
Zela dan Brayen berjalan ke bawah untuk menemui sahabat mereka yang sedang asik di bawah bermain dengan Yubi. Vani yang tidak sabar menunggu si embul Arsha akhirnya bermain dengan Yubi terlebih dahulu untuk mengusir kejenuhannya.
Zela berjalan untuk menemui kedua sahabatnya yang sedang asik bermain dengan Yubi di belakang. Tetapi dengan segera Brayen mencegah tangan Zela, membuat Zela menatap Brayen seperti meminta penjelasan.
" No Mommy." Cegah Brayen membuat Zela menautkan kedua alisnya.
" Kenapa Kak?." Tanya Zela lupa dengan beberapa larangan yang Brayen ajukan kepadanya.
" Di larang bermain dengan si Yubi." Jelas Brayen menekan kata-kata terakhirnya.
" Oh...." Jawab Zela singkat membuat Brayen yang kini menatapnya dengan bingung.
" Kok oh?." Tanya Brayen ingin tau.
" Ya kirain apa, Mommy sama Arsha kan cuma mau manggilin onty Seli sama Vani aja ya sayang." Jawab Zela sembari mencium pipi baby Arsha.
Arsha menatap ke arah Mommy nya dengan senyum, membuat Zela semakin gemas dan bringas menciumi pipi cubby Arsha.
" Biar aku aja yang panggilin mereka, kamu sama Arsha tunggu sini aja, nggak boleh deket-deket si Yubi." Jelas Brayen dengan nada sedikit kesal, Zela terkikik melihat Brayen yang selalu saja bad mood jika berkaitan dengan kucing kesayangannya.
Setelah Brayen pergi untuk memanggil Seli, dan juga Vani di belakang. Zela bermain dengan Arsha terlebih dahulu di sofa ruang tamu. Dimas dan Xelo memang sedang keliar sebentar untuk membeli cemilan untuk menemani kumpul mereka. Meskipun kenyataannya di rumah Zafano sangatlah banyak makanan.
Zela membalikan badan Arsha dengan posisi tengkurap di pahanya, lalu menepuk pelan bok*ng Arsha yang montok itu. Merasa nyaman dengan yang di lakukan oleh Zela. Arsha tersenyum senang, sampai kakinya dia gerak-gerakan untuk menggambarkan rasa senangnya.
" Eh... Suka ya sayang?." Tanya Zela yang tidak mendapat jawaban dari Arsha, tentu saja karena Arsha yang baru bisa tersenyum dan bersuara sedikit.
Zela kembali melakukan apa yang baru saja di lakukannya untuk baby Arsha. Sesekali Zela juga menciumi kepala Arsha yang di tumbuhi rambut dengan tidak rata, rambut Arsha memang sangatlah tebal dan hitam, hanya saja memang tumbuhnya tidak merata, bahkan terlihat seperti botak di tengahnya, sedangkan di pinggiran rambutnya sudah tumbuh dengan banyak, membuat baby Arsha semakin terlihat menggemaskan.
Tidak lama datanglah pasukan yang di bawa oleh Brayen. Melihat Arsha yang sedang bermain dengan tangannya membuat Seli dan Vani buru-buru untuk menghampiri baby Arsha.
Tapi sayang, baru saja mereka hampir sampai, Brayen sudah mencegahnya dengan suara yang begitu keras.
" Don't touch my boy !!." Teriak Brayen membuat Seli dan Vani berhenti lalu menoleh ke arah Brayen.
" Kita kan udah cuci tangan Kak Ray tadi." Ucap Vani berani karena Vani sudah begitu ingin bermain dengan bayi embul yang sekarang sedang senyum-senyum itu.
" Kalian ganti pakai baju aku dulu." Sambung Zela menjelaskan membuat Seli dan Vani salinh pandang tidak percaya.
" What? ." Tanya Seli dan Vani barengan membuat Zela mengangguk sembari tersenyum.
__ADS_1
Zela berdiri dan berjalan ke arah mereka. Bukannya nyamperin kedua sahabatnya tapi ternyata Zela mendekat ke arah Brayen yang masih berdiri di tempatnya.
" Kak Ray gendongin Arsha dulu." Ucap Zela yang dengan senang hati di angguki oleh Brayen.
" Sini sayang sama Daddy." Ucap Brayen sembari menimang Arsha.
" Eee...." Suara Arsha dengan senyum menggemaskannya, membuat Brayen langsung menciumi bayi montok itu.
Biasanya jika Bunda Wina sedang berada di rumah, dia selalu melarang Brayen untuk terus mencium baby Arsha, tentu saja karena Bunda Wina yang sangat khawatir tentang semua hal jika berkaitan dengan cucu pertamanya.
Beruntung hari ini Bunda Wina sedang ada arisan dengan teman-teman sosialitanya. Jadi Brayen bisa dengan leluasa menciumi anaknya.
Zela kini sedang memilihkan baju untuk di pakai kedua sahabatnya. Mereka sudah berada di kamar Zela dan Brayen sekarang.
" Jadi Lo juga kalau bis main sama Yubi harus ganti baju dulu Zel?." Tanya Seli kepada Zela yang masih sibuk memilih-milih baju yang pas untuk sahabatnya itu.
" Nggak kok." Jawab Zela membuat Seli dan Vani saling pandang.
