Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Keluarga Kecil Yang Bahagia


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 6 petang. Zela masih terkapar di sofa ruangan Brayen. Dia membuka matanya secara perlahan, manik matanya menangkap sosok lelaki tampan di sebelahnya yang masih tertidur pulas seraya memeluk dirinya.


Astaga mereka sampai tertidur di sofa dengan keadaan setengah telanjang dan duduk. Beruntung Dimas tidak masuk ke ruangan Brayen lagi tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Bisa bahaya sekali jika sampai ada yang masuk ke ruangan Brayen dengan pintu tanpa di kunci terlebih dahulu tadi oleh mereka.


" Kak Ray bangun." Bisik Zela pelan di telinga Brayen.


Tidak ada jawaban dari Brayen membuat Zela memainkan hidung Brayen dengan pelan.


Zela menatap bulu mata suaminya yang begitu lentik.


" Ternyata Arsha niruin kamu banget ya Kak, punya bulu mata yang lentik, eh bibirnya juga Kak Ray, hidung juga, terus apanya yang mirip denganku?." Ucap Zela lagi seraya tersenyum sendiri.


" Dagunya seperti punyamu yang terbelah." Jawab Brayen masih dengan memejamkan matanya. Rupanya Brayen sudah bangun sedari tadi, tetapi dia memang sengaja untuk berpura-pura masih tertidur.


" Nyindir banget ya, itu kan punya Kak Ray semua." Jawab Zela seraya menarik hidung Brayen.


Zela sengaja memang menarik hidung mancung Brayen agar Brayen membuka matanya, dan benar saja setelah apa yang di lakukan oleh Zela barusan membuat Brayen akhirnya membuka matanya dengan senyum tampannya.


" Kiss me." Pinta Brayen dengan nada manjanya, juga muka yang di buat semanis mungkin.


Tidak cocok sekali wajah tampan seperti Brayen selalu bersikap manja seperti itu.


Cup, Zela mencium Brayen tanpa menunggu lama, membuat Brayen tersenyum seraya menaik turunkan alisnya, ada maksud tertentu biasanya jika Brayen melakukan itu.


" Apa?." Tanya Zela yang sudah tahu maksud dari keinginan Brayen.


" Lagi yuck yang." Jawab Brayen dengan tampang menggodanya.


Bukannya tergoda Zela malah langsung memukul dada bidang Brayen.


" Sekarang bukan waktu yang tepat Kak melakukan beronde-ronde, Arsha lagi di rumah Mamah, kita di suruh ke sana tadi sama Kak Zifa." Jelas Zela yang membuat wajah Brayen sedikit murung, tetapi seketika kembali ceria.


" Lanjut nanti ya di rumah Mamah?." Tawar Brayen lagi-lagi dengan tampang menggodanya.


" Kak Ray ih." Jawab Zela kembali memukul pelan dada bidang suaminya itu.


Karena sudah semakin malam, Zela dan Brayen akhirnya memutuskan untuk menjemput Arshaka di Rumah Mamah Hana.

__ADS_1


Sengaja memang Bunda Wina menyuruh Brayen untuk tidak memakai mobil sportnya, jelas agar nanti dirinya juga bisa ikut pulang sekalian dengan mereka.


" Sayang...." Panggil Zela melihat bayi tampan dan montok itu sedang bermain dengan kedua Omanya di ruang tengah.


Arshaka menoleh ke asal suara, dia tersenyum lalu berlari ke arah Mommy nya.


" Mumy." Panggil Arshaka seraya berlari senang menghampiri Zela.


Zela menggendong Arsha seraya mencium kedua pipi cubby nya, lagi-lagi Arsha tertawa senang setelah tadi pagi tidak bertemu dengan Mommy nya.


Brayen duduk di sebelah Bunda Wina setelah tadi sebelumnya dia sudah mencium punggung tangan kedua wanita paruh baya itu.


" Papa belum pulang Mah?." Tanya Brayen kepada Ibu martuanya.


" Sudah tadi, tapi pergi lagi ada urusan mendadak." Jawab Mamah Hana seraya tersenyum ke arah menantu tampannya.


Karena hari yang sudah semakin malam, Brayen, Zela, Bunda Wina dan Arshaka pamit untuk pulang, tadinya Zela berniat untuk menginap di rumah Mamahnya. Tetapi mengingat besok kuliah dan belum menyiapkan segala keperluannya mereka berniat untuk menginap di lain hari.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Pagi harinya Azela sudah sangat bersemangat untuk bangun dan berangkat kuliah. Dia juga akan meminta Brayen untuk mengantarkannya ke kampus. Dan ini untuk pertama kalinya Zela berangkat ke Kampus dengan di antarkan oleh Brayen.


