
Setelah selesai membersihkan diri, Zela menemui Arshaka yang sedang bermain dengan Oma dan Opanya.
Melihat kedatangan Zela membuat bayi tampan itu berlari ke arah Mommy nya seraya tersenyum lebar, jelas bayi tampan yang beberapa bulan lagi akan genap berusia 2 tahun itu sangat merindukan Mommy nya.
" Mumy." Ucap Arshaka kepada Zela, tangan kecilnya memeluk kaki Zela yang sedang berdiri di hadapannya.
" Sayang Mommy." Jawab Zela seraya memeluk Arshaka, lalu mencium pipi cubby nya.
Arshaka tersenyum tampan kepada Mommy nya, membuat Zela semakin gemas dan kangen saja dengan anak tampannya.
" Mommy kangen sayang." Jelas Zela lagi yang juga kembali mencium pipi Arsha.
Cup...
Tanpa di suruh bayi tampan itu mencium pipi Mommy nya, jelas apa yang di lakukan Arsha membuat Zela semakin gemas dengan perlakuan bayi tampan itu.
" Oning Kiss Mom." Ucap Arshaka yang sukses membuat Zela terkejut.
" Hah Morning kiss.? Tanya Zela membuat Arshaka tertawa menampilkan deretan giginya yang rapih.
Zela menatap Bunda Wina dan Pak Riko yang sedang tertawa melihat apa yang Arshaka lakukan.
" Pria kecil yang pintar." Ucap Pak Riko memuji cucu tampannya.
Zela dan Bunda Wina tertawa, pasalnya baby Arsha menyebutkan Morning kiss , sedangkan sekarang saja sudah petang, bahkan sebentar lagi hampir jam 7 malam malah.
Rupanya bayi tampan dan menggemaskan itu menirukan apa yang sering Brayen lakukan kepada Zela di pagi hari. Bayi tampan dan pintar itu sering mengamati apa yang Daddy nya lakukan kepada Mommy nya, jelas Arsha merasa tidak ingin kalah dengan Daddy nya.
" Aduh... Thank bab**y." Ucap Zela seraya memeluk bayi tampan itu dengan gemas.
Arsha membalas pelukan Mommy nya dengan tangan kecilnya mengusap-usap punggung Zela, jelas apa yang di lakukan oleh bayi tampan itu seperti lelaki dewasa yang sedang memeluk kekasihnya untuk menenangkannya.
Sampai akhirnya deheman seseorang membuat semuanya yang berada di sana menoleh ke arahnya, tetapi Arshaka langsung menampilkan wajah kesalnya, rupanya Brayen yang baru saja selesai mandi menemui mereka yang sedang berada di ruang tengah.
" Lihat muka dia langsung berubah." Ucap Bunda Wina yang begitu memahami cucu tampannya.
Pak Riko dan Zela tertawa, memang akan seperti itu sikap Arsha setiap kali Brayen datang menghampirinya.
__ADS_1
Dengan santai Brayen menghampiri Arsha yang masih berada di gendongan Mommy nya.
" Kamu kenapa musuhin Daddy?." Tanya Brayen kepada Arsha yang sedang menatap tajam Daddy nya, tetapi wajah Arsha malah terlihat sangat menggemaskan.
Bahkan Zela sudah menahan tawa sedari tadi, melihat wajah anaknya yang lucu sekali ketika memusuhi Daddy nya.
" Daddy eyek." Jawab Arshaka sepontan. Dan sukses membuat semua orang yang berada di sana tertawa, termasuk Zela yang sudah tidak bisa lagi menahan tawanya.
Mendengar penuturan anak tampannya membuat Brayen menggeleng, anaknya berani sekali mengatakan jima dirinya jelek, sedangkan di luar sana Daddy nya itu menjadi incaran banyak gadis-gadis.
Tanpa menunggu lama, Brayen langsung mengambil alih untuk menggendong Arshaka, jelas bayi tampan itu berontak tidak mau di gendong oleh Daddy nya.
Bahkan Arsha sampai meminta tolong kepada Opa dan Omanya, bayi tampan dan pintar itu tahu jika Daddy nya nurut dengan Opa dan Omanya selain Mommy nya.
" Epa, Ema !." Teriak Arsha meminta bantuan kedua Opa Oma nya.
