Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Tertunda Lagi


__ADS_3

Zela menghampiri kedua sahabatnya dan juga satpam ganteng mereka, benar saja apa yang di katakan oleh Vani tadi, sebuah dus besar dengan beberapa piscok sudah di buka dan siap untuk mereka santap, bahkan bau piscok itu begitu menggugah selera makan Zela, meskipun pada dasarnya Zela memang sedang nafsu jika soal makanan.


Bahkan tidak hanya satu dus saja, melainkan 5 dus yang di bawa oleh Dimas dan Xelo untuk menikmati piscok yang ketiga gadis cantik itu pesan.


Zela dengan semangat langsung mengambil piscok dengan keju dan coklat yang begitu banyak di atasnya.


" Pakai sendok kali Zel." Tegur Seli yang tidak mendapat respont dari Zela.


Pasalnya Zela mengambilnya dengan tangannya, meskipun sudah di sediakan sendok, Seli hanya menggelengkan kepalanya, sepertinya anak Zela ini benar-benar cowok yang mirip dengan Daddy nya, cuek itulah yang dapat Seli gambarkan dari calon anak Zela nanti.


" Ray mana Zel?." Tanya Dimas sembari mengunyah piscok yang tadi di belinya.


Zela hanya menunjukan ke atas tapi dengan dagunya, Zela malas bicara karena mulutnya sedang full dengan piscok yang di makannya.


Tidak lama orang yang baru saja di tanyakan datang, Brayen sudah berganti baju santai rumahannya, tapi tetap bila gadis-gadis di luar sana yang melihatnya mereka akan tetap terpesona, seperti apapun pakaian Brayen memang tidak akan mudah menolak pesonanya.


Brayen memandang Zela yang sedang begitu lahap memakan piscoknya, bahkan keju mozarela yang ada di piscok itu sampai menempel di bibir Zela, membuat Brayen membayangkan yang tidak-tidak tentang itu.


Brayen sampai meraba bibirnya dengan lidahnya, dengan matanya yang terus memandang Zela, bukan karena ingin dengan piscoknya, melainkan ingin dengan lamunan imajinasinya.


Fix untuk saat ini otak Brayen benar-benar sedang mesum atau omes.


" Ray woy!!." Teriak Xelo melihat keberadaan Brayen, membuat Brayen menghampiri mereka.


Brayen mendekat ke arah mereka, lalu duduk tanpa berminat dengan piscok yang sedang mereka makan.


" Lo nggak makan?." Tanya Dimas yang dapat gelengan kepala dari Brayen.


" Ini enak Kak, cobain ya?." Pinta Zela kepada Brayen.


Tetapi Brayen tetap menggelengkan kepalanya, pertanda memang dia sedang tidak ingin memakan piscok yang sudah membuat keinginannya tertunda.


" A... a....." Ucap Zela sembari menyuapkan piscok kepada Brayen.


Karena terus di paksa oleh Zela membuat Brayen mau tidak mau akhirnya memakannya juga.


Dan...


Dueerrr.... Brayen melotot merasakan sensasi kenikmatan piscok yang di balut dengan keju mozarela, juga dengan coklat di bagian paling luar.


Dimas dan Xelo tertawa melihat ekspresi wajah Brayen yang terlihat konyol setelah memakan piscok.


ah... sial ini memang enak, tapi tetap enakan pisang gu**e batin Brayen.


" Baru makan piscok Lo?." Tanya Dimas meledek.

__ADS_1


" Nggak enak makanan kayak gini." Jawab Brayen berbohong.


Karena memang Brayen mengakui jika makanan ini cukup enak dan menyatu dengan lidahnya, tapi hanya dalam hatinya saja.


" Tapi muka Lo berkata lain." Jelas Dimas lagi membuat yang lain tertawa.


" Serah Lo deh." Jawab Brayen singkat membuat Dimas dan Xelo tertawa.


Sedangkan para cewek-cewek sibuk dengan berbagai piscok dengan toping yang berbeda-beda, bahkan semua dus sudah mereka buka.


" Jangan banyakan Mi ntar gendut." Ucap Dimas kepada Seli dengan nada bercanda.


" Gendut perutnya nggak papa Kak Dim." Jawab Vani yang langsung dapat tatapan tajam dari Seli.


" Mulut Lo." Kesal.Seli yang dapat cengiran dari Vani.


" Beb kalau udah pengen bilang aja, aku selalu siap kok bikin perut kamu gendut kayak Zela." Jelas Xelo yang sukses membuat semua menatapnya dengan tajam.


" Sembarangan aja kamu Beb." Jawab Vani sedikit kesal tapi juga malu dengan perkataan Xelo tadi.


" Kan aku nawarin Beb, siapa tau kamu udah nggak sabar, dan nggak tahan berduaan terus sama aku." Sambung Xelo yang terdengar semakin tidak beres saja atau ambigu.


Vani dan Seli langsung melayangkan bantal sofa ke arah Xelo, begitu juga dengan Dimas dan Brayen yang melayangkan pukulan di kepala Xelo.


" Anak orang itu di jaga bukan di rusak." Jelas Brayen yang langsung dapat acungan jempol dari Dimas.


