Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Selalu Menenangkan


__ADS_3

Vani memberanikan diri untuk membuka matanya dengan perlahan, setelah melihat Xelo yang berada di depannya membuat Vani langsung mengeluarkan air matanya dan menangis.


" Huaaa......!!!." Tangis Vani pecah, membuat semua yang berada di sana menghentikan tawanya dan menatap Vani dengan bingung.


" Van, Lo kenapa nangis?." Tanya Zela yang memang berada di sebelah Vani, begitu juga dengan Seli yang ikut mendekat ke arah Vani.


Sedangkan Xelo malah menatap Vani dengan bingung, pacarnya ini selain konyol memang sangat unik.


" Hei Beb, kenapa nangis?." Tanya Xelo berusaha selembut mungkin bertanya kepada Vani, meskipun terkadang sikap bar-bar Vani sungguh teramat membuat Xelo pusing, tetapi yang namanya sudah cinta semua kekurangan pada diri pasangan kita tidak akan menjadi masalah.


" Gue nangis bahagia tau." Jawab Vani masih dengan tangisannya.


" Hah?." Ucap Zela dan Seli barengan, sumpah demi apapun, rasanya Zela dan Seli ingin sekali menjitak kepala Vani biar tidak gesrek lagi tuh otak, semakin ke sini bukannya semakin membaik malah semakin gesrek.


" Kalau itu bukan nangis bahagia Beb, tapi nangis menderita." Jelas Xelo sedikit menyunggingkan senyumnya, dan perkataan Xelo barusan sukses membuat Vani berhenti menangis seraya menatapnya dengan seksama.


" Bener apa yang di bilang Kak Xelo." Jawab Zela dan Seli kompak, membenarkan apa yang di katakan oleh Xelo.


" Terus gimana dong nangis bahagia?." Tanya Vani dengan bod*hnya.


Sumpah Vani ini kenapa sih semenjak mau menikah jadi semakin aneh dan ada-ada saja sikapnya? Memangnya dia belum pernah melihat orang menangis bahagia apa? Bukannya dirinya juga sering melakukan jika sedang bersama dengan Zela dan Seli dalam keadaan haru tetapi karena kebahagiaan ya? Ampun deh si Vanvan, nunggu di toblos Xelo dulu mungkin baru akan kembali normal otak gesreknya.


" Ya nggak usah kenceng-kenceng kayak Lo barusan nangisnya." Jawab Seli yang memang sudah terlalu gemas dengan ketelmian Vani sekarang.


" Kak Xelo sabar ya nanti hadapi istri kayak si Vanvan." Ucap Seli lagi membuat Xelo hampir saja terkikik, tetapi karena Vani sudah menatapnya seraya memelototkan matanya, membuat Xelo mengurungkan niatnya.


Sedangkan Zela dan Brayen tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, memang tidak ada yang beres mereka semua.


" Memangnya kenapa Gue?." Tanya Vani dengan nada juteknya kepada Seli.

__ADS_1


" Nggak ada yang salah sama Lo Van, tapi otak Lo perlu di program ulang kayaknya." Jawab Seli membuat Vani melotot kesal ke arah Seli, sedangkan yang lain tertawa melihat pertengkaran di antara mereka.


Tidak lama datanglah Dimas yang baru saja selesai mandi. Dimas sudah menggunakan pakaian lengkapnya, karena dia tahu jika di kamar inapnya memang sedang ada pasukan yang tidak di undang olehnya.


" Masih aja pada kumpul di sini, sana pergi ganggu orang saja." Cletuk Dimas sengaja mengusir kedua sahabatnya dan juga kedua sahabat dari istrinya.


" Cih... Baru sekali main saja sudah songong Lo." Jawab Brayen dengan entengnya, tetapi memang apa yang di katakan oleh Brayen benar adanya.


Bagaimana Dimas dan Seli bisa melakukan lebih jika tiba-tiba mahluk-mahluk di depannya datang begitu saja.


" Sekali tapi sangat berkesan, iya kan sayang?." Jawab Dimas seraya menanyaka kepada Seli yang kini sedang menatapnya malu.


Brayen dan Xelo tersenyum miring dengan apa yang di katakan oleh Dimas, sedangkan Zela dan Vani malah merasa canggung dan malu sendiri jika para lelaki tampan itu sudah membahas percakapan yang berbau dewasa.


