
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Begitu melihat Kinara sudah selesai dengan makannya,Alvan pun mendekat ke arah Kinara setelah mendapat kode mata dari sang daddy.
''Emmm Kinara...''panggil Alvan sambil mendekat kearah sang gadis yang sedang berbincang dengan wanita nomor satu yang menepati tahta tertinggi di hatinya.
''Iya...''sahut Kinara secara spontan.
''Huft...Kinara keluargamu...''kata Alvan.
''Kenapa?''tanya Kinara yang melihat Alvan begitu ragu untuk melanjutkan kata-katanya.
''Apa perlu kami memberi tahu kepada keluargamu?''tanyanya.
''Enggak.''sahut Kinara cepat sambil menggelengkan kepalanya.''Aku gak mau mereka tau dimana keberadaanku...aku gak mau...''lanjutnya dengan wajah yang takut...cemas...khawatir...terlihat sekali kalau tergugat kegusaran serta kekecewaan di sana.''Aku mohon...jangan beri tahu keluargaku...''pinta Kinara sambil menangkupkan kedua tangannya tanda memohon.
__ADS_1
Shanum yang melihat Kinara seperti itu langsung saja menarik tubuh lemah itu kedalam pelukannya guna untuk menangkan serta memberi rasa nyaman.
Bagaimanapun Shanum sudah menganggap Kinara seperti putrinya sendiri dan sebagai seorang ibu hatinya merasa sakit melihat seorang putri seperti itu.
Shanum juga merasa kecewa karena bagaimana seorang ayah tega melakukan hal seperti itu kepada putrinya apalagi Kinara adalah putri satu-satunya dari keluarga Kinara.
Memang benar dia terlahir dari sebuah kesalahan tapi bukan maunya dia terlahir seperti itu...salahkah dia lahir kedunia?tentu saja jawabannya adalah tidak...karena bukan permintaannya untuk di lahirkan...jadi jangan menyalahkan seorang anak atas kesalahan yang di perbuat oleh kedua orang tuanya...karena seorang anak tetaplah sebagai anugrah terindah dari Yang Maha Kuasa bagaimanapun proses atau jalan sampai dia ada di dunia ini.
''Tenanglah sayang...kami tidak akan memberi tahu kepada keluargamu.''kata Shanum dengan tangan yang membelai surau kepala Kinara yang masih berada di dalam dekapannya.
''Iya Kinara.''timpal Alvan.
''Kamu tenang saja...kami akan melindungi mu.''sahut Arya yang juga ikut mendekat kearah Kinara.
''Terimakasih mom,dad,kak Al.''ucap Kinara.
''Mau pulang kapan mom?''tanya Arya.
__ADS_1
''Astaghfirullah...ya ampun dad...kita pulang sekarang.''sahut Shanum yang kaget setelah melihat jam mewah yang melingkar manis di pergelangan tangan kirinya.''Mommy gak bilang sama si kembar kalau pulang telat tadi soalnya.''sambungnya lagi.
''Lagian ini juga sudah sore jadi sudah waktunya mommy buat masak makan malam.''timpal Alvan.
''Kamu benar bang.''sahut Shanum.''Sayang...mommy pulang dulu ya...nanti mommy kesini lagi.''pamit Shanum pada Kinara yang hanya di angguki oleh gadis manis itu.
''Mommy sama daddy nanto gak usah kesini lagi...kesini besok saja.''sela Alvan.''Mommy dan daddy juga butuh istirahat.''sambungnya lagi.
''Apa yang di katakan kak Al bener mom.''sahut Kinara.''Mommy bisa kesini besok saja.''timpalnya lagi.
''Baiklah kalau gitu.''kata Shanum.''Abang nanti gak usah cari makanan diluar...biar nanti mommy suruh orang buat ngantar makanan kesini.''sambungnya lagi dan di angguki oleh Alvan.
''Daddy sama mommy pulan dulu ya bang.''pamit Arya.''Dan kalian tenang saja karena Daddy sudah minta ke pipi Henry untuk nyiapain beberapa anak buah untuk berjaga.''lanjutnya memberi tahu agar Kinara bisa merasa tenang karena terlindungi.
''Iya dad...lagian inikan rumah sakit mommy dad...pasti keamanannya terjaga.''kata Alvan.
''Buat jaga-jaga saja bang.''kata Arya.
__ADS_1
''Kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi mommy sama daddy ya bang.''pinta Shanum.