Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Kembali Sekolah 2


__ADS_3

Zela melangkahkan kakinya menuju ke kelasnya. Sepanjang jalan banyak pasang mata yang melihat ke arahnya. Tentu saja adik kelasnya yang sebelumnya memang belum pernah melihat Zela di sekolah. Dan ini untuk yang pertama kalinya Zela kembali ke sekolah.


Hufh...


Zela menghela nafasnya, lalu tersenyum.


" Masuk udah kelas 3 aja Gue." Gumamnya sembari masuk ke dalam kelas barunya.


Saat akan melangkahkan kakinya untuk masuk, tiba-tiba datanglah dua mahluk yang mencoba mengagetkannya.


" Dorrrrr!!." Teriak Seli dan Vani mengagetkan Zela.


Zela menoleh ke arah mereka dengan kesal, tapi juga tersenyum, karena dia sama sekali tidak kaget dengan gertakan kedua sahabatnya.


" Kok B aja mukanya?." Tanya Vani melihat Zela yang berexpresi biasa aja.


Sepertinya muka datar Brayen sudah menular ke istrinya.


" Gue harus apa?." Tanya Zela balik kepada Vani.


Vani menatap Seli bingung, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Nggak kaget Lo?." Tanya Vani yang di gelengi oleh Zela.


" Kampret Lo." Kesal Seli sembari merangkul Zela.


Zela tertawa, lalu memeluk kedua sahabatnya dengan gemas.


Akhirnya setelah sekian lama, mereka bisa menikmati masa-masa SMA bersama di tahun ajaran akhir ini. Dan ini harus mereka nikmati sebaik mungkin, sebelum mereka sama-sama pindah dengan tujuan Universitas masing-masing.


Tapi tetap, maunya satu kampus yang sama.


Seperti biasa sebelum bel masuk, ketiga gadis cantik ini akan menghabiskan waktu di kantin. Dan kini mereka sudah berada di kantin dengan beberapa cemilan dan juga minuman.


" Lo udah nggak hamil kenapa makannya masih banyak gitu sih?." Tanya Vani melihat cemilan yang Zela pesan.


" Kangen Gue makan di kantin gini." Jawab Zela sembari memakan cemilannya.


Vani mengangguk, tapi kemudian tersadar akan Zela yang meninggalkan baby boy nya di rumah.


" Terus ponakan Gue ma siapa Zel?." Tanya Vani lagi, kali ini membuat Zela sempat terdiam dan menghentikan makannya.


" Oh iya, Gue hampir lupa." Ucap Zela yang langsung buru-buru merogoh ponselnya di saku seragamnya.


" Mau ngapain Lo?." Tanya Seli bingung melihat Zela yang bersiap-siap dengan ponselnya.

__ADS_1


" Liat cogan." Jawab Zela membuat mata Vani melotot dengan sempurna.


" Gila Lo, baru jebrol anak udah main belakang, kurang apa sih Kak Ray Zel?." Jelas Vani ngegas membuat Zela hanya tersenyum.


Sedangkan Seli kini sudah mengerti apa yang di maksud oleh Zela. Karena Seli melihat kontak nama yang Zela hubungi.


" Gue juga mau dong Zela lihat tuh cogan, kangen tau pengen Gue cium terus." Ucap Seli membuat Vani semakin tidak percaya dengan kedua sahabatnya.


Brakk...


Vani menggebrak meja sampai membuat Zela dan Seli terkejut.


" Lo apa-apaan sih Van?." Kesal Seli kepada Vani.


" Kalian yang apa-apaan? Kenapa kalian tega khianati Kak Ray sama Kak Dimas, hmm?." Kesal Vani membuat Zela dan Seli saling pandang, lalu tertawa.


Vani yang melihat kedua sahabatnya tertawa semakin kesal, tapi dengan segera Zela mengajak Vani untuk duduk di sebelahnya.


Dengan masih keadaan kesal Vani menurut, dia ingin tau seperti apa cowok ganteng yang Zela dan Seli bicarakan, sampai membuat keduanya tega berbagi hati.


Tidak lama munculah sosok wanita paruh baya di layar ponsel Zela. Karena Vani masih kesal, dia belum menoleh ke arah ponsel Zela.


Vani masih mengamati sekitaran kantin.


" Bunda." Sapa Zela sembari tersenyum.


Zela mengangguk tanpa menjawab, tidak lama Bunda Wina memanggil dua baby sitter yang bertugas mengasuh Arsha.


