Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Ketahuan


__ADS_3

Setelah selesai sarapan bersama dengan Pak Riko dan Bunda Wina Mereka langsung menuju ke mobil. Hari ini Brayen mengntarkan Zela, entah kenapa Zela juga tidak menolak..


Setengah perjalanan mereka masih saling diam, Zela fokus dengan ponsel dan Brayen fokus dengan setirnya.


" Kak..Ray...??? Ucap Zela memulai pembicaraan.


" Hmm...??? Jawab Brayen masih fokus menyetir.


" Gue boleh tanya nggak..??" Tanya Zela.


" Tanya aja.." Jawab Brayen singkat.


" Kak Ray sama vlVera ada hubunan apa..??" Tanya Zela karena bingung harus bahas apa.


Entah kenapa setiap Zela berada didekat Brayen, Dia jadi tidak punya topik pembicaraan, beda kalau Dia dengan kedua sahabatnya pasti ada saja yang membuat mereka heboh sendiri.


" Kenapa tanya gitu..?? Tanya Brayen balik.


" Ya.. Gue pengen tau aja.." Jawab Zela basa-basi.


" Gue juga nggak tau..." Jawab Brayen membuat Zela terkejut.


" Jangan salah sangka dulu..Gue nggak tau kenapa tuh cewek buntutin Gue terus.." Sambung Brayen yang membuat Zela lega.


" Owh... kirain..." Jawab Zela menggantung.


" Kirain kenapa..?? Tanya Brayen menggoda.


" Nggak papa kok, udah fokus nyetir aja.." Jawab Zela yang bingung harus jawab apa.


Brayen hanya tersenyum, Dia tahu apa yang dimaksud Zela. Mobil Brayen berhenti agak jauh dari gedung kampus dan sekolah karena zela yang meminta untuk diturunkan agak jauh dari sekolahnya, takut kalau ada yang melihat..


Padahal sebenarnya Dia sangat ingin menunjukan kepada semua kalau Brayen yang jadi idola kampus dan sekolahnya itu adalah Suaminya, tapi mungkin ini belum saatnya pikirnya.


Saat Zela sudah membuka pintu dan ingin keluar, Brayen menarik tangannya, lalu menutup pintu mobil yang tadi sudah terbuka sedikit.


" Ada apa..?? tanya Zela menoleh kearah Brayen.


" Kiss me please.." Ucap Brayen dengan senyum tampannya.


*Y*aa..ampunn senyumnya.. bener banget kata si Vani laki Gue emang cakepnya kebangetan. Batin Zela tidak kuat melihat senyuman manis brayen.


" Malu...Kak.." Jawab Zela lirih karena memang Dia malu.


" Gue aja.." jawab Brayen singkat dan mulai memajukan dirinya untuk mencium Zela..


Zela menutup matanya.. dan cuppp... ciuman dibibir Zela, tapi seakan mereka berdua tidak ingin saling melepas, jadi ciuman itu lanjut menjadi lu****n,,


Zela menikmatinya, dan tak lama kaca mobil digedor dari arah luar, meskipun tak terlihat dari arah luar dengan apa yang sedang mereka lakukan didalam mobil, tapi itu cukup membuat dua sejoli yang sedang dimabuk cinta itu kelabakan dan kaget.


Brayen menurunkan kaca mobilnya. Terlihat dua gadis SMA yang sudah berdiri disamping depan mobil Brayen, Siapa lagi kalau bukan Seli dan Vani.


" Seli...Vani...!!!! kalian.. ngapain..?? Tanya Zela mencoba bersikap setenang mungkin.


" Kita mau sekolah lah..ayo..ngapain tadi Loe udah mau keluar masuk lagi kedalam..?? Tanya Vani dengan telminya.


" Zela ambil tasnya yang ketinggalan.." Brayen yang menjawab.


" I..iya..Gue ambil tas.." Sambung Zela sedikit gugup beda dengan Brayen yang begitu santai dan tenang seperti baru tidak terjadi sesuatu.


" Kok lama banget sih ambil tas..?? Tanya Vani masih dengan ketelmianya.


" Aduh.. Vann... ya wajar dong Zela sama Kak Ray kan suami istri mungkin aja. Zela lupa kasih sesuatu buat Kak Ray..." jelas Seli yang tahu dengan keadaanya..


" Apaan.. sih Soe Sel.." Jawab Zela dengan malu, Seli hanya menjawab dengan memeletkan lidahnya.


" Owh..iya..ya..Gue lupa, ya udah Zel lanjutin aja, terserah Loe mau berapa lama dimobil Kak Brayen.." Sambung Seli membuat semua tertawa, brayen hanya tersenyum sedangkan Zela tentu saja sangat malu dengan apa yang Vani katakan.


" Vani....!! Teriak Zela kesal.


" Ha..ha..ha..ya udah ayo..Zel.." Ajak Seli masih dengan ketawa.


" Gue duluan ya Kak.." Ucap Zela lalu salim kepada Brayen.


