Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Ketiga Gadis Nakal


__ADS_3

Brayen sedang duduk santai dengan Ayahnya di taman belakang, sedangkan Zela sudah pergi sedari tadi dengan kedua sahabatnya.


Seli dan Vani tadi menjemput Zela untuk jalan jalan, hari ini hari minggu dan mereka akan menghabiskan waktu bersama dengan pergi kemanapun yang mereka suka, termasuk mall tentunya, Vani yang sedari tadi terus merengek minta ke mall.


Sungguh Vani ini seperti anak kecil yang tidak pernah di ajak ke mall, padahal seminggu bisa 5 hari dia ke mall, tapi emang anaknya ratu mall jadi mungkin tidak akan pernah ada bosennya.


" Kemana dulu...?? " Tanya Seli kepada Zela dan juga Vani.


" Caffe.." Jawab Zela semangat.


" Mall... " Jawab Vani tak kalah semangat.


Mereka menjawab barengan, membuat Seli menggelengkan kepalanya, yang satu sukanya ngemall dan yang satu lagi hobi makan.


Akh... Memikirkan hal itu membuat Seli pusing sendiri jadinya.


" Gini aja ya biar adil... Kita ngegym gimana..??? Pengen olahraga nih gue.." Usul Seli kepada keduanya.


" Ogah..." Jawab mereka membuat Seli menghebuskan nafas panjanhnya.


" Ya udah kita ke restorant dulu bis itu ke mall gimana..?? " Tanya Seli kembali memberi saran.


" Oke.." Jawab Zela dan Vani kompak.


Seli segera mencari restorant terdekat, restorant kalangan tengah atas tentunya.


Tapi belum juga dapat yang menurut mereka pas, Zela tiba tiba kepikiran sesuatu.


" Gaes.. Renang aja yuk... Gue pengen nih... Gimana..?? " Tanya Zela membuat Seli dan Vani sama sama melotot.


" Astaga Zel.. Gue udah dandan cantik gini msa cuma mau renang sih..?? Mubazir tau dandan Gue.." Jawab Vani seperti tak setuju.


" Iya lagian panas gini.. Males ah Gue.." Sambung Seli yang sama seperti Vani, tak setuju dengan usul Zela.


Membuat Zela mengerucutkan bibirnya kesal.


" Padahal Baby Gue ini yang kepengen.. Biar sehat katanya.. Ya Dek ya..?? " Ucap Zela dengan nada kecewa, juga menanyakan kepada calon anaknya yang masih berada di dalam perut.


" Iya Mom.. Pen yenang..." Jawab Zela menirukan suara anak kecil.


" Sabar ya Nak.. Aunty pasti mau kok nanti.." Ucap Zela sengaja.


Seketika membuat Seli dan Vani tertawa karena tingkah Zela.


" Nggak tega gue kalau loe bawa bawa anak loe.." Jawab Seli membuat Zela tersenyum penuh kemenangan.


" Oke let's go... Kita berenang..." Sambung Vani semangat.


Membuat Zela kembali tersenyum senang, sedangkan Seli menggelengkan kepalanya karena tingkah Zela yang mengatas namakan anaknya untuk keinginannya.


" Kita ke toko biasa ya buat beli bajunya dulu.. Gue nggak bawa baju renang nih... Ganti juga nggak.." Ucap Seli kepada Zela dan Vani.


" Siap... Kita ke mall buat beli apa aja yang kita butuhkan nanti..." Jawab Vani membuat Zela dan Seli mengacungkan jempolnya.


Mobil Seli melaju menunu mall besar dikota mereka, setelah memarkirkan mobilnya mereka turun dari mobil untuk masuk kedalam mall.


" Gaes jadi ingat waktu itu.. Kita liat pedovil sama bakwan lagi enak enakan.." Ucap Vani teringay ketika mereka melihat adegan dewasa diparkiran mall.


" Ha..ha..ha.. Masih ingat aja loe sama begituan.." Ledek Zela kepada Vani.


