dan membawanya ke kamar mereka.
Cklek
Begitu masuk ke dalam kamar dan bersih-bersih serta langsung mengganti pakaiannya...perasaan Shanum masih tidak enak...pikirannya terus tertuju dengan sang putra.
''Kamu kenapa yank?''tanya Arya yang melihat istrinya diam bersandar di kepala ranjang mereka.
''Aku masih kepikiran dengan putra kita tadi by.''jawab Shanum.
''Sudah biarin aja...biar dia istirahat dulu.''kata Arya.''Eh...eh kamu mau kemana yank?''tanya Arya kemudian yang melihat sang istri beranjak dari duduknya.
__ADS_1
''Mau kekamar Abang.''jawab Shanum.
''Tapi yank...''kata Arya.
''Aku belum bisa tenang kalau belum tau ada apa sebenarnya dengan putraku by.''jawab Shanum.''Terserah kamu mau tetap di sini atau mau ikut aku ke kamar Abang by.''kata Shanum kemudian.
''Huft...baiklah aku ikut.''kata Arya.
Memang akan sulit sekali untuk mencegah sang istri dan menyuruhnya diam kalau berhubungan dengan keluarga teman lebih pada anak-anaknya.
Saat keluar kamar bukannya langsung menuju ke kamar sang putra justru Shanum melangkahkan kakinya ke kotak lift yang memang ada di mension mereka.
''Loh mau kemana yank?''tanya Arya.''katanya mau kekamar Abang.''kata Arya.
*****
''Kenapa gak kekamar Abang duluan by?''tanya Shanum yang baru keluar dari pintu lift malah mendapati suaminya duduk di salah satu kursi singel yang ada di sekitar sana,tak lupa dengan tangan Shanum yang sudah membawa nampan berisikan satu gelas susu,satu teko kaca air mineral dan gelas kosong serta tak lupa pula satu piring yang berisikan beberapa buah apel juga pir.
''Nungguin kamulah yank.''jawab Arya apa adanya.''Biar kita sama-sama.''lanjutnya.
''Ya sudah ayo.''ajak Shanum yang melangkahkan kakinya terlebih dahulu dan di ikuti oleh sang suami di belakangnya.
''Ketuk pintunya by.''kata Shanum pada saat mereka sudah berada di depan kamar Alvan.
__ADS_1
Kedua tangannya yang masih membawa nampan membuatnya tak bisa mengetuk pintu itu sendiri.
Tok
Tok
Tok
''Bang.''panggil Arya.
Alvan yang memang masih duduk di ranjang dan sama sekali belum bisa memejamkan matanya karena masih sangat jelas terlintas dalam ingatannya tentang kejadian tadi saat di rumah Kinara...membuatnya langsung bangkit begitu mendengar suara sang daddy.
Cklek
''Mom...dad.''kata Alvan begitu melihat dua sosok yang berdiri di depan pintu kamarnya.
Setelah pintu terbuka Shanum langsung berjalan masuk lalu meletakkan apa yang di bawanya dirja yang terletak di dekat sofa pojok kamar Alvan.
''Sudah makan belum bang?''tanya Shanum begitu mendudukkan bokongnya di sofa.
Alvan hanya diam karena bingung harus menjawab apa...kalau dia bilang sudah berarti dia berbohong tapi kalau dia bilang belum pasti mommynya itu akan menyuruhnya diam untuk makan padahal dia sedang sama sekali tak berselera.
''Emmm...''gumam Alvan.
__ADS_1