Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Masih Menjadi Misteri


__ADS_3

Seperti rencana tadi pagi, Zela ikut pulang dengan Seli, mereka berniat untuk mengikuti mobil Vani sore ini.


Rencana ke mall bersama mereka urungkan dulu. Karena memang situasinya sedang tidak kondusif seperti saat ini. Sedangkan Xelo mengikuti mobil mereka dari jarak yang cukup jauh, tentu saja agar tidak ada kecurigaan dari Vani.


Brayen dan Dimas bertugas untuk membawa Arsha ke rumah Vani. Mungkin dengan adanya Arshaka Vani bisa sedikit luluh dan mau bercerita tentang masalah apa yang sedang di hadapinya.


" Menurut Lo Vani kenapa?." Tanya Seli kepada Zela yang sedan duduk di sebelahnya.


" Mana Gue tahu, Lo tau sendiri kan Vani nggak pernah ada masalah?." Tanya Zela berbalik kepada Seli.


Seli menganggukan kepalanya, dia diam sejenak untuk berfikir.


" Apa jangan-jangan Kak Xelo putusin Vani?." Tebak Seli yang membuat Zela mendesah kesal.


Jelas apa yang Seli katakan sangatlah salah, bukankah tadi pagi ketika mereka menemui Xelo, Xelo sendiri yang menanyakan keberadaan Vani dimana, Xelo juga yang mengatakan jika Vani tidak mengangkat teleponnya sedari pagi.


" Vani lagi aneh, Lo jangan gantiin dia buat jadi telmi deh Sel." Jawab Zela membuat Seli terkikik.


" Iya maap deh Bu, galak amat sih." Cibir Seli yang hanya dapat cengiran dari Zela.


Tidak lama terlihat mobil Vani yang berada di depan mereka memasuki pekarangan rumahnya. Rumah yang cukup luas dengan banyak tanaman bunga di depannya.


Ketika Vani sudah masuk ke rumahnya. Zela dan Seli segera turun dari mobil. Mereka mengikuti Vani dari belakang. Persis seperti penguntit sekarang.


Ting Tong


Ting Tong


Bell rumah Vani berbunyi, Zela dan Seli memencet bel dengan tidak sabar. Tidak lama pintu rumah Vani terbuka. Menampilakn sosok wanita paruh baya yang sudah bekerja cukup lama dengan keluarga Vani, dia menyuruh Zela dan Seli untuk segera masuk.


" Vani udah ke atas Bi?." Tanya Zela yang langsung di angguki oleh asisten rumah tangga itu.


" Non Zela setelah melahirkan semakin cantik ya, sekarang bukan cuma sexy tapi juga montok." Ucap asisten rumah tangga itu memuji Zela.


Zela menggeleng sembari tertawa renyah, ada-ada saja yang di katakan oleh asisten rumah tangga sahabatnya itu.


Memang setelah menikah Zela jarang sekali berkunjung ke rumah Vani ataupun Seli. Yang ada mereka yang berkunjung ke rumahnya.


" Makasih Bi." Jawab Zela dengan senyum manisnya.

__ADS_1


" Emang Zela aja Bi yang cantik? Aku nggak?." Tanya Seli tidak terima karena dirinya di bairkan begitu saja.


" Non Seli nggak usah di katakan lagi juga semua orang sudah tahu." Jawab asisten rumah tangga itu membuat Seli tersenyum malu.


" Kita ke atas dulu ya Bi." Pamit Zela sembari menarik tangan Seli.


" Jangan senyum dulu Sel, maksud Bibi tadi itu semua orang juga tahu kalau kamu cantik tapi belum laku." Cibir Zela membuat Seli langsung mendaratka cubitannya di lengan Zela.


" Auw sakit tau." Kesal Zela seraya mengusap lengan yang di cubit oleh Seli barusan.


" Biarin, salah siapa mulutnya lemes." Jawab Seli membuat Zela terkikik sembari menarik hidung mancung Seli.


Mereka menuju ke atas di mana kamar Vani berada. Tapi ketika sampai di depan pintu mereka berhenti dan saling pandang bingung.


Jika mereka masuk begitu saja tanpa permisi atau meminta ijin dengan Vani, mereka takut Vani akan merasa tertekan dan tidak ada ruangan untuk berfikir sendiri dulu. Mereka takut membuat Vani merasa tidak nyaman dengan kehadiran mereka.