" Iya dong.. Gue tuh kadang penasaran gimana rasanya.. Ya minimal kissing gitu lah.." Jawab Vani membuat Zela dan Seli seketika melototkan matanya.


" Astaga Van.. Cabul banget deh loe.." Jawab Seli yang sekaligus menjitak kening Vani.


" Auw.. Seli... Sialan loe.. Sakit tau.." Kesal Vani yang dapat jitakan dari Seli.


" Udah jangan pada berantem napa.. Nggak jadi apa..?? " Tanya Zela kepada kedua sahabatnya yang malah meributkan sesuatu yang tidak penting.


" Iya jadi dong..." Jawab Vani yang udah memasang muka cemberutnya.


" Sini gue kasih tau sesuatu ke Loe deh Van.." Ucap Zela yang dituruti oleh Vani.


Vani mendekatkan dirinya ke Zela, membuat Zela membisikan sesuatu ke arah Vani.


" Rasanya tuh enak gimana gitu.. Bikin merinding, sampe merem melek juga.." Bisik Zela kepada Vani, seketika Vani melotot dengan apa yang Zela katakan.


Vani baru sadar jika Zela sudah menikah, dan Zela juga pasti sudah melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar kissing.


Zela hanya terkikik sambil berlau pergi, sungguh Zela tidaklah ingin membahas itu sebenarnya, karena hal yang begituan termasuk sebuah privasi untuknya.


Tapi karena Seli dan Vani yang terus ribut, membuat ide gila muncul dari pikiran Zela untuk membukam mulut Vani.


" Zel... Zezel.. Tungguin..." Seru Vani mengejar Zela.


Jangan ditanyakan Seli sedang ngapain atau bagaimana, tentu saja dia menggelengkan kepalanya dengan tingkah keduanya.


Vani dengan ketelmiannya, juga perkataan Zela yang membuat rasa penasaran Vani bertambah.


" Astaga.. Semoga gue sabar ngadepin bumil sama miss telmi..." Gumam Seli lalu berlalu mengejar mereka juga.


Ketiga gadis cantik itu berkeliling mall mencari toko yang menjual berbagai alat olahraga termasuk baju renang tentunya.


Sampai akhirnya mereka menemukan toko yang menjual berbagai kebutuhan untuk berenang.


Saat mereka keluar dari toko, tiba tiba ada Ibu Ibu hamil dan juga suaminya yang sedang berjalan, menyadari kedatangan Zela, istri dari Brayen Zafano.


" Pah.. Pah.. Lihat.. Itu bukannya Azela istri dari Brayen Zafano..?? " Ucap Ibu itu kepada suaminya.


Suami Ibu itu menoleh, lalu mengamati ketiga gadis cantik itu, dan matanya menemukan sosok gadis yang sangat cantik, yang baru baru ini menjadi perbincangan hangat dalam berita.

__ADS_1


" Akh.. Iya Bu.. Apakah Ibu mau foto dengannya..?? Siapa tau anak kita secantik dia.." Jelas suami Ibu itu, membuat si Ibu itu mengangguk senang.


" Ayo Pah.. Keburu pergi nanti.." Jawab Ibu hamil itu mengajak suaminya dengan begitu semangat.


Mereka berjalan mendekat ke arah Zela, Seli dan juga Vani.


" Permisi Nona Azela ya..? " Tanya suami Ibu itu dengan sopan.


Membuat mereka saling pandang bingung.


" Iya saya sendiri... Bagaimana Pak..?? " Jawab Zela dengan menganggukan kepala, juga bertanya kepada Suami Ibu hamil itu.


" Begini Neng Azela.. Istri saya sedang hamil, dia ingin sekali foto bersama Neng Azela.. Bolekah..?? " Tanya Bapak itu lagi dengan sopan.


Zela terkejut, bagaimana mungkin ada seorang Ibu hamil yang ingin berfoto dengannya.


Apa itu termasuk ngidam..?? Pikir Zela.