" Nih kayak kita nggak pernah aneh-aneh ya Mi." Ucap Dimas lagi membanggakan hububgannya dengan Seli.


" Nggak aneh-aneh di depan kita, kalau udah berdua mana tau kita." Jelas Xelo lagi yang kali ini dapat anggukan dari Brayen.


Seli dan Vani menggelengkan kepala dengan tingkah ketiga cowok tampan itu, mereka sebenarnya sama saja, berotak mesum.


Sampai akhirnya Seli dan Vani menatap ke arah Zela yang sedari tadi tidak ikut berkomentar, Zela terlalu sibuk dengan piscok di depannya.


Betapa terkejutnya mereka melihat Zela yang sedang mengunyah tanpa henti, bahkan ketika mereka melihat dus piscoknya, semakin membuat Seli dan Vani terkejut.


" Zezel...!!!." Terika Seli dan Vani barengan, membuat ketiga cowok yang tadi sedang membahas hal yang tabu itu menoleh ke arah Zela bersamaan.


Mereka semua melotot tidak percaya, piscok yang tadi masih begitu banyak sudah habis tinggal satu yang sekarang juga berada di tangan Zela.


Bahkan Xelo sampai melihat ke bawah meja. Kali saja Zela umpetin di situ, karena sangat tidak mungkin Zela menghabiskan sendiri begitu saja, pikir Xelo.


" Lo makan semua?." Tanya Vani yang dapat anggukan dari Zela.


" Astaga." Gumam Seli tidak percaya.

__ADS_1


Tidak lama terlihat jelas gerakan pada perut buncit Zela, membuat yanga lain menatapnya takjub, sedangkan Brayen tersenyum dia tau jika anaknya kenyang karena Mommy nya yang begitu rakus sekarang dengan makanan.


" Baby udah minta di tengokin sama Daddy nya yang." Bisik Brayen ketika mendekati Zela.


Zela menoleh ke arah Brayen dengan senyum.


" Bukan itu Kak, Baby masih ingin piscok." Jawab Zela terkikik.


Sedangkan Brayen menatap Zela tidak percaya, dengan gemas Brayen langsung menggendong Zela menuju ke atas. Membuat yang lain memandang mereka dengan bingung.


" Yah... Zela malah pergi udah habisin piscoknya." Gumam Vani begitu memelas, yang langsung di angguki oleh Seli.


" Kira-kira mereka mau ngapain ya?." Sambung Seli membuat Dimas langsung menoleh ke arah Seli.


" Mau bikin dedek, biar jadi dua." Jawab Dimas membuat Seli menoleh ke arah Dimas dan langsung memukul lengan Dimas pelan.


" Sembarangan." Jawab Seli tidak terima dengan ucapan pacarnya barusan.


" Lo kok gitu? tadi kamu sendiri Mi yang ingin tau mereka mau ngapain." Jelas Dimas.


" Kapan? aku nggak mungkin ya tanya kayak gitu." Jawab Seli membuat Dimas menggelengkan kepalanya.


Wanita memang selalu benar.


Dan kini Zela dan Brayen sudah berada di kamarnya. Brayen memandang Zela yang masih berada di gendongannya.


Meskipun Zela berat, tapi jika Brayen ada maunya, membuat rasa berat itu seperti hilang begitu saja.


" Kak Ray aku ma...." Ucap Zela terputus karena Brayen sudah membungkamnya dengan kecupan.


Brayen terus mel*mat bibir Zela yang masih tersisa coklat juga keju di bibirnya.


Rasanya memang manis tapi tetap saja Brayen tidak suka dengan makanan yang bernama piscok itu. Meskipun tadi dia sempat memuji rasanya ketika memakannya.


" Ini saatnya yang kamu rasain pisang punyaku yang jauh lebih enak." Bisik Brayen membuat Zela menggeleng pelan.


Brayen menautkan alisnya, karena tidak biasanya Zela menolak seperti itu.


" Kamu tidak pengen pisangku yang?." Tanya Brayen yang sudah sedikit kesal.


" Pengen tapi nanti, sekarang perut aku mules Kak, aku harus ke kamar mandi." Jawa Zela membuat Brayen menghela nafasnya.


Sekali lagi keinginan Brayen harus tertunda, dan ini sudah yang ketiga kalinya, jika nanti setelah Zela dari kamar mandi masih ada gangguan lagi. Brayen benar-benar akan melupakan keinginannya, atau kalau tidak dia tidak akan perduli dengan apa yang akan membuat keinginannya tertunda.


Dan sudah di pastikan masih akan ada gangguan lagi, karena sahabat mereka masih berada di bawah. Mereka sekarang sedang bermain dengan Yubi, kucing kesayangan Zela.

__ADS_1


Buat yang minta Zela cepet lahiran, dan ceritanya di skip, oke besok-besok pasti aku skip langsung ke cerita Zela lahiran, tapi nanti dulu ya... Nikmati ke konyolan mereka dulu sebelum cerita anak pasangan Azela Brayen.


Like, Comment and Vote ya gaes.. Vote please..


__ADS_2