
Zela, Seli dan juga Vani duduk dimeja makan seperti biasa dengan candaan mereka, tak lama Jova dan Zifa datang dengan nasgor yang sudah siap.
Bahkan bau nasi goreng buatan Jova sangatlah menggiurkan.
" Baunya..., kayaknya enak nih..." Ucap Zela sambil mencium bau enak nasi goreng buatan Jova.
" Enak dong dek... Ni special buat loe dek.." Jawab Jova sambil tersenyum.
" Thanks kak.." Jawab Zela dengan tersenyum yang dijawab Jova dengan anggukan kepala juga senyum tampannya.
" Kita nggak nih Kak..?? " Tanya Vani kepada Jova.
" Ni buat kalian... sengaja gue bikin yang pedes.. pada doyan pedes kan..?? Tanya Jova kepada Seli dan Vani.
Mereka mengangguk bersamaan dengan senyum mengembang. Begitu juga dengan Zifa juga Jova tersenyum melihat para bocil yang sedang kelaparan.
" Thanks ya Kak.." Ucap mereka berdua bersamaan yang dijawab Jova dengan acungan jempol.
Lalu dengan segera, mereka memakan nasi goreng buatan Jova, Baru suapan pertama mata mereka melotot merasakan sensasi nasi goreng yang luar biasa enaknya.
Bahkan menurut mereka, Nasi goreng buatan Jova tidak kalah dengan nasi goreng di restorant terkenal dikota mereka.
" Gimana..?? Tanya Zifa ingin tau.
" Enak banget Kak.." Jawab Seli masih sambil memakan.
" Juara.." Sambung Zela sambil mengacungkan jempolnya.
" Mashisseo.." Tambah Vani juga memberi jempolnya.
" Oke.. dimakan.. dan ingat harus diabisin..." Perintah Zifa yang dijawab mereka dengan acungan jempol.
Zifa dan Jova menuju ruang tv, sedangkan mereka bertiga masih sibuk di meja makan, tak lama Mamah Hana datang menghampiri mereka.
" Lahap banget makannya... enak sayang..??? " Tanya Mamah Hana kepada mereka bertiga.
" Banget Mah..." Jawab Mereka kompak.
" Ya sudah di abisin lho.. kasian Kak Jova udah repot repot bikinin..." Sambung Mamah Hana yang dijawab mereka kembali dengan acungan jempol.
Mamah Hana hanya geleng kepala melihat tingkah laku ketiga gadis cantik didepannya itu, lalu Mamah Hana berjalan ke ruang tv menghampiri Zifa dan juga Jova.
" Kalian nggak sekalian makan nak..?? " Tanya Mamah Hana kepada Zifa dan Jova.
" Belum pengen Mah.." Jawab Zifa.
" Jova pengen masakan Tante Hana.." Jawab Jova membuat Mamah Hana tersenyum.
" Kamu ini.. Tapi tenang aja Tante udah masakin buat kalian.. Makasih lho nak Jova udah bikinin nasi goreng buat Zela sama teman temannya..mereka suka.." Jelas Mamah Hana.
" Nggak papa tant.. seneng malah kalau mereka suka.." Jawab Jova sungkan.
Setelah Zela dan kedua sahabatnya selesai dengan makannya, mereka menghampiri Zifa dan juga Jova yang berada diruang tv, sedangkan Mamah Hana sudah sibuk lagi dengan dunianya sebagai ibu rumah tangga.
" Habis nggak..?? Tanya Zifa melihat kedatangan mereka.
" Beres kak.." Jawab Zela lalu duduk di sofa tv.
" Kak Jova ternyata bukan hanya pinter bikin wine sama brandy ya tapi nasi goreng juga.." Cletuk Vani membuat semua menoleh kearahnya.
Vani jadi tersenyum kikuk dilihat mereka. Sedangkan pandangan mata Zifa beralih menatap Zela seperti meminta penjelasan.
" Dek.. jangan aneh aneh deh ya..." Ucap Zifa kepada Zela.
" Eh... enggak kok Kak... Gue emang pernah ke Club kak Jova tapi gue nggak pernah ya sampe nyentuh begituan.." Jelas Zela membuat Zifa lega.