Seli dan Vani yang melihat moment itu hanya terbengong-bengong, padahal ini pertama kalinya Zela berangkat sekolah salim dulu kepada Brayen, mungkin karena sudah ada kemajuan dalam rumah tangga mereka.. ciee......


" Kak..duluan ya.." Ucap Seli dan Vani yang dianggukkan Brayen dengan senyuman..

__ADS_1


Brayen melajukan mobilnya sedangkan mereka bertiga menuju mobil Seli yang tadi berada dibelakang mobil Brayen.


" Aduhhh...duh..tadi Kak Ray senyum sama Kita.." Ucap Vani terbayang dengan senyum tampan Brayen.


" Woy.. itu buat Zela kali.. inget Kak Ray itu suami Zela.." Sambung Seli.


" Iya..ya..Gue tau, tetep aja senyuman Kak Ray itu mampu menghipnotis setiap mata yang memandang, iya nggak Zel..?? Loe beruntung banget zel bisa setiap saat melihat wajah yang amat begitu rupawan itu.." Cerocos Vani dengan lebaynya.


" Ha..ha..ha... dasarr Loe.. udah akhh ayo berangkat.." Jawab Zela.


" Let's go..." Sambung Seli melajukan mobilnya.


Hari ini Vani berangkat dengan mobil seli karena besok hari minggu jadi nanti malam Dia akan menginap dirumah seli, Sebenarnya mereka ingin mengajak Zela tapi mereka tahu kalau Zela sudah tak sebebas dulu..


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Brayen sampai dikantor ayahnya tepat waktu. Hari ini Dia akan ikut meeting, Dimas dan Pak Riko serta para staf kantor yang lainya sudah menunggunya,


Sekarang Brayen harus sering membantu Ayahnya dikantor, apa lagi Dia sudah menikah, Jadi Brayen sudah punya tanggung jawab atas istrinya. Setelah selesai meeting, Brayen munuju ruangannya diikuti Dimas,


Brayen duduk dikursinya dan Dimas duduk disofa ruangan Brayen, sedari tadi Dia terus memperhatikan brayen.


" Ray.." Ucap Dimas.


" Hmm..??? " Jawab Brayen.


" Zela gimana..?? " Tanya Dimas yang membuat Brayen bingung.


" Maksud Loe..?? Tanya Brayen malas.


" Diranjang..." Jawab Dimas tanpa basa-basi.


" Sialan..Loe, ngapin Loe tanya gitu..?? Tanya Brayen kesal dengan Dimas.


" Eitsss..santai man..dari tadi Gue keganggu banget sama leher Loe.." Jawab Dimas tho the point..


*A*khhhh...shitt.. Batin Brayen kesal.


Brayen berlalu kekamar pribadinya yang berada dikantor, Dia menuju lemari mencari syal, tapi tidak ditemukan, Sedangkan Dimas terkekeh melihat Brayen yang salah tingkah..


Brayen keluar dengan muka masam, Dimas masih saja geli melihat tingkah Brayen yang mendadak jadi sedikit pemalu bukan dingin lagi.


" Gue nggak malu sama Loe.." Jawab Brayen.


" Terus barusan ngapain..?? Tanya Dimas.


" Gue nggak mau Zela malu kalau orang kantor atau Ayah melihatnya.." Jelas Brayen.


Tiba-tiba Brayen teringat dengan kedua sahabat Zela yang tadi sempat bertemu dengannya, tapi sepertinya mereka tidak begitu meneliti leher Brayen yang ada bekas kiss markanya,


Mungkin karena posisi Brayen masih duduk dikemudi jadi mereka tak akan melihat, kalau mereka melihat bisa heboh, Zela akan sangat malu pastinya.


" Ha..ha..ha.. sejak kapan Loe jadi peduli gini sama tuh cewek..??? jangan-jangan Loe udah falling in love ya Ray sama si Zela.." Jelas Dimas membuat Brayen sedikit berfikir.


" Bukan urusan Loe.." Jawab Brayen singkat.


" Haaa..ha..ha.. oke oke.. ya udah Kita berangkat aja Ray, kayaknya juga semua udah beres.." Jelas Dimas


" Oke.." Jawab Brayen singkat.


Setelah pamit kepada Pak Riko mereka berdua berangkat kekampus dengan mobil masing masing..


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Setelah bel istirahat, Zela, Seli dan juga Vani menuju kekantin. Disana sudah banyak anak-anak yang sedang menunggu pesanannya.


" Zel.. Loe udah baikan sama Kak Ray..?? Tanya Seli.


" Emang Gue marahan sama Dia..?? Tanya Zela.


" Kemarin kan Loe sempet.." Ucap Seli tak melanjutkan perkataanya.


" Kalian mau tau nggak..?? Ucap Zela tidak menjawab Seli tapi membuat mereka penasaran. Seli dan Vani mengangguk bersamaan.


" Kemarin Kak Ray nggak makan malam bareng Vera, Dia menolak ajakan Vera.." Jelas Zela sedikit pelan karena takut kalau ada yang mendengar ucapannya.