" Ih nggak adil." Kesal Vani membuat Zela menggelengkan kepalanya.
" Gue nggak harus ganti baju ataupun cuci tangan." Jelas Zela menggantung, membuat Seli dan Vani semakin di buat bingung olehnya.
" Karena dari dulu pas Gue beli Yubi, Gue belum pernah megang Yubi, jangankan megang, nempel aja belum pernah." Jelas Zela kepada kedua sahabatnya.
" Hah? Serius Lo?." Tanya Vani tidak percaya.
" Gue nggak percaya, secara Yubi kan kucing kesayangan Lo." Sambung Seli yang langsung di angguki oleh Vani.
" Yubi emang kucing kesayangan Gue, dan selalu Gue pantau, tapi Gue harus jaga jarak sama Yubi ya minimal 1 meteran lah." Jelas Zela membuat Seli dan Vani saling pandang dengan wajah bengongnya.
" Tutup tuh mulut kalian, ni di coba kayaknya pas buat kalian." Ucap Zela sembari memberikan baju yang sudah di pilihnya untuk kedua sahabatnya.
" Gila... Parah banget sih kalau itu Kak Ray yang nyuruh." Ucap Vani yang di angguki oleh Zela.
" Jadi tersangkanya beneran Kak Ray?." Tanya Vani semakin tidak percaya.
" Ssstt.... Ceritanya panjang, dan Gue tau itu buat kebailan Gue, besok kalau Gue udah berangkat sekolah lagi, Gue ceritain." Jelas Zela yang langsung di angguki oleh kedua sahabatnya dengan semangat dan juga mengacungkan jempolnya.
Baik Seli dan Vani, memang sudah menantikan hari keberangkatan Zela. Selama Zela tidak ada di Sekolah terasa berbeda dan hambar. Ibarat kata masakan tanpa di kasih garam untuk memperenak rasa.
__ADS_1
Mereka menuju ke kamar tamu untuk berganti baju terlebih dahulu. Sebelum nantinya mereka akan bermain dengan baby Arsha, setelah selesai mereka segera menuju ke ruang tengah. Dimana kini Dimas dan Xelo sudah muncul lagi dengan beberapa box pizza untuk menemani sore mereka.
" Yuhuu... baby... Ayo sama onty." Ucap Vani sembari mendekat ke arah Arsha yang masih berada di gendongan Brayen.
Brayen melirik Vani untuk memastikan, setelah melihat Vani yang sudah berganti baju, Brayen segera menyerahkan baby boy nya kepada Vani yang masih setia menunggu si bayi montok itu agar bisa di gendongnya.
Dengan senang hati Vani menerimanya, bahkan tangan Vani sangatlah gemas ingin menarik pipi cubby Arsha, tapi lagi-lagi Vani tahan agar masih bisa menggendong si bayi tampan dan menggemaskan itu.
Selain pipi, Vani lebih suka menciumi tengkuk leher Arsha yang terkadang bau asam karena keringat, tapi itu malah yang membuat Vani semakin terus ingin menciuminya.
Kesukaan Vani yang sangat aneh memang, mungkin jika dengan anaknya sendiri akan lebih aneh lagi kesukaan Vani.
" Beb kok Arsha aja sih yang di gendong? Aku enggak?." Tanya Xelo ambigu membuat Vani menatap pacarnya dengan kesal.
" Sabar Bro, sepertinya kita sekarang sudah turun tahta sejak kedatangan baby Arsha." Jawab Dimas yang membuat Zela, Seli, dan Vani tertawa.
" Pangeran kali ah Kak." Ledek Zela dengan tawanya.
" Iya dong aku pangeran, pangeran di hati Seli, iya nggak Mi?." Jawab Dimas sembari bertanya kepada Seli.
Mendengar penuturan Dimas membuat pipi Seli bersemu, tapi dia memilih untuk diam tidak menjawab.
" Kak Dim, di kacangin Seli ha..ha..ha...." Ledek Vani dengan ketawa jahatnya, membuat yang lain juga tertawa.
Tapi tiba-tiba semua terdiam karena suara tangisan dari baby Arsha.
" Heeeekk..hoee...." Tangis Arsha yang masih berada di gendongan Vani.
" Tuh Arsha takut sama suara ketawa Lo Van." Ucap Seli sembari ingin bergantian untuk menggendong Arsha.
" Ih apaan sih, nanti dulu dong Sel, aku kan baru gendong embul." Jawab Vani tidak mau melepaskan Arsha.
Tetapi Seli masih tetap berusaha untuk mengambil alih gendong Arsha, membuat Arsha menatap ke arah Vani dan Seli secara bergantian, lalu baby Arsha berhenti menangis, dia malah tersenyum sangat lebar, senyuman yang begitu terlihat jelas jika bayi montok itu sedang bahagia berada di dekat orang-orang yang menyayanginya.
" Nah tuh anak Gue tau lagi di rebutin cewek cantik." Ucap Brayen membuat semua yang berada di sana tertawa.
" Calon Idola ya sayang." Ucap Vani sembari menimang dan mencium pipi baby Arsha dengan gemas.
Jangan Lupa Like, Comment and Vote ya gaes..
__ADS_1
" My Naughty Brother " Up siangan ya... Jangan lupa baca dan tinggalkan jejak 😊