Tapi Zifa juga melirik ke arah Jova seperti menginginkan penjelasan dari Jova juga, karna kalau Zela pasti dia bisa berbohong, sedangkan Jova dia sangatlah bisa dipercaya, bahkan selama pacaran dengan Zifa hampir 4th Jova bisa dikatakan tidak pernah berbohong atau merahasiakan sesuatu dari Zifa.
Kecuali kedatangan calon adik iparnya ke club malamnya, siapa lagi kalau bukan Zela dan kedua sahabatnya.
" Dia nggak ngibul yank.." Jelas Jova singkat kepada Zifa, membuat Zifa mengangguk percaya dengan apa yang dikatakan Jova.
Begitu juga dengan Zela dan kedua sahabatnya bisa bernafas lega setelah mendengar penuturan Jova.
Tak lama datanglah Brayen bersama kedua sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Dimas dan Xelo.
" Kak ray..." Ucap Zela senang melihat kedatangan suaminya.
Brayen tersenyum menghampiri mereka, diikuti Dimas dan Xelo dari belakang.
" Ini.." Ucap Brayen menyerahkan kantung plastik kecil yang berisi bakso malang.
" Apa Kak..?? Tanya Zela yang malah lupa dengan requestnya.
" Bakso malang Zel... loe ngidam itu kan..?? Tanya Dimas dan Zela mengangguk sambil tersenyum kikuk.
" Jadi Zela udah...??? OMG..." Ucap Xelo terkejut mengerti kebenarannya.
Mereka hanya tersenyum melihat muka Bengong Xelo,
__ADS_1
" Ketemu lagi man..." Ucap Jova kepada Brayen dan kedua sahabatnya.
Brayen, Dimas dan juga Xelo tersenyum menanggapi sambil menjabat tangan Jova gantle khas cowok.
" Jadi Bang Jova pacar Zifa..?? Tanya Dimas tho the point yang dijawab Jova dengan anggukan kepala.
" Iya.. dan Loe nggak usah kepo.." Sambung Zifa becanda.
" Wuih.... Nyante dong Zif..." Jawab Dimas lagi.
Mereka duduk diruang tv, Tak lama Mamah Hana datang menghampiri mereka, dengan beberapa gelas minum juga cemilan.
Sepertinya Mamah Hana tau kedatangan menantu tampannya yang membawa pasukan.
" Mah.." Sapa Brayen mencium punggung tangan Mamah Hana.
Mamah Hana membalas dengan senyuman.
" Tant.." Sapa Dimas dan Xelo barengan.
" Kalian makan dulu yuk.. sekalian bareng Zifa sama Jova.." Suruh Mamah Hana kepada Brayen dan pasukannya.
" Boleh tant.. Udah laper emang.." Jawab Xelo cengengesan.
" Wuh..makan aja cepet loe.." Ejek Dimas kepada Xelo.
" Kalem man..kita sama.." Jawab Xelo singkat.
Zela, Brayen dan yang lainnya hanya geleng geleng kepala melihat tingkah konyol Dimas dan juga Xelo.
" Wah.. Dunia memang sempit... ketemu plankton lagi.." Cletuk Xelo melihat keberadaan Vani yang sedang duduk santai disebelah Seli.
Vani hanya melihat Xelo sekilas, tapi kemudian dia kembali fokus dengan layar Ponselnya, mungkin karena terlalu kenyang jadi Vani malas menanggapi Xelo yang nantinya akan menjadi perdebatan di antara mereka.
" Sabar man.. ini ujian.." Sambung Dimas menepuk pundak Xelo karena dicueki oleh Vani.
" Bosan gue ujian mulu dari SD.." Jawab Xelo ngasal membuat Dimas tersenyum.
Sedangkan Brayen menghampiri Zela yang sedang sibuk dengan bakso malangnya, dia duduk disebelah Zela dan terus menatap Zela, Membuat Zela sedikit salah tingkah.
" Apaan sih Kak..?? Makan dulu gih..." Suruh Zela kepada Brayen.
" Temenin.." Jawab Brayen manja.
" Gue udah makan tadi bareng Seli sama Vani.." Jelas Zela tersenyum kikuk.
Brayen seperti sedikit kecewa, dia berdiri untuk menghampiri yang lain yang sudah berada di meja makan.
