
Acara akad nikah Vani dan Xelo telah usai, begitu juga dengan acara resepsi pernikahan mereka di Hotel Zafano tadi siang sampai malam hari. Semua berjalan lancar sesuai rencana, dan kini Vani dan Xelo sudah berada di kamar Hotel yang sudah Brayen janjikan.
Sebagaimana janjinya, Brayen memberi ruang VIP di Hotel Zafano untuk kedua pasangan pengantin baru itu. Tentu saja dengan hiasan kamar khas untuk pengantin baru, banyak bunga-bunga di dalam kasur juga lilin di lantainya.
Vani terduduk di pinggir ranjang seraya bediam diri. Sedari tadi dia bingung dan begitu gugup untuk melanjutkan malam pertama mereka. Jelas meskipun Vani sudah tidak sabar untuk melakukannya, tetapi nyatanya kegugupannya sekarang melebihi apa yang sudah di nantikannya selama ini.
" Beb." Panggil Xelo yang sudah selesi mandi.
Xelo mendekat, lalu duduk di sebelah Vani, tangannya menggenggam tangan Vani dengan lembut dan memberikan senyum tampannya.
Vani menatap Xelo tanpa menjawab, jujur saja lidahnya terasa kelu, Vani yang biasanya akan bersikap konyol tiba-tiba seperti menjadi manusia batu sekarang, bukan hatinya yang keras seperti batu, melainkan tubuhnya yang terasa beras untuk di gerakan, jangankan tubuhnya lidahnya saja untuk berucap sangatlah susah.
" Kamu kenapa Beb?." Tanya Xelo seraya memegang dagu Vani dengan lembut.
" Hei... Kenapa jadi diam seperti ini? Aku ada salah sama kamu Beb?." Tanya Xelo dengan penuh kelembutan, jelas jika Vani bersikap seperti sekarang ini Xelo cukup tahu terjadi sesuatu dengan istrinya.
Vani menggeleng tanpa menjawab, membuat Xelo akhirnya mengecup kening Vani lembut, Xelo dapat merasakan ketegangan pada tubuh Vani sekarang, terlihat Xelo sedikit menyunggingkan senyumnya, dia tahu Vani sedang gugup karena malam pertama mereka saat ini.
" Kalau belum siap malam ini, kita bisa melakukannya besok pagi." Bisik Xelo membuat Vani terkejut.
Vani menatap Xelo yang juga sedang menatapnya seraya tersenyum.
" Jangan besok pagi Beb." Jawab Vani lirih, teramad lirih bahkan sampai terdengar seperti gumamannya saja, beruntung telinga Xelo cukup tajam, meskipun Vani mengatakannya sangat pelan, Xelo masih bisa mendengar.
" Tetep mau sekarang Beb?." Tanya Xelo sengaja menggoda Vani.
Xelo juga tidak mau memaksa untuk melakukannya jika Vani belum siap, tetapi dia ingin Vani kembali ceria seperti biasanya, tidak yang diam-diam seperti sekarang ini.
Aneh rasanya gadis seperti Vani pendiam, dan Xelo tidak suka itu.
" Bukan itu maksud aku Beb, kita melakukannya pas bulan madu bareng Zezel dan Cecel, nggak papa kan Beb? aku masih nyut-nyutan banget Beb rasanya." Jelas Vani membuat Xelo menatap Vani bingung.
Sudah nyut-nyutan kenapa nunda sih Beb? Batin Xelo merasa heran sendiri dengan istrinya.
Melihat Xelo yang tampak heran membuat Vani kembali melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
" Maksud aku jantungnya yang nyut-nyutan Beb, bukan bawahnya." Sambung Vani menjelaskan dengan senyum kikuknya.
Xelo melongo mendengar penuturan Vani barusan, sumpah demi apapun Vani sangatlah lucu dan menggemaskan sekali, dan itu semakin membuat Xelo ingin langsung saja menerkam istrinya, tetapi Xelo harus menahan dulu sampai besok ketika mereka melakukan bulan madu bersama dengan sahabat mereka.
" Oke Beb nggak maslaah, tapi sekedar kissing sama *****-***** nggak papa kan Beb?." Jawab Xelo seraya membisikan kata tepat di telinga Vani.
Xelo dengan segera langsung mengarahkan Vani untuk berbaring di ranjang. Dia juga sudah mulai aktif melancarkan aksinya menciumi Vani dengan tangan mengusap lembut di bagian tertentu tubuh Vani.
Seperti yang sudah Xelo katakan tadi, dia hanya ingin mencumbu dan bermain di bagian tubuh Vani saja, tanpa memakai sebelum Vani benar-benar siap.
" Sssstop Beb." Ucap Vani lirih, dan sukses membuat Xelo menghentikan aktifitasnya seraya menatap Vani bingung.
