Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Bahagia


__ADS_3

Zela terus tersenyum ketika mendapat pesan dari Brayen... Bagaimana mungkin disaat seperti ini suaminya malah mengirim pesan yg begitu so sweet menurutnya...


Vani yg melihat Zela senyum senyum sendiri juga ingin tau, ada apa sebenarnya dengan sahabatnya itu...


Saat Vani tau kebenarannya, matanya langsung melotot dengan mulut yg terperangah... dengan cepat iya tutupi dengan tangannya...


" Astaga Zel... so cute...." Ucap Vani membuat Zela juga kaget karena dia tidak mengetahui kalau Vani juga melihat.


" Vani ikh... Kepo.." Jawab Zela Yang dijawab Vani dengan cengiran.


" Apaan sih..?? Tanya Seli yg mulai penasaran dengan kedua sahabatnya.


" Kak ray..ganteng bgt..." Jawab Vani yg malah kegirangan sendiri.


" Hah..??? Bingung Seli.


" Liat...nih... kalau gue mungkin udah klepek klepek Zel..." Sambung Vani lagi.


M Brayen Zafano



" Ini Kak ray..?? Tanya Vani tak percaya..


Zela mengangguk dengan senyum.


" Iya lah kak ray.. Masa Maz Bejo.." Jawab Vani.


" Maz Bejo kan sayangnya loe Van.." Ledek Seli.


" Ikh..apaan...ogah ya gue.." Jawab Vani kesal.


Tak lama bel masuk berbunyi.. Tap sayang peljaran terakhir hari ini kosong.. Mereka disuruh mengerjakan tugas dari Guru yg haruanya sekrang mengajar.


" Zel.. Sel..ntar ke caffe biasa yuk..." Ajak Vani kepada Zela dan juga Seli.


" Gue sih ngikut.." Jawab Seli masih fokus dengan tugasnya.


" Loe Zel..?? Tanya Vani.


" Sorry gaes..kalau ntar gue gk bisa.. besok aja gimana..?? Tanya Zela.


" Besok..??? Seriusan ya..jangan gk jadi lagi.." Ucap Vani dan Zela mengangguk dengan senyum.


" Gue traktir deh besok.." Tambah Zela dan Vani langsung kegirangan.


" Seriusan..??? Yeayy..." Teriak Vani seperti anak kecil membuat seisi kelas menoleh kearahnya.


Vani tersenyum kikuk...


" Van...jangan berisik..kerjain tugas loe.." Suruh ketua Kelas.


" Iya...bawel loe.." Jawab Vani seenak jidat.


" Makanya jangan lebay loe.. giliran dikasih mkanan gratis aja girang bgt..." Ledek Seli


" Biarin😝😝 .. " Jawab Vani memeletkan lidahnya.


" Udah... sesama pemulung kuliner jangan berantem... kerjain tuh tugas.." Sambung Zela membuat mereka berdua menoleh kearahnya kesal.


" Sialan..loe..." Jawab Seli dan Vani barengan.


Setelah semua selesai dengan tugasnya.. mereka segera mengumpulakan.. Tak lama bel pulang berbunyi... dengan segera siswa sisiwi berhamburan kelur kelas.


Zela,seli dan juga Vani berjalan menuju keparkiran, seperti biasa mereka berjalan dengan santai sambil mengobrol.


" Belum dijemput Zel..?? Tanya Seli.


" Udah didepan kok.." Jawab Zela.


" Ya udah sono pulang..." Usir Vani.


" Ngusir ya loe.. Fine besok loe aja Sel yg gue traktir..." Jawab Zela membuat Vani langsung melancarkan aksinya.


" Aduh..baby Zel Zel... gue cuma becanda.. loe mau lama lama disini sama kita juga gk papa kok.." Jawab Vani.


" Ogah..." Jawab Zela singkat.


" Sialan loe.." Kesal Vani.


" Rasain loe..emang enak..." Ledek Seli membuat Vani cemberut.


" Seli.... Roarr....." Teriak Vani menirukan suara singa dengan tatapan yg ditajam tajamkan.


Zela dan Seli tertawa ngakak melihat tingkah sahabatnya yg satu ini benar benar konyol.