" Gue temenin.. dan Gue ambilin..." Ucap Zela membuat Brayen tersenyum senang.
" Kakak tunggu sini ya...." Suruh Zela dan Brayen mengangguk menurut.
Seli dan Vani yang melihat Brayen duduk di sofa sebelah mereka hanya saling siku, sejak kapan Cowok tampan Idola Kampus dan Sekolah mereka jadi penurut gini dengan seorang Azela.
Akh... kehamilan Zela benar benar merubah semua, bukan hanya Brayen dan kehidupannya nanti, tapi jika seluruh kampus dan sekolah tau sudah dipastikan akan merubah semuanya.
" Lho Zel.. ray mana..?? Tanya Dimas yang melihat kedatangan Zela tanpa Brayen.
" Kak ray di ruang tv sama Seli dan Vani.." Jelas Zela sambil mengambil nasi beserta lauk pauknya.
" Nggak jadi makan suami loe dek..?? Tanya Jova kepada Zela.
" Nih gue ngambilin buat kak Ray... Duluan ya.." Jawab Zela sambil berllu menuju ruang tv dimana Brayen sedang menunggunya.
Zifa, Jova, Dimas dan Xelo hanya geleng kepala melihat tingkah suami istri muda itu.. Apa lagi dengan sikap Brayen sejak kapan seorang Brayen jadi penurut gini..
Benar benar the power of bumil pikir mereka.
" Kak ray..ini makan dulu.." Ucap Zela sambil menyerahkan piring yang sudah berisi makanan.
" Suapin dong yank.." Jawab Brayen sibuk mengotak atik laptopnya.
" Hish.. manja.." Jawab Zela tapi kemudian menurut dengan permintaan Brayen.
Membuat Brayen tersenyum senang.
" Sel..ini beneran kak Ray bukan sih..?? Bisik Vani kepada Seli.
" Iya lah.. Emang loe kira Maz Bejo..?? Jawab Seli membuat Vani cengengesan.
" Iya Maz Bejo versi tampannya.." Jawab Vani cekikikan.
Zela dan Brayen menoleh ke arah Vani dan Seli, Membuat mereka berdua sedikit salah tingkah.. Tapi tentu saja Zela dan Brayen tak mempermasalahkan apa yang dikatakan oleh mereka berdua.
Setelah acara makan makan bersama juga kumpul bareng bersama, mereka pamit kepada Mamah Hana dan juga Pak Adam yang sudah pulang dari kantornya.
Sedangkan Jova masih tinggal di rumah keluarga Adafsi.
Brayen dan Zela masuk kedalam kamarnya, setelah tadi sebelumnya di ruang tengah sudah becanda terlebih dahulu dengan Bunda Wina juga Pak Riko.
__ADS_1
Zela menghempaskan dirinya diranjang, begitu juga dengan Brayen di sebelahnya, sesaat mata mereka saling bertemu, tapi dengan segera Zela mengalihkan pandangannya, tapi tidak dengan Brayen dia masih tetap memandang Zela dengan intens.
" Yank..." Panggil Brayen kepada Zela, seketika membuat Zela langsung menoleh ke arahnya.
Mata mereka kembali bertemu, Bahkan dari dalam hati mereka sama sama saling menggumi satu sama lain, begitu baiknya Tuhan menciptakan mahluk yang berada didepan mereka masing masing.
gila...kenapa makin hari kak ray semakin ganteng saja sih... batin zela memuji brayen yang memang selalu tampan bahkan tidak berkurang ketampanan brayen meskipun zela setiap hari selalu bersamanya.
" Gue.." Ucap Brayen terpotong karena Zela.
" Gue belum siap kak..mau mandi juga.." Jawab Zela yang mengira Brayen akan meminta haknya.
Brayen tertawa mendengar penuturan Zela, membuat Zela sedikit kesal juga bingung.
" Emang loe kira gue mau apa..?? Tanya Brayen kepada Zela.
" Mau itu kan..???? " Jawab Zela sedikit ragu.
" Itu apa..??? " Tanya Brayen lagi semakin jail.
" Ya itu.. yang tadi malam kita lakuin.." Jelas Zela sedikit malu.
" Tadi malam..??? Gumam Brayen pura pura mengingat.