Setelah selesai mandi, dia menghampiri Brayen dan Arsha yang masih nyenyak di ranjang tidurnya. Pemandangan yang paling indah menurut Zela melihat wajah orang yang sangat di sayanginya terlihat begitu damai dengan tidurnya.


Cup


Zela mengecup kening Arshaka, lalu mengusap pipi cubby Arshaka, setelah itu bergantian mencium bibir Brayen yang masih memejamkan matanya.


" Morning hubby." Bisik Zela tepat di telinga Brayen.


Brayen membuka matanya perlahan, lalu tersenyum ke arah Zela dengan sangat tampan, meskipun baru saja bangun dari tidurnya, tetapi wajah Brayen memang tidak berkurang sama sekali ketampanannya.


" Kiss me please honey." Jawab Brayen seraya tersenyum tampan.


" Mau lagi?." Tanya Zela yang di angguki pela oleh Brayen.


Cup...

__ADS_1


Zela kembali mencium bibir Brayen sekilas, lalu tersenyum ke arah Brayen yang sedang menatapnya.


" Tumben banget nurut nggak protes?." Selidik Brayen melihat Zela yang menjadi penurut di pagi hari ini.


Biasanya Zela juga akan ngomel-ngomel menyuruh Brayen untuk bangun, dan siap-siap pergi ke Kantor atau ke Kampus. Tapi pagi ini Zela berbeda.


" Mau jadi istri yang penurut dong sama suami." Jawab Zela seraya tersenyum.


Brayen beranjak dari tidurnya, dia mengacak rambut Zela pelan seraya tersenyum.


" Pengen apa sayang?." Tanya Brayen yang sudah tahu perubahan dari sikap istrinya.


" Pagi ini mau di anterin Kak Ray." Jawab Zela sedikit malu.


Ntah kenapa Zela malu mengatakn hal itu, padahal juga biasanya Brayen yang meminta untuk mengantar Zela ke Kampusnya tetapi selalu Zela tolak. Itu semua karena Zela yang tidak mau membuat heboh di Kampusnya dengan kedatangan suaminya. Tetapi setelah mendengar apa yang kemarin teman-teman Kampusnya katakan. Zela berubah pikiran, dia berniat untuk membuat teman-teman Kampusnya itu jera dan tidak lagi terus mengagumi suaminya.


Pokoknya Zela tidak rela.


" Terus apa lagi?." Tanya Brayen kepada Zela.


Brayen mengira Zela akan meminta sesuatu yang lebih, seperti berlibur ke luar negri atau ikut mengunjungi hotelnya yang berada di New York dan Canada mungkin.


" Apa lagi apanya?." Tanya Zela berbalik kepada Brayen.


" Hah, sayang maksudku apa tidak ada permintaan yang lain selain untuk mengantarkanmu ke Kampus?." Tanya Brayen yang mendapat gelengan kepala dari Zela.


Brayen kembali menghela nafasnya, lalu tersenyum miring ke arah Zela, sumpah demi apapun Zela begitu menggemaskan jika sedang seperti ini.


Brayen suka Zela yang sering merajuk dan meminta sesuatu kepada dirinya seperti sekarang ini, dari pada seperti biasanya yang terkadang di mode garang seperti singa.


" Oke aku anterin, tetapi kasih aku vitamin dulu ya yang sekarang." Jawab Brayen seraya menaik turunkan alisnya.


Zela melotot dengan permintaan Brayen barusan, sontak saja dia langsung memukul pelan dada bidang Brayen.


" Kak Ray aku udah mandi ih!!." Kesal Zela seraya terus memukul-mukul pelan dada suaminya.


Brayen malah sengaja menggelitik Zela, mereka suami istri yang masih muda, jadi jika sedang bersama seperti sekarang ini, terlihat seperti orang yang berpacaran saja, tetapi sudah memiliki si kecil Arshaka, sungguh lucu dan menggemaskan keluarga kecil mereka.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari perbuatan mereka berdua membangunkan si kecil Arsha yang kini sudah terduduk seraya menatap kedua orang tuanya yang sedang saling menyerang dengan gelitikan satu sama lain.


__ADS_2