
โค๏ธ Happy Reading โค๏ธ
*****
Hari silih berganti hingga kini usia kehamilan Shanum sudah menginjak 9 bulan,dari hari perkiraan kelahirannya masih beberapa hari lagi.
Abang Alvan juga belajar sangat baik dan menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan karena Alvan tergolong anak yang cerdas.
''Kata guru yang mengajar abang katanya abang kalau masuk sekolah sudah bisa langsung masuk kelas lima lo bang.''kata Arya.''Tapi kalau menurut daddy kamu lebih baik masuk kelas empat saja kalau mau masuk sekolah sesuai dengan umur abang.''lanjutnya pada putra sulungnya itu saat mereka sedang bersantai di teras belakang malam ini.
''Kalau menurut abang gimana?''tanya Shanum.''Daddy sama mommy cuma gak mau kalau kamu merasa terbebani.''sambungnya.
''Abang ikut daddy sama mommy aja.''jawab Alvan.
''Gak bisa gitu bang,semua keputusan kami serahkan ke abang karena bagaimanapun abang yang akan menjalaninya.''tutur Shanum.
''Abang percaya kok mom,keputusan apapun yang mommy sama daddy ambil pasti itu yang terbaik buat abang.''kata Alvan.
''Ya sudah nanti daddy akan minta om Samudra untuk urus semuanya agar hari Senin besok abang sudah bisa masuk ke sekolah.''kata Arya.
Perbincangan semakin berlanjut yang kadang juga di selingi canda tawa dari mereka bertiga hingga hari mulai Sakin malam dan akhirnya mereka memutuskan untuk kekamar masing-masing.
*****
Pagi ini Shanum di sibukkan dengan rutinitasnya di dapur yaitu menyiapkan sarapan juga bekal untuk suami serta putranya.
Bekal untuk Arya masih seperti biasanya yaitu cake,potongan buah juga infused water sedangkan untuk bekal sekolah sang putra dia menyiapkan nasi bento,potongan buah serta lengkap dengan susu kotak karena Alvan masih dalam tahap tumbuh kembang.
Setelah selesai menyiapkan segalanya Shanum pun pergi kekamar untuk membantu menyiapkan segala kebutuhan sang suami...walaupun dia sudah hamil tua tapi dia tidak pernah lupa untuk menjalankan segala tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri yang sekarang merangkap menjadi seorang ibu.
''Alvan mana yank?''tanya Arya yang saat ini sudah berada di ruang makan bersama Shanum.
''Mungkin masih siap-siap di kamarnya by.''jawab Shanum.''Ya udah aku panggil dia dulu by.''lanjutnya.
''Gak usah yank,biar aku aja.''kata Arya.
''Pagi mom,dad.''sapa Alvan yang baru datang sehingga membuat Arya mengurungkan niatnya untuk melangkah memanggil sang putra.
''Pagi sayang...''
''Pagi boy...''
__ADS_1
Jawab Arya dan Shanum berbarengan.
''Semua sudah di siapin bang?udah diperiksa ada yang ketinggalan gak...''kata Arya.
''Sudah semua kok dad.''jawab Alvan.
''Sudah-sudah ngobrolnya sekarang kita
sarapan dulu biar kalian nanti gak telat.''ucap Shanum.
Ayah dan anak itupun langsung menuruti perkataan ibu negara di mension itu...karena bagi mereka berdua perkataan wanita cantik kesayangan mereka itu adalah mutlak hukumnya.
Setelah selesai menyantap makanannya barulah mereka membuka suara mereka lagi.
''Ini adalah bekal buat daddy.''ucap Shanum sambil menyodorkan paper bag ke arah Arya.
''Terimakasih sayang.''ucap Arya dan di sambut senyuman manis oleh wanita satu-satunya yang mengisi seluruh ruang dihatinya.
''Dan ini bekal untuk abang.''kata Shanum sambil menyerahkan tupperware ke arah putra sulungnya itu.''Di masukin ke dalam tas ya bang.''kata Shanum lagi.
''Terimakasih mom.''ucap Alvan.