" Hahhh..?? serius..??" Tanya Seli yang dianggukkan Zela dengan senyuman.

__ADS_1


" Wuihh... so sweet banget Kak Ray, udah cakep setia lagi.. " Sambung Vani.


" Terus Loe tau dari mana..??" Dia yang kasih tau Loe..?? Tanya Seli lagi.


" Hemmheeemm Bunda juga yang ksih tau Gue kalau Kak Ray makan malam dikantor bareng Ayah.." Jelas Zela.


" Owh..." Jawab mereka mengangguk-anggukan kepalanya.


" Eh..Zell..kita boleh dong kapan-kapan main kerumah Loe.." Sambung Vani.


" Boleh kok, Bunda juga pernah bilang ke Gue nyuruh kalian main kerumah.." Jawab Zela.


" Asik..kapan-kapan Kita main ya.." Sambung Vani.


" Beress..." Jawab Zela singkat.


Makanan yang mereka pesan datang barengan dengan Xelo dan juga Zifa, entah kenap Zifa juga ikut kekantin sekolah Zela.. kalau Xelo memang sudah biasa..


" Hallo semua.." Sapa Xelo,


Zela, Seli dan juga Vani menoleh kearah suara, mereka kaget begitu melihat Zifa yang juga ikut dengan Xelo.


" Kak Zifa..!! Ucap mereka bersamaan tidak menjawab sapaan Xelo.


" Hei boleh gabung kan..?? Tanya Zifa.


" Boleh Kak.." Jawab Zela singkat.


" Kalian nggak liat dari tadi ada cowok ganteng gini.." Sambung Xelo yang merasa dicueki oleh mereka.


" Ya...ampun...ada Kak Xelo, Gue nggak liat tadi.." Jawab Vani cekikikan.


" Nggak liat nggak liat, emang gue apaan." Jawab Xelo.


" He..he..he.. maaf Kak.." Jawab Vani membuat mereka tertawa kecuali Xelo yang sedikit kesal.


Mereka makan dikantin bersama, setelah makan mereka menuju kelas karena bel masuk sebentar lagi. Saat Zela dan teman-temannya sedang jalan Xelo menarik tangan Zela, Zifa tadi sudah kekampus duluan, sedangkan Seli dan Vani mereka memilih masuk duluan kekelas,


" Kita duluan ya Zel, Loe cepet urusin Kak Xelo.." Ucap Seli mengajak Vani..


" Oke.." Jawab Zela.


" Kenapa kak Xel..?? Tanya Zela melepaskan tangannya karena merasa tak nyaman.


" Nanti Gue anterin ya Zel, hari ini Loe nggak bawa mobil kan..?? Tanya Xelo yang memang tadi tidak melihat mobil Zela.


" Duh..nggak bisa Kak, Gue udah ada janji sama Seli juga Vani.." Jelas Zela berbohong.


" Terus kapan Zel..?? kenapa Loe selalu nolak..?? Tanya Xelo lagi..


" Gimana nih..." Gumam Zela bingung.


Tiba-tiba Xelo langsung memeluk Zela, karena memang sudah banyak anak yang masuk kekelas, tinggal beberapa saja yang masih berada dikantin.


" Kak..Xelo stop..." Ucap Zela mendorong Xelo,tapi xelo semakin mengeratkan pelukannya.


" Gue..cuma pengen meluk Loe Zel, ini obat biar Gue nggak kecewa karena Loe selalu nolak ajakan Gue.." Ucap Xelo disela-sela pelukan mereka.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat aksi mereka, Dia mengepalkan tangannya, awalnya Dia ingin menemui Xelo karena ada urusan tentang kuliah sekalian ingin melihat istrinya, tapi apa yang Dia lihat membuat Dia begitu marah bukan hanya marah ding tapi cemburu.


" Kak Xelo Gue mau ketoilet.." Ucap Zela dan Xelo melepaskan pelukannya.


" Oke thanks ya Zel, Gue balik kekampus dulu.." Jawab Xelo berlalu.


Zela segera menuju toilet untuk membasuh mukanya, sebenarnya itu hanya alasan Zela supaya Xelo melepaskan pelukannya, sebelum Dia sampai ada tangan yang menariknya lagi.


" Apa lagi sih Kak.." Ucap Zela menoleh dan kaget karena ternyata bukan Xelo yang menariknya.


" Apa lagi..?? hmm...??? Jawab Brayen.


Ya Dia adalah Brayen yang sedari tadi melihat Zela dan Xelo berpelukan..


" Kak..Ray..?? Loe disini..?? Tanya Zela masih dengan keterkejutannya.


" Iya Gue disini, dan Loe ikut gue.." Ucap Brayen lagi menyeret Zela, selalu saja Brayen bertingkah seenaknya mungkin karena Dia lagi cemburu kali ya, tapi percayalah sebenarnya Brayen adalah cowok idamann bingitt... 😊😊


Kira-kira..Zela mau dibawa kemana ya..??

__ADS_1


ditunggu next episodenya..


__ADS_2