Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Idola Baru


__ADS_3

Semua anak sudah berkumpul di lapangan upacara, Banyak siswi yang merasa senang karena pemail film yang sedang naik daun itu melanjutkan pendidikannya satu Sekolah dengan mereka.


Begitu juga dengan kedua sahabat Zela yang sangat senang karena datangnya Bintang Praditya, Tapi tidak dengan Zela sendiri dia senang tapi tak seheboh teman teman sekolahnya.


Dan Vera jangan ditanya lagi, Dia sangat merasa senang dan bersyukur, Karena dia berharap kedatangan Bintang Praditya bisa membuat seorang Azela menyukainya, Dengan begitu dia bisa dengan mudah mendapatkan Brayen Zafano.


Vera memang sudah sangat menggilai Brayen, bukan karena ketajirannya saja, tapi wajah Brayen memang sudah terukir di hati Vera, hanya saja itu sangat salah karena tanpa dia sadari dan tau, dia menyukai Suami teman sekolahnya atau lebih tepatnya musuh bebuyutannya.


" Baik anak anak.. tolong tenang... Saya akan memberitahukan kepada kalian semua.. Bahwa Mulai hari ini Bintang Praditya akan mulai menempuh pendidikannya di Sekolah kita.. Dan dengan bangga mari kita ucapkan selamat datang untuknya.." Jelas Pak Kepsek kepada Murid muridnya.


Seketika semua siswa siswi menjadi gaduh, tapi banyak dikalangan siswa yang tidak begitu menyukai kedatangan Bintang Praditya karena menurutnya itu akan menjadi saingan untuk mereka.


" Kak Bintang... Selamat datang..." Teriak siswi lain.


" Kak Bintang Kita senang Kakak bisa sekolah di sini.." Sambung yang lainnya lagi.


" ****.... Ini bisa jadi saingan kak Ray.." Cletuk salah satunya.


" Iya.. Tetep Kak Ray dong no 1 setelah itu Kak Bintang.." Jawab salah satu siswi.


" Dasarr rakus loe.." Ejek salah satunya lagi.


" Rakus aja nggk ada yang dapat.." Sambung yang lainnya lagi, lalu mereka tertawa.


" Tolong harap tenang semuanya... Nak Bintang silahkan perkenalkan diri.." Suruh Pak Dodi kepada Bintang yang akan menjadi siswa baru itu.


Bintang mengangguk, setelah itu dia sedikit maju kedepan untuk memperkenalkan dirinya.


" Hallo semuanya... Nama saya Bintang Praditya, Saya akan melanjutkan pendidikan di kelas 12, dan semoga kalian berkenan menjadi teman baru saya.." Jelas Bintang memperkenalkan dirinya dengan senyum tampannya tentunya.


" Ada yang perlu di tanyakan lagi..?? Tanya Pak kepsek kepada murid muridnya.


" Kak Bintang no WA nya kak.. berapa..?? Cletuk Vani seketika membuat Semu siswa siswi menoleh ke arahnya.


Termasuk Zela dan Seli yang menatap Vani bengong, Vani yang ditatap hanya nyengir tanpa dosa.


" Wuuuuu........" Teriak siswa siswi barengan.


" Baik.. kalau masalah itu.. usaha sendiri ya Vani..." Jawab Pak Dodi seketika membuat yang lain tertawa sedangkan Vani cemberut memonyongkan bibirnya.


Bintang geleng geleng kepala melihat reaksi teman teman di sekolah barunya karena kedatangannya.


Setelah acara perkenalan murid baru selesai, mereka di bubarkan untuk menuju kelas masing masing.


Sepanjang lorong kelas hampir semua siswa siswi sedang membicarakan Bintang yang akan menjadi idola ke dua untuk mereka.


" Van.. nekat banget loe ya tadi.." Ucap Seli kepada Vani.


" Namanya juga usaha Sel.." Jawab Vani enteng.


" Usaha...?? Kasian Kak Xelo Van.. kalau loe pindah ke lain hati.." Ejek Zela yang seketika membuat Vani terkejut.


Tapi tak di pungkiri Vani memang merasa aneh dengan perasaanya terhadap Xelo, hanya saja dia belum menyadarinya apa yang sebenarnya di rasa untuk Xelo.


" Dih.... merah muka loe.. becanda kali Van.." Sambung Zela lagi menarik pelan pipi cubby Vani.


" Apaan sih Gaes..?? Gue biasa aja kali ya.." Jawab Vani mengelak.


" Iya loe biasa aja.. tapi hati loe nggak biasa.." Sambung Seli dengan ketawa.


Mereka berjalan menuju kelas, dan tanpa mereka sadari lagi lagi sepasang mata indah milik siswa baru yang sebagai kakak kelas mereka terus menatap, lebih tepatnya menatap satu gadis yang membuat dia sangat penasaran oleh gadis cantik yang baru dilihatnya itu.


