Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Si Kecil Arsha


__ADS_3

Zela sedang bermain dengan bayi embulnya di ruang tengah. Mereka sedang bermain bola kecil dan warna warni yang di belikan oleh Dimas.


Bayi tampan dan embul itu sedari tadi terus tersenyum senang, tidak hanya bermain dengan Mommy nya saja, tetapi kedua baby sitter nya juga berada di sana, terlihat seperti bodyguard untuk Arsha saat ini.


Tidak lama datanglah Brayen yang baru saja selesai mandi, Brayen sudah menggunakan bajunya lengkap, tetapi rambutnya di biarkan masih basah, dan dia juga membawa handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.


Zela menatap ke arah Brayen yang sedang tersenyum tampan, dia sudah bisa menebak jika Brayen akan meminta untuk mengeringkan rambutnya, padahal ini hal kecil, tetapi Brayen tetap saja beraikap seolah tidak mau kalah dengan Baby Arshaka.


" Yang." Panggil Brayen kepada Zela.


" Sini." Jawab Zela singkat, Braye tersenyum dan langsung mendekat ke arah Zela dan Arshaka.


Zela mengambil handuk kecil yang Brayen bawa, dengan segera dia mengeringkan rambut suaminya yang masih basah itu, kebiasaan Brayen sejak Zela tidak sekolah karena hamil ialah mengeringkan rambut Brayen setelah mandi, dan ternyata Brayen menginginkan sampai sekarang atau mungkin selamanya.


Arsha tertawa melihat Brayen yang duduk di depan Zela sembari menunduk, karena rambutnya sedang di keringkan oleh Zela.


" Kenapa tertawa? nggak suka lihat Daddy romantis sama Mommy?." Tanya Brayen membuat Arshaka semakin tertawa.


Kedua baby sitter Arshaka juga ikut tersenyum menahan tawanya.


" Ih ngaco aja Kak Ray, mana ada nggak suka malah tertawa, dia itu suka lihat kita seperti ini." Jelas Zela membuat Brayen tersenyum.


Brayen juga tau sebenarnya, hanya saja dia ingin mengajak bayi tampannya berbicara sebagai pria, dih pria... Arshaka saat ini masih menjadi pria kecil yang tampan, mungkin beberapa tahun ke depan dia akan menggantikan pesona Daddy nya.


Sedangkan kedua baby sitter Arshaka tersenyum menahan tawa, mereka tidak menyangka lelaki seganteng Brayen akan begitu bersikap manja kepada istrinya, bersikap konyol juga bebricara seperti itu tadi kepada Arsha. Jelas terlihat jika Brayen begitu cemburu dengan bayi montok dan tampan itu, padahal jika di novel-novel yang mereka sering baca, lelaki tampan seperti Brayen itu akan menjadi seorang CEO bersikap tegas, dan misterius hahaha


Setelah selesai mengeringkan rambut Brayen, Zela kembali memberikan handuk kecilnya kepada suaminya.


" Kak Ray ini tolong di bawa ke cucian kotor sekalian." Ucap Zela terdengar seperti perintah atau menyuruh.


Ralat, Zela memang menyuruh Brayen untuk membawa handuk kecil itu ke tempat cucian.


" Nanti dulu yang mau main sama Arshaka." Jawab Brayen sembari mencubit pipi cubby Arsha.


" Kak Ray ih, mumpung di bawah sekalian, kalau udah di kamar juga nanti malas lagi kan?." Tanya Zela sediki kesal kepada Brayen.


" Iya... Iya.... Sayang." Jawab Brayen dengan terpaksa, tapi ketika Brayen berniat untuk berdiri membawa handuk kecil yang sudah basah itu, kedua baby sitter Arsha barengan mengajukan dirinya untuk membawakan handuk kecil itu ke tempat cucian atau mesin cuci.

__ADS_1


" Biar kita saja Non Zela yang bawakan handuk kecil itu." Ucap Yesi salah satu baby sitter Arshaka.


" Nggak papa emangnya? tapi kalian kan di tugaskan buat jagain Arsha." Jawab Zela membuat kedua baby sitter itu tersenyum.


Majikan muda mereka sangatlah baik, dan lagi tidak membuat tegang seperti majikan-majikan yang pernah mereka tempati sebelumnya.


" Tidak masalah Non Zela, kita juga jagain Arsha di bantu Bunda Wina dan Mommy nya." Jelas Yanti membuat Zela tersenyum.


" Ya sudah, tolong ya." Ucap Zela memberikan handuk kecil yang tadi di bawa oleh Brayen.


