
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Pagi ini Kinara pergi ke kampus bersama dengan Alvan menggunakan motor matic hitamnya dan jangan di lupakan pula para pengawal keluarga Narendra tetap mengawal mereka tanpa terlihat.
Ada perasaan senang dan was-was yang Kinara rasakan secara berbarengan..
senang karena dia bisa berangkat kuliah lagi dan was-was karena khawatir kalau dia sampai bertemu dengan keluarga terutama sang papa.
Tanpa ada seorang pun yang tu bahwa tadi malam Kinara mendapatkan perdebatan batin yang hebat dalam dirinya baru memutuskan untuk mulai berangkat kuliah lagi.
*****
Lega rasanya yang Kinara rasa setelah jam kuliahnya berakhir yang hanya sampai tengah hari saja,karena apa? karena ke khawatirannya dari tadi pagi tak terjadi.
''Assalamualaikum...sudah selesai Ra?''kata Alvan yang baru saja menghampiri Kinara.
''Wa'alaikumsalam,sudah kok kak.''jawab Kinara.
''Ikut aku yuk.''ajak Alvan sambil mereka berjalan beriringan menuju ke arah parkiran.
''Kemana kak?''tanya Kinara sambil menerima helm motor yang sudah di berikan oleh Alvan karena saat ini mereka sudah ada di samping motor Alvan.
__ADS_1
''Sudah ayo ikut saja.''kata Alvan lagi tanpa memberikan sebuah jawaban dari yang di tanyakan oleh Kinara.
''Jawab dulu dong kak.''seru Kinara yang takut kalau Alvan ternyata mengantarnya untuk pulang ke rumahnya.
''Sudah ayo...nanti kamu juga tau.''kata Alvan.
''Aku gak mau ikut sebelum ini kamu bilang kita mau kemana.
Kinara hanya diam di tempatnya tanpa Meu melangkah menuju atau naik ke motornya.
''Ck.''decak Alvan begitu melihat kelakuan si Kinara.''Oke baiklah kamu yang memang Ra.''kata Alvan kemungkinan.''Kita akan pergi untuk menemui Panji.
Ya sejak Kinara di dalam masalah...Alvan tak pernah main ke cafe miliknya walau hanya untuk sekedar memeriksa atau mendengarkan seluruh laporan dari para anak buahnya.
*****
''Wa'alaikumsalam.''jawab Panji.
''Bagaimana semua pekerjaan kamu?''tanya Alvan.
''Sejauh ini semuanya baik kok Ar.''jawab Panji.
''Bagaimana dengan persiapan pernikahan kamu dan Aleta?''tanya Alvan lagi sambil mendudukkan bokongnya di salah satu kursi yang ada di sana.
__ADS_1
''Se jauh ini so far so goodlah.''jawab Panji lagi.
Beberapa saat mereka lanjutkan dengan saling mengobrol...bercengkrama dengan suka cita.
Ternyata ada seseorang yang baru datang yaitu papanya Panji yang di mana dia dan sang istri mendengar kabar pernikahan putra mereka itu.
''Ekhem.''deheman seorang tuan besar Prakoso.
''Papa.''lirihnya saat melihat ke arah sumber suara dan Alvan pun yang penasaran ikut pula mendongakkan kepalanya.
''Ayo Panji...kamu harus ikut pulang bersama papa.''kata tuan Prakoso.
''Gak mau pa.''tolak Panji secara tegas.
''Maaf tuan Prakoso tanpa ada niat hati untuk ikut campur urusan kalian tapi lebih baik sudah biarkan saja apa yang mau putra kalian lakukan.''kata Alvan ikut bicara.
''Aku tau kamu adalah anak dari seorang yang sangat berpengaruh,tapi untuk hal ini kamu gak berhak ikut campur anak muda.''sarkas tuan Prakoso.
''Maaf tuan saya terpaksa ikut campur karena kejadian ini terjadi di dalam usaha milik saya.''kata Alvan.
''Maksud kamu?''tanya tuan Prakoso.
''Iya seperti yang anda dengar barusan.''kata Alvan''.''Cafe ini adalah usaha milik saya.''sambungnya.
__ADS_1
Tuan Prakoso terdiam setelah mendengar perkataan Alvan...kenyataan yang baru di dengarnya benar-benar membuatnya kaget.
''Pantas saja aku sangat sulit untuk mengetahui siapa pemilik cafe ini juga sangat sulit menekannya.''gumam tuan Prakoso.