Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Arshaka Kaindra Zafano


__ADS_3

Bayi pasangan Azela dan Brayen sudah di bersihkan juga di pakaikan baju bayi untuk menutupi tubuhnya, tadi juga Brayen sudah mengadzaninya terlebih dahulu, Bayi yang sangat tampan dan menggemaskan itu kini sudah di kelilingi orang-orang yang sudah lama menunggu kehadirannya dan akan sangat menyayanginya.


Bayi Zela dan Brayen lahir dengan berat badan hampir 4kg, dengan bb 3,8kg dan panjang 51cm. Beruntung Zela bisa melahirkan dengan normal, di usia yang masih sangat muda juga dengan bb bayi mereka yang begitu besar.


Keluarga Adafsi dan Zafano kini sedang memperhatikan bayi tampan nan montok itu terlelap dalam bok tidur. Sangat menggemaskan pikir mereka semua, bahkan meskipun baru lahir beberapa jam bayi pasangan Zela dan Brayen sudah mendapat banyak ucapan dari rekan bisnis keluarga Adafsi dan Zafano.


Sedangkan sahabat Brayen dan Zela sedang bercerita di dekat ranjang Zela, mereka juga memberi selamat untuk Zela dan Brayen pastinya.


" Cieee... Sekarang emak-emak Lo ya." Ucap Vani meledek Zela.


" Tua sebelum waktunya Gue." Jawab Zela membuat mereka semua tertawa.


" Mending tua sebelum waktunya yang dari pada perawan tua." Jelas Brayen yang terdengar tidak nyambung dengan percakapan mereka.


" Apaan Lo nggak nyambung Ray." Sambung Dimas menyela perkataan Brayen.


" Gue nggak nyambung ngomong sama kalian yang masih kecil." Jelas Brayen meledek.


" Sialan Lo, baru anak satu aja udah songong." Jawab Dimas membuat yang lain tertawa, begitu juga dengan Brayen yang terkekeh.


Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi mereka, dengan segera Bunda Wina mengangkat cucu kesayangannya dan memberinya kepada Zela.


" Dia haus sayang." Ucap Bunda Wina membuat Zela mengangguk.


Zela tau apa yang harus di perbuatnya sekarang ialah memberi asi kepada anak tampannya.


" Aduh... Sayang, anak Mommy haus ya pengen minum?." Ucap Zela berbicara kepada bayinya.


Bayi itu semakin menangis, membuat Zela segera membuka kancing bajunya, tapi tiba-tiba kegiatan Zela terhenti, Zela menatap ke arah Brayen, seakan tau maksud istrinya, Brayen segera menyuruh Dimas dan Xelo untuk keluar terlebih dahulu karena Zela akan memberikan asi untuk anaknya, jelas Zela malu karena sudah di pastikan aset berharganya akan terlihat oleh lelaki yang bukan mukhrimnya.


Zela juga tersenyum kikuk kepada Ayah martuanya dan juga Papahnya, dengan segera Bunda Wina dan Mamah Hana menyuruh suami mereka untuk keluar terlebih dahulu, lalu kembali kepada Zela yang sedang meny*sui anaknya setelah kepergian para laki-laki selain Brayen.


" Sayang keluar kan asi kamu?." Tanya Mamah Hana kepada Zela.


" Keluar kok Mah." Jawab Zela membuat Mamah Hana dan Bunda Wina tersenyum merasa lega.

__ADS_1


" Bun, Mamah Han, Vani juga pengen punya baby kayak Zezel." Cletuk Vani membuat para wanita yang berada di sana terdiam sejenak lalu tertawa ringan.


" Sana bilang Kak Xelo, dengan senang hati pasti dia bantuin kamu bikin baby." Jawab Seli begitu ambigu, Zela menggelengkan kepalanya mendengar penuturan sahabatnya itu.


" Huss... Sekolah dulu yang bener, sebentar lagi juga kan kelas 3, setelah lulus baru nikah sayang." Jelas Mamah Hana kepada Vani.


" Tapi Zela juga masih sekolah udah nikah Mamah Han, aku juga pengen." Jawab Vani membuat Mamah Hana dan Bunda Wina tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


" Itu sih mau Lo aja yang omes." Ucap Seli sembari menoyor kepala Vani.


" Auw... Kebiasaan deh Sel aniaya Gue mulu." Kesal Vani.


" Lebay Lo baru di gituin aja bilangnya aniaya, sini Gue potong beneran leher Lo." Jawab Seli membuat Bunda Wina dan Mamah Hana gemas dengan tingkah sahabat Zela ini.


" Udah... Jangan berisik dulu kalian ya, cucu Bunda lagi net*k tuh nanti keselek denger kalian nyerocos terus." Jelas Bunda Wina membuat Seli dan Vani tersenyum kikuk sembari mengangguk.


Tidak lama pintu ruangan terbuka, Zifa yang baru selesai kuliah menghampiri Zela dan yang lainnya. Di ikuti Dara dari belakang karena mereka datang bersamaan tadi dari kampus dan juga Sekolah.


Setelah menyalami kedua tangan Bunda Wina dan Mamah Hana, Zifa langsung duduk di sebelah Zela, matanya berbinar melihat baby tampan dan menggemaskan yang baru saja selesai net*k Mommy nya.


" Ini ponakan Gue dek?." Tanya Zifa yang di angguki oleh Zela dengan senyum.


