Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
149.Bab 149


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Beberapa hari berlalu dimana hari ini adalah hari pembagian raport untuk para anak sekolah begitu pula untuk anak-anak Shanum dan Arya...karena sekolah mereka satu yayasan maka pembagian rapot tidak bersamaan...jadi hari ini hari senin...pembagian raport untuk para anak-anak taman kanak-kanak...kemudian hari selasa untuk yang tingkat SD,hari rabu tingkat SLTP dan hari kamis untuk yang tingkat SLTA.


Karena hari ini hari Senin maka Arya dan Shanum menghadiri untuk pembagian raport si kembar...si kembar tidak satu kelas atas permintaan Arya agar kedua buah hatinya tidak saling bersaing yang berujung saling benci...tapi untuk pembagian raport dilakukan di ruangan yang sama yaitu di aula.


Setelah beberapa patah kata di sampaikan oleh kepala sekolah bagian TK bahkan juga da sambutan dari Arya selaku pemilik yayasan serta anak-anak yang menampilkan penampilan mereka dengan begitu bagusnya maka tibalah saatnya untuk membagi hal yang sudah di tunggu-tunggu sejak tadi.


TK enol kecil disebut dengan kelas A sedangkan yang enol besar di sebut dengan kelas B...sedangkan kelas A dan B masing-masing ada tiga kelas...A1,A2,A3,B1,B2 dan B3.


Axel duduk dikelas B1 sedangkan Alexa dikelas B2.


Saat pembagian kelas B1 nama Axellah yang mendapatkan nilai terunggul sedangkan untuk kelas B2 ada Alexa...hal itu membuat Arya dan Shanum merasa bangga dengan kedua buah hatinya ini...memang kecerdasan kedua anak Arya itu sudah tidak di ragukan lagi...siapa dulu orangtuanya.


*****


Begitu hari Rabu tiba...Arya dan Shanum kembali kesekolah untuk mengambil nilai rapor sang sulung...si kembar pun ikut kesana bersama daddy dan mommy.


Juga sesuatu yang sangat membanggakan si abang dapat juara satu di kelasnya juga juara satu tingkat umum...semakin menambah kebanggaan Arya dan Shanum untuk ketiga buah hati mereka.


''Kok mommy nangis?''tanya Alvan saat dirinya turun dari atas panggung membawa dua piala di tangannya.


''Ini tangisan kebahagiaan sayang.''jawab Shanum.''Mommy bangga padamu bang,juga pada kalian berdua...anak-anak mommy.''lanjutnya.''Sini peluk mommy...''pinta Shanum sambil merentangkan kedua tangannya.


Alvan,Axel dan Alexa memeluk mommynya tersayang sedangkan Arya tanpa siapa pun yang menyadarinya dia pun ikut meneteskan air matanya...dia sama sekali tidak menyangka juga menduga bahwa rumah tangganya akan seperti saat ini... benar-benar di luar ekspektasinya...


''Ehm...sekarang kita pulang ya...''kata Arya dan di angguki semuanya.


''Sepertinya tahun depan kita sudah harus membeli lemari baru untuk abang dad...''kata Shanum saat mereka berada di dalam mobil menuju mension.''Karena sepertinya bakalan sudah tidak muat menampung banyak lagi tu lemari yang ada...''lanjutnya.


''Kenapa mom?''tanya Alexa.


''Karena selalu terisi dengan piala-piala yang abang dapatkan.''jawab Sifa.


Alvan juga sering ikut lomba-lomba dari sekolahnya dan sering kali pula dia menang...dari lomba sains...olimpiade dan lainnya.


Walaupun bukan anak kandung mereka berdua tapi Alvan sangat mirip sekali dengan Arya dan Shanum yang waktu sekolah sering sekali mendapatkan piala ataupun mendali karena prestasinya di bidang akademik...

__ADS_1


*****


Begitu sampai di mension sudah ada orangtua Shanum dan papi Alan sedang bercengkrama.


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Wah cucu-cucu Oma sudah pada datang ni...''kata bunda.


''Sudah dari tadi bun?''tanya Shanum saat dia menyalami wanita yang sudah melahirkannya itu.


''Belum begitu lama.''jawab bunda.


''Gimana kabarnya bun...ayah...?''tanya Arya saat menyalami dua orang yang berharga dan berjasa dalam hidup istri tercintanya.


