
Zela dan Brayen sampai dihotel... Sepertinya suasana hotel saat ini nampak sepi..Tidak seperti terakhir Zela kemari, Yang begitu banyak pengunjung.
Dengan cepat Zela mengambil ponselnya didalam tas yg dia bawa..
" Ayo.." Ajak Brayen mengajak Zela kerestorant hotel.
" Bentar kak...gue mau tanyain Seli sama Vani udah sampai mana.." Jelas Zela yg mulai menghubungi sahabatnya itu.
Brayen mengangguk juga tersenyum.. Zela terus menghubungi kedua sahabatnya itu bergantian, tapi tidak ada diantara mereka yg mengangkatnya.
Zela terus mencoba tapi hasilnya tetap sama.. Tidak Ada Jawaban. Lalu dia mencoba mengirim pesan lewat group wa yg berisi mereka bertiga.
Zela
Kalian pada kemana sih..?? gue telponin gk ada yg diangkat.
Tetap saja tidak ada jawaban dari kedua sahabatnya, Membuat Zela sedikit khawatir tapi juga kesal, Berani beraninya mereka hilang tanpan kabar apapun.
Zela mencoba mengirim pesan lagi digroup wa'Nya..
Zela
Sumpah ya loe pada nyebelin.. jahat,jahat,jahattt......awas aja besok disekolah 😤😤
Dengan kesal Zela menaruh ponselnya lgi di tasnya.
" Kenapa..?? " Tanya Brayen yg melihat muka cantik Zela cemberut.
" Gk papa ayo..." Ajak Zela lalu segera menarik tangan Brayen.
" Mereka udah sampai sini..?? Tanya Brayen.
" Gk tau..." Jawab Zela malas.
" Ada masalah...?? Tanya Brayen lagi membuat Zela menghentikan langkah kakinya dan menatap ke Suami tampannya.
" Gk...Udah kak gk usah bahas mereka.. Kita dinner berdua aja malam ini.. dinner ROKANTIS..." Sambung Zela menekan kata kata terakhirnya, dan kembali melangkahkan kakinya.
Brayen terkekeh melihat tingkah Zela.. Dia sebenarnya tau kalau Zela kesal dicueki oleh kedua sahabatnya.. Tapi dia memilih untuk bersikap biasa aja.
Sampai direstorant Hotel... Tampak sepi bahkan juga gelap. Zela merasa aneh.. Pasalnya tidak mungkin sekali jam segini sudah tidak ada pengunjung hotel yg berada disana untuk menikmati makan malam.. Atau sekedar bersantai sambil menyicipi disert hotel mewah itu.
" Kak ray...kok sepi bgt..." Ucap Zela sambil melihat kesekeliling.
" Gk tau...ayo..katanya mau dinner...?? Tanya Brayen datar.
" Seriusan.. Jadi dinner disini..?? Udah sepi gelap gini lagi.." Jawab Zela yg melihat tempat untuk dinner malam ini tidak memungkinkan...
Meskipun dihotel mewah tapi kalau suasana mencekam begini jug Zela tidak akan mau.. Mending dia makan direstorant pinggir jalan.
" Serius.. Kenapa memangnya..?? Tanya Brayen santai.
" Hufh.. Terserah kak ray deh..." Jawab Zela pasrah.
Sebenarnya Zela juga sedikit kesal dengan Brayen.. Sudah tau akan dinner dihari Ultahnya,, Tapi Brayen sama sekali bersikap biasa tidak menyiapkan tempat juga hidangan yg sudah tersedia dimeja tempat mereka akan dinner.
Memang berlebihan mungkin kalau Zela meminta seperti itu.. Tapi apa susahnya bagi Brayen karna yg punya hotel juga dia sendiri.
" Bentar gue panggil Maz Vano dulu.." Pamit Brayen yg akan memanggil Maz Vano menejer hotelnya.
" Gue ikut..." Jawab Zela yg sedikit takut jika ditinggal sendiri oleh Brayen.
" Sini aja..gue bentaran..." Jelas Brayen membuat Zela bertambah kesal.
" Ya sudah sana.." Jawab Zela dan Brayen tersenyum lalu berlalu.
Zela berada disana sendiri..dengan pencahayaan kurang.. Tiba tiba terdengar suara orang seperti mengadu kesakitan.
" Auw..." Pekik suara orang tersebut, Membuat Zela semakin takut.