Setelah bell istirahat berbunyi semua siswa siswi berhambur dari kelasnya, begitu juga dengan ketiga gadis cantik, Siapa lagi kalau bukan Zela, Seli dan Vani.


Mereka berjalan menuju kantin, seperti biasa sampe dikantin mereka memesan menu kesukaan masing masing.


" Tumben nggak serame bisanya... pada kemana anak anak..??? Cletuk Vani melihat lihat kesekeliling kantin.


" Paling juga lagi pada caper sama anak kelas 3 ... " Jawab Seli yang dianggukin Zela.


" Ngapain mereka..?? kurang kerjaan banget..." Sambung Vani telmi.


" Ampunn deh ni anak.. mulai telminya.." Jawab Seli mengejek Vani.


Sedangkan Zela sedari tadi sibuk dengan ponselnya, ntah kenapa dia stalking sosmed suaminya, dan tentu saja Zela merasa senang saat mengetahui hanya ada beberapa foto Brayen di sosmednya, meskipun yang like sampe hampir 2jt ternyata Brayen tidak begitu aktif di sosmed.


" Gue telmi kenapa..?? Tanya Vani masih dengn ketelmiannya.


" Ya elah Van... Sang pemain film dengan Nama Bintang Praditya mulai hari ini sekolah di sini..." Jelas Seli menekan setiap kata katanya, seketika Vani melotot.


" OMG...OMG...OMG.... Gue lupain hal ini... sialan ni otak.." Kesal Vani pada dirinya sendiri.


Zela dan Seli hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Vani, memang sudah biasa jika Vani mengeluhkan tentang ketelmiannya, tapi mau gimana lagi begitulah Vani.


" Eh...mau kemana loe..??? Tanya Seli melihat Vani yang sudah berdiri.


" Mau nemuin Kak Bintang lah...enak aja mereka udah duluan.." Jawab Vani yang tidak mau sampe tertinggal oleh teman teman sekolahnya yang sudah lebih dulu usaha untuk dapetin Bintang.


" Makan dulu Van.. kita bersaing sama mereka dengn cara yang beda, oke..?? Jelas Seli membuat Vani kembali duduk.


Seli dan Vani melirik Zela yang sedari tadi senyum senyum menatap ponselnya, sambil sesekali memakan bakso yang sudah di depannya.

__ADS_1


" Loe kenapa sih Zel..?? Tanya Vani tapi tak dijawab juga oleh Zela.


Seli yang penasaran melirik ponsel Zela, kemudian tersenyum mengejek melihat apa yang sedang Zela tatap itu.


" Ehemm... Yang dari tadi stalking sosmed suami... senyum senyum sendiri sampe yang disini dicueki..." Sindir Seli membuat Zela akhirnya menoleh ke arah mereka.


" He..he..sorry gaes.. gue kepo aja.." Jawab Zela enteng.


" Udah Zel loe tenang aja.. saingan loe mungkin berkurang.. secara sekarang kan ada Kak Bintang.." Jelas Vani menaik turunkan alisnya.


Tapi Zela dan Seli malah bengong, melihat seseorang yang baru datang dan sepertinya dia berjalan menuju ke arah meja mereka.


" Panjang umur Van.. yang loe bilang lagi kesini.." Ucap Zela lirih.


" Hah..maksud loe kak Bintang..?? Tanya Vani tanpa menoleh, Zela dan Seli mengangguk bersamaan begitu juga dengan Bintang yang sampai tepat di depan mereka.


" Hay.. boleh gabung nggak..?? Tanya Bintang membuat Vani seketika memelototkan matanya dan dengan gerakan pelan dan ragu menoleh ke belakangnya.


Dimana Bintang sudah berdiri tepat disana, Vani tersenyum kikuk kembali menoleh ke arah Zela dan Seli, yang di jawab mereka juga dengan senyuman kikuk.


Tapi sikap Vani selanjutnya justru membuat Zela dan Seli terbengong, Vani berjingkarak senang dan langsung mempersilahkan Bintang untuk ikut gabung dengan mereka.


Semua siswa siswi yang berada dikantin juga masih diam tak percaya, Bintang sendiri yang meminta untuk ikut gabung dengan Zela CS padahal tadi banyak sekali siswi yang sengaja datang ke kelas 12 untuk memberi coklat atau makanan mereka untuk Bintang.


Tapi tentu saja pesona tiga gadis cantik itu memang tak bisa dianggap enteng untuk mereka, jika Zela saja bisa membuat Brayen jatuh kepelukannya apa lagi Bintang.


" Kak Bintang mau pesen apa.. Biar gue pesenin...?? Tawar Vani tho the point.


