Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
19.Bab 19


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Sekarang Shanum sudah ada di ruang rawat.


Semuanya menunggu di sana...menunggu Shanum sadar dari pingsannya...


''Henry panggilkan Harun...suruh dia kesini.''perintah Arya.


''Baik tuan muda.''jawab Henry.


Tok...tok...tok...


Ceklek


Semua menengok ke arah pintu.


''Run,kenapa Shanum sampai sekarang belum sadar juga?dan ini sudah berjam-jam...''tanya Arya sarkas.


''Dokter Shanum tidak apa...dia hanya sedikit shock atas kejadian itu jadi mengakibatkan dia pingsan seperti itu,tapi tidak ada yang perlu di khawatirkan.''jelas Harun.


''Apa...''kalimat Arya tertahan di kali ia mendengar suara lenguhan.


''Sayang...''Kata Arya menoleh ke arah Shanum.


''Sha,kakak.''kata yang keluar serempak dari ayah,bunda,Satria,Angel juga Lila.


''Ehm...''lenguh Shanum lalu ia mencoba membuka matanya.


''Syukurlah kamu sudah bangun nak....''kata bunda.


''Mas Arya,ayah,bunda... semuanya kok ada dikamar aku?''tanya Shanum yang masih belum sadar dia dimana.


''Sayang...''kata Arya memandang lekat Shanum.


''Ahh...''kata Shanum ketika akan bangun dari tidurnya.


''Ada apa sayang...?mana yang sakit...?''tanya Arya khawatir dan Shanum hanya menggelengkan kepalanya lemah.


''Dokter Shanum anda harus banyak istirahat dan juga jangan banyak bergerak dulu.''Harun memberi tahu.


Setelah dokter Harun selesai berbicara terdengar suara handphone milik Henry yang mengalihkan perhatian mereka semua.


''Bagaimana?''tanya Henry to the poin.


''Bagus,bawa ketempat biasa.''kata Henry lalu menutup teleponnya.


*****


Setelah Shanum siuman mereka bisa bercengkrama seperti biasa.


''Tok...tok...tok...


''Masuk.''sahut ayah.


''Assalamualaikum.''ucap papi Alan yang datang bersama Ny.Rima,Aurora,Adi juga Naina dan asisten Deri.

__ADS_1


''Wa'alaikum salam.''jawab semua orang yang ada di ruangan itu.


''Alan...dari mana kamu tau kalau putriku dirawat disini?apa nak Arya yang memberi tahu?''tanya ayah Bayu.


''Itu asisten Henry yang memberi tau waktu aku telepon mencari Arya.''jelas papi Alan.


''Bagaimana keadaan kamu nak?''tanya papi Alan yang sudah berada di dekat Shanum.


''Aku baik-baik saja om.''jawab Shanum.


''No om...papi donk kan kamu bentar lagi jadi mantu papi.''kata papi Alan.


''I...iya pi.''jawab Shanum gagap karena belum terbiasa dengan panggilan itu.


''Hai abangnya aku...''sapa Aurora manja pada Arya.


''Hai adik kecilnya Abang.''jawab Arya.


Arya dan Aurora sangat akrab bahkan terbilang dekat selayaknya saudara kandung,bahkan Aurora lebih dekat ke Arya di bandingkan dengan Adi yang notabene tinggal satu rumah dengannya.


''Hai kak Shanum...''sapa Aurora.


''Hai Aurora ..''saut Shanum sambil menyunggingkan senyumnya.


''Kakak...bagaimana keadaan kakak...?tanya Aurora mendekat ke arah ranjang Shanum.


''Kakak baik-baik saja Ra.''jawab Shanum.


Ke dua keluarga pun bercengkrama di ruangan Shanum namun ada tiga orang yang menatap sinis ke arah Shanum...ya siapa lagi kalau bukan Ny.Rima, Adi juga Naina.


''Kamu pulang dulu ya nak...semoga kamu cepat sembuh ya...''kata tuan Alan.


''Amin...iya pi.''jawab Shanum.


''Mami pulang dulu...''ucap Ny.Rima basa-basi.


''Ini baru awal...masih banyak lagi yang lebih dari ini kalau kamu tidak mendengarkan ucapanku.''bisik NY.Rima sambil memeluk Shanum dan wajah Shanum langsung terlihat kaget juga pucat.


''Aku pulang dulu ya kak... besok aku kesini lagi.''ucap Aurora.


