Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Jadian Masal


__ADS_3

Masih dengan rasa gugupnya dan debaran di hatinya, Vani berdiri tepat di depan Xelo. Jujur saja jika Vani tidak begitu menguatkan dirinya saat ini mungkin dia sudah pingsan.


Perlahan Vani menatap ke arah Xelo yang sedang tersenyum tampan ke arahnya. Tatapan mata mereka saling bertemu, dan sangat begitu terlihat jelas dari sorot mata Xelo jika dia memang tulus dan benar adanya seperti apa yang di ungkapkan untuk Vani saat ini.


" Vani.. Please answer me.." Ucap Xelo sambil memejamkan matanya, tapi tangannya menunjukan sebuah cincin kepada Vani, cincin untuk tanda jadi mereka jika Vani menerima cintanya.


Vani menoleh ke arah Zela dan Seli yang juga sedang menatapnya dengan linangan air mata haru, baik Zela maupun Seli tidak pernah menyangka jika Xelo akan melakukan hal seromantis ini untuk Vani yang begitu terasa singkat dengan kedekatan mereka akhir-akhir ini.


Zela dan Seli mengangguk, pertanda menyetujui jika Vani menerima pernyataan cinta Xelo, mereka akan begitu bahagia dengan kebahagiaan Vani yang menemukan cinta pertamanya.


Vani menatap kembali Xelo, lalu menghela nafasnya begitu pelan dan panjang untuk menenangkan dirinya.


" Ya.. Aku mau " Jawab Vani sangat lirih sambil mengangguk, membuat semua yang berada di sana menjadi tegang karena tidak begitu mendengar apa yang Vani katakan. Termasuk Xelo yang berada paling dekat dengan Vani tidak begitu mendengar jelas, jawaban Vani barusan terdengar seperti gumaman.


Vani kembali menghela nafasnya, astaga di saat situasi serius dan seromantis sekarang ini masih saja ada hal konyol di antara mereka.


" Iya.. Aku mau !!! " Ucap Vani mengulang kata katanya lebih lantang dan terdengar begitu jelas.


" So..?? " Tanya Xelo kepada Vani.


" Kita jadian " Jawab Vani malu-malu.


Dengan segera Xelo berdiri dan memeluk Vani dengan bahagia, Xelo begitu bahagia karena ternyata Vani menerima cintanya, dan sekarang mereka resmi jadian.


Musuh bebuyutan yang berakhir dengan pacaran, dan mungkin dengan berjalannya waktu. Mereka akan melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi. Tentu saja jika mereka menjalin hubungannya dengan saling percaya satu sama lain.


" Ekhem.. Itu cincinnya mau buat apa Kak ? " Tanya Vani yang sukses membuat Xelo tersadar.


" Buat tanda jadi kita dong " Jawab Xelo dengan senyum tampannya.


" Bolehkan aku pakaikan di jari manis kamu ?? " Tanya Xelo yang di angguki oleh Vani dengan senyuma.


Dengan segera Xelo memakaikan cincin di jari manis Vani. Tapi baru setengah di pakai tiba-tiba Vani berseru dan membuat Xelo terkejut.


" Tunggu " Ucap Vani membuat cincin yang tersemat di jari manisnya terhenti.


Xelo menatap Vani dengan bingung, begitu juga dengan Zela, Seli, Brayen dan Dimas yang cukup terkejut juga tegang.


" Ini tanda jadi aja kan ? Bukan lamaran ? " Tanya Vani lagi membuat yang lain merasa lega, begitu juga dengan Xelo yang tadi sempat tegang, karena takut Vani tidak jadi menerima cintanya.


" Iya Vani sayang.. Ini tanda jadi aja, kamu mau Kakak lamar sekalian ? " Tanya Xelo menggoda Vani, tapi juga langsung di angguki oleh Vani. Dan itu sukses membuat Xelo dan yang lain semakin terkejut.


" Mau, tapi bukan sekarang " Sambung Vani lagi membuat Xelo dan yang lain lega kembali.


Sungguh tadi Vani terus saja membuat mereka terkejut dan juga tegang.


Xelo kembali memakaikan cincin di jari mania Vani, dan sekarang mereka benar benar sudah resmi jadian.


Cup..


Xelo mencium tangan Vani dengan lembut, membuat Vani meleleh dengan apa yang di lakukan oleh Xelo, jujur saja ini untuk pertama kalinya Vani di sentuh oleh laki-laki sampai sebegitu jauhnya, dan perlakuan Xelo sungguh membuat desiran pada diri Vani semakin naik, ada rasa yang tidak bisa Vani ungkapkan dengan kata-kata.