" Owh... Jadi loe minta nih..." Sambung Brayen lagi membuat Zela kesal plus malu.
" Ish...apaan sih Kak ray.. bukannya kak Ray sendiri tadi yang minta..?? Tanya Zela kepada Brayen.
" Kapan gue minta..?? Tanya Brayen lagi dengan jailnya.
" Barusan kak ikh.." Jawab Zela kesal.
" Gue tadi mau bilang kalau gue mau mandi dulu... setelah itu baru makan loe.." Ucap Brayen mengacak rambut Zela dan sengaja mengerjai Zela.
Brayen tersenyum melihat muka cantik Zela terbengong karena ulahnya, setelah itu Brayen berdiri dan berlalu menuju kamar mandi,tapi sebelum sampai dipintu Zela menarik tangannya membuat Dia kembali menoleh ke arah Zela.
Cup....
Zela mencium bibir Brayen tapi hanya sekilas, Zela tersenyum dan malu dengan ulahnya sendiri, akh... sejak kapan dia jadi seagresif ini.
Tapi tentu saja Brayen sangatlah suka dengan perlakuan Zela, di tariknya kembali hidung Zela dengan pelan dan gemas.
" Gadis nakal.." Ucap Brayen mengacak rambut Zela gemas lalu masuk kedalam kamar mandi.
Brayen berkaca melihat pantulan dirinya di dalam cermin, menatap bibir menawannya yang baru saja dikecup oleh istri cantiknya.
" Malam ini loe harus bekerja dengan baik.." Gumam Brayen untuk bibirnya sendiri.
Sedangkan Zela dikamar sedang berbaring sambil membayangkan kejadian barusan, tadi pagi dia juga mencium Brayen duluan dan sekarang terjadi lagi.
Zela menyentuh bibirnya pelan, lalu tersenyum tapi kemudian kembali uring uringan tak jelas.
" Aish..nih mulut kenapa sih nggak bisa dikontrol main nyosor aja.." Gumam Zela pada diri sendiri.
Setelah beberapa menit, Brayen keluar dari dalam kamar mandi, dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di bagian bawah pusar sampai paha, tentu saja perut berotot Brayen kelihatan.
Rambut acak acakan yang masih basah menambah Brayen semakin terlihat cakep dimata Zela, bahkan Zela merasakan degup jantungnya yang seperti ingin meledak.
Brayen menghampiri Zela yang sedang terbengong menatapnya, padahal Zela sedang mati matian menahan dirinya untuk tidak melakukan hal yang menurutnya bodoh.
oke zel.. rileks.. dek please bantu mommy agar tidak menyerang daddy... batin zela berbicara kepada anak yang ada didalam perutnya.
Jika saja Brayen tau benar benar konyol Zela.
" Kenapa..?? Tanya Brayen mendekat kepada Zela.
" Eh...stop kak..." Jawab Zela sambil memejamkan matanya tidak ingin melihat keindahan yang ada didepannya.
Brayen mengernyitkan keningnya bingung, dia menatap Zela yang masih memejamkan matanya.
Cupp...
Brayen dengan sengaja malah mencium bibir Zela, membuat Zela terkejut tapi tidak berani membuka matanya.
" Mandi dulu... apa mau main sekarang..??? Bisik Brayen sengaja mengerjai Zela.
Seketika Zela membuka matanya, menatap Brayen lalu mendorong Brayen dan langsung ngacir menuju kamar mandi.
Brayen tersenyum melihat tingkah unik istrinya itu.
" Cantik lucu..." Gumam Brayen lalu menuju lemari untuk berganti baju.
Zela bernafas lega setelah berada dikamar mandi, kenapa akhir akhir ini Zela sangatlah agresif kepada Brayen apa ini bawaan debay..??
apa anak gue cewek ya.. pengennya bermanja terus sama daddynya yang ganteng.. batin zela sambil mengerus perutnya yang masih rata.
Pengumuman
Buat kalian yang nggak suka sama cerita ini, tolong nggak usah dibaca dari pada comment yang bikin author jadi down atau males lagi buat lanjutin ceritanya.
__ADS_1
Dan buat kalian yang suka dengan cerita ini Jangan lupa buat Like, Comment dan juga Vote..
Big Thanks... 🙏🙏😘😘