''Iya sayang.''kata Shanum sambil memaksa tersenyum untuk membunyikan rasa gundah di hatinya.


Tanpa Ny.Rima sadari semua gerak geriknya selama di ruangan itu tidak pernah lepas dari pandangan Henry.


*****


Kini yang tertinggal di ruang Shanum tinggal keluarga Shanum, Arya, Henry, Angel,juga Lila.


''Ayah,bunda...sebaiknya ayah dan bunda pulang saja...ayah dan bunda pasti juga butuh istirahat.''kata Arya.


''Sat...kamu juga pulang saja sekalian antar Angel juga Lila,kasian mereka...''sambung Arya lagi.


''Tapi yang menunggu Shanum di sini...?''tanya bunda.


''Ada aku sama Henry bun.''jawab Arya.


''Beneran gak mau aku temenin bang?''tanya Satria.

__ADS_1


''Gak usah...kamu pulang saja dan istirahat.''jawab Arya lagi.


''Baiklah nak ayah dan bunda titip Shanum ya...''kata bunda lalu berganti menatap Shanum.


''Kak...ayah sama bunda pulang dulu ya...besok pagi-pagi ayah sama bunda kesini lagi,kamu istirahat ya...''kata bunda lalu mengecup kening Shanum dan ayah juga melakukan hal yang sama.


''Aku pulang dulu ya kak.''pamit Satria.


''Aku juga ya kak...besok aku kesini lagi.''kata Angel.


''Aku pulang ya Sha.''kata Lila dan Shanum hanya mengangguk sambil tersenyum menanggapi ucapan semuanya.


''Assalamualaikum.''Ucap salam ayah,bunda,Angel,Satria juga Lila.


''Wa'alaikum salam.''saut Shanum,Arya juga Henry.


*****


''Sayang sebaiknya sekarang kamu istirahat...tidur ya...''ucap Arya lembut.


''Iya mas.''jawab Shanum dengan seulas senyum di bibirnya,lalu Arya mengecup keningnya.


*****


Setelah melihat Shanum tidur... Henry mendekati Arya.


''Tuan muda..''kata Henry seraya berbisik.


''Hem...''respon Arya.


''Tuan muda ada yang mau saya bicarakan dengan tuan.''kata Henry.


''Baiklah...ayo kita bicara di luar Hen.''ajak Arya.


Lalu Henry mengangguk dan mendorong kursi roda Arya keluar dari ruangan Shanum.


''Ada apa Hen?''tanya Arya.


''Tuan... menurut saya kecelakaan Shanum ada hubungannya dengan Nyonya besar.''kata Henry.


''Maksud kamu apa Hen?''tanya Arya.


''Oiya sekarang kita sedang berdua Hen jadi kamu tidak perlu berbicara formal begitu padaku...kamu,Harun,Dito...kalian sahabat terbaikku.''kata Arya.


''Aku tadi selama berada di ruangan Shanum tidak sengaja melihat gerak-gerik yang mencurigakan dari Nyonya Rima,tuan Adi juga Nyonya Naina.''kata Henry lalu memberi jeda dari ucapannya.


''Terlihat perubahan dari raut muka Shanum setelah Nyonya Rima berpamitan padanya.''lanjut Henry.


''Dan apa kamu juga ingat sewaktu kita di restoran untuk pertemuan keluarga yang pertama kali Shanum juga wajahnya berubah waktu kembali keruangan...?dan ternyata setelah di selidiki ada Nyonya Rima dan Naina yang menemuinya di toilet.


''Trus lagi sewaktu kita makan siang bareng dengan Shanum juga Lila di restoran xxx?terjadi hal yang sama setelah Shanum dari toilet dan aku juga sudah mengecek cctv di sana karena aku merasa ada yang tidak beres dengan perubahan raut wajah Shanum...dan kamu tau...ternyata ada Nyonya Rima yang menemuinya di dalam toilet.''jelas Arya.


''Dan ternyata Nyonya Rima memberikan ancaman setiap dia menemui Shanum,dia meminta agar Shanum menjauhi kamu Ar.''kata Henry.


''Dan anak buah kita sudah menangkap pelaku yang menabrak Shanum,dan mereka mengatakan kalau Nyonya Rima yang menyuruh mereka.''jelas Henry.


''Kurang ajar...''kata Arya sambil mengeraskan rahangnya.

__ADS_1


__ADS_2