
Mobil mewah Brayen melaju dengan kecepatan sedang untuk menuju ke Sekolah Zela. Jangan lupakan jika saat ini mereka tidak hanya berdua saja, melainkan juga ada Dara yang duduk di belakang mereka untuk pergi ke sekolah bersama dengan Zela.
Pak Adam juga Mamah Hana yang meminta mereka untuk berangkat bersama. Begitu juga dengan Zela yang juga meminta sendiri untuk berangkat bersama dengan Dara, tentu saja karena Zela belumlah mengetahui jika Dara memiliki rasa kagum terhadap suaminya. Jika hanya sebatas kagum saja mungkin Zela juga akan memaklumimya kalaupun memang tau, Zela mengerti jika suaminya ini memang bukan lelaki biasa, tapi Brayen adalah seseorang yang jika di pandang oleh wanita akan membuat wanita itu terbius dengan ketampanan wajahnya.
Seperti halnya sekarang, tidak ada yang menyadari jika Dara sedari tadi mencuri curi pandang kepada Brayen yang sedang fokus menyetir di depannya. Bahkan meskipun terlihat hanya sedikit saja wajah Brayen, tapi Dara tidak mau kehilangan kesempatan itu.
" Dar gimana hari pertama sekolah Lo kemarin ? " Tanya Zela kepada Dara.
" Ya gitu deh Zel.. Masih biasa aja " Jawab Dara yang di angguki oleh Zela.
" Lo sekelas ma Kak Bintang ya ? " Tanya Zela kepada Dara.
Jangan di tanya, jika Brayen langsung menoleh ke arah Zela mendengar nama Bintang di sebutkan dari mulut Zela, sungguh rasanya Brayen tidaklah rela bahkan terasa mendidih telinganya mendengar nama Bintang di sebutkan langsung oleh Zela, meskipun hanya hal kecil seperti itu, tapi begitu mengusik ketenangan hatinya.
" Yang.. Jangan sebutin nama Dia " Ucap Brayen mengingatkan Zela. Sontak saja Dara begitu terkejut dengan apa yang di dengar olehnya barusan.
Dara baru akan mengetahui kebucinan Brayen kepada Zela.
Zela tersenyum ke arah Brayen, tanpa menjawab perkataan Brayen barusan.
" Sayang !! " Ucap Brayen dengan nada yang sudah di naikan satu oktaf karena tidak juga mendapat jawaban dari Zela.
" Fine, Aku bakal lakuin di sini " Sambung Brayen yang sukses membuat Zela menoleh ke arahnya dengan terkejut.
Bagaimana tidak terkejut jika yang di maksud Brayen ialah hukuman untuk Zela yang tidak menjawab pertanyaannya tadi. Konyol memang tapi itulah mereka.
Sedangkan Dara masih dengan diamnya, jika Zela bertanya dia akan menjawab, tapi jika tidak dia akan lebih baik diam, menikmati wajah rupawan Brayen yang hanya di lihat sedikit dari belakang sedikit samping olehnya.
" Kak, jangan gila deh.. Iya sorry nggak lagi Tuan Muda " Jawab Zela yang sukses membuat Brayen tertawa.
" Gadis nakal " Ucap Brayen sambil mengacak rambut Zela pelan.
Sampai akhirnya mobil Brayen berhenti tepat di depan gerbang Sekolah. Dengan segera Dara keluar dari dalam mobil, jagan di tanya jika Zela tadi ketika akan keluar sudah pasti langsung di tahan oleh Brayen untuk memberi kecupan terlebih dahulu pada bibir manis Brayen.
Cupp...
Zela tanpa menolak melakukannya, tentu saja karena itu juga sedah menjadi ke biasaan mereka berdua.
Brayen kembali mengacak rambut Zela pelan, juga tersenyum ke arah Zela, senyuman yang begitu tampan, dan lagi-lagi di lihat oleh Dara, seseorang yang masih berdiri di sebelah mobil Brayen.
" Semangat ya yang ! " Ucap Brayen yang di angguki oleh Zela dengan senyuman manisnya. Bahkan Brayen sama sekali tak menyapa Dara, tentu saja karena Brayen sempat melihat tatapan mata Dara yang membuatnya risih. Dan Brayen tidak suka itu.
