Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
203.Bab 203


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Kamu kenapa Al?''tanya Niko.


''Iya celingak celinguk gitu dari tadi.''timpal Rama.


''Kinara kok belum kelihatan ya.''kata Alvan.


''Oh lagi nunggu bebeb Kinara to...''kata Dodi.''Eh Al,aku penasaran deh sebenarnya hubungan kamu sama Kinara itu gimana sih?''tanya Dodi yang juga di angguki oleh kedua temannya yang lain.


''Gak gimana-gimana.''sahut Alvan.


''Ish maksud aku kalian itu statusnya apa sekarang?''tanya Niko sedikit geram dengan anak sulung sang pengusaha ternama itu.


''Gak ada status apa-apa...cuma temen.''jawab Alvan.


''Temen apa demen.''goda Rama.


''Temen kok deket banget gitu.''sahut Niko.


''Huft...aku gak ada status apa-apa sama dia.''kata Alvan lagi.''Kita cuma dekat aja.''kata Alvan mengakui kedekatannya.''Kemana sih dia.''gumam Alvan yang masih bisa di dengar oleh ketiga sahabatnya itu.


''Gak berangkat kali.''sahut Rama.


''Gak mungkin,soalnya tadi aku ketemu kok sama dia di parkiran.''kata Niko.

__ADS_1


''Mending telpon aja Al.''saran Dodi.


''Bener juga...kenapa gak kepikiran dari tadi.''kata Alvan lalu mengambil ponselnya.


''Orang mah kalau lagi jatuh cinta emang suka ngebleng otaknya.''celetuk Dodi.


*****


''Gimana?''tanya Niko.


''Gak di angkat.''jawab Alvan.


''Kalian lagi ada masalah?lagi berantem?''selidik Niko dan di jawab gelengan kepala oleh Alvan.


''Kemana tu anak.''gerutu Alvan sambil terus mencoba menghubungi Kinara.


Dan benar saja setelah Alvan menoleh ke arah pintu masuk kantin dia melihat sosok gadis yang di tunggunya dari tadi baru masuk.


Di depan sana Kinara sedang mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat duduk yang kosong,karena jam makan siang jadi banyak para mahasiswa dan mahasiswi yang sedang mengisi perutnya di sana.


Tanpa sengaja mata Kinara bertemu dengan sosok Alvan dan para sahabatnya,sontak saja Kinara langsung putar balik dan melangkah keluar.


''Loh...loh...loh...kok malah keluar lagi.''kata Dodi.


''Aku temui dia dulu.''kata Alvan yang langsung mengejar Kinara dan tak lupa pula di bawanya paper bag titipan dari sang mommy tadi pagi.


Alvan merasa ada sesuatu yang aneh dengan gadis yang belakangan ini diam-diam menempati salah satu ruang di hatinya itu.

__ADS_1


''Ra...Ra...Kinara!''seru Alvan namun Kinara mengabaikannya meskipun dia mendengar teriakan itu.


''Dia itu kenapa.''gumam Alvan lalu mempercepat langkahnya.


''Kinara.''panggil Alvan dengan tangan yang sudah dapat meraih tangan Kinara.


''Kak Al.''cicit Kinara.


''Ikut aku.''kata Alvan sambil menarik tangan Kinara.


Alvan membawa Kinara ke taman belakang kampus.


''Kamu kenapa menghindar dari aku?''tanya Alvan dengan suara tegasnya.


''A...aku...tidak menghindar dari kakak.''cicit Kinara.


''Bohong.''seru Alvan.''Bahkan anak kecil pun juga bisa tau dan melihat kalau kamu itu menghindar dari aku ra.''kata Alvan.


''A...aku...''kata Kinara gugup.


''Huft...sudahlah.''kata Alvan setelah menghela nafasnya untuk meredam emosinya.''Ini.''kata Alvan memberikan paper bag.


''Apa ini kak?"tanya Kinara.


"Titipan mommy."jawab Alvan."Buka saja."katanya lagi.


"Jadi ngrepotin mommy."lirih Kinara setelah mengetahui apa isi paper bag tersebut.

__ADS_1


__ADS_2