" Gemess gue ma loe.." Cubit Zela dipipi Seli.


" Auw...Zelaa...ikh..." Pekik Vani.


" Loe tuh gk cocok jadi Singa betina.. loe cocoknya jadi beruang betina Van.." Goda Seli


" Sekali lgi... Roarr..roarrr..." Ucap Vani Kali ini dengan jari jari tangannya yg seperti ingin mencakar.


Zela tak henti hentinya tertawa..Akh...Teman yg satunya ini benar benar konyoll...


Vani mengejar Seli dan setelah merasa lelah mereka berhenti


" Udah akh..gue balik.. lama lama bareng kalian bisa gila gue.. duluan ya...." Pamit Zela


" Ti ati Zel..." Teriak Seli.

__ADS_1


" Jangan lupa besok gue juga ya Zel..." Teriak Vani yg menagih traktiran dari Zela.


" Gk janji gue Van.." Teriak Zela tampa menoleh kearah mereka.


Zela sengaja mengerjai Vani.


" Ha..ha..ha..****** loe gk jadi dapat makanan gratis.." Ledek Seli lalu msuk kedalam mobilnya.


" Seli...sialan loe..." Jawab Vani menendang ban mobil Seli lalu dia masuk kedalam mobilnya.


" Duluan sayang..." Pamit Seli kepada Vani membunyikan klakson mobilnya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Zela sampai di depan.. dia sedikit terkejut melihat Vera yg sedang mengobrol dengan suaminya itu.


" Mau ngapain lagi tuh cewek.." Gumam Zela.


dia lalu segera menghampiri mereka.


" Kak ray.." Sapa Zela.. Membuat Brayen dan Vera langsung menoleh kearahnya.


" Yank... Ayo pulang.." Ajak Brayen.


" Zel..emmm..gue sekalian ya tadi gk bawa mobil.." Sambung Vera tiba tiba.


dasar saiko..tadi aja loe labrak gue..sekarang minta tumpangan..gk tau malu.. batin zela.


" Owh..gue terserah kak ray..." Jawab Zela enteng. Membut Vera semakin kesal dengannya.


Pasalnya tadi sebelum Zela sampai, Vera sudah meminta untuk diantarkan tapi Brayen menolaknya.


Dan dengan tidak tau malunya, Vera menunggu Zela yg ntah kenapa dia merasa Zela tidak akan menolaknya.. Padahal sudah jelas kalau Zela tidak akan lagi bisa bersikap baik dengannya kecuali Vera berubah, tidak mencari masalah lagi dengannya juga sahabat sahabatnya.


" Gue nanti ada urusan... Lain kali aja..." Jelas Brayen membuat Vera tersenyum getir.


Zela masuk kedalam mobil.. Dia tersenyum senang dengan apa yg dilakukan oleh suaminya itu.


" Duluan ya.." Pamit Zela kepada Vera yg terdengar seperti ledekan.


Brayen melajukan mobilnya...


Setelah mobil Brayen tak terlihat lgi... Teman teman Vera segera mendekatinya.. Mereka merasa iba dengan Vera.. Tapi mereka juga sebenanrya tau kalau Vera tak akan mampu menyaingi Zela yg lebih segalanya dari Vera..


Hanya saja mereka tidak berani mengatakannya..


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Mobil Brayen terus melaju membelah jalanan kota.. Mereka menikmati perjalan sembari mendengarkan alunan musik yg sangat pas disuasana saat ini.


" Kak ray..kita langsung kedokter..?? Tanya Zela.


" Gk usah..kita pulang aja.. Dokternya udah dirumah...Bunda tadi telp.." Jelas Brayen dan Zela mengangguk mengerti.


" Hah..?? Bingung Zela.


" Pesan gue..." Jelas Brayen.


" Owh..untuk apa dibalas..Kak ray kan kirim foto bukan chat.." Jawab Zela.


" Gk suka..?? Tanya Brayen singkat


" Suka... " Jawab Zela tak kalah singkat...membuat Brayen menghela nafas.l kasarnya.


" Cute malah kata Vani.." Sambung Zela.