Seli menatap Zela bingung melihat dua wanita yang hampir seumuran dengannya, mungkin hanya selisih berapa tahun dari mereka. Seli tidak menyangka jika Arsha sampai di asuh oleh 2 baby sitter sekaligus, jika anak Zela ada 3 atau bahkan 5, sudah pasti baby sitter yang Zela mintai bantuan sangatlah banyak.


Padahal itu semua atas ide dari Bunda Wina sendiri, Zela juga awalnya terkejut sama seperti Seli, tapi menurut dengan orang tua akan lebih baik pikir Zela, toh... Dia juga tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk membayar baby sitter Arsha.


Tidak lama terlihatlah bayi tampan dan montok yang sedari tadi Zela dan Seli tunggung.


Seakan mengerti jika Mommy nya yang menghubungi, Arsha terus berceloteh di layar ponsel Zela. Bahkan Arsha mengetuk-etuk layar ponsel Tita atau Neneknya melihat adanya gambar Mommy nya di layar itu. Vani yang tadi sempat kesal, seketika menoleh mendengar suara yang tidak asing untuknya.


" Baby Arsha..!! Embulkuh... Onty kangen!!." Teriak Vani seketika melihat wajah bayi tampan itu.


Baby Arsha tersenyum, dia kembali memainkan jarinya di layar ponsel.


" Sayang... Mommy kangen." Ucap Zela kembali sendu melihat wajah tampan anaknya.


Ingin rasanya Zela menggendong lalu menciuminya, tapi apalah daya masih banyak jam yang harus Zela lalui sampai akhirnya nanti bertemu dengan anaknya.


Meskipun tidak sampai seharian, tapi itu cukup membuat Zela tersiksa, mungkin karena ini untuk yang pertama kalinya, jadi Zela belum terbiasa meninggalkan Arsha dengan waktu yang cukup lama.

__ADS_1


" Onty juga kangen Bimbul." Sambung Seli sembari merangkul Zela.


Zela dan Vani menoleh ke arah Seli dengan bingung.


" Bimbul?." Tanya Vani bingung kepada Seli.


" Baby embul." Jawab Seli sembari tersenyum ke arah Arsha.


Seketika membuat Zela dan Vani ingin tertawa, tidak terlalu jelek julukan untuk bayi tampannya. Pikir Zela.


Setelah cukup puas bermain-main dengan Baby Arsha, Zela mematikan sambungan Video call nya. Rasanya dia tidak sanggup lagi menahan air matanya, jika saja tidak ada Seli dan Vani, mungkin sekarang Zela sedang menangis tersedu menahan kangen untuk anaknya.


" Zezel... Jangan nangis dong." Ucap Vani sembari mengelus pundak Zela.


" Iya Zel... Kalau Lo nggak sedih gini, waktunya nggak akan berasa lama kok." Sambung Seli menjelaskan.


" Apa Lo mau es krim? Biar Gue traktir deh kali ini." Tawar Vani seketika membuat Zela menatapnya.


Vani mengangguk, membenarkan apa yang baru saja di ucapkannya, membuat Zela akhirnya tersenyum.


" Gue juga kan Van?." Tanya Seli tanpa berdosanya.


" Yeee... Beli aja sendiri, Lo kan nggak nangis tadi." Jawab Vani.


" Masa Gue harus nangis dulu sih biar Lo beliin Gue es krim?." Tanya Seli yang di angguki oleh Vani dengan muka menggemaskannya.


Seli langsung menoyor kepala Vani gemas.


" Enak aja, Lo kira Gue anak kecil harus nangis biar di beliin es krim sama Emaknya?." Kesal Seli membuat Vani tertawa.


" Ya Lo bukan anak kecil emang Sel, tapi Lo Emaknya, so Lo yang beliin kita es krim ya?." Jawab Vani seketika membuat Seli melotot kesal ke arah Vani, sedangkan Zela tertawa melihat tingkah kedua sahabatnya.


Ini yang sangat Zela rindukan, selalu ada saja perdebatan kecil di antara mereka yang membuat mereka sama-sama terlihat konyol, tapi mereka tetap solid, tidak pernah sampai terpisahkan.


Tidak lama terdengar beberapa teriakan dari arah luar.


" Ganteng banget...!." Teriak salah satu siswi.


" Fix, aslinya ganteng banget nj*rrrr." Sambung yang lainnya.


" Gila Gue berasa mau pingsan." Ucap yang lainnya.


Zela, Seli, dan Vani saling pandang bingung dengan siapa yang datang ke sekolah sampai membuat anak-anak menjadi gaduh, bahkan terdengar begitu lebay teriakan mereka.


Like, Comment and Vote

__ADS_1


Big Thanks 🙏🙏😘😘


__ADS_2