Setelah itu kedua baby sitter Arshaka pamit untuk ke belakang. Mereka bergantian membawa handuk kecil yang sedikit basah itu, tidak lupa mereka juga mencium bau wangi rambut Brayen yang menempel pada handuk kecil itu.


" Ah... Non Zela beruntung banget, suaminya ganteng banget." Ucap Yesi sembari memeluk handuk kecil itu.


" Wangi juga, padahal ini baru handuknya." Jelas Yanti menambahi.


" Iya... Bener, aku aja sampai deg-degan gini, boleh nggak ya minta foto bareng Tuan Brayen?." Tanya Yesi berharap kepada teman seperjuangannya itu.


" Ih ngaco aja kamu, kita di sini niat kerja, kalau soal adanya Daddy nya baby Arshaka yang ganteng banget itu sebagai bonus kita biar tambah semangat." Jelas Yanti yang di setujui langsung oleh Yesi.


Tidak lama datanglah segerombolan gadis dan laki-laki tampan, siapa lagi kalau bukan sahabat dari Mommy dan Daddy baby Arshaka.


" Yuhuuuu gantengkuh." Sapa Vani sembari mendekat ke arah Arshaka.


" Halo Onty." Jawab Zela mewakili baby Arshaka.


" Boleh gendong embul nggak?." Tanya Vani sedikit ngeri dengan tatapan Brayen.


Ya kali Vani mau bawa kabur Arshaka, meskipun Vani gemas sampai ke ubun-ubun sama Arsha, tapi dia juga tau penculikan itu akan membawanya ke rana hukum.


" Boleh dong." Jawab Zela yang langsung membuat Vani senang.


Kalau Zela yang sudah menjawab, memangnya Brayen bisa apa? Dia akan menurut dengan istrinya.


" Jangan cium-cium Van." Ucap Brayen kepada Vani.


" Pelit ih Kak Ray, aku kan nyium Arsha bukan....." Jawab Vani terpotong.

__ADS_1


Jelas Vani tidak melanjutkan ucapannya yang akan terdengar ambigu.


" Daddy nya." Sambung Xelo yang baru saja muncul dengan Dimas dan juga Seli.


Zela tertawa mendengar apa yang Xelo katakan, seperti itu saja Vani takutnya minta ampun sama Brayen, taulah ya gimana tatapan tajam Brayen.


" Ih... Nggak lucu deh." Kesal Vani membuat yang lain semakin tertawa.


" Lo tadi kemana Ray sama Zela?." Tanya Dimas yang sudah duduk di sebelah Brayen.


Bahkan mereka duduk lesehan di karpet tebal yang di buat main Zela dan Arshaka tadi.


" Ah iya... Kita mau tanya itu, tanyain Zela Sel." Suruh Vani kepada Seli.


" Kebiasaan Lo kalau udah main sama Arsha suka lupa waktu dan tujuan." Jelas Seli kepada Vani.


" Iya Beb, kamu kalau udah main sama Arsha, aku di anggurin." Sambung Xelo menatap Vani dengan muka memelasnya.


" Ih Gue kesini kan emang mau main sama embul, itu tujuan Gue dan Gue nggak lupa." Jelas Vani sembari mengunyel-unyel perut Arsha dengan wajahnya.


Arshaka tertawa senang di perlakukan seperti itu oleh Vani, Seli yang melihat keseruan Vani dan Baby Arsha langsung ikutan gabung dan mendekat ke arah mereka.


" Tadi di mobil bilangnya mau mengintrogasi Zela sama Brayen." Sindir Dimas melihat Seli dan Vani yang asik dengan Arshaka.


Jujur saja setiap main ke Rumah Zafano sekarang. Dimas dan Xelo sudah pasti akan di anggurin oleh Seli dan Vani, terkecuali jika Baby Arsha sedang tidur.


" Itu urusan cowok untuk tanya menanya." Jawab Vani yang di acungi jempol oleh Seli.


Zela dan Brayen tertawa melihat Dimas dan Xelo yang langsung bermuka masam, sepertinya Arshaka ini biarpun masih kecil, tapi sudah pintar sekali mengambil hati gadis-gadis cantik.


Sedangkan Seli dan Vai kembali melanjutkan bermainnya dengan bayi montok dan tampan itu, karena Arsha memang sudah sering bertemu dengan mereka, membuat Arsha tertawa ketika di ajak bermain dengan Seli dan Vani, wajah cantik keduanya sudah sangat Arshaka kenali.


Sorry gaes sorean, aku sibuk 🙏


Like,Comment and Vote ya..


Mana hayo yang sering nyuruh up cepet tapi nggak pernah vote, aku tau lho...

__ADS_1


__ADS_2