
Zela dan kedua sahabatnya juga Brayen CS sedang berada di taman belakang, Seli dan juga Vani duduk di ayunan, Sedangkan Brayen, Dimas, Dan Xelo duduk di dekat tepi kolam dengan santainya.
Zela yang sudah berdiri segera menuju ke ruang dapur, untuk membantu Bunda Wina juga asisten rumah tangga menyiapkan minum juga cemilan untuk mereka.
" Loe sayang.. kok ke sini..?? Tanya Bunda Wina yang melihat menantu cantiknya berada di sebelahnya.
" Zela mau bantuin Bunda..." Jawab Zela sopan dengan senyum manisnya.
" Ya sudah...kamu bawa cemilan ya nak.. Biar Bunda yang bawa minum untuk mereka.." Jelas Bunda Wina yanh di anggukin olen Zela dengan senyuman.
" Nyonya... beruntung banget ya den Brayen.. Dapet istri cantik baik juga.." Puji Bi Ina, membuat Zela merasa sedikit malu.
" Jelas dong bi... Menantu idaman..." Puji Bunda Wina tak kalah dengan asisten rumah tangganya.
" Bunda..." Jawab Zela malu malu.
" Emang iya kok sayang..." Jelas Bunda Wina lagi dengan senyuman.
" Bunda juga martua idaman.." Sambung Zela membuat mereka tertawa.
" Kamu ini..." Gemas Bunda Wina kepada menantunya itu.
" Ya sudah ayo.. Malah jadi ngobrol disini.." Sambung Bunda Wina dan di jawab Zela dengan anggukan kepala juga senyum manisnya.
Zela dan Bunda Wina menuju ke taman belakang, Dengan Zela membawa 2 toples cemilan dan Bunda Wina membawa nampan yang berisi minuman.
Sampai di taman belakang, kedatangan Zela dan Bunda Wina di sambut hangat oleh para mereka.
Siapa lagi kalau bukan Seli dan Vani, juga Brayen, Dimas, dan Xelo.
" Yuhu.... Cemilan datang..." Sapa Zela kepada mereka.
" Wouw... Yang ditunggu nih..." Jawab Vani girang.
" Makan aja cepet loe.." Sambung Seli yang di jawab Vani dengan senyum kikuk.
" Bunda jadi ngrepotin nih kita.." Ucap Seli merasa tak enak dengan Bunda Wina.
" Nggak kok sayang... Bunda malah seneng kalian pada main kerumah,, jadi rame..." Jawab Bund Wina yang memang begitu adanya.
Seli dan Vani juga merasa senang kedatangan mereka disambut baik oleh Bunda Wina, bahkan mereka juga langsung akrab dengan Bunda Wina.
Berbeda dengan Xelo yang nampak sudah terbiasa datang kesini, ya pada dasarnya lelaki memang begitu tidak akan seperti wanita segala sesuatunya.
" Bund... makasih ya..." Ucap Xelo.
" Sama sama nak.. Ya udah Bunda tinggal dulu ya.. have fun ya kalian.." Ujar Bunda Wina berlalu, dan seketika membuat mereka semua melongo.
Seli,Vani dan Xelo.. Termasuk Zela juga dibuat kaget oleh ucapan Bunda Wina, hanya Brayen dan Dimas yang nampak biasa saja.
" Kenapa sih...??? Tanya Brayen kepada Zela.
" Bunda gaul..." Jawab Zela lirih.
" Ya begitu Bunda..." Jawab Brayen singkat.
" Udah ayo...kita nikmatin sore yang cerah ini..." Ucap Dimas dan membuat suasana kembali gaduh seperti semula.
Tanpa lama Brayen mengambil gitarnya, Mereka menyanyikan beberapa lagu yang sedang populer dikalangan remaja saat ini,
Termasuk lagu shawn mendes ft camila cabello senorita dan ed sheeran perfect, mereka menyanyi bersama sama dengan diiringi alunan petikan gitar yang Brayen mainkan.