Seli langsung menendang kaki Dimas pelan, dan berjalan menuju ke kamar mandi. Agar para lelaki tampan itu tidak lagi membahas tentang malam panjang yang di lakulan oleh suami istri.


" Kalian tunggu Gue di bawah aja ya, nanti Gue nyusul." Teriak Seli kepada Zela dan Vani.


Dan mungkin nanti jika sudah tidak ada gangguin dari mahluk-mahluk seperti Zela CS dan Brayen CS, Seli bisa mengajak Dimas untuk melakukannya lagi, toh kini mereka sudah menjadi suami istri, bisa kapan saja melakukan jika mereka ingin.


Permainan Dimas memang sungguh membuat Seli di mabuk kepayang, bahkan rasanya Seli sampai terbang ke langit tujuh, Seli tidak akan merasa malu jika nantinya dirinya yang meminta terlebih dahulu kepada Dimas, Seli selalu ingat kata-kata Mamanya untuk menawarkan terlebih dahulu kepada suaminya.


" Lama banget sih Cecel." Keluh Vani seraya menyeruput jus mangga di depannya.


Mereka memang menunggu di restorant hotel Zafano. Tidak ada rencana untuk pergi hari ini, tetapi kumpul bersama memang sangat menyenangkan, apa lagi mengganggu Seli dan Dimas yang akan melakukan nananina.


" Bentar lagi Van sabar." Jawab Zela seraya mengirim pesan kepada salah satu beby sitter Arshaka untuk memberikan Arsha buah dan juga vitamin.


" Nambah kayaknya mereka." Sambung Xelo membuat Brayen sedikit menyunggingkan senyumnya.

__ADS_1


" Iya nanti malam, kalau masih ada kalian kurang greget." Jawab Dimas yang baru saja datang bersama dengan Seli.


" Nah kan di omongin langsung nongol, sensitif banget pengantin baru." Ledek Xelo seraya tertawa.


" Kayak Lo nantinya nggak bakal kayak Gue aja." Jawab Dimas duduk di samping Xelo.


" Gue udah pripare dong bair kalian nggak bisa ganggu waktu Gue sama Vani." Jawab Xelo yang tanpa di sengaja membuat jantung Vani berdegup kencang.


Sedangkan yang lain tampak tertawa mendengar apa yang Xelo katakan barusan.


Astaga... Gue udah nggak sabar rasanya Batin Vani seraya tersenyum sendiri melamunkan apa yang sedang di pikirkan olehnya.


" Nah.. Tuh calon mempelai pengantin wanitanya udah senyum-senyum." Cletuk Seli melihat gerak-gerik aneh Vani.


Vani langsung melotot menatap Seli kesal, selalu saja terus di ledek oleh Seli.


" Lo lebih dari cenayang tahu Sel, shok tahu." Kesal Vani kepada Seli, tetapi raut wajah merahnya memang tidak bisa di sembunyikan lagi mereka.


Mengerti dengan keadaan Vani yang sedang sedikit kesal dan juga malu, membuat Xelo akhirnya beranjak dari duduknya dan mengajal Vani untuk pergi dari tempat dimana sahabat mereka kumpul.


Vani menurut saja apa yang Xelo minta, dia berjalan di sebelah Xelo dengan tangan mereka saling bergandengan.


" Tadi minta ke sini, pas udah sampai ternyata cuma mau kencan di tempat gratis aja." Ucap Brayen yang membuat Zela, Seli dan Dimas tertawa.


" Woy... Anak orang jangan dulu di bawa masuk!." Teriak Dimas sengaja menggoda Xelo dan Vani.


Tadinya Vani ingin membalas ledekan dari Dimas, tetapi dengan segera Xelo tahan agar Vani tetap berjalan di sebelahnya.


" Tidak usah di ladenin, kita nikmati waktu berdua kita saja Beb." Jelas Xelo membuat Vani mengangguk seraya tersenyum.

__ADS_1


Xelo selalu pintar membuat suasana hatinya yang tadi sedikit kesal karena candaan Seli, berubah jadi tenang dan bahagia lagi hanya dengan hal kecil yang Xelo lakukan untuknya.


__ADS_2