Setelah mobil Brayen berlalu. Zela dan Dara masuk ke dalam sekolah. Jujur saja Dara sedikit kecewa karena Brayen sama sekali tidak mengajaknya mengobrol, bahkan rasanya tadi seperti tidak ada dirinya saja di dalam mobil. Jika bukan karena Zela yang mengajaknya bicara, mungkin Dara akan terus diam sampai di sekolah.
" Dar.. Sorry ya, Lo pasti ngerasa Kak Ray cuek banget, dia emang gitu Dar sama orang yang baru kenal, nggak banyak omong dan ya itu tadi cuek, jadi Lo jangan ngerasa gimana-gimana ya " Jelas Zela yang merasa tidak enak kepada Dara. Karena memang Brayen seperti tidak menganggap Dara ada bersama mereka tadi.
" Lo tenang aja Zel, Gue tau kok " Jawab Dara dengan senyuman yang di paksakan.
Sampai akhirnya kedua sahabat Zela menghampiri mereka berdua, siapa lagi kalau bukan Seli dan Vani.
" Zezel..!! " Teriak mereka bersamaan, sampai membuat Zela yang di hampiri kedua sahabatnya itu menutup telinganya karena teriakan Seli dan Vani yang terdengar begitu keras.
" Kalian ih.. Pagi-pagi udah bikin telinga gue mau tuli tau nggak " Kesal Zela yang dapat cengiran dari Seli dan Vani.
" Hai Dar.." Sapa Seli dan Vani kompak kepada Dara.
" Kalian berangkat barengan ? " Tanya Seli yang di angguki oleh Zela dan juga Dara.
" Kok bisa ? " Sambug Vani bertanya.
" Ya bisalah Van.. Gue kan nginep di rumah tadi malam " Jawab Zela yang kembali di angguki oleh Vani.
" Eh.. Gue duluan ya, ada tugas yang belum Gur kejain " Pamit Dara berlalu kepada mereka.
" Oke Dar.. Semangat ya " Jawab Zela yang dapat acungan dari Dara.
__ADS_1
Setelah kepergian Dara, ketiga gadis cantik itu menuju ke dalam kelasnya. Tentu saja Seli dan Vani akan membahas tentang rencana double date nanti sore setelah pulang sekolah. Bahkan itu tanpa Zela sendiri ketahui karena Brayen juga belum memberitahukannya.
" Btw nanti kita ke salon dulu yuk " Ajak Vani semangat kepada Zela dan juga Seli.
Zela mengernyitkan keningnya bingung, sedangkan Seli malah menepuk jidatnya.
" Ke salon ? Buat apa? " Tanya Zela bingung kepada Vani.
" Ih.. Kok buat apa sih Zel ? Ya biar kita keliatan lebih cantik lah, gimana sih Lo ? " Jelas Vani kepada Zela.
" Astaga Vani.. Nggak harus ke salon juga kita emang udah cantik, Lo kenapa jadi rempong gini sih? Biasanya juga Lo yang paling PD " Jawab Seli membuat Vanu tersenyum kikuk.
" Ya secara Gue kan pengen terlihat cantik di depan cowok Gue Sel " Tambah Vani menjelaskan kepada Seli.
" Bentar, kalian bahas apa sih sebenarnya? " Tanya Zela kepada kedua sahabatnya.
" Double date kita dong Zela nanti " Jawab Vani semangat, tentu saja Zela cukup terkejut, pasalnya dia tidak tau sama sekali soal rencana double date yang akan mereka lakukan nanti.
" Kok Gue nggak tau sama sekali sih.? " Tanya Zela yang juga membuat Seli dan Vani terkejut.
Bagaimana bisa Zela tidak mengetahuinya, sedangkan yang merencanakan ini semua ialah suaminya sendiri.
" Lo beneran nggak tau apa-apa soal ini? " Tanya Seli memastikan.
Zela menggeleng, membuat Seli dan Vani saling pandang, kemudian tertawa, sedangkan Zela malah semakin bingung karenanya.
" Kalian jelasin deh " Suruh Zela kepada kedua sahabatnya.
" NO " Jawab Vani mantab, Zela menatap Seli yang juga menggelengkan kepalanya.
" Fine, Gue nggak ikut kalau gitu " Jelas Zela yang ingin beranjak dari tempat duduknya.
" Eh... Zezel.. Jangan gitu dong, gue jelasin ya" Ucap Seli akhirnya membuat Zela mengurungkan niatnya untuk pergi, meskipun itu hanya akal akalan Zela saja sebenarnya.