Setelah mencium Vani, Xelo kembali memeluk Vani dan berakhir dengan kecupan di kening Vani yang sukses membuat Vani semakin terkejut dan berdetak lebih kencang jantungnya.


inikah rasanya di cium ? lalu bagaiamana rasanya ketika di cium bibirnya ? Batin Vani bergumam sendiri.


Astaga.. Gue udah gila Batin Vani lagi menyesali apa yang baru di ucapkannya.


Vani begitu menikmati perlakuan Xelo kepadanya, bahkan rasanya begitu menenangkan untuknya.


" Ekhem... Ingat ya ada kita di sini.." Ucap Seli kepada Vani dan juga Xelo.


Membuat kedua pasangan yang baru jadian itu terkejut dan sedikit malu. Zela, Seli, Brayen dan Dimas sudah menghampiri dua sejoli yang sedang menikmati setatus baru mereka.


Baik Vani dan Xelo kini sudah tidak jomblo lagi, ntah lah Ikan Hiu dan Plankton akan tetap di teruskan atau tidak di antara mereka.


Yang jelas mereka sangat bahagia saat ini.


" Ingat dong.. Kalau nggak ingat udah gue bawa kabur Vani " Jawab Xelo sekenanya.


Tentu saja Vani langsung melayangkan cubitan di pinggang Xelo, dan di jawab Xelo dengan senyum tampan dan juga mengacak rambut Vani pelan.


Dan sekali lagi ini untuk yang pertama kalinya Vani mendapat perlakuan dari seorang lelaki yang mengacak rambutnya.

__ADS_1


" Selamat ya Van... Gue seneng banget akhirnya Lo bukan jomblo lovers lagi " Ucap Seli memeluk Vani dan juga meledek Vani, tapi tentu saja itu hanya sebuah candaan untuk Vani.


" Makasih Cecel.. Lo kapan sama Kak Dimas ?? " Tanya Vani membuat Seli dan juga Dimas saling pandang dan tersenyum.


" Gue....Tunggu aja gebrakannya " Jawab Seli tersenyum kikuk.


" Dih.. Kayak mau bikin album aja.." Jawab Vani yang dapat cengiran dari Seli.


" Van.. Selamat... Happy for you pokoknya " Ucap Zela yang juga memeluk Vani.


" Thanks Zezel " Jawab Vani memeluk Zela dengan bahagia.


Begitu juga dengan Brayen dan Dimas yang mengucapkan selamat untuk Xelo, sahabat mereka yang akhirnya melabuhkan hatinya untuk Vani, si cewek plankton yang sudah mengambil hati Xelo.


" Selamat bro..." Ucap Brayen kepada Xelo.


" Thanks.. Ini juga berkat Lo Ray " Jawab Xelo sambil tersenyum bahagia, dan di jawab Brayen dengan senyuman dan juga menganggukan kepala.


" Uwuu... Berhasil man... Lo cakep kalau nggak jomblo lagi, dan ingat jaga baik-baik Vani " Ucap Dimas memberi selamat juga memberi pesan kepada Xelo.


" Pasti dong.. Kayak nggak tau Gue aja Lo " Jawab Xelo yang juga mendapat tepukan di bahunya dari Dimas.


" Jadi sekarang kita udah nggak ada yang jomblo lagi nih ? " Cletuk Dimas tiba-tiba yang membuat suasana menjadi hening seketika.


Astaga.. Dimas ternyata keceplosan dan secara tidak langsung mengatakan jika dirinya dan Seli sudah tidak hanya sekedar teman atau mereka sudah menjadi pasangan kekasih. Lalu sejak kapan ?


" Wait.. Maksudnya udah nggak ada lagi yang jomblo gimana ? " Tanya Vani bingung dengan perkataan Dimas barusan.


Sedangkan Seli hanya diam, Dia melirik Dimas sekilas dengan tatapan kesal, tapi sepertinya tidak mungkin jika mereka akan terus menyembunyikan setatus hubungan mereka yang sebenarnya dari sahabat-sahabat mereka sekarang.


" Jangan-jangan kalian udah ? Astaga.. Kalian nyembunyiin ini dari kita ? " Ucap Zela tidak percaya.


" Bener Dim ? " Tanya Xelo kepada Dimas.