Zela menatap Lelaki itu, kemudian beralih menatap Ibu hamil yangberada di sebelahnya.


" Boleh Bu... Mari kita foti bersama.." Jawab Zela sopan, membuat Ibu itu tersenyum begitu senang.


" Terimakasih Neng Azela.. Terimakasih banyak..." Ucap Ibu itu kepada Zela.


Padahal mereka belum berfoto, tapi si Ibu sudah sangat bersyukur dan antusias.


" Pah.. Tolong fotoin Mamah sama Neng Azela.." Suruh si Ibu kepada suaminya.


Mereka berfoto dengan beberapa gaya, tersenyum, saling mengerutkan bibir juga pose dengan gaya jelek.


Tapi catat, mau pose apapun seorang Zela, dia akan selalu terlihat cantik.


" Mau juga foto bareng sama Neng Neng yang cantik ini.." Ucap si Ibu kepada Seli dan Vani.


" Kita..?? " Tunjuk Vani kepada dirinya juga Seli.


Si Ibu mengangguk sambil tersenyum.


" Ayo Bu.. Kenapa tidak..," Jawab Seli semangat, membuat si Ibu semakin senang, juga suaminya yang sedari tadi bertugas memfoto mereka.


Kembali mereka melakukan foto berbagai gaya, tentu saja karena ada miss telmi bin miss narsis, siapa lagi kalau bukan Vani.


Vani sangatlah bisa jika diajak untuk berfoto ria, dia termasuk jagonya.


" Neng Azela, mau tidak mengelus perut saya..?? " Tanya Ibu itu kepada Zela.


Sangat terlihat dari sorot matanya, jika Ibu itu begitu meminta dan mungkin sangat menginginkan.


" Mau dong Bu..." Jawab Zela dengan senyuman manisnya.


Membuat si Ibu bernafas lega, juga senang tak tertahankan.


" Semoga anak saya kalau cewek seperti Neng Azela, tapi kalau cowok seperti Den Brayen.. " Ucap si Ibu ketika Zela mengelus perutnya.


" Amin..." Jawab Zela sopan.


" Bu.. Semoga lahirannya lancar ya... Doakan saya juga semoga lancar sampe lahiran.." Ucap Zela kepada si Ibu.


" Pasti Neng.. Pasti saya doakan..Yang terbaik untuk Neng Zela dan bayinya, juga keluarganya.. Kita sama sama dipermudah dalam persalinan.." Jawab si Ibu membuat Zela tersenyum lembut.


" Bu.. Kita nggak di doakan..??? " Tanya Vani tiba tiba, membuat si Ibu bingung.


" Doakan kita ya Bu...Pak.. Semoga kita cepet dapet jodoh.." Sambung Vani segera menjelaskan melihat si Ibu yang sudah kebingungan tadi.


" Pasti atuh Neng... Geulis geulis gitu..Pasti cepet dapet jodoh.." Jawab si Ibu membuat Zela, Seli dan Vani tertawa.


Begitu juga dengan suaminya.


" Sekali lagi terimakasih banyak ya Neng... " Ucap si Ibu yang diangguki oleh Zela, dan kedua sahabatnya.


" Mari..." Ucap mereka sopan, lalu pergi dengan perasaan begitu senang.


" Iya Bu... Pak.." Jawab Mereka kompak.


Kedua pasangan suami itu begitu bahagia bisa berfoto dengan Zela dan juga teman temannya, mereka tidak menyangka jalan jalan ke mall yang niatnya untuk mengusir kejenuhan, nyatanya mendatangkan keberuntungan untuk mereka.


Bisa berfoto dengan istri dari Brayen Zafano, tadinya sesuatu yang sangat mustahil menurut pasangan suami istro itu, tapi nyatanya Azela sangatlah baik dan juga ramah.


" Akh... Gila ya.. Nikah sama Idola loe jadi familiar Zel.." Cletuk Vani membuat Zela hanya tertawa renyah.