" Kak Brayen lho yang ngajak kita buat double date " Jelas Vani yang semakin membuat Zela mengernyitkan keningnya bingung.
" Mungkin Kak Ray mau kasih kejutan buat Lo Zel makanya nggak kasih tau Lo dulu " Jawab Seli sekenanya karena melihat wajah Zela yang sudah mulai kesal.
Zela tersenyum ke arah kedua sahabatnya.
" Kalian bener " Jawab Zela membuat Seli dan Vani bernafas lega, jika Zela sampai ngambek gara-gara salah Brayen sendiri, sudah pasti mereka berdua yang akan repot, tentu saja karena Zela sedang bersama mereka.
Sampai tidak terasa sorepun menjelang, ini saatnya mereka akan melakukan double date seperti apa yang tadi mereka katakan.
Zela, Seli dan Vani sudah selesai bersiap diri, mereka sama-sama terlihat begitu cantik dan anggun, jangan lupakan jika penampilan mereka sudah pasti akan membuat pasangan mereka masing-masing tidak bisa menolak pesona ketiga gadis cantik itu.
Mau seperti apapun penampilan mereka, sebenanrya juga memang sudah cantik dari lahir, tapi untuk menyenangkan pasangan mereka akan lebih baiknya jika mereka sedikit berdandan tidak seperti biasanya.
Hufh... Vani menghela nafasnya, di antara ketiga gadis cantik itu Vanilah yang paling terlihat nervouse, Seli menepuk pundak Vani dia tersenyum manis ke arah Vani untuk menenangkan sahabatnya itu.
Sedangkan Zela sedari tadi mengelus perutnya yang memang sudah terlihat mulai buncit, di tambah Zela yang nafsu makannya selalu bertambah, tapi itu sama sekali tidak mengurangi kecantikannya, bahkan malah membuat Brayen semakin sayang dan cinta kepada Zela.
" Gaes gue gendut banget nggak sih? " Tanya Zela kepada kedua sahabatnya.
" Nggak sayang.. Kamu terlihat cantik dan semakin sexy, kalian semua sangat cantik " Suara Bunda Wina dari arah luar mengagetkan ketiga gadis cantik itu.
Zela, Seli, dan Vani tersenyum ke arah Bunda Wina yang sedang berdiri di depan pintu. Lalu dengan segera Bunda Wina menghampiri ketiga gadis cantik itu.
" Ayo keluar, ketiga pangeran tampan sudah menunggu kalian, keburu kemaleman lho" Goda Bunda Wina yang sukses membuat Seli dan Vani semakin malu. Sedangkan Zela hanya tersenyum menanggapinya.
Zela sudah sering di goda Bunda Wina ataupun Pak Riko, bahkan godaan yang lebih dari itu.
" Iya Bund.. Doakan kencan kita sukses ya Bund " Jawab Vani dengan malu-malu tapi juga begitu antusias.
" Pasti dong sayang " Jawab Bunda Wina dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
Zela, Seli, Vani dan Bunda Wina menuju ruang tamu. Dimana Brayen, Dimas dan Xelo sedang menunggu mereka, dan tidak lama datanglah ketiga gadis cantik yang sedari tadi sudah membuat hati para laki-laki tampan itu gundah menunggu kedatangan mereka.
Tatapan mata Brayen, Dimas dan Xelo jatuh pada pasangan masing-masing, tentu saja ketiga gadis cantik itu sangat terlihat begitu berbeda dan mempesona.
Mereka sama-sama tidak berkedip melihat gadis SMA yang sedang menjelma bak putri dongeng yang anggun tapi juga modern.
" Ekhem.. Jangan cuma di liatin terus, sudah sana pergi kalian keburu malam" Tegur Bunda Wina kepada mereka.
Brayen yang menghampiri Zela lebih dulu, mereka akan menggunakan mobil mewah Brayen untuk pergi, di ikuti yang lain juga sebelum tadi mereka pamit terlebih dahulu kepada Bunda Wina.
Mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang, sedari tadi Brayen terus tersenyum sesekali melirik ke arah Zela, yang ntah kenapa Zela jadi merasa sedikit canggung dan malu, padahal ini bukan yang pertama untuk mereka, tapi rasanya seperti baru melakukan kencan pertama saja.