''Mommy mau kemana kok bawa tas?''tanya Alvan karena pasalnya sang mommy sudah cuti bekerja saat usia kandungannya menginjak usia sembilan bulan.
''Mommy mau antar kamu sayang.''kata Shanum menjawab pertanyaan sang putra.
''Gak usah ya mom biar aku sama daddy aja.''kata Alvan.''Aku gak mau kalau sampai mommy kecapek'an.''lanjutnya.
''Gak apa-apa kok bang,mommy cuma antar aja kok gak bakalan capek.''kata Shanum yang sangat mengerti ke khawatiran sang putra.''Mommy kan juga ingin mengantarkan putra mommy ini berangkat ke sekolah untuk yang pertama kalinya.''sambung Shanum.
''Sudah bang biarin aja mommy kamu ikut nganter...apa kamu mau kalau mommy kamu itu jadi sedih karena gak kamu ijinin buat nganter putranya ke sekolah?''tutur Arya.
''Baiklah dad.''jawab Alvan pasrah.
Karena saat ini selain Arya...Alvan juga sangat over protektif terhadap Shanum...karena Alvan sudah berjanji dengan dirinya sendiri untuk menjaga dan melindungi mommynya juga si kembar terlebih jika sang daddy tidak berada di dekat mereka.
*****
''Selamat pagi dan sekaligus selamat datang tuan muda...nyonya muda.''ucap ramah sang kepala sekolah saat Arya masuk ke dalam ruangannya.
''Pagi.''balas Arya datar.
__ADS_1
''Selamat pagi pak.''jawab Shanum dengan sopan.
''Silahkan duduk tuan,nyonya.''katanya lagi.
''Terimakasih.''ucap Shanum.
''Maaf ada yang bisa saya bantu tuan?''tanya sang kepala sekolah.
''Perkenalkan ini adalah putra saya Alvan Arsha Narendra dan seperti yang sudah di katakan Samudra kemarin waktu menghubungi anda...saya kesini karena ingin memasukkan putra saya ke sekolah ini.''tutur Arya.
''Baik tuan muda dan asisten Samudra juga sudah menjelaskannya kemarin.''kata kepala sekolah lalu memanggil staf guru yang merupakan wali kelas empat yang akan di masuki oleh Alvan.
Tok...tok...tok...
''Masuk.''sahut sang kepala sekolah saat ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.
Cklek
''Permisi,bapak memanggil saya.''ucap sang guru yang di panggil.
''Iya benar bu' Angel.''jawab sang kepala sekolah yang membuat Shanum menengokkan kepalanya ke arah orang yang di maksud.
''Angel.''panggil Shanum.
''Loh kak.''jawab Angel yang sedikit kaget lalu menyalami kakak ipar beserta suaminya itu.
''Oh jagoannya mama...''panggil Angel saat melihat putra sang kakak.''Kok kamu pakek baju seragam sekolah ini bang Al?''tanya Angel.
''Begini bu' Angel putra dari tuan muda Arya mulai hari ini akan bersekolah di sini dan masuk di kelasnya ibu Angel.''jelas kepala sekolah.
''Ya sudah yuk ke kelas bang,karena sebentar lagi pelajaran akan di mulai.''ajak Angel.
Setelah Angel beserta Alvan keluar dari ruangan kepsek itu...Arya dan Shanum pun juga berpamitan karena Arya harus segera ke kantor sedangkan Shanum di minta Arya agar langsung pulang ke mension mereka bersama Jane,Viana juga beberapa bodyguard.
Sedangkan untuk Alvan...Arya tidak menempatkan bodyguard di sekolahnya karena Arya yakin dan percaya kalau sekolahan yang di bawah naungannya itu aman karena siapapun yang akan masuk ke sekolahan itu akan melalui pemeriksaan yang ketat dari para scurity yang terlatih dan Arya juga sudah memberi tahu Alvan agar tidak keluar dari sekolahan sebelum dia di jemput.
Kalau di luar sekolah Arya sudah menempatkan beberapa pengawal bayangan untuk menjaga keselamatan sang putra sulungnya.
*****
Mohon dukungannya...bantu beri like juga komennya ya...terimakasih๐๐๐๐๐๐
__ADS_1