
Malam sudah semakin larut, tapi baik Zela CS maupun Brayen CS masih asik mengobrol di caffe, ditambah live music yang yang di suguhkan semakin menambah enggan untuk mereka berpisah sebelum akhirnya pulang kerumah masing masing.
Seli dan Vani terus saja berceloteh ngalur ngidul membayangkan reaksi cewek cewek centil ketika pernikahan Brayen dan Zela diumumkan kepublic.
Sudah dipastikan mereka akan mempunyai penyakit jantung mendadak, dan itu sukses membuat keduanya cekikikan tidak jelas.
Sedangkan Zela hanya geleng geleng kepala, sesekali juga ikut tertawa karena kedua sahabatnya itu.
Tiba tiba perhatian Zela dikejutkan oleh Brayen yang kini sudah berada di depan, dimana Brayen sudah duduk di tengah tengah band, yang membwakan lagu lagu di caffe itu.
" Astaga...." Gumam Vani begitu terkejut.
" Ini pasti keren.." Sambung Seli.
" Suuit...suit...." Xelo menggoda Brayen.
Sedangkan Dimas mulai bertepuk tangan pelan, tapi kemudian menanti apa yang akan sahabat juga adiknya itu lakukan.
Brayen tersenyum kepada Zela, membuat Zela begitu gugup, jujur saja Zela sudah tau apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu.
Tapi bagaimana mungkin seorang Brayen menjadi begitu seromantis ini..???.
Zela tidak peduli, yang terpenting menurutnya, perlakuan Brayen padanya begitu sweet, dan Zela tidak pernah menyangka sebelumnya jika semua akan seperti sekarang ini.
Zela begitu bersyukur mempunyai suami seperti Brayen, seorang yang begitu sempuran dimata dan juga hati Zela.
Bahkan wanita wanita pengunjung caffe itu sekarang dibuat terpukau karena Brayen.
Belum juga Brayen bernyanyi, tapi sudah membuat mereka terpesona, bahkan ada yang berteriak Handsome...
Ada juga yang begitu mengamati seorang Brayen, menatap dengan tatapan yang begitu kagum.
Alunan music mulai dimainkan dengan pelan, Brayen sudah bersiap, bahkan dia juga memangku gitar untuk dimainkannya.
" For you.. My wife... Azela..." Ucap Brayen dengan senyum tampannya, seketika membuat Zela tak bisa berkata kata lagi.
Zela benar benar dibuat terkejut oleh Brayen, matanya sudah berkaca kaca karena haru yang begitu dalam dirasakannya.
Bahkan Vani dan Seli yang berada di sebelah Zela malah heboh sendiri.
Baik Vani maupun Seli sama sama tidak tinggal diam untuk mengabadikan moment ini, mereka langsung dengan semangat mengambil ponselnya.
Moment yang menurut mereka sangat langka ini, seorang Idola kampus tampan yang sangat dingin menyanyikan lagu untuk sahabat mereka sendiri, dan itu benar benar luar biasa.
Bahkan semua wanita yang berkunjung di caffe malam itu juga sama halnya dengan Vani maupun Seli, mengabadikan moment saat Brayen bernyanyi dengan memetikan gitarnya.
Begitu terlihat sweet dan mengagumkan.
Xelo dan Dimas sama sama menikmati pertunjukan yang begitu langka ini, Brayen benar benar sudah berubah pikir Dimas.
Brayen menyanyikan lagu Virgon " BUKTI "
Memenangkan hatiku bukanlah
satu hal yang mudah
Kau Berhasil membuatku
Tak bisa hidup tanpamu
Menjaga cinta itu
Bukanlah satu hal yang mudah
Namun sedetikpun tak pernah kau
Berpaling dariku
Beruntungnya aku..
Dimiliki kamu..
Kamu adalah bukti
Dari indahnya paras dan hati
Kau jadi harmoni saatku bernyanyi
Tentang terang dan gelapnya
Hidup ini
Kaulah bentuk terindah..
Dari baiknya Tuhan padaku..
Waktu tak mengusaikan indahmu..
Kau anugrah terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu...
Meruntuhkan egoku
Bukanlah satu hal yang mudah
Dengan kasih lembut kau pecahkan
Kerasnya hatiku..
Beruntungnya aku..
Dimiliki kamu..
Seperti itulah sepenggal lagu yang Brayen persembahkan untuk Zela.
Semua bertepuk tangan untuk Brayen, juga banyak yang tersentuh dengan lagu yang Brayen bawakan.