__ADS_1
Tiba Tiba Lampu menyala dengan sendirinya, dan tak lama terdengar suara balon meletus bersamaan dengan orang orang yg disayanginya.. Juga Brayen yg sudah membawa kue ultah untuknya...
Happy birthday to you.. Happy Birthday To You.. Happy birthDay to you... Nyanyian untuk Zela yg sedang bertambh usia.
Lagi lagi Zela dibuat terkejut oleh orang orang yg disayanginya... Bahkan Seli dan juga Vani ternyata sudah berada dengan mereka.
Mata Zela berkaca kaca tak bisa mengungkapkan rasa bahagianya..
" Thanks semua..." Ucap Zela setelah meniup lilinnya.
" Sama sama sayang..." Jawab Bunda Wina juga Mamah Hana.
" Sama sama honey..." Jawab Vani lebay yg langsung dapat toyoran dari Seli.
" Auww...sakit Seli..." Kesal Vani tapi tak lagi Seli tanggapi.
" Hbd Sayang... I LoVe You.." Ucap Brayen lalu mencium kening Zela.
" I Love You too kak.. Sekali lgi big thanks kak.." Jawab Zela lalu memeluk Brayen.
" Ehmm....jomblo nih Zel jomblo..." Ucap Dimas seketika membuat Zela melepaskan pelukannya dengan Brayen.
" Makasih semuanya... Zela bener bener gk tau harus berkata apa selain berterimakasih kepada kalian.." Ucap Zela sekali lagi dan dijawab Mereka dengan bersamaan.
Setelah itu,mereka semua melanjutkan acara makan malamnya,, Ternyata Brayen sudah menyiapkan ini semua..
Zela benar benar dibuat kagum oleh Suami tampannya itu.. Dia selalu penuh kejutan.. Membuat Zela benar benar sudah merasa jatuh cinta kepadanya.. Bahkan rasa cintanya dari hari kehari selalu bertambah untuk Brayen.
" Sayang..gimana...ray udah kasih tau kamu kan kbar bhagianya..?? Tanya Bunda Wina tiba tiba dan dijawab Zela dengan mengangguk malu.
" Tolong jaga baik baik ya nak.." Sambung Pak Riko dengan tersenyum.
" Iya yah..." Jawab Zela singkat karna malu.
" Anak kamu memang top cer rik..." Sambung Pak Adam memuji Brayen.
" Siapa dulu Ayahnya..." Jawab Pak Riko bangga membuat semua hanya tertawa..
Tapi tidak dengan Zela dan juga Brayen yg terlihat malu, Sedangkan Seli dan Vani msih sedikit bingung dengan percakapan antara orang tua.
Kedua orang tua Brayen dan Zela mengobrol tentang pekerjaan juga masa muda mereka, tentang persahabatn mereka.
Sedangkan para anak anak mempunyai topik percakapan sendiri....
" Jadi dari tadi loe pada nyuekin gue karna ini..?? Tanya Zela menyelidik.
" He..he..he...Sorry Zel.. biar mendramatisir gitu..." Jawab Vani.
" Jahat kalian ya..." Jawab Zela masih tak terima.
" Dih..kok jahat sih...?? " Tanya Seli.
" Gue tdi hampir gila karna kalian.." Jawab Zela.
" Lebay loe.." Jawab Seli membuat mereka tertwa.
" Lagian ini ide dari itu tuh..." Sambung Seli menunjuk ke Brayen dengan matanya juga menaik turunkan alisnya.
Zela menoleh ke arah Brayen dengan muka yg kesal juga sedikit terkejut, Sedangkan yang sedang dilihatin Zela hanya tersenyum dengan tampannya.
" Ide dari suami loe yg cakep bgt..suerr...malam ini kak ray cakep bgt pake jas gitu..." Cletuk Vani membuat mereka menatap kearag Vani tiba tiba termasuk para orang tua.
" He..he..he..becanda..." Jawab Vani kikuk dan malah membuat mereka kemudian tertawa dengan muka konyol Vani.
" Eh..ada yg salah apa ya dengan gue.." Gumam Vani.
" Btw selamat juga ya Zel atas keha.." Ucap Dimas yg buru buru Zela potong.
" Iya kak sama sama udah mau dateng kesini.." Jawab Zela sedikit canggung.