''Baik Ar.''jawab ayah.''O iya tadi kata grandpa kalian ke sekolahnya Abang Al ya...?''tanya ayah.


''Iya opa...kami ambil raportnya Abang.''jawab Axel.


''Wah piala apa ini?''tanya papi Alan yang melihat piala yang di bawa oleh Arya dan Alvan.


''Iya Abang pinter banget seperti mommy dan daddy kalian.''jawab papi Alan.''Dan kedua cucu grandpa ini juga pinter banget...grandpa bangga sama kalian bertiga...''pujinya.


*****


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Sore semuanya.''seru Aurora yang baru datang sedangkan Samudra yang mengekor di belakangnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah asli dari pacarnya itu yang sedikit rame ternyata.


''Kebiasaan...ada pacar di belakang juga teriak-teriak...gak malu apa.''seru Arya.


''Apaan sih bang...''sahut Aurora.''Biar dia tau gimana aslinya aku jadi biar gak kaget...hehehe...''ujarnya sambil terkekeh.


''Sabar-sabarin aja ya Sam...selain manjanya minta ampun...masih banyak lagi yang belum kamu tahu dari dia...ya contohnya kayak gini jadi kuat-kuatin aja...''seloroh Arya.


''Ih abang...''seru Aurora yang sudah melayangkan tangannya.

__ADS_1


''Auww...auww...Ra.''ringis Arya karena sang adik mencubit tangannya.


''Rasain...''kata Aurora.


''Bisa gak sih sehari saja gak berantem.''kata Shanum.


''Abang duluan kak...''adu Aurora.


''Adek yank...masa nyubit aku sih.''adu Arya.


''Abang yang ngatain aku duluan.''sanggah Aurora.


''Abangkan cuma ngungkapin fakta.''bantah Arya.


''Diam!''bentak Shanum yang langsung membuat kedua kakak beradik itu kicep menutup mulutnya sedangkan ayah,bunda dan papi juga Samudra hanya bisa senyum sambil geleng-geleng kepala.


Anak-anak Arya dan Shanum pun langsung diam di tempat karena sang mommy sudah meninggikan suaranya yang sangat teramat jarang mereka dengar.


''Sekarang kalian berdua duduk!''ketus Shanum dan bak seorang anak yang takut pada ibunya mereka pun langsung menurut tanpa bantahan apapun.''Kamu juga duduk Sam.''kata Shanum yang sudah menurunkan nada suaranya menjadi lembut seperti semula.


''Baik kak,terimakasih.''ucap Samudra.


''Kok kalian berdua bisa bareng?''tanya Shanum.


''Tadi aku jemput Aurora ke butiknya kak setelah pulang kantor.''jawab Samudra.


''Ehm...ponakan buna yang ganteng ini tadi bisa nambah koleksi pialanya enggak?''tanya Aurora yang baru berani buka suara.


''Nambah dong buna...Abang dapat dua.''bukan Alvan yang menjawab melainkan si princess Narendra yang menyahut.


''Wah pinternya...buna makin bangga sama kalian bertiga.''pujinya lagi.''Karena kemarin kakak Axel sama adek Alexa nilainya paling unggul serta Abang Al yang juga nilainya unggul...buna sama om Samudra beliin kalian hadiah...''kata Aurora sambil menyerahkan satu persatu paper bag kepada ketiga ponakan tersayangnya.


''Terimakasih buna...terimakasih om Sam.''ucap ketiganya.


''Cuma terimakasih doang ni...gak ada ciumnya...''kata Aurora dan ketiga anak Arya itu pun langsung mencium sang buna secara bergantian.


Perasaan Samudra selalu menghangat bila melihat interaksi yang di tunjukkan oleh seluruh anggota keluarga Arya yang benar-benar sangat harmonis...rukun...


*****

__ADS_1


Maaf semua kemarin gak bisa up...soalnya tempat saudara ada acara jadi dari pagi disana terus siang harus ikut sosialisasi di balai kampung(karena aku tinggalnya di kampung bukan di kota) terus pulangnya jemput anak latihan taekwondo di kecamatan...malamnya balik lagi tempat saudara yang ada acara...Al hasil gak sempet buat up...sekali lagi maaf ya semuanya...🙏🙏🙏


__ADS_2