Terdengar begitu tulus dan indah, Brayen bernyanyi membuat jiwa mereka yang mendengar bergetar, tersampaikan kehati pendengarnya.
Dan itu sukses membuat Zela tidak bisa lagi menahannya untuk memeluk suaminya.
__ADS_1
Zela berlari kecil kedepan, lalu memeluk Brayen dengan erat, juga dengan linangan air mata, sungguh perlakuan Brayen seperti ini membuat hati Zela tersentuh begitu dalam.
Bahkan Seli dan Vani tanpa mereka sadari saling berpelukan satu sama lain melihat pemandangan yang begitu sweet dan mengahurkan di depan mereka.
Brayen mencium kening Zela, membuat Zela memejamkan matanya untuk merasakan kecupan hangat yang Brayen berikan padanya.
Merasaka kasih sayang Brayen yang begitu tulus kepadanya.
Semua orang bertepuk tangan kembali untuk Brayen dan Zela, juga Dimas dan Xelo yang begitu memuji Brayen saat ini, tanpa katapun juga sudah terlihat jika Dimas dan Xelo benar benar begitu memujinya.
Sungguh hal kecil seperti ini membuat Zela sangat bahagia dan tak akan terlupakan.
Brayen menggandeng tangan Zela untuk kembali kepada meja mereka.
Sampai di meja Brayen sudah disuguhkan oleh celotehan Xelo yang terus memujinya, bahkan Brayen hanya tersenyum menanggapinya.
" Gila.. Gila.. Gila... Loe keren banget Ray..." Puji Xelo kepada Brayen.
Tapi ya begitulah Brayen, hanya tersenyum menanggapinya, mulai deh ke mode sesungguhnya.
" Keren Brother..." Sambung Dimas yang juga memuji Brayen.
" Kak Ray... The best..." Puji Vani mengacungkan jempolnya juga diikuti Seli yang juga mengacungkan jempolnya.
Brayen kembali menjawabnya dengan senyum tampannya.
Begitu juga dengan Zela yang kini jadi senyum senyum sendiri, sambil terus menatap Brayen.
Aihhh... Rasanya ingin sekali Zela mengigit suaminya sekarang ini.
Tidak lama, datang beberapa wanita yang meminta foto kepada Brayen, bahkan diantara mereka ada yang mengetahui jika Brayen ini adalah anak dari Riko Zafano dan itu sukses membuat teman temannya terkejut bukan main.
Mengingat tadi Brayen mengatakan jika lagu yang dia bawakan untuk istrinya yang bernama Azela.
Berati cewek yang tadi memeluknya itu adalah istrinya, pikir mereka.
Tanpa menunggu lama mereka langsung mencari keberadaan Brayen yang sudah duduk dengan teman temannya dimejanya.
" Permisi.. Anda tuan Brayen kan..?? Tanya salah satu wanita itu.
Brayen mengangguk dengan senyum tampannya.
Jujur saja dalam hati Zela merasa kesal, dan tidak ikhlas jika Brayen memberikan senyumannya untuk wanita wanita yang sekarang ini berada di depannya.
" Boleh kita minta foto..?? " Tanyanya lagi.
Brayen terdiam sebentar, kemudian dia melirik Zela yang terlihat begitu kesal.
" Sorry..." Jawab Brayen terpotong karena sudah disambung oleh wanita yang lainnya.
" Please.. Tuan Brayen... Kita hanya minta foto nggak lebih.." Ucap wanita yang lainnya.
Dengan terpaksa Brayen mengngguk pelan, membuat wanita wanita itu merasa senang bukan main.
Mereka segera bersiap dengan ponsel mereka masing masing.
" Sama temen temen gue juga ya.. Sorry ada hati yang harus gue jaga.." Ucap Brayen yang sukses membuat Zela terkejut bukan main.
Jantung Zela terpompa cepat karena ucapan Brayen barusan.
Fix.. Brayen memang Idola.. Batin Zela.
Juga Dimas, Xelo, Seli dan Vani yang sama terkejutnya dengan jawab Brayen barusan.
" Please.. Kasih satu yang seperti Kak Ray Tuhan.." Gumam Vani terdengar oleh Seli juga Xelo.
Xelo menatap Vani seksama, tanpa Vani ketahui tentunya.
" Ish...Ngaco loe.." Jawab Seli pelan membuat Vani mengerucutkan bibirnya kesal.
Wanita wanita yang tadi sempat begitu senang kini sedikit kecewa, tapi tidak masalah yang terpenting bagi mereka bisa berfoto dengan cowok tampan pewaris Zafano.