" Sama kayak kalian boleh.." Jawab Bintang membuat Vani begitu senang ternyata pemain film juga makannya tak seribet yang dia pikirkan.


Sedangkan Zela dan Seli masih diam mematung, ntah apa yang harus mereka seperti bingung karena satu meja dengan idola baru di sekolahnya.


" Bentar ya kak.. Gue pesenin.." Sambung Vani dengan senyum manisnya, Bintang menjawab dengan anggukan kepala juga senyum tampannya.


Vani segera berlalu menuju Buk kantin untuk memesankan makanan Bintang.


" Ow ya..kita belum kenalan... Tapi kalian pasti sudah tau Gue.. so..." Ucap Bintang terputus karena Seli sudah menyambar duluan.


" Gue Seli kak.. Dan ini Zela, kalau yang tadi Vani..." Jawab Seli dengan senyum manisnya.


Begitu juga dengan Zela yang tersenyum sambil mengangguk, Bintang tersenyum kepada mereka tapi kemudian mencuri pandang kepada Zela.


" Gue nggak ganggu kalian kan..?? Tanya Bintang kepada mereka.


" Oh.. enggak kok kak..nggak.." Jawab Seli cepat sambil menggelengkan kepalanya.


gila...ni cewek cantik banget... sedikit cuek juga.. gue makin penasaran.. batin bintang menatap zela.


Vani kembali duduk dikursinya, tapi kemudian dia teringat kalau belum berkenalan secara resmi dengan cogan di depannya ini.


" Ow ya kak Bintang kita belum kenalan.." Ucap Vani.


" Loe Vani kan..?? Tebak Bintang yang sebenarny sudah tau dari Seli.


" OMG... Kakak tau nama gue.." Jawab Vani terkejut plus senang.


" Gue yang kasih tau kak Bintang tadi.." Jelas Seli membuat Vani memelototkan matanya ke arah Seli.


" Kalian udah kenalan..?? Tanya Vani dan mereka bertiga termasuk Zela mengangguk bersamaan.


" Yah..." Gumam Vani lirih membuat Zela gemas menarik hidung Vani.


" Auw... Zel...sakit tau.." Kesal Vani yanh dijawab Zela dengan senyum yang memperlihatkan gigi rapihnya.


Mereka kembali dengan makannya, banyak tingkah Vani dan Seli yang sedang usaha untuk semakin dekat dengan sang artis, termasuk mereka berebut mengambilkan tisu untuk Bintang, sedangkan Zela bersikap biasa atau sewajarnya saja.


Tapi hal itu justru membuat Bintang semakin tertarik dengannya, ntah kenapa Bintang sangat ingin tau semua tentang Zela tentang kehidupan atau bahkan mungkin perjalanan cintanya.


Sesekali Bintang mencuri pandang dengan Zela, tapi tak lama datanglah beberapa siswi centil menghampiri mereka, tentu saja yang mereka inginkan hanyalah Bintang, mereka meminta untuk mengambil selfi bersama Bintang.


Seli dan Vani memandang kesal ke arah siswi siswi centil itu, tapi apa boleh buat mereka tidak berhak melarang karena bukan siapa siapa Bintang berkenaln juga baru saja.


Ponsel Zela berbunyi yang ternyata pesan dari Brayen meminta Zela untuk menemuinya di mobil, Zela tersenyum senang karena sedari tadi dia juga sangat merindukan Brayen mungkin karena bawaan debay, selalu saja ingin bermanja dengan Brayen.


" Gaes gue kedepan bentar ya.." Pamit Zela kepada kedua sahabatnya.


" Mau ngapain..?? Tanya Seli tanpa suara.


" Biasa Idola kampus.." Jawab Zela ngasal membuat Seli dan Vani tertawa.


" Cepetan jangan lama lama.. keburu masuk ntar.." Sambung Vani mengingatkan, yang dijawab Zela dengan menekuk jarinya berbentuk OK.


Zela segera berlari kecil untuk menemui suaminya, Bintang seperti sadar akan kepergian Zela.


Setelah siswi siswi centil itu pergi, dia segera menanyakan kepada Seli dan Vani.


" Temen kalian mau kemana..?? Tanya Bintang kepada mereka.


" Owh.. Zela.. ada urusan katanya.." Jawab Seli dan Bintang mengangguk mengerti.


Tapi sebenarnya dalam hatinya sangatlah penasaran, karena Zela terlihat gugup sambil terus tersenyum.

__ADS_1


Zela masuk kedalam mobil Brayen, dimana tadi Brayen sudah menunggunya tepat digerbang sekolah.


Dengan langsung dia melajukan mobilnya membuat Zela sedikit terkejut.


" Kak ray mau kemana..?? Tanya Zela kepasa Brayen.


" Temenin gue makan.." Jawab Brayen singkat.


" Tapi bentar lagi gue masuk kak.." Sambung Zela lagi.