" Mah... Pengen." Ucap Zifa menoleh ke arah Mamah Hana.


" Bilang dong sama Jova di suruh ke rumah sama orang tuanya." Jawab Mamah Hana membuat Zifa tersenyum kikuk.


Pasalnya memang Zifa belum ingin berumah tangga, dia masih ingin menikmati masa pacaran bersama Jova, meskipun terbilang sudah cukup lama dan matang untuk mereka melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius lagi, tapi Zifa masih menikmati hubungannya yang sekarang dengan Jova.


Dan kini semua sudah berada di ruangan lagi. Sangat ramai rasanya tapi tetap ruangan itu tidak terasa sempit. Karena memang ruang VIP yang begitu sepesial untuk keluarga Zafano.


Baby boy Zela dan Brayen sedang di gendong oleh Titanya, sedari tadi Mamah Hana dan Bunda Wina terus bergantian menimang cucu pertama mereka. Bahkan ketika Pak Riko dan Pak Adam juga ingin menimang cucu mereka tidak di perbolehkan oleh Bunda Wina dan Mamah Hana, dengan alasan takut karena masih terlalu dini.


Brayen duduk di sebelah Zela dengan senyum bahagia juga tangannya yang terus menggenggam erat tangan Zela, lalu Brayen menciumnya dengan penuh kasih, jujur saja Brayen baru saja menggendong anaknya sekali ketika mengadzaninya, setelah itu Brayen tidak lagi menggendongnya, alasannya cukup masuk akal ialah Brayen yang masih takut menggendong baby boy nya.


Meskipun dari lubuk hati Brayen sangatlah ingin menimang anaknya sekarang, terlebih melihat Ibu martua dan Bundanya yang sangat bahagia ketika menimang anaknya, tapi sepertinya Brayen harus bersabar seperti kedua lelaki paruh baya yang tidak di perbolehkan menimang cucu mereka oleh istrinya.

__ADS_1


" Sayang makasih ya." Bisik Brayen membuat Zela menoleh ke arah Brayen dengan senyum.


" Aku juga makasih, Kak Ray udah nemenin aku lalui ini semua." Jawab Zela membuat Brayen langsung menyium kening Zela.


Mereka tidak perduli dengan adanya banyak orang di ruangan itu. Toh nyatanya mereka semua sibuk dengan anak Zela dan Brayen.


" Zezel Baby mau di kasih nama siapa?." Tanya Vani membuat semua orang yang berada di sana terdiam.


Zela dan Brayen saling pandang dan terdiam, mereka melupakan hal penting untuk anak mereka, astaga... Mereka sama sekali belum menyiapkan nama untuk si baby boy.


Sedangkan Pak Riko dan Pak Adam saling pandang dan tersenyum, rupanya kedua lelaki paruh baya yang masih terlihat tampan ini sudah menyiapkan nama untuk cucu kesayangan mereka, jelas karena sejak mereka tau bayi Zela dan Brayen laki-laki kedua lelaki paruh baya itu saling diskusi untuk menyiapkan nama untuk cucu pertama mereka.


Bahkan mereka juga berjanji nama yang mereka siapkan ialah nama yang harus di gunakan. Dan seperti terjawab kini tidak ada yang menyiapkan nama untuk Baby boy yang sudah lahir ke dunia itu. Membuat Pak Riko dan Pak Adam tersenyum dengan penuh kemenangan, baik Pak Riko ataupun Pak Adam memang sudah tidak sabar ingin membawa cucu mereka ke kantor masing-masing untuk di perkenalkan kepada semua karyawan mereka.


" Arshaka." Ucap Pak Riko membuat semua hening.


" Kaindra." Sambung Pak Adam kembali membuat semua terdiam tapi juga mendengarkan dengan seksama.


" Zafano." Sambung Pak Riko dan Pak Adam kompak.


" Hah?." Ucap Brayen tidak percaya dan bingung.


" Arshaka Kaindra Zafano." Jelas Pak Riko dan Pak Adam kompak.


Semua orang yang berada di ruangan itu masih terdiam. Bahkan Bunda Wina dan Mamah Hana juga saling pandang dan terkejut dengan ketledoran mereka karena sampai lupa menyiapkan nama untuk cucu kesayangan mereka.


Tapi tidak lama Zela berseru yang membuat semua orang kembali terdiam dan menoleh ke arahnya.


" Setuju Kek, nama yang bagus." Ucap Zela membuat Pak Riko dan Pak Adam membanggakan dirinya.


Bahkan Zela memanggil Ayah martua dan Papahnya dengan sebutan " Kek", semua masih terdiam sampai akhirnya Brayen ikut bersuara.


" Boleh juga." Ucap Brayen dengan nada datarnya.


Tapi tidak di pungkiri jika nama yang di berikan oleh Pak Riko dan Pak Adam memanglah bagus, bahkan mereka yang merupakan lelaki sibuk saja masih ingat dengan nama yang akan di berikan kepada cucu mereka, berbeda dengan Zela dan Brayen yang malah lupa akan hal penting seperti itu.

__ADS_1


Big Thanks buat kalian yang udah kasih pilihan nama buat anak mereka, sekali lagi aku sangat berterimakasih 😊 , Semoga kalian nggak kecewa ya aku pakai nama pilihan aku sendiri 🙏


Jangan Lupa Like, Comment and Vote oke.


__ADS_2