Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Happy Wedding Vani Dan Xelo


__ADS_3

Malam ini malam yang menegangkan untuk Vani, bukan karena malam pertama untuknya dan Xelo, tetapi besok adalah hari dimana dirinya dan Xelo akan menjadi sepasang suami istri.


Akad nikah Vani akan di laksanakan besok pagi, bahkan baik Xelo dan Vani juga sepakat melakukan akad nikah dan resepsi pernikahan di hari yang sama, mereka hanya akan melaksanakannya 1 hari saja.


Tidak terasa memang waktu begitu cepat berlalu, dan sebentar lagi Vani akan menjadi seorang istri untuk lelaki yang sangat di cintainya.


" Ya ampun Gue nggak bisa tidur gini malah." Gumam Vani seraya berguling-guling di ranjang tidurnya.


Padahal jelas tadi Maminya Vani sudah menyuruhnya untuk segera istirahat, agar besok terlihat lebih segar, tetapi yang namanya calon pengantin memang biasanya sampai susah untuk tidur membayangkan hari esok.


" Zezel, Cecel...." Panggil Vani lirih membangunkan kedua sahabatnya.


Zela dan Seli memang tidur di rumah Vani. Mereka sengaja menemani calon pengantin agar tidak terlalu gugup, maklum si Vanvan kan paling beda di antara mereka, bahkan Zela sampai rela harus terpisah semalam dengan anak tampannya.


" Zel." Panggil Vani lagi mencoba membangunkan Zela yang sudah tertidur di sampingnya.


Vani tidur di tengah-tengah antara Zela dan Seli memang, tetapi sedari tadi Vani terus terjaga tidak bisa memejamkan matanya.


" Apaan sih Van?." Tanya Zela setengah sadar dari tidurnya.


" Gue nggak bisa tidur." Jawab Vani seraya menatap Zela yang sedang mencoba membuka mata.


Zela melirik ke arah jam dinding di depannya, astaga... Ini sudah pukul 2 pagi, itu tandanya sebentar lagi juga akan terbit fajar, tinggal menunggu beberapa jam lagi, tetapi si Vanvan belum juga tidur dari tadi.


" Kan udah Gue bilang Van, jangan gugup, urusan besok Lo tinggal serahin semua sama Kak Xelo." Jelas Zela seraya menatap Vani.


" Tetep nggak bisa Zel, Otak Gue kebayang terus." Jawab Vani membuat Zela menghela nafasnya pelan.


" Oke dengerin Gue sekarang." Ucap Zela yang di angguki oleh Vani.


Sedangkan Seli masih terpulas dengan tidurnya, dia sama sekali tidak terganggu dengan interaksi di antara Zela dan Vani sekarang.


" Lo tarik nafas dalam, terus buang pelan-pelan, lakuin itu sampai Lo ngerasa relax, oke?." Jelas Zela yang kembali di angguki oleh Vani.


Tanpa menunggu lama Vani langsung melakukan apa yang Zela suruh, Vani melakukannya berkali-kali sampai tanpa di sengaja Vani membuang gasnya yang otomatis di terima oleh Seli yang sedang tertidur pulas.


Dottt....


Dengan suara cukup keras gas yang Vani buang terdengar oleh Zela dengan jelas, bahkan bau tidak sedap dar gas itu sampai membuat Seli terbangun dari tidurnya.


" Ya ampun Vani jorok banget Lo." Kesal Zela membuat Vani terkikik.

__ADS_1


" Sorry Zel kelepasan, Lo tahu sendiri kan Gue kalau di suruh buang nafas pasti bocor ni lubang." Jawab Vani seraya tersenyum kikuk, Zela mendelik mendengar ucapan Vani barusan, memang sudah tidak beres si Vanvan.


" Shit, Lo kentut Van?." Tanya Seli kesal kepada Vani.


Vani mengangguk seraya tersenyum, memang kentut Vani ajaib banget bisa langsung membangunkan Seli yang sedang tertidur pulas, tadi saja Seli di bangunkan Vani secara langsung susah sekali, giliran Vani kentut Seli langsung terbangun, tahu gitu Vani sedari tadi buang gas kadaluarsanya saja.


" Astaga... Ni anak, udah mau jadi istri orang masih aja kentut sembarangan." Kesal Seli lagi seraya menutup hidungnya dengan tangannya.


" Dih emang ada gitu tempat khusus buat buang kentut? Nggak ada kali Sel, Lo juga kalau baru ngupil buangnya sembarangan." Jawab Vani tidak terima.


Zela dan Seli sama-sama mendelik dengan jawaban Vani barusan, sumpah demi apapun Vani adalah calon pengantin yang paling unik dan jorok menurut mereka, tidak ada sikap kalemnya sama sekali apa lagi manis, harusnya di malam yang sebentar lagi menjelang pagi calon pengantin itu masih tertidur nyenyak untuk menyambut hari sakralnya besok, tapi sekarang Vani sangat jauh berbeda dengan calon pengantin pada umumnya.


" Awas aja Lo besok kentut di hari ijab kabul." Ucap Seli membuat Vani terdiam seperti berpikir.