Cukup lama mereka bernyanyi bersama tanpa adanya konflik kecil di antara mereka.. Termasuk Vani dan Xelo yang biasanya mereka sudah ribut sendiri, tapi sore ini dengan langit yang masih cerah mereka benar benar menikmati waktu bersama.
Sampai Zela merasa sedikit gerah, dengan segera Zela pamit kepada kedua sahabatnya untuk mandi sebentar.
Zela masuk kedalam kamar, baru juga dia menutup pintu, terdengar pintu kamar yang sudah dibuka lagi,
Zela sedikit terkejut, tapi dia sudah tau siapa pelakunya,, sudah pasti suami tampannya itu, belum juga Zela menoleh lagi lagi dia dibuat kaget oleh Brayen,
Dari arah belakang Brayen langsung memeluk Zela juga mencium tengkuk leher Zela, hembusan nafas Brayen sangat terasa di leher Zela, membuat Zela sedikit merinding, bukan ulah hantu tapi karena ulah suaminya hehe..
" Kak... gue lagi ditungguin..." Ucap Zela sedikit mengingatkan Brayen.
" Gue tau.." Jawab Brayen singkat.
Zela menghela nafas, sudah pasti suami tampannya akan menjawab seperti itu, Zela berbalik ke arah Brayen, dipandanginya wajah Brayen yang begitu tampan dan membuat para wanita menggilainya.
__ADS_1
Tiba tiba Zela mempunyai ide gila agar suaminya tidak meminta di saat waktu seperti ini, Zela tidak ingin teman temannya menunggu lama dan tanpa sengaja apa yang sedang Zela dan Brayen lakukan kepergok lagi.
Mengingat mereka selalu tledor tidak pernah mengunci pintu jika ingin melakukan, Dan beberapa kali selalu kepergok oleh Dimas.
" Gue mau mandi kak... Barengan yuk...??? Ajak Zela supaya Brayen tidak melakukannya sekarang.
Brayen tersenyum miring, Dia tau kalau istrinya itu mencoba agar dia tidak melakukannya sekarang, dan Brayen tidak mempermasalahkan toh.. memang bukan saat yang tepat meskipun Brayen sangat ingin sekarang.
Tanpa menunggu lama Brayen menggendong Zela menuju kamar mandi, meskipun Zela sedikit terkejut tapi dia merasa lega karna Brayen mengerti apa yang Zela inginkan,
Hanya saja sekarang Zela harus berdoa agar didalam kamar mandi tidak terjadi pergulatan, agar mereka tidak berlama lama di dalam kamar mandi.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Sementara di taman, Seli dan Vani juga Dimas dan Xelo masih asik bernyanyi, kali ini Xelo yang menggantikan Brayen memainkan gitarnya.
Setelah di rasa cukup lelah, mereka segera meneguk minuman yang sudah disediakan juga cemliannya tentunya.
" Gue heran.. Loe dari tadi yang banyak makan,, tapi badan loe masih segitu aja Van.." Ucap Xelo tiba tiba seperti ingin mengibarkan bendera peperangn dengan gadis di depannya siapa lagi kalau bukan Vani.
" Enak aja gue banyak makan.. yang ada loe kali kak.. Nggak dirumah Mamah Han nggak di rumah Bunda sama aja.. pantesan gede kayak ikan hiu..." Jawab Vani kesal.
" Plankton lue.." Jawab Xelo singkat dengan nada mengejek.
" Udah sih Van..." Sambung Seli yang sedari tadi hanya menjadi pendengar begitu juga dengan Dimas.
" Kalian kayaknya memang jodoh..." Sambung Dimas membuat mereka langsung menoleh ke arahnya, terlebih Vani yang langsung memelototkan matanya ke arah Dimas.
" He..he..he.. Kalem.. nggak usah pada kaget gitu.." Sambung Dimas lagi dengan nada becanda.
" Gila aja..jodoh gue si plankton.." Jawab Xelo.
" Yeee..emang gue mau apa ma loe kak.. sorry ya.." Kesal Vani lagi.
