Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Musuh Tapi Anak


__ADS_3

Keesokan harinya, sinar mentari mencari celah untuk menembus jendela kamar Hotel Zafano. Kedua pasangan suami istri yang baru itu masih berada di dalam selimut.


Bahkan sekarang waktu sudah menunjukan pukul setengah 9 pagi. Rupanya mereka sama-sama melupakan sesuatu yang sedari malam sudah di tahannya.


Dengan perlahan Seli membuka matanya, tangannya di rentangkan sampai tanpa dia sadari menyenggol badan seseorang yang masih tertidur pulas di sebelahnya.


Seli menoleh ke arah Dimas yang masih memjamkan matanya, wajah Dimas yang tampan terlihat sangat lelah.


" Kamu lelah ya Bi, kita bisa tunggu nanti malam untuk melakukannya." Gumam Seli seraya tersenyum.


Matanya masih menatap Dimas lekat, lalu mencium kening Dimas dengan lembut sampai membuat Dimas akhirnya terbangun dan langsung menampilkan senyum tampannya untuk Seli.


" Morning Ami." Sapa Dimas khas suara bangun tidur.


" Eh..." Jawab Seli terkejut karena tiba-tiba Dimas terbangun dan langsung menyapanya.


" Ayo lakukan sekarang." Ajak Dimas tanpa basa basi.


Seli sempat terkejut tetapi kemudian mengangguk seraya tersenyum. Melihat senyuman Seli yang begitu manis membuat Dimas tanpa basa basi langsung melancarkan aksinya.


Dimas sudah cukup lama menahan berjam-jam untuk menyalurkan hasratnya.


Pagi ini akan menjadi pagi yang sangat indah untuk pasangan suami istri yang masih baru itu. Atau mungkin bisa saja seharian ini mereka berada di kamar Hotel Zafano untuk melakukan rutinitas baru sebagai pasangan suami istri.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Di tempat lain, tepatnya di kediaman Zafano. Zela sedang menyuapi Arshaka makan. Sedari tadi bayi tampan itu terus menolak untuk sarapan, alhasil pukul setengah 11 Arshaka baru mau makan dan minta Mommy nya yang menyuapinya.


" A lagi sayang." Suruh Zela kepada bayi tampan di depannya.


Arsha menurut apa yang di katakan oleh Mommy nya, dia juga sedang bermain mobil-mobilan pemberian dari Jova kemarin.


" Bagus ya mobilnya Arsha?." Tanya Zela yang di jawab Arsha dengan menganggukan kepala, lalu kembali memainkan mobilnya.


" Mumy akel Dhova ciapa ( Mommy uncle Jova siapa) ?." Tanya Arshaka polos yang membuat Zela tersenyum dengan keingin tahuan anaknya.


Arsha memang baru bertama kalinya bertemu dengan Jova setelah satu tahun lalu di hari ultahnya.

__ADS_1


" Uncle Jova itu, Kakak Ipar Mommy sayang, dia calon suami dari Onty Zifa." Jelas Zela pelan agar anaknya mengerti apa yang di katakan olehnya.


" Alcha nyak oty ma akel ( Arsha banyak Onty sama Uncle )." Ucap Arshaka yang di angguki Zela seraya mengelus puncuk kepala Arshaka.


Anaknya sangat pintar, rasa keingin tahuannya juga begitu besar. Bahkan sering kali Arsha mendapat mainan dan banyak jajanan dari rekan bisnis Pak Riko jika sedang di ajak ke Kantor Zafano oleh Bunda Wina. Tentu saja karena kelucuan dan kepintaran Arshaka yang membuat mereka gemas dengan bayi tampan itu.


Tidak lama Brayen datang menghampiri mereka, hari ini Brayen tidak berangkat ke Kantor. Begitu juga dengan Zela yang tidak masuk ke Kampusnya.


" Wih udah lagi makan aja jagoan Daddy." Ucap Brayen yang datang menghampiri mereka.


Brayen sempat mencium kening Zela sekilas, lalu duduk di sebelah Zela, beruntung Arsha tidak melihat adegan ketika dia mencium Zela barusan, jika melihat bisa saja Arshaka akan kembali kesal.


" Baru sarapan siang Daddy dari tadi Arshanya nggak mau di suruh makan." Jawab Zela yang langsung membuat Arshaka berhenti memainkan mobilannya.


Arsha menghampiri kedua orang tuanya yang sedang duduk di sofa.


" Minggil." Ucap Arshaka menyuruh Brayen untuk menjauh dari Zela.