" Kalau menurut loe..?? Tanya Brayen.


" Gue..??? Tanya Zela dan Brayen mengangguk sambil fokus menyetir.


" Iya sama kayak Vani.." Jelas Zela malu.


" Cuma itu..?? Tanya Brayen membuat Zela merasa terpojok.


" Ya apa lagi memangnya...?? Tanya Zela membuat Brayen mengerutkan keningnya.


Tiba tiba mobil Brayen menepi, dengan segera dia menghentikn mobilnya.


shittt..gue salah ngomong kayaknya..batin zela.


" Kenapa berhenti disini kak..?? Tanya Zela.


" Gue cuma mau denger pengakuan loe terhadap gue.." Ucap Brayen serius.


" Maksud kak ray..??? Tanya Zela.


" Tatap gue..." Suruh Brayen membuat jantung Zela mulai bergemuruh.


Zela mulai menatap Brayen pelan.. Dia benar benar mengamati setiap bentuk wajah tampan yg berada didepannya.. begitu indah sangat memabukan, bahkan Zela seperti tak bisa mengatakan apapun untuk menggambarkan wajah rupawan suaminya itu.


" Katakan...." Ucap Brayen dengan suara sexynya.


deg....Jantung Zela semakin tak karuan.. rasanya sudah dag dig dug serr......


" Ka..kak..ray..." Ucap Zela terbata bata.


Brayen semakin menatapnya intim.


" Ga..ganteng bgt..." Ucap Zela pelan sambil menggigit bibir bawahnya saking nerfousnya.


Brayen tersenyum...dia sebenarnya sudah sangat gemas dengan Zela.. ingin segera memaknnya bahkan mungkin mereka bisa bermain didalam mobil, tapi dia ingat kalau dirumah sudah banyak yg menunggu mereka.

__ADS_1


Brayen kembali menyalkan mobilnya... Sedangkan Zela dia bingung dengan tingkah Brayen.


apa apaan kak ray..berhenti cuma buat kyak gini..batin zela kesal juga malu.


Mereka sampi dipekarangan rumah mewah dan benar saja disana sudah terparkir mobil mewah milik dokter Edy dan juga Pak Adam.


" Kak ray..?? Papah disini juga..?? Tanya Zela dan Brayen mengangguk sambil tersenyum.


" Ayo..." Ajak Brayen.


Mereka masuk kedalam rumah..benar saja diruang Tv sudah banyak sekali pra orang tua yg menunggu kedatangan mereka.


Zela yg melihat orang tuanyaa segera menghampiri... Brayen dan Zela salim kepada mereka semua..


" Sayang...mamah kangen.." Ucap Mamah Hana memeluk Zela.


" Zela juga mah..." Jawab Zela menyambut pelukan hangat Mamah Hana.


" Gk kangen sama Papah nih.." Sindir Pak Adam, Zela menoleh ke Pak Adam lalu memeluknya.


" Wah...wah...Kamu gk cemburu ray..." Ledek Pak Riko kepada Brayen.


Membuat Brayen salah tingkah...


" Ayah ikh..jangan ngledekin gitu.." Sambung Bunda Wina.


" Jadi ini istri Brayen...?? Wah..cantik sekali..." Puji Dokter Edy.


" Terimakasih Om.." Jawab Zela sopan sambil tersenyum.


" Gk heran kan ed kalau Anak saya langsung menghamilinya.." Jelas Pak Riko Fulgar yg langsung dapat pelototan mata dari Bunda Wina sedangkan yg lain sudah tertawa.


Zela dan Brayen tentu saja sangat malu.. mereka sudah bisa menebaknya kalau kedua orang tua mereka bersama pasti akan terjadi hal hal seperti ini yg akan membuat mereka merasa malu karna godaan dari mereka.


" Ya sudab kalian bersih bersih dulu.. setelah itu kesini ya nak.." Ucap Bunda Wina.


" Baik bund.. mari semua.." Jawab Zela pamitan begitu juga dengan Brayen.


Setelah selesai dengan mandinya Zela dan Brayen segera menuju kebwah...


" Eh...udah sayang..?? Tanya Bunda Wina dan Zela mengangguk.