" A-aku belum mandi." Jawab Vani lirih karena begitu malu.
Xelo tersenyum, dia malah dengan sengaja semakin mendekat ke arah Vani.
" Aku nggak perduli." Jawab Xelo membuat Vani melotot takut.
Melihat wajah terkejut Vani membuat Xelo kembali tersenyum.
Vani mengangguk pelan, dia memang sangat tidak percaya diri tadi ketika Xelo mencumbunya dalam keadaan belum mandi, meskupun Xelo menyayangi Vani apa adanya, tetap saja malam pertama tidur dengan Xelo, Vani harus dalam keadaan yang baik tanpa kekurangan sama sekali.
Dengan segera Vani melenggang masuk ke dalam kamar mandi. Dia akan mandi dengan sangat kilat agar Xelo tidak menunggunya terlalu lama, padahal jelas mereka malam ini tidak akan melakukan nananina, kenapa Vani harus sebegitu repotnya? Bukankah lebih baik dia mandi dengan waktu yang cukup lama agar tidak menyiksa Xelo dengan membiarkan mencumbunya saja? Jelas lelaki akan sangat tersiksa jika perempuan membiarkannya untuk mencumbunya saja tanpa melakukan nananina, terlebih mereka kini sudah menjadi kekasih halal.
Sampai akhirnya Vani selesai mandi, terlihat Xelo yang sudah berbaring dengan mata terpejam, Vani yakin Xelo sudah tertidur pulas, karena memang acara pernikahan mereka hari ini cukup melelahkan.
Vani mengamati wajah tampan Xelo, lalu tersenyum mengingat dirinya yang sekarang sudah bersuami, matanya terus mengamati tubuh Xelo dengan leluasa, sampai akhirnya tatapan matanya jatuh tepat di bagian tubuh Xelo yang menonjol dengan sangat jelas di balik celana boxernya, Vani melotot tidak percaya, rupanya sedari tadi tombak suaminya sudah berdiri tegak dan siap bertempur.
" Astaga...." Gumam Vani masih dengan tatapannya menatap bagian tubuh Xelo yang sedang berdiri di balik celananya.
" Lihat dari balik celana aja udah bikin Gue merinding gini." Gumam Vani lalu menggeleng sadar dengan pikiran mesumnya.
Vani memutuskan untuk segera tidur dari pada memikirkan tombak Xelo yang besoknya akan di gunakan untuk menyerangnya.
Sedangkan Xelo tersenyum miring mendengar ucapan Vani barusan, Xelo mendengar semua yang di katakan oleh Vani, termasuk tombaknya yang katanya membuat Vani merinding.
__ADS_1
Dengan sengaja Xelo malah memeluk Vani dari belakang, tentu saja dia masih pura-pura tertidur, Vani yang di peluk Xelo secara tiba-tiba sampai melotot tidak percaya, bahkan sesuatu yang sudah membuatnya merinding sekarang begitu terasa di belakangnya, astaga Vani sampai gugup sendiri merasakannya.
Mulut Vani sampai komat-kamit sendiri merasakan ketegangan yang teramat seperti sekarang ini, tombak yang harusnya malam ini bisa membuatnya merasakan terbang melayang, malah di anggap Vani seperti barang pusaka yang sangat sakral sampai membuatnya merinding, memang aneh si Vanvan.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Pagi harinya, Brayen sudah sibuk mengurus untuk keperluan berliburnya dengan Zela dan juga Arshaka, sedari tadi dia sudah berbicara dengan Pak Rendy lewat sambungan telepon.
Sampai akhirnya Zela yang memeluknya dari belakang mengejutkannya.
Brayen tersenyum, lalu segera mematikan sambungan teleponnya dengan Pak Rendy, Brayen menghadap ke arah Zela, lalu mencium kening Zela sekilas.
" Apa sayang?." Tanya Brayen yang sudah tahu dengan gerak-gerik Zela.
" Jangan lupa para pasutri baru juga ya Kak." Ucap Zela seraya tersenyum begitu manis ke arah Brayen.
Brayen menghela nafasnya, dia hampir melupakan jika kepergiannya sekarang itu bukan hanya bertiga saja dengan istri dan anaknya, tetapi rame-rame dengan mahluk-mahluk yang selau berada di dekatnya dan juga istrinya.
Brayen mengangguk mengiyakan apa yang di katakan oleh Zela, membuat Zela tersenyum senang dan langsung memeluknya.
" Tapi ada syaratnya." Bisik Brayen sengaja menggoda Zela.
Zela melepaskan pelukannya, menatap suaminya dengan bingung.
" Syarat?." Tanya Zela tidak percaya, Brayen menganggukan kepalanya untuk menjawab.
" Syarat apa Kak?." Tanya Zela masih tidak percaya.
" Layani aku pagi ini." Jawab Brayen yang sukses