" Sorry gaes Gue sama Seli nggak ada maksud buat nyembunyiin ini semua dari kalian, dan Brayen juga sudah tau semua kok " Jelas Dimas membuat Zela, Vani dan juga Xelo semakin terkejut.


Apa yang di katakan oleh Dimas barusan mengiyakan jika di antara Dimas dan Seli memang sudah jadian, dan Brayen yang sudah mengetahui hal itu semakin membuat Zela terkejut.


Zela menghampiri Brayen dengan sedikit kesal, tapi tentu saja Brayen menanggapinya dengan senyum tampannya.


" Pengen bilang sih yang, tapi kata Dimas nanti dulu " Jawab Brayen membuat Zela tidak percaya dan semakin gemas saja dengan Brayen, sedangkan yang lain tertawa kecil.


" Kenapa harus nurut sama Kak Dimas sih ? kalau Kak Ray cerita aku juga nggak bakal bilang siapa-siapa " Jelas Zela lagi masih dengan kesalnya.


" Sayang dengerin aku ya.. I Love You " Jawab Brayen yang membuat Zela semakin kesal saja dengan Brayen.


" I Love You Too " Jawab Zela tapi dari wajahnya masih menampakan kekesalannya kepada Brayen. Dengan segera Brayen mengambil sesuatu dari dalam sakunya.


" Ini buat istri cantik yang lagi ngambek " Bisik Brayen membuat Zela menoleh ke arah Brayen.


Zela menatap sesuatu yang sedang Brayen bawa, dan dengan segera Brayen menyerahkannya kepada Zela.


" Nyogok tuh Zel biar Lo nggak marah " Teriak Dimas menggoda Zela dan Brayen, tapi langsung dapat cubitan dari Seli.


" Buat aku ? " Tanya Zela yang di angguki oleh Brayen dengan senyum tampannya.


" Buka Zel.. Siapa tau bom dari Kak Ray " Goda Vani sambil terkikik dan membuat Xelo menarik hidungnya gemas. Yang di jawab Vani dengan senyuman manisnya.


" Tenang aja Van.. Kalaupun bom pasti bom cinta, iya kan Kak ? " Jawab Zela yang juga menanyakan kepada Brayen.


" Pintar " Jawab Brayen sambil mengacak rambut Zela pelan.


Bahkan sekarang ketiga pasangan itu terlihat seperti sama-sama menunjukan keromantisannya di depan sahabat mereka masing-masing.


Zela membuka kotak kecil yang di kasih oleh Brayen, dan betapa terkejutnya Zela mendapat sebuah jam tangan mahal dengan harga yang begitu fantasti**c . Bahkan jam tangan itu bisa untuk membeli sebuah mobil mewah.


" Astaga.." Gumam Zela seperti tidak percaya.


" Kamu suka kan yang ? " Tanya Brayen yang di angguki oleh Zela.


Zela memeluk Brayen dengan erat, juga mencium pipi Brayen.


" Thanks Kak, aku suka " Jawab Zela yang membuat Brayen tersenyum senang.

__ADS_1


" Tapi ini terlalu mahal Kak.. Apa nggak sayang uangnya ? " Tanya Zela yang sukses membuat Brayen mengernyitkan keningnya bingung.


Begitu juga dengan Seli, Vani, Dimas dan juga Xelo yang terkejut dengan apa yang di katakan oleh Zela barusan, karena itu hanya sesuatu yang sangat kecil untuk seorang Brayen Zafano. Dan sepertinya Zela melupakan jika suaminya itu lelaki muda yang begitu sangat sukses dan tajir.


" Tidak sayang " Jawab Brayen sambil mencium kening Zela sekilas.


" Astaga Zel.. Cuma jam tangan untuk Kak Brayen mah kecil, nih Vani juga di kasih cincin sama Kak Xelo " Cletuk Seli yang juga sengaja menyindir Dimas yang sedang tersenyum simpul di sebelahnya.


" Ekhem.." Deheman Dimas yang tanpa Seli sadari sudah memakaikan kalung kecil di leher jenjang Seli. Sontak saja Seli benar-benar terkejut dengan perlakuan Dimas barusan.


" Kak Dimas " Ucap Seli sedikit kikuk.


" Ucapan terimakasihnya mana ? " Tanya Dimas membuat Seli semakin malu.


" Thanks Kak.. " Ucap Seli sambil memeluk Dimas dengan reflek.


" Cieee... Cieee.. Yang sudah nggak backstreet lagi dari kita " Goda Vani membuat Seli semakin malu di pelukan Dimas.