" Sorry gue nggak bisa nolak.. maksut loe gitu kan..?? Gue tau.." Jawab Xelo songong membuat Vani melotot dan langsung meninju lengan Xelo.
" Gila kecil gitu badannya.. tinjunya lumayan Dim.." Sambung Xelo sambil mengusap lengannya yang di tinju oleh Vani.
Dan membuat Dimas tertawa, karena Xelo yang badannya lumayan kekar cukup dibuat meringis oleh tinjunya Vani.
" Gue gini gini juga bisa ya kak bikin loe babak belur.." Jawab Vani kesal.
Dengan tenaga penuh.. Vani mencoba meninju lengan Xelo lagi, tapi sayangnya Xelo bisa menangkis tangan Vani.
" Cantik cantik galak.." Ucap Xelo sedikit membuat Vani terkejut.
Sedangkan Xelo hanya tersenyum miring melihat Vani yang sedikit salah tingkah karena ucapannya.
Dimas tertawa geli melihat pertengkaran mereka, Akh... mereka memang tidak akan pernah akur,, sejak dulu juga seperti itu,, tapi sekarang pertengkaran mereka menjadi semakin seru saja.
" Xel.. Bales pake bibir aja.." Cletuk Dimas yang langsung dapat pelototan dari Vani.
" Bener loe Dim.. Biar nie cewek tau gimana ganasnya ikan hiu.." Jawab Xelo dengan tertawa.
" Awas aja ya kak kalau berani macem macem..." Jawab Vani sambil mengacungkan kepalan tangannya.
Xelo dan Dimas melihat dengan tertawa meremehkan, menurut mereka aksi Vani sangatlah lucu.
" Van..udah lah nggak usah tanggapi mereka.. bisa gila ntar.." Sambung Seli yang dijawab Vani dengan anggukan kepala.
" Nggak papa Sel.. loe gila karena gue.." Jawab Dimas membuat Seli sedikit salah tingkah tapi dengan segera bersikap biasa saja.
Sedangkan Vani dan Xelo saling mengerutkan kening, Akh.. memang sepertinga Dimas mulai menyimpan rasa untuk gadis cantik seperti Seli.
" Apaan sih kak garing tau nggak..." Jawab Seli sedikit kaku membuat Dimas tersenyum.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Di dalam kamar, Zela dan Brayen sedang berganti baju bersama, setelah apa yang mereka lakukan di dalam kamar mandi,
Ternyata rencana Zela mengajak Brayen untuk mandi bersama, malah digunakan Brayen untuk menyerang Zela.
Benar benar rencana yang konyol...!!!
Cukup lama kegiatan mereka di dalam kamar mandi, dan beruntungnya anak anak yang masih berada di taman, mereka sama sekali tidak menghampiri Zela juga Brayen.
Mungkin karna di bawah mereka juga sedang berperang, tapi perangnya beda dengan apa yang dilakukan oleh Zela dan juga Brayen.
__ADS_1
" Kak.." Ucap Zela yang sudah selesai berganti pakaian.
" Kenapa yank..?? Tanya Brayen mendekati Zela.
Tapi Brayen malah menatap Zela secara intens membuat Zela salah tingkah dibuatnya.
" Kak ray..ke bawah yuk.." Ajak Zela sedikit gugup.
" Owh.. Kirain minta lagi.." Jawab Brayen dengan senyum jail.
Membuat Zela reflek mencubit pinggang Brayen.
" Auw..kok di cubit sih..?? Tanya Brayen dengan nada pura pura kesakitan.
" Mesum sih.." Jawab Zela singkat.
" Pikirannya..." Jawab Brayen sambil mencubit hidung Zela gemas.
" Lho bukannya barusan kakak bilang gitu kan..?? Tanya Zela sedikit protes.
" Maksud gue minta di gendong lagi.. wleekk..." Jawab Brayen memeletkan lidahnya membuat Zela kesal juga malu.
Zela langsung mengejar Brayen yang sedang berlari kecil, untuk menghindar serangan Zela yang ingin mencubitnya lagi.