Semoga kumpulan angin di perut Gue besok bisa tahan buat nggak keluar Batin Vani berharap agar besok tidak memalukan dirinya sendiri dengan kebiasaanya kentut.


" Udah ah buruan pada tidur, Gue masih ngantuk." Ucap Zela mengajak kedua sahabatnya untuk kembali tidur.


Ketiga gadis cantik itu akhirnya tertidur, begitu juga dengan Vani yang akhirnya bisa teridur di pukul 3 pagi, jelas sebentar lagi juga dia akan di bangunkan untuk bersiap-siap.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Dan kini tiba saatnya di mana Vani dan Xelo akan segera melangsungkan acara ijab kabul mereka. Kedua keluarga besar dari kedua belah bihak keluarga Vani dan Xelo sudah hadir untuk mengikuti acara ijab kabul.


Tepat pukul 9 pagi, semua orang yang berada di rumah Vani mengucapkan kata syah, dan itu pertanda sekarang Vani sudah resmi menjadi istri dari Xelo.


Zela dan Seli menuntun Vani untuk menemui Xelo yang sedang menunggunya di depan Pak penghulu.


Vani terlihat sangat cantik hari ini, bahkan sedari tadi tidak hentinya Zela dan Seli terus memuji gadis yang biasanya telmi itu menjadi bidadari di hari ini.


" Tenang Van, jangan gugup." Bisik Seli kepada Vani.


" Lo cantik banget Van, mereka semua yang melihat ke arah Lo karena Lo hari ini begitu terlihat berbeda." Bisik Zela juga untuk menenangkan Vani.


" Thank guys." Jawab Vani singkat.


Jujur saja rasanya sekarang Vani ingin ambruk dan terjatuh melihat pandangan orang-orang tertuju padanya.


Tetapi sekali lagi Vani harus tenang, jangan sampai di hari pentingnya saat ini dia melakukan hal konyol.


Sampaila Vani di sebelah Xelo, dia duduk dengan keadaan yang masih begitu gugup di sebelah Xelo.

__ADS_1


" Beautiful." Ucap Xelo tersenyum tampan ke arah Vani, tetapi karena terlalu gugup Vani tidak begitu jelas mendengar pujian yang Xelo lontarkan untuknya.


Yang Vani dengar malah sangat jauh dari apa yang Xelo katakan.


Apa-apaan Kak Xelo, malah ngatain Gue bang ipul, memangnya Siapa bang Ipul? Batin Vani bermonolog sendiri.


Sampai akhirnya suara Pak Penghulu membuyarkan lamunannya, Vani di suruh mencium tangan Xelo begitu juga dengan Xelo yang membalas dengan mencium kening Vani lembut. Mereka saling bertukar cincin dan tanda tangan di buku pernikahan yang sekarang sudah merubah setatus baru mereka.


Setelah selesai kini tinggal acara foto-foto bersama, kedua sahabatnya dan juga orang tuanya menghampiri Vani dan juga Xelo.


" Wah.... Nikah man." Ucap Dimas yang di jawab Xelo dengan tersenyum tampan.


" Nyoblos juga Lo nanti malam." Bisik Brayen membuat Xelo tertawa.


Ternyata pikiran kedua sahabatnya tidak jauh berbeda dengan pikirannya.


" Oty Ani." Ucap Arshaka menghampiri Vani dengan gaya cool nya ala anak kecil.


" Sayang." Jawab Vani mencium pipi Arshaka.


" Antik (cantik)." Puji Arsha membuat Vani tersenyum.


" Kamu juga sangat tampan suami kecilku." Jawab Vani mengelus pipi Arshaka.


" Eit, Oty dah nya cuwami, nggak leh panggil Alcha cuwami keciku yagi ( Eit, Onty sudah punya suami, nggak boleh panggil Arsha suami kecilku lagi ). Ucap Arshaka seraya bersikedap membuat semua orang yang berada di sekelilingnya tertawa gemas dengan tingkah bocah kecil dan tampan itu.


" Vanvan, selamat." Ucap Zela seraya memeluk Vani, bahkan air matanya sudah tidak bisa di bendung lagi .


" We love you Vani." Ucap Seli juga ikut memeluk Vani.


" Love you too cayangkuuuu." Jawab Vani tersenyum senang.


Vani merasa bahagia di hari bahagianya kedua sahabatnya selalu ada menemaninya.


Zela menatap kedua sahabatnya yang sedang tersenyum bahagia. Rasanya begitu terharu melihat di antara mereka sudah menikah semua, rasa bahagia yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Zela bahagia melihat kedua sahabatnya sudah bahagia sekarang dengan pasangan mereka, mengingat dulu mereka semua termasuk gadis pemilih sampai tidak ada yang berani untuk menerima seseorang dalam kehidupan mereka.


Dan kini semua cerita akan berbeda, di antara mereka semua akan memulai kehidupan baru, tetapi persahabatan di antara mereka tetaplah sama, tidak akan ada yang berubah sampai mereka tua nanti.


Gaes kalau squelnya Arshaka aku lanjutin dengan judul yang berbeda kalian mau baca nggak? 😊

__ADS_1


komen di bawah ya 🙏


__ADS_2