__ADS_1
Seli dan Vani saling pandang bingung dengan apa yg Zela katakan.. Karna sangat terlihat dibuat buat.
" Eh Van loe tadi kenapa..?? Tanya Dimas buru buru mengalihkan topik pembicaraan.
Dimas mengerti, mungkin Zela belum ingin kedua sahabatnya itu tau tentang kehamilannya.
" Diinjek Mamah Hana tadi.." Jawab Vani lirih tapi terdengr oleh Mamah Hana.
" Maaf sayang...Mamah gk sengaja.." Jawab Mamah Hana tulus dan Vani mengngguk smbil tersenyum.
" Makanya loe tuh jangan usil mulu... ngeyel sih dibilangin.." Tambah Seli.
." Gue tuh tadi gk tega bgt lihat muka Zela yg ketakutan...ha..ha..ha.." Jawab Vani membuat mereka tertawa. Dan Zela hanya cemberut plus malu.
" Kak...., Vani nakal.." Rengek Zela kepada Brayen sontak mereka semua kaget dengan apa yg dilakukan Zela.
Pasalnya Zela bukanlah orang yg seperti itu..
" Nanti gue beresin Vani.." Jawab Brayen membuat Zela tersenyum sedangkan yg lain hanya saling pandang lalu kembli tertawa.
" Ngeri..." Sindir Dimas.
" Loe aneh Zel..." Ucap Seli.
" Kayak bukan loe tau gk sih... Jangan jangan ini duplikatnya Zela.." Sambung Vani ngasal.
" Sialan loe pada..." Gerutu Zela membuat mereka kembali tertawa.
Setelah makan malam bersama selesai.. Semua kembali kerumah masing masing, dengan keadaan yg capek tapi juga bahagia.
Zela dan Brayen pulang kerumah.. Begitu juga Dimas yg malam ini tidur dirumah keluarga Zafano.
Sampailah mereka di Rumah Mewah keluarga Zafano...
" Nak.. Bunda sama Ayah langsung istirahat ya.. Jangan lupa besok ada dokter yg mau periksa kandungan kamu..." Jelas Bunda Wina dan Zela mengngguk.
Setelah itu Bunda Wina juga Pak Riko langsung menuju kamar untuk beristirahat, Tinggalah Zela, Brayen dan Dimas yg masih duduk diruang TV.
" Kak..gue kekamar dulu ya..capek bgt.." Pamit Zela yg dianggukin oleh Brayen.
" Langsung tidur aja Zel..gk usah nunggu Brayen,, Inget besok sekolah..." Ucap Dimas menggoda Zela.
" Siap kak.." Jawab Zela singkat.
" Hari ini libur dulu Zel...jangan ngegas terus..kasian dedeknya..." Sambung Dimas lagi meledek Zela.
Dan kali ini Zela geram dengan Dimas yg terus menggodanya... Zela kembali menuju kursi yg berada didepan TV dan langsung mengambil bantal yg dilemparkan kepadan Dimas.
Brayen hanya tersenyum melihat tingkah menggemaskan istrinya karna Dimas yg terus menggodanya.
" Kak ray.. Bantuin gue napa kasih pelajaran Kak Dimas.." Rengek Zela kepada Brayen.
" Udah lah Yank..biarin aja Dimas.. Dia tuh cuma ngiri ma kita.." Jelas Brayen membuat Zela tetap kesal sedangkan Dimas memelototkan matanya kepada Brayen.
" Fine... Sebulan kakak gk akan gue kasih.." Jawab Zela kesal lalu menuju ketangga untuk keKamarnya.
" Eh..Yank maksutnya gimana..?? Tanya Brayen kaget.
" Maksudnya..loe puasa sebulan gk makan istri loe.." Dimas yg menjawab. Membuat Brayen melotot dan Zela yg mendengar hanya tersenyum tapi tak menanggapi.
Zela masuk kedalam kamarnya... Lalu dia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.. Karna memang dia juga merasa capek dan ingin segera untuk tidur menyambut hari esok.
Ponsel Zela terus berbunyi... Tapi karna dia sedang berada dikamar mandi, Jadi tidak ada yg mengangkat..
Sedangkan disebrang sana.. Tampak gadis Cantik yg sedang mondar mandir ingin segera minta penjelasan kepada Zela.
Jangan lupa like dan Vote ya kak.. 😘😘😘
Mohon maaf nunggu reviewnya lama..
__ADS_1