" Serius Gue.." Kesal Vani yang tidak ditanggapi mereka.


" Ya Gue malah dua rius kali Van.." Jawab Seli dengan cekikikan.


" Ikh... Gue nggak ngomong ma Loe ya.." Kesal Vani lagi kepada Seli.


" Tapi Gue ngomong ma Loe Vani sayang.." Jawab Seli yang membuat Vani semakin kesal saja rasanya.


Zela menggelengkan kepalanya karena tingkah kedua sahabatnya, pasti ada saja yang menjadi masalah di antara mereka bertiga.


Dan hebatnya mereka sama sekali tidak pernah ngambekan sampe berhari hari, bahkan satu hari saja tidak, hanya berapa menit dan nantinya sudah tertawa bareng lagi.


Persahabatan yang sangat jarang terjadi sekarang ini.


Zela, Seli dan Vani sudah berada diruang ganti, mereka sangat sexy mengenakan pakaian renang.


Zela sedikit malu melihat penampilan dirinya di cermin besar yang berada di depannya.


Jujur saja sudah cukup lama juga Zela tidak pernah berenang, dan ini membuatnya gugup.

__ADS_1


Bukan karena dia takut jika sudah tidak menguasai gerakan gerakannya, tapi karena badannya yang terlihat begitu berisi.


Bahkan kedua gundukan kembarnya sangat tercetak dengan jelas, membuat Zela tidak berani keluar dari ruangan gantinya.


" Astaga Zel.. Sexy parah Loe.." Ucap Vani memuji tubuh Zela, tapi malah membuat Zela semakin tidak PD.


" Kayak Kendall Jenner tau nggak Body Loe.." Sahut Vani lagi membuat Zela seketika melotot.


" Sialan Loe.. Ngrendahin Gue banget kalau Loe bilang gitu.." Jawab Zela tidak terima.


" Iya sih Van.. Lagian Loe.. Body Zela alami tau.. Beda sama junjungan Loe.." Sambung Seli membela Zela.


" Omg.... Baby... Baby.... Pusing ngomong sama kalian berdua.. Udah ah.. Gue mau nyebur dulu..," Jawab Vani yang malah ingin pergi begitu saja.


" Eh.. Kampret.. Tungguin kita napa.. Tega banget sih Loe.. Zela lagi nggak PD gini.. Malah ditinggal..." Teriak Seli yang seketika membuat Vani menoleh, dan kembali kepada mereka berdua.


Hufh....


Vani menghembuskan nafasnya panjang.


" Gini ya My Baby Zezel.... Loe tau nggak sih.. Kalai badan Loe itu sekarang lebih berisi, semakin sexy.. Buat apa Loe malu.. Kecuali ya kalau badan Loe krempeng nggak ada lekukannya, itu baru Loe boleh nggak PD.." Jelas Vani kepada Zela, membuat Zela malah terbengong dengan penuturan Vani.


" Ye... Malah pada bengong kalian... Mau berenang nggak..?? " Tanya Vani yang diangguki Zela juda Seli.


" Ya udah ayo.. Jangan kebanyakan bengong.. Tujuan kita disini buat berenang, bukan buat caper caper sama cowok... So cuek aja lah.." Jelas Vani lagi, yang ntah kenapa omongan Vani barusan memang ada benarnya juga.


Untuk apa Zela malu jika memiliki tubuh yang sexy, bukankah itu malah suatu anugrah..????


Yang terpenting tujuannya bukan untuk hal hal yang tidak baik, mereka datang untuk berenang.


Bukan untuk hal yang lain, oke sesimpel itu sebenarnya.


Mereka bertiga akhirnya keluar dari ruang ganti, lalu menuju kolam dimana disana dikhusukan untuk wanita saja, meskipun bersebalahan dengan kolam cowok, tapi jika terpisah itu lebih baik.


Mereka berjalan bak model saja, sama sama memilik paras cantik dengan body aduhai, membuat kaum adam yang sedang berada disana seperti mendapat energi dengan kedatangan mereka.