Dan yah.. Begitulah perasaan mereka, akan selalu tumbuh seperti orang yang baru merasakan jatuh cinta dengan hal-hal baru seperti sekarang ini. Double date.
" Yang " Ucap Brayen begitu lembut.
" Iya Kak" Jawab Zela singkat.
Akh.. Sungguh rasanya suara Zela seperti tersekat, padahal niatnya juga ingin menikmati kencan malam ini.
Tapi rasanya malah begitu canggung seperti pengantin baru saja.
" Kamu beda " Sambung Brayen yang ntah kenapa sangat sulit untuk mengatakan jika Zela begitu cantik malam ini.
" Makasih Kak " Jawab Zela dengan senyuman cantiknya.
Sial kenapa jadi canggung begini Batin Brayen memaki dirinya.
" Kak, I Love You " Ucap Zela mencoba mencairkan suasana. Mendengar penuturan Zela malah membuat Brayen semakin merasa dirinya seperti sedang di kutuk sekarang ini.
Brayen sudah kakah start dengan Zela yang lebih berani mengutarakan isi hatinya.
Sungguh ini bukanlah Zela dan Brayen seperti biasanya, yang sama-sama malu dan merasa canggung.
" I Love You Too " Jawab Brayen dengan nada tidak seperti biasanya. Tentu saja mendengar itu membuat Zela tersenyum menahan tawanya.
" Oke yang.. Aku nggak tau kenapa tiba-tiba jadi aneh gini, melihat kamu membuatku jadi tidak bisa berkata untuk mengungkapkan isi hatiku, Kamu cantik Yang! sangat cantik, dan aku sangat menyayangimu " Ucap Brayen akhirnya mengutarakan kegundahan yang melandanya beberapa saat ini.
Zela yang mendengar penuturan panjang Brayen seperti kereta langsung tertawa terbahak, Zela tidak menyangka jika Brayen bisa bersikap lebih aneh dari dirinya.
Melihat Zela yang tertawa membuat Brayen tersenyum, jujur saja ini memanglah bukan dirinya yang tiba-tiba menjadi aneh seperti sekarang ini, sejak kehamilan Zela Brayen sering sekali bersikap konyol, dan sepertinya memang karena debay yang ada dalam perut Zela.
" Kak Ray lucu tau nggak " Ucap Zela masih dengan tertawanya.
Brayen menggelengkan kepalanya dengan senyum tampannya, sikap anehnya juga karena istri cantiknya yang benar-benar sudah merubah segala hidupnya, termasuk kepribadiannya sekarang ini.
Sedangkan di mobil lain, tampak dua pasangan muda yang sama-sama sedang senyum sendiri.
Vani sedari tadi masih dengan diamnya, bahkan saking gugupnya Vani sampai menahan untuk buang angin, ini untuk yang kedua kalinya mereka melakukan kencan, tapi masih saja Vani merasa gugup.
" Kok jadi diem-dieman gini ya.. Biasanya ikan hiu sama plankton itu yang paling seru di antara pasangan yang lain" Ucap Xelo membuat Vani menoleh ke arahnya dengan malu.
" Kak Xelo " Ucap Vani tanpa menjawab perkataan Xelo barusan.
" Iya sayang " Jawab Xelo yang sukses membuat Vani melotot dan semakin tidak tahan menahan kentutnya yang sudah berada di ujung tanduk.
" Boleh berhenti sebentar nggak? please sebebentar saja " Pinta Vani dengan wajah memelasnya, tentu saja karena Vani yang sedang menyembunyikan rahasia besar dari Xelo.
Vani meminta Xelo untuk berhenti tidak lain dan tidak bukan ialah agar Vani bisa turun dari mobil Xelo dan membuang sesuatu yang sedari tadi sudah mendesak meminta untuk keluar.
Jika di dalam mobil. Tentu Xelo akan mencium bau tidak sedap karena gas yang Vani keluarkan, dan Vani tidak ingin itu terjadi, sebisa mungkin Vani ingin terlihat cantik tanpa kekonyolannya di hadapan Xelo sekarang ini.
Meskipun pada dasarnya Xelo mencintai Vani apa adanya.
Yuhuu Gaes.. Seperti biasa ya Like, Comment and Vote.
__ADS_1
Hayoloh.. Banyak yang minta up cepet tapi nggak pada Vote 🤭 Vote ya gaes.. Biar semangat akunya.. OKE? 😊
Big Thanks untuk kalian 🙏🙏😘😘