Bahkan bayi tampan itu sengaja duduk di tengah-tengah Mommy dan Daddy nya.


" Alcha mo di beyiin yambo yebih bagus dayi Daddy." Jawab Arshaka membuat Zela tertawa seraya menggeleng.


" Siapa yang bilang gitu sama Arsha?." Tanya Brayen membuat bayi tampan yang sangat pintar berbicara itu terdiam seperti berfikir.


" Opa." Jawabnya spontan yang langsung membuat Bunda Wina yang baru saja datang menghampiri mereka tertawa.


" Cucu Oma pintar banget ngomong sih?." Ucap Bunda Wina seraya menggendong cucu kesayangannya itu.


" Oma ma Opa yang ajalin Alcha." Jawabnya lagi membuat Bunda Wina langsung menghujani Arshaka dengan banyak ciuman di wajahnya.


Sedangkan Brayen tampak malas melihat bayi tampannya yang sedang memarkan kepintarannya di hadapannya, Arsha ini anaknya tapi seakan saingannya saja di keluarga Zafano.


" Arshaka ini emang calon CEO yang tampan dan sangat pintar, beruntung sekali Oma dan Opa karena Daddy kamu menolak untuk melanjutkan bisnis Opa di kantor, Daddy lebih suka mengurus hotel-hotelnya, jadi besok kalau Arshaka sudah besar bantuan Opa di kantor ya." Jelas Bunda Wina kepada bayi tampan yang menganggukan kepala.


Seakan mengerti saja apa yang di katakan oleh Omanya.


" Cih... Mana tahu dia Bund tentang bisnis, usia aja masih sebiji jagung." Cibir Brayen yang langsung mendapat pelototan mata dari Arshaka.

__ADS_1


Bunda Wina dan Zela tertawa melihat Arshaka yang begitu memusuhi Daddy nya, hanya di waktu tertentu saja Arsha ini damai dengan Brayen.


" Arsha bentar lagi Onty Vani sama Uncle Xelo mau ke sini." Ucap Zela memberitahukan kepada bayi tampannya.


" Oty pangton tama akel hiu ya Mom." Jawab Arshaka membuat Zela, Brayen dan Bunda Wina terkejut, dari mana Arshaka yang masih bayi itu tahu panggilan unik di antara Vani dan Xelo.


" Siapa yang bilang begitu?." Tanya Zela kepada Arshaka.


" Akel ayien ( uncle alien )." Jawab Arshaka yang sukses membuat Zela dan Brayen saling pandang.


" Kak Dimas."


" Dimas." Jawab Zela dan Brayen barengan.


Sedangkan Bunda Wina menggeleng seraya tertawa mendengar jawaban jujur Arshaka, tetapi memang apa yang di katakan oleh anak kecil biasanya paling jujur, dia tidak akan berbohong seperti orang dewasa.


Sampai akhirnya suara cempreng Vani memasuki telinga mereka yang sedang bersantai di ruang tengah. Zela sudah selsai menyuapi Arshaka, dia sudah menyuruh salah satu baby sitter nya untuk menaruh dan membersihkan mulut Arshaka.


" Bunda." Sapa Vani melihat keberadaan Bunda Wina yang sedang duduk santai dengan Zela dan Brayen.


" Anak Bunda, Xelo mana sayang?." Tanya Bunda Wina yanh tidak melihat keberadaan Xelo.


" Masih di mobil Bund, biasa lagi ambil jajannya si Arsha." Jawab Vani membuat Bunda Wina tersenyum.


" Kebiasaan deh repot kalau ke sini." Jawab Bunda Wina lagi kepada Vani.


" No Bunda, aku kan sayang suami kecilku." Jawab Vani seraya mencari keberadaan si bayi tampan.


" Lho Zel suami kecilku dimana?." Tanya Vani kepada Zela yang sedang sibuk dengan ponselnya.


Bahkan tadi ketika Vani datang juga Zela tidak begitu memperhatikan.


" Lagi bersihin mulutnya sama si Mbak, baru sarapan dia jam segini." Jawab Zela masih sibuk dengan ponselnya.


Vani mengangguk, seraya duduk di sebelah Zela. Jangan tanyakan Brayen, dia sudah sibuk dengan layar di laptopnya sedari tadi.


Menjad big bos membuat Brayen sibuk, tetapi bukan Brayen namanya jika tidak menanggapi atau mengerjakannya dengan santai.

__ADS_1


__ADS_2