Bukan maksud fiktor ( pikiran kotor ) , tapi kehadiran mereka tak luput dari pandangan mata kaum adam.


" Akh... Shit... Sexy pretty..." Ucap salah satu lelaki tampan yang sedang berendam di kolam.


Mereka belum menyadari jika salah satu dari ketiga gadis cantik itu adalah Azela, cewek cantik yang bersetatus sebagai istri Brayen Zafano.


Zela, Seli dan Vani masuk kedalam kolam, mereka melakukan berbagai gaya renang, tentu saja karena mereka sama sama mempunyai skill tinggi dalam hal ini.


" Zel... Loe nggak papa Kan..?? " Tanya Seli khawatir.


" Gue nggak papa kok.. Nyante aja.." Jawab Zela kepada Seli.


" Maksud Seli perut Loe Zela..." Sambung Vani menjelaskan.


" Aman kok.. Sehat malah kata Dokternya kalau Gue berenang... Kalian tenang aja.. Gue jagain ponakan kalian kok.." Jelas Zela membuat Seli dan Vani tersenyum senang.


" Sipp deh kalau gitu.. Ayo lagi..." Ajak Seli kepada Zela dan Vani.


Mereka akhirnya berenang lagi, tanpa Zela sadari sedari tadi ponsel di dalam tasnya terus berbunyi.


Brayen terus menghubungi Zela tapi tidak juga diangkat, membuat Brayen, Dimas juga Xelo mendadak cemas tapi juga kesal.


" Akh..." Kesal Brayen kareba tak kunjung dapat jawaban dari Zela.


Begitu juga dengan telpnnya yang tak kunjung diangakat.


" Kemana sih mereka.. Awas aja ya kalau sampe berani macam macam.." Sambung Brayen kembali kesal.


" Kalem Ray.. Mungkin mereka lagi dimana gitu.. Sampe nggak denger atau malah nggak bawa ponselnya.." Jawab Xelo mencoba menenangkan Brayen.


" Kemana coba kalau sampe nggak denger apa lagi sampe nggak bawa..?? " Tanya Brayen dengan kesalnya.


" Coba Loe cek pake GPS Ray.." Usul Dimas membuat Brayen seketika mengingat aplikasi yang ada pada ponselnya dan juga Zela.


Dengan segera Brayen membuka GPS untuk mengetahui keberadaan sang istri dan sahabatnya.


Betapa terkejutnya Brayen saat mengetahui jika mereka sedang berada di water park dikotanya.


" Akh.. Brengsek... Beraninya mereka kesana tanpa kita..." Ucap Brayen semakin kesal, nadanya sudah meninggi seperti orang yang baru saja di putuskan cintanya.


" Kenapa..?? " Tanya Dimas penasaran.


" Kalian liat..." Jawab Brayen sembari memberikan ponselnya kepada Dimas dan Xelo.


" Astaga.. Gadis gadis nakal...," Gumam Xelo.


" Kita kesana.." Sambung Dimas, yang langsung disetujui oleh Brayen dan Xelo.


Tadinya ketiga cowom tampan itu ingin mengajak Zela, Seli, dan Vani pergi kepuncak, untuk sekedar menikmati waktu libur mereka, menikmati sejuknya suasana disana, dan indahnya pemandangan yang masih banyak pepohonan, bukan gedung gedung tinggi.


Tapi nyatanya malah dapat kejutan dari cewek cewek nakal ini sekarang.


Sungguh membuat Brayen, Dimas dan Xelo kesal, sepertinya ketiga gadis cantik itu harus mereka kasih hukuman.


Jangan Lupa,Like, Comment dan Vote ya Kak..


Ingat... Vote.. Vote.. Vote... Biar author semangat up setiap harinya..


Oke..??


Baca juga cerita author " My Brother Handsome " 😊😊


Have a nice day.. Buat kalian 😘😘

__ADS_1


__ADS_2