Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
208.Bab 208


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Hai kak Panji.''sapa Kinara yang sejak beberapa saat lalu sudah memanggil Panji dengan sebutan kakak karena usianya yang lebih tua darinya.


''Oh hai...Kinara...pak bos.''sapa balik Panji yang sedari tadi sedang mengawasi kerja para karyawan yang ada di cafe tersebut.


''Kita bicara di ruangan saya Ji.''kata Alvan.


Mereka bertiga pun pergi keruangan Alvan tapi sebelum melangkah dia sudah terlebih dahulu meminta pada salah satu pelayan yang ada di cafenya itu untuk membawakan minuman serta cemilan ke ruangannya.


Walaupun semua cafe serta bengkel miliknya ada yang menghandle tapi dia tetap punya ruang khusus yang di peruntukkan untuknya...ruangan sang owner.


*****


Cklek

__ADS_1


''Gimana Ji sama kerjaan kamu?kamu betah di sini?''tanya Alvan yang sudah duduk di kursi kebesarannya sedangkan Panji duduk di kursi yang bersebrangan dengan Alvan dan Kinara duduk di salah satu sofa yang ada di pojok ruangan Alvan.


''Semuanya baik bos dan saya betah kerja di sini.''jawab Panji.


''Ada kesulitan gak?''tanya Alvan.


''Sedikit.''sahut Panji.''Ya kamu taulah dulunya aku kerja apa.''kata Panji lagi.


''Ya saya ngerti.''jawab Alvan.


Alvan tau bagaimana Panji yang dulunya adalah seorang direktur utama sebuah perusahaan besar sekarang turun drastis hanya menjadi seorang manajer sebuah cafe.


''Loh ko...?''tanya Panji sedikit terkejut karena sang pujaan hati ada di sana.


''Tadi aku yang minta kak Aleta buat kesini.''sahut Kinara.


''Gimana kabar kakak?''tanya Kinara.


''Alhamdulillah baik Ra,kamu sendiri gimana?''tanya balik Aleta setelah menjawab pertanyaan Kinara.


''Ya seperti yang kakak lihat...aku juga baik.''jawab Kinara.

__ADS_1


''Ehm...ehm...''Panji sedikit berdehem agar perhatian teralih padanya.''Aku ingin memberi tahu ke kalian bahwa dua Minggu lagi aku dan Aleta akan menikah.''kata Panji memberi tahu.


''Ah benarkah?''tanya Kinara dengan raut wajah bahagianya.


''He'em.''jawab Aleta sambil menganggukkan kepalanya.


''Wah selamat ya kak Aleta.''seru Kinara lalu memeluk wanita cantik yang ada di hadapannya itu.


''Selamat ya bro.''ucap Alvan pada Panji.


Mereka berempat pun mengobrol santai duduk di sofa sambil minum dan makan camilan yang sudah di sediakan.


''Dari pertemuan kita yang pertama kemarin aku gak nyangka kalau kamu itu ternyata memiliki usaha cafe dan bengkel Al.''kata Panji yang membuat Alvan mengernyitkan dahinya.''Ya di lihat dari penampilan kamu yang sangat sederhana...yang seolah-olah kamu itu bukan siapa-siapa.''lanjutnya.


''Aku itu memang bukan siapa-siapa dan tentang semua ini hanyalah titipan dariNya.''kata Alvan sambil menunjuk ke atas saat mengucap kata dariNya.


''Al,aku sebenarnya takut dan khawatir kalau orangtuaku tahu aku kerja di sini...nanti usaha kamu jadi terkena masalah.''kata Panji mengungkapkan apa yang di rasakannya.


''Kamu tenang saja dan gak usah terlalu mengkhawatirkan apa yang belum terjadi.''kata Alvan dengan bijak.


Kalaupun ada yang macam-macam dengan usaha miliknya maka sudah dapat di pastikan mereka menabuh genderang perang pada tuan besar Narendra dan mereka akan berurusan dengan para pengawal bayangan Arya Narendra,karena apa...seorang tuan besar Arya Narendra tak akan pernah membiarkan seujung kuku pun anggota keluarganya terusik.

__ADS_1


__ADS_2