Sampai akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang, dengan di antarkan pasangan mereka masing-masing.Tentu saja Vani di antar oleh pacar barunya Xelo, dan Seli di antar oleh pacarnya yang baru jadian beberapa hari ini dengannya, siapa lagi kalau bukan Dimas.


Jangan di tanya lagi, jika Zela sudah pasti bersama dengan suami tampannya, siapa lagi kalau bukan Brayen Zafano lelaki yang sempat membuatnya gundah, tapi juga membuatnya begitu merasa bahagia setelah pertemuan mereka kembali.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Zela, Seli dan juga Vani sudah berada di dalam kelas. Hari ini mereka berangkat lebih awal dari biasanya, tentu saja karena mereka sudah mempunyai penyemangat baru dalam hidupnya.


" Eh.. Kantin yuk " Ajak Zela kepada kedua sahabatnya.


" Pasti mau sarapan lagi kan ? " Tanya Vani yang di jawab Zela dengan senyum kikuknya.


Baik Seli maupun Vani sekarang sudah sangat hafal dengan kebiasaan baru Zela, sarapan di kantin sebelum jam masuk. Meskipun Zela sudah sarapan terlebih dahulu di rumah. Tapi sepertinya baby dalam kandungannya selalu merasa lapar jika Zela sedang bersekolah. Mungkin karena Zela harus butuh banyak tenaga untuk memulai pelajaran dan sepertinya calon anaknya memanglah sangat pengertian kepadanya.


Mereka sampai di kantin. Seperti biasa Zela akan memesan makanan, sedangkan Seli dan Vani hanya memesan minum saja untuk menemani Zela.


" Ceritain kapan Lo sama Kak Dimas jadian ? " Tanya Vani yang dapat acungan jempol dari Zela.


" Ya.. Pas Kak Dimas mau nemenin Kak Ray ke New York , jadi waktu itu kita sempet jalan bareng gitu kan ? Terus Kak Dimas nembak Gue gitu, katanya takut kalau di tinggal jauh belum ada kepastian " Jelas Seli sedikit malu kepada Zela dan Vani.


Zela dan Vani mengangguk sambil terus mendengarkan dengan serius cerita Seli.


" Terus ? " Tanya Vani masih ingin di ceritakan oleh Seli.


" Kenapa Lo nyembunyiin dari kita sih Sel ? " Tanya Zela kepada Seli.


" Nah.. Ini nih yang mau Gue ceritain " Jawab Seli membuat Zela dan Vani kembali serius untuk mendengarkan penjelasan Seli lagi.


" Gue sengaja backstreet dari kalian karena........ Kasihan sama Vani kalau jomblo sendiri " Jelas Seli membuat Vani melotot, sedangkan Zela tertawa terbahak.


" Ikh.. Kampret Lo emang, Gue sekarang udah nggak jomblo ya " Jawab Vani tidak terima.


" Iya tau deh yang sekarang udah punya pacar mah.. Btw seru kali ya kalau kita kapan-kapan double date " Usul Seli kepada Zela dan Vani.


" Boleh juga tuh " Jawab Zela setuju.


" Gue juga pengen, tapi nggak tau Kak Xelo " Jawab Vani.


" Alah.. Tenang aja Kak Xelo pasti mau kok " Jawab Seli semangat.


Sampai akhirnya terdengar suara ribut dari arah luar. Setelah Zela membayar kepada Buk Kantin. Ketiga gadis cantik itu berlalu menuju di mana asal suara itu terdengar.


Mereka melihat gadis cantik yang sepertinya akan menjadi siswi baru di Sekolah mereka. Dan banyak juga siswa yang mengerubuni gadis itu karena parasnya yang juga sama cantiknya dengan Zela, Seli dan juga Vani.


Hai gaes makasih ya buat kalian yang udah jadi readers setia cerita ini, sekali lagi aku ucapin terimakasih buat kalian.


Sorry banget kalau misal besok aku nggak up, karena lagi fokus juga buat revisi yang di awal-awal episode, tapi aku usahain up sih meskipun mungkin siangan seperti kemarin-kemarin.


Jangan Lupa juga buat Like, Comment and Vote. Please Vote ya gaes..


Kalau kalian suka cerita ini Vote ya 😊


Dan mampir juga ke cerita aku yang satunya


" My Naughty Brother " Nanti aku bakal lanjutin kalau banyak yang suka.

__ADS_1


Salam hangat untuk kalian semua


😘😘


__ADS_2