" Mah..Zela takut..." Ucap Zela lirih kepada Mamah Hana.


" Gk usah takut nak... Kamu hanya diperiksa.." Jawab Mamah Hana menggenggam tangan Zela mencoba menenangkan putri bungsunya itu.


" Ya sudah Ed sekarang saja... gimana..?? Tanya pak Riko.


" Baikalh kalau begitu..saya rasa calon kakek dan nenek disini sudah tidak sabar.." Jawab Dokter Edy membuat mereka tertawa.


Mereka menuju kamar Zela dan juga Brayen.. Dokter Edy segere mengeluarkan peralatannya dan segera memeriksa Zela.


Di ceknya tekanan darah..juga perut dan lain sebagainya... Setelah semua selesai, dokter Edy memberikan vitamin juga obat penghilang rasa mual kepada Zela.


" Jadi gimna ed..sudah berapa minggu cucuku..?? Tanya Pak Riko antusias.


" Sabar rik... sudah jalan 3 Minggu dan dia tumbuh dengan sehat..." Jelas Dokter edy membuat mereka yg berada disana merasa lega dan bahagia.


" Kira kira laki laki atau perempuan dok..?? Tanya Pak Adam membuat mereka semua terkejut lalu tertawa.


" Pak Adam..maaf kalau usia kandungan segini belum terlihat jenis kelaminnya... ini juga masih berbentuk seperti biji... mungkin nanti usia 6 bulan keatas sudah bisa dilihat jenis kelaminnya.." Jelas Dokter Edy membuat Pak Adam mengangguk mengerti.


" Kamu ini Dam..lebih tidak sabarnya.." Ledek Pak Riko.


" Namanya juga Cucu Rik... kita akan jadi cucu.." Sambung Pak Adam bahagia.


" Ray..kamu memang top cer.." Puji Pak Adam membuat Brayen salah tingkah.


" Mana tahan dia dam.. dengan gadis secantik Zela.." sambung Pak Riko membuat semua yg berada disana tertawa.


Setelh Dokter edy selesai memeriksa Zela juga menjelaskan apa saja makanan yg baik untuk ibu hamil.. Dokter Edy,Pak Riko juga Pak Adam menuju ketaman belakang untuk bermin catur sambil bernostalgia.


" Ya sudah sayang kamu istirahat dulu ya..jangan sampe kecapean.." Jelas Bunda Wina.


" Baik Bund.." Jawab Zela sopan.


" Mamah kebawah dulu ya nak.. Ray tolong jagain Zela ya.." Ucap Mamah Hana.


" Mamah ikh..Zela kan gk sakit..." Jawab Zela yg ditanggapi Bunda Wina juga Mamah Hana dengan senyuman.. Lalu kedua wanita paruh baya itu segera keluar dari kamarnya.


Dan kinu tinggalah Zela dan Brayen yg berada dikamar.. Dengan tatapan jail Brayen menatap Zela dengan menaik turunkan alisnya.


.


" Kenapa Kak..?? Tanya Zela pura pura bodoh...


Brayen tak menjawab, di malah semakin mendekati Zela..


" Eh..kak ray mau ngapain..?? Tanya Zela.


" Mau makan loe..." Jawab Brayen sengaja.


Tiba tiba Brayen memeluk Zela... tapi pelukan Brayen terasa hangat dan tulus,membuat Zela merasa nyaman...


" I LOVE YOU..." Bisik Brayen.


Membuat jantung Zela kembali melompat lompat...


" I LoVe You Too.." Jawab Zela lirih dengan tersenyum.


Begitu juga Brayen...akh..mereka begitu merasa bahagia.. sebentar lagi akan hadir malikat kecil, anggota keluar baru ditengah tengah mereka..

__ADS_1


Zela merasa bersyukur.. Meskipun nantinya dia akan melanjutkan sekolahnya dengan home schooling... Tapi sama sekali tak ada penyesalan.. Yg Zela rasakn saat ini hanyalah Bahagia bahagia dan Bahagia... 😊😊


Jangan lupa Like, Comment dan Vote ya kak... Big Thanks.. πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2