Mereka melakukan selfi dengan beberapa gaya, setelah dirasa cukup mereka kembali pada tempat duduknya masing masing.
Bahkan ada juga diantara mereka yang langsung mengupload kemedsosnya.
Tentunya video ketika Brayen bernyanyi tadi, bukan foto selfinya, karena tidak bisa berfoto berdua saja dengan Brayen membuatnya sedikit kecewa.
Video yang di upload di sosmednya di beri caption My Handsome Sweet...
Akh.. Itu sangat konyol memang, tapi biarkan saja.
Dan itu akan menjadi heboh tentunya, karena Brayen mengatakan jika dia bernyanyi untuk istrinya Azela.
" Kak Ray.. Thanks ya.. " Ucap Zela kepada Brayen.
Membuat Brayen tersenyum sambil mengacak rambut Zela gemas.
Itu terlihat sangat sweet untuk Seli dan juga Vani yang masih jomblo, karena Seli dan Dimas yang masih belum ada kejelasana diantara hubungan mereka.
Juga Vani dan Xelo yang sama sama mengagumi tapi gengsi.
" Ikh... Sweet banget sih.. Berasa jadi nyamuk nih gue.." Cletuk Vani melihat kemesraan antara Zela dan Brayen.
" Iya dong Ray.. Kalau mau mesra mesraan jangan didepan plankton kasian jomblo mulu.." Sambung Xelo meledek Vani, membuat Vani melotot kesal kearahnya.
" Tembak dong Xel kalau kasian.." Jawab Dimas sengaja kepada Xelo.
" Ish..." Kesal Vani kepada Dimas.
" Tambah kasian kalau ditembak.. Anak orang Dim.." Jawab Xelo becanda.
Jujur saja Xelo maksud dengan perkataan Dimas, tapi dia belum benar benar yakin dengan perasaanya sendiri, senang ketika didekat Vani meskipun terus bertengkar.
Tapi Xelo belum benar benar memahami hatinya.
" Kalau gitu loe harus tanggung jawab kalau udah ditembak.." Jelas Dimas semakin ngelantur.
" Tembak gimana dulu ini.. Sampe gue harus tanggung jawab..?? Tanya Xelo sama halnya dengan Dimas tambah ngelantur.
Kali ini Brayen yang hanya geleng geleng kepala dengan percakapan kedua sahabatnya yang tidak beres ini.
__ADS_1
Sedangkan Zela dan Seli masih menyimak dengan setia, belum begitu paham dengan apa yang sedang dibahas oleh cowok cowoo tampan didepannya ini.
" Tembakan yang bikin Vani terkapar.." Jawab Dimas kali ini tidak bisa menahan tawanya.
Xelo sedikit canggung dengan jawaba Dimas barusan, padahal dia sendiri sudah tau maksud Dimas, tapi tiba tiba dia merasa tidak enak dengan Vani.
Sedangkan Zela dan Seli benar benar terkejut dengan perkataan Dimas yang begitu vulgar.
Jangan ditanya, Brayen tersenyum miring mendengar apa yang Dimas ucapkan, sesuai dengan tebakannya.
" Kak Dimas...!!!" Teriak Vani kesal sambil memukul Dimas menggunakan tasnya.
" Ha..ha..ha.. Ampun Van.. Just kidd.." Jawab Dimas memohon ampun.
Tapi Vani masih menyerangnya karena kesal juga malu.
" Udah akh.. Ayo pulang.. Semakin malam semakin aneh pikiran cowok.." Ucap Zela mengajak mereka untuk pulang.
" Iya.. Ayo pulang aja.. Males sama cowok cowok mesum.." Sambung Seli.
" Eh... Jangan gitu dong.. Kita cuma becanda kok.." Jelas Dimas mencoba untuk mencegah mereka.
" Sayang becandanya Kak Dimas itu nggak lucu.." Sambung Vani kesal.
" Please..Van.. Sorry.. Jangan dimasukin hati.. Kita cuma becanda.. Dan lagi kalau emang beneran gue bertanggung jawab kok.." Sambung Xelo menjelaskan yang sukses langsung kena timpuk dari Vani di pant*tnya.
Membuatnya semuanya jadi tertawa, karena Xelo yang terus mengaduh sakit tapi masih saja Vani menyiksanya.
" Oke gaes.. Emang udah malam,, gue balik duluan ya.. Besok harus siapin buat press conference juga.." Jelas Brayen yang juga berpamitan.
" Siap... Semangat buat besok ya Ray.. Zel.." Jawab Dimas, yang dijawab Zela dengan mengacungkan jempolnya.