Mereka kejar kejaran sampe di taman belakang, dimana teman teman mereka masih berada disana dengan tampang bengong melihat kemesraan Zela dan juga Brayen.
Zela berhasil mengejar Brayen, tapi sebaliknya dia sendiri yang ditangkap oleh Brayen, dengan posisi Brayen memeluk Zela dari belakang, sambil menggelitik pinggang Zela.
" Auw... Geli kak ray.." Ucap Zela yang kegelian karna ulah Brayen.
Tapi tak dijawab oleh Brayen, mereka berdua seperti lupa kalau sedang di amati oleh beberapa pasang mata.
Bahkan Seli dan Vani begitu kaget, melihat tingkah Brayen sang idola kampus yang bisa bercanda dengan bebas didepannya.
Pasalnya ini kali pertama bagi mereka melihat tingkah konyol Brayen, dan itu sukses membuat mereka terkejut bukan main.
" Astaga ini kak ray kan..??? " Tanya Vani tak percaya, masih dengan tampang bengongnya.
" Gue sempet nggak percaya.. Tapi ini nyata Van.." Jawab Seli yang sama sama masih terkejut.
" Sang idola kampus yang terkenal dengan sikap datarnya,, bisa becanda gini... OMG..OMG..OMG..." Sambung Vani masih melongo.
" Awas ngences... bengong mulu lue plankton.." Ucap Xelo seketika membuat Vani terkejut, begitu juga dengan Seli.
Mereka menoleh bersamaan ke arah Xelo dengan tampang seperti ingin membunuh, Akh... andai saja Xelo sebagai plankton dan Vani ikan hiu, Sudah dipastikan Vani akan langsung melahap Xelo tanpa ampun.
" Eh...sorry..." Ucap Zela yang baru sadar kalau sedang diamati.
Brayen juga langsung melepaskan pelukannya, Dia bersikap seperti tak terjadi apa apa, padahal karna tingkahnya itu sampe 2 gadis di depannya terbengong bengong dengan tampang bod*hnya.
" Asik bener.. sampe yang di sini dianggap angin..." Sindir Dimas membuat Brayen tersenyum miring.
" Akh... sorry kak Dim.. kak ray nih..." Jawab Zela menyalahkan suaminya, sambil menggigit bibir bawahnya merasa tak enak.
Membuat Brayen menatap Zela gemas, baru juga dia menyerang Zela tadi dikamar mandi, tapi sikap Zela seperti meminta Brayen untuk menyerangnya lagi.
fine...nanti malam sayang... batin brayen tersenyum puas.
" Asal jangan angin dari belakang aja.." Cletuk Xelo ngawur, membuat mereka menoleh ke arah Xelo dengan tatapan tajam.
" Nggak papa angin dari belakang.. tapi loe anginnya kak..." Jawab Vani meledek.
" Gue..?? Loe aja Van.. kan loe yang sering kentut..." Jawab Xelo membuat Vani kesal plus malu.
" Kalian apaan sih..? ngrebutin kentut... Udah biar adil.. kalian sama sama angin dari belakang..." Jelas Dimas membuat mereka tertawa.
" Loe.." Kesal Xelo kepada Dimas.
" Nyebelin..!!" Tambah Vani dengan nada Kesal.
Zela dan Seli yang melihat muka merah Vani langsung memeluk Vani dengan gemas.
" Just kidd sayangg..." Jelas mereka bersamaan, masih dengan posisi memeluk Vani.
" Loe ma Vani.. Benar benar tom and jerry..." Ucap Dimas dan lagi lagi membuat mereka tertawa.
Sedangkan Vani dan Xelo saling tatap, dengan aura permusuhan, sepertinya perang yang terjadi di antara mereka akan terus berlanjut.
__ADS_1
Mungkin sampe mereka sadar.. kalau mereka saling sayang..?? atau..?? ditunggu next episodenya saja ya...
Jangan lupa like,comment dan Vote ya kak.. Big Thanks sebelumnya.. 🙏🙏😘😘