" Gimana dong?." Tanya Seli setengah berbisik.


" Kita tunggu aja di sini." Jawab Zela sembari mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya.


Zela menanyakan Brayen lewat pesan singkat. Dia sudah tidak sabar membawa anaknya agar Vani tidak murung lagi. Siapa tahu dengan adanya Arsha Vani kembali ceria seperti sedia kala. Setelah itu dia sengaja mencoba mengechat Vani.


Zela


Vani


Gue baik kok


Zela


Kita ketemu sekarang ya


Vani


Nggak usah, Gue lagi nggak pengen keluar besok aja di sekolah


Zela


Oke deh, tapi kalau Lo ada apa-apa Lo harus cerita sama Gue dan Seli, ingat Lo itu nggak sendiri Van, ada kita yang selalu ada buat Lo ❤️

__ADS_1


Vani


Oke thank ya


Zela


🤗


Isi pesan singkat antara Zela dan Vani, Zela mendesah kesal, sedikit gemas juga karena mengobrol dengan Vani hanya lewat pesan singkat, sedangkan kini mereka sudah berada di dekat Vani dengan hanya berjarak beberapa meter saja. Jika pintu kamar Vani terbuka juga mereka berada di ruangan yang sama.


" Nih baca dulu Mi." Suruh Zela seraya nenyerahkan ponselnya, Seli menatap Zela dengan sedikit kesal karena di panggil Ami.


Masih sempatnya Zela meledek Seli dengan memanggilnya Ami di saat seperti ini. Memang dasar mahmud yang bar-bar pikir Seli.


" Jadi serius kita nunggu di sini?." Tanya Seli yang di jawab Zela dengan anggukan kepalanya.


Mereka masih mengobrol dengan setengah berbisik, takut saja jika nanti Vani dengar dan memergoki mereka yang sedang menguntit sampai di depan pintunya.


Kan tidak lucu kalau sampai membuat Vani merasa tidak nyaman karena kedua sahabatnya.


Tidak lama Bibi yang tadi membukan pintu untuk mereka datang dengan membawakan minum dan juga cemilan.


" Kok pada di sini Non?." Tanya Bibi itu bingung dan terkejut melihat kedua gadis cantik yang sedang berdiri di depan kamar Nona mudanya.


" Kita lagi ada misi rahasia Bi, tolong Bibi ke sini bawain kita kursi aja ya." Suruh Seli yang langsung di turuti oleh asisten rumah tangga itu, meskipun sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ada pada benaknya.


Sedangkan di dalam kamarnya. Vani mulai menangis lagi, dia menatap benda kecil yang tadi pagi sudah di belinya di apotek. Ada rasa takut pada diri Vani untuk mencoba benda kecil yang akan membantu menjawab masalah dan ketakutan pada dirinya saat ini.


Vani masih berharap sesuatu yang sangat tidak dia inginkan dan takuti itu jangan sampai terjadi.


" Kalau beneran iya gimana?." Gumamnya seraya mencengkram sprei tempat tidurnya.


Buliran air matanya kembali mengalir di wajah cantiknya, pipi yang cubby itu kini sudah basah dengan air mata.


Vani memejamkan matanya, dia masih menyimpan rahasia besar ini sendiri, tidak ada satu orangpun yang tahu tentang masalah besar yang sedang dia hadapi saat ini, termasuk kedua sahabat dan orang tuanya.


Vani takut, Dia tidak akan mampu melihat raut kekecewaan pada wajah orang-orang yang sangat di sayanginya. Kembali dia memejamkan matanya untuk merasakan ini semua, berharap jika ini semua hanyalah mimpi. Mimpi buruk yang tidak akan pernah terjadi dalam kehidupannya yang nyata.


Hayoloh... Tambah penasaran nggak apa yang terjadi sama Vani sebenarnya? 🤭

__ADS_1


Buat yang nanyain kenapa ini cerita belum tamat, dari kemarin juga sudah mau aku tamatin, tapi karena masih banyak yang menginginkan buat lanjutin, jadi masih aku lanjutin buat kalian 🤗


Jangan Lupa mampir juga ke " My Naughty Brother " sudah up ya,,,Aku tunggu lho


__ADS_2