" Ray jangan usil kamu, nanti nangis dia." Suruh Bunda Wina kepada Brayen untuk melepaskan Arshaka,
Bunda Wina berdiri untuk mengambil Arshaka, tetapi di cegah oleh Pak Riko yang masih duduk di tempatnya.
Tidak anak lelakinya, tidak suaminya selalu saja menggoda cucu kesayangannya.
" Ayah ini keterlaluan." Jawab Bunda Wina yang masih ingin mengambil alih Arshaka.
Sedangkan Zela tertawa melihat putra kecilnya yang sedang berontak di gendongan Daddy nya meminta untuk di turunkan.
" Mereka itu sangat mirip Bund, biarkan saja Ray merasakan apa yang dulu Ayah rasakan juga, mereka terlihat sangat lucu bukan?." Jelas Pak Riko membuat Bunda Wina menatap Brayen dan Arshaka.
Tanpa di sadari, bibirnya melengkung, apa yang di katakan oleh suaminya memanglah benar, Brayen dan Arsha terlihat sangat lucu sekali.
" Daddy akal."
" Tuyun, tuyun." Ucap Arshaka meminta Brayen untuk menurunkannya.
Bukannya menurunkan Arsha, Brayen malah membawa Arshaka ke garasi mobil mewahnya.
" Mau naik lambo Daddy nggak?." Tanya Brayen melihat wajah anaknya yang berubah ketika melihat deretan mobil mewah Daddy nya.
__ADS_1
Arshaka mengangguk tanpa menjawab, membuat Brayen tersenyum seraya mencium pipi Arsha sekilas.
Mendapat ciuman dari Brayen, Arshaka kembali menatap tajam Brayen.
" Berani pelototin Daddy, nggak jadi ah naik lambonya." Ancam Brayen yang langsung membuat Arshaka menampilkan wajah menggemaskannya seraya tersenyum.
" Nayik yambo." Pinta Arsha membuat Brayen mengacak rambut Arsha pelan.
" Jagoan pintar." Gumam Brayen tersenyum.
" Okay, let's go." Ajak Brayen membuat Arsha berjingkrak senang di gendongan Brayen.
Brayen mendudukan Arsha di sebelah kemudinya, memakaikan sabuk pengamannya juga.
Brayen hanya akan membawa Arsha berkeliling di sekitar rumahnya saja. Karena memang sudah malam, Arshaka juga tidak pernah keluar sampai larut malam, sebentar lagi bayi tampan dan pintar itu juga akan tertidur.
" Are you ready baby?." Tanya Brayen kepada bayi tampan yang sedang tertawa senang.
" Yedi...!!." Teriak Arshaka yang terdengar begitu lucu dengan bahasa yang di gunakannya, jelas karena di umur Arsha yang belum menginjak 2 tahun masih belum jelas cara berucap, tetapi Arshaka juga termasuk anak yang sangat cerdas, dia sudah berani mengemukakan pendapat atau apa yang dia inginkan, dengan gaya dewasa menurut anak seusianya.
Brayen tersenyum seraya mengacak rambut jagoan kecilnya lagi.
Fix, Arsha memang pengganti dirinya nanti menjadi Idola di kalangan gadis-gadis.
Dengan kecepatan sedang, bahkan sedikit pelan, Brayen melajukan mobil lamborghini kesayangannya. Dia akan membawa Arsha keliling di jalanan sekitaran rumahnya saja.
" Woooo....!." Teriak Arsha begitu senang setelah mobil Daddy nya melaju.
Brayen tersenyum melirik anaknya, hanya hal kecil yang dia lakukan untuk Arsha, tetapi mampu membuat Arsha begitu merasa bahagia.
" Daddy awa da ino ( Daddy awas ada Dino)." Ucap Arshaka tiba-tiba membuat Brayen terkejut dan tertawa.
Rupanya anaknya ini sudah tahu tentang hewan purbakala seperti Dinosaurus, Arsha sering bermain dengan kedua baby sitter nya, bermain apa saja yang dia suka, selain hewan-hewan, Arshaka juga sudah mulai mengenal dunia imajinasi anak-anak seperti berbagai macam robot juga mahluk luar angkasa.
Bahkan Arshaka sering menyebut Dimas sebagai Alien ketika Dimas berkunjung ke rumah. Banyak sekali pertumbuhan tentang Arshaka yang Brayen tidak tahu.
Gimana gaes? Part ini khusus Keluarga kecil Zela dan Brayen ya, juga tentang kelucuan si kecil Arshaka 🤗
__ADS_1