" Good luck buat kalian.." Sambung Xelo.
" Hati hati Zel.." Ucap Seli dan Vani sambil bercipika cipiki kepada Zela.
" Siap.. Kalian juga langsung pulang.." Pesan Zela yang dijawab mereka berdua dengan mengacungkan jempolnya.
" Duluan gaes.. Jangan lupa anterin Seli ma Vani sampe rumah.." Pesen Brayen juga kepasa kedua sahabatnya.
" Pasti Bos..." Jawab Dimas dan Xelo kompak.
Brayen dan Zela terlebih dulu keluar dari caffe, Brayen segera melajukan mobilnya untuk pulang.
Didalam perjalanan Zela terus saja menguap, sampai tak terasa dia benar benar tertidur, Brayen yang melihatnya hanya tersenyum.
Kemudian Brayen segera mengambil ponselnya, menelfon Bunda Wina untuk memberitahukan jika dia dan Zela akan pulang ke hotel, karena jarak hotel yang lebih dekat dibanding rumahnya.
Bunda Wina memberinya ijin, dengan catatan Brayen dan Zela besok tidak boleh telat datang kekantor untuk acara press conference pernikahan mereka.
Setelah mematikan sambungan telfonnya, Brayen segera melajukan mobilnya menuju ke hotel Zafano, dimana dia dan Zela kini akan bermalam.
Brayen menggendong Zela sampai dikamar hotel VIP, tentu saja kamar special untuk Bos besarnya.
Dengan pelan Brayen membaringkan Zela, melepas sepatu yang masih Zela kenakan, lalu mencium kening Zela pelan, mengusap pipi Zela, dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Kini sudah jam 9 pagi lebih, tapi pasangan suami istri muda itu masih dengan nyenyaknya tertidur.
Bahkan ponsel mereka yang sama sama terus berbunyipun sama sekali tak menganggu tidur mereka.
Sinar matahari juga sudah masuk melalu celah celah jendela.
" Emmmmh......" Lenguh Zela yang lebih dulu bangun dari tidurnya.
Zela menoleh kesampingnya, terlihat Brayen yang masih tertidur dengan nyenyaknya.
Melihat kesekeliling, bukan tempat tidurnya.
" Astaga...." Ucap Zela tersadar jika mereka tidur dihotel, juga teringat dengan jadwal hari ini.
" Kak... Kak Ray.. Bangun...." Ucap Zela membangunkan Brayen.
Tapi Brayen masih tak bergeming, masih diposisi yang sama.
Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.
Tokk.. Tok... Tok..
Zela melihat ke arah pintu, lalu turun untuk membukakanya.
" Permisi Nona muda.. Kami disuruh Ibu Wina untuk membangunkan Nona dan Tuan muda.." Ucap Salah satu pegawai hotel.
" Owh.. Iya Mas.. Makasih.. Tolong bilang ke Bunda kita udah bangun, sebentar lagi ke kantor.." Jawab Zela yang diangguki oleh pegawai hotel, lalu permisi untuk pergi.
Zela kembali untuk membangunkan Brayen, suara ponselnya yang terus berbunyi tak lagi dia hiraukan, yang terpenting saat ini adalah dia dan Brayen tidak sampe telat ke Kantor.
" Kak Ray ikh... Bangunnn...!!! " Ucap Zela dengan nada yang ditinggikan sedikit.
Membuat Brayen terbangun dari tidurnya, dan langsung teduduk.
" Astaga... Telat..." Ucap Brayen yang langsung nagcir menuju kamar mandi.
Membuat Zela terbengong melihat sikap konyol Brayen, dan ini baru pertama kalinya setelah berapa bulan menikah dengan Brayen.
Mungkin karena Brayen terlalu bersemangat untuk mengumumkan pernikahan mereka kepublic, sampai tanpa dia sadari begitu terlihat konyol di mata wanita yang sangat dia cintai.
Tapi tak lama Brayen kembali lagi kepada Zela, tanpa berkata langsung menggendong Zela menuju kamar mandi.
" Kenapa malah duduk aja sih yank..?? " Tanya Brayen kepada Zela.
" Kak Ray lucu.." Jawab Zela sedikit terkikik juga tidak nyambung dengan pertanyaan Brayen.
Tapi malah membuat Brayen bingung dengan jawaban Zela, aneh memang.. Dan akhirnya mereka mandi berasama untuk menyingkat waktu.
Jangan Lupa Like, Comment dan Vote..
Please.. Vote ya Kak..
Big Thanks..
__ADS_1
Aku sayang kalian.. 😘