" Tenang aja.. biar gue yang urus nanti.." Jawab Brayen enteng.


Hufh... Zela membuang nafas kasarnya.


" Selalu aja begitu.." Jawab Zela sedikit kesal dengan sikap Brayen yang selalu seenaknya.


" Ini hukuman buat loe karen tadi loe nggak bangunin gue..." Jelas Brayen sambil mengacak gemas rambut Zela, membuat Zela memonyongkan bibirnya.


" Apa mau hukuman yang lain..?? Sambung Brayen lagi sengaja mengerjai Zela.


" Ish... apaan sih kak..Jangan mulai deh.." Jawab Zela membuat Brayen tertawa.


Setelah beberapa menit perjalanan, mereka sampai di caffe tempat biasa Brayen dan Dimas nongkrong, sedangkan Zela ini kali pertamanya dia ke caffe ini.


Zela melihat lihat kesekeliling, suasana caffe yang sangat menenangkan ditambah dengan live musik bergenre jazz.


" Kak ray sering kesini..?? Tanya Zela kepada Brayen.


" Hmmm.." Jawab Brayen singkat membuat Zela kembali memonyongkan bibirnya.


Baru saja dia sangat senang karena Brayen memintanya untuk bertemu, tapi begitu ketemu udah dibuat kesel lagi, benar benar bumil yang selalu susah ditebak moodnya.


" Ayo.." Ajak Brayen menggandeng tangan Zela menuju ruang vip.


Dimana biasanya Brayen dan Dimas berjam jam menyesaikan tugas kantor Pak Riko di sini, tentunya selain di ruang kerjanya.


Saat mereka masuk, Zela tertegun pasalnya ruangn VIP di caffe ini malah terlihat seperti hotel berbintang, terdapat tempat tidur juga, benar benar aneh...


Ternyata penjelajahan Zela bersama kedua sahabatnya belum apa apa dibanding dengan apa yang Zela lihat sekarang ini.


" Kak ray mau makan apa istirahat sih..??? Kenapa bisa coba di caffe ada ranjang untuk tidur..." Oceh Zela panjang lebar.


" Mau makan juga istirahat.." Jawab Brayen santai.


" Kalau gitu.. gue mau balik kesekolah.." Jawab Zela berjalan menuju pintu.


" Silahkan... Kalau loe berani dapat hukuman dari gue.." Jawab Brayen membuat Zela menghentikan langkahnya.


Zela menatap Brayen kesal tapi kemudian dia menurut, Zela duduk di tepi ranjang, sedangkan Brayen duduk di sofa sambil tersenyum.


Tak lama 2 pelayan datang membawakan makanan untuk Brayen, yang ternyata Brayen memesan banyak makanan karena dia tau Zela pasti juga ingin jika melihatnya.


Setelah pelayan keluar kembali dengan pekerjaannya, Zela menghampiri Brayen karena mencium bau sedap dari makanan yang Brayen pesan.


" Ayo makan.." Ajak Brayen yang tau Zela sangat tergoda.


" Boleh kak..?? Tanya Zela ragu.


" Nggak boleh kalau loe ngambek ngambek terus.." Jawab Brayen enteng.


" Nggak lagi.. janji..." Jawab Zela memasang muka gemas didepan Brayen.


Brayen tersenyum kembali mengacak pelan rambut Zela, mereka makan bersama padahal baru saja Zela mengahbiskan baksonya dikantin sekolah, beruntung memang di awal awal minggu kehamilannya Zela hanya merasakn mual beberapa kali saja, setelah itu dia sangat bernafsu jika melihat makanan.


" Hoammmm.... Gue ngantuk kak.." Ucap Zela merasa ngantuk setelah selesai dengan makannya.


" Tidur aja... Gue mau nyelesain tugas..." Jawab Brayen yang sudah membuka laptopnya.


" Lho.. kapan kakak bawa laptop..?? Persaan tadi nggak bawa apa apa.." Ucap Zela sedikit terkejut.


" Gue ambil di lemari tadi.." Jawab Brayen membuat Zela semakin bingung.


" Udah tidur sana.. nanti biar gue ijinin ma Pak Dodi.." Jelas Brayen membuat Zela tersenyum senang.


Cup...


Zela mencium pipi Brayen lalu menuju tempat tidur untuk segera bermimpi indah, Brayen melihat Zela gemas lalu kembali pada layar laptop di depannya.


Yuhu Kak.. Tetap semangat ya puasanya bagi yang menjalankan tentunya..


Terimakasih yang sudah Vote, author benar benar sangat berterimakasih.. tapi sekali lagi..


Jangan Lupa


Like


Comment


Dan


Vote...

__ADS_1


Vote,, vote,, vote,, Big Thanks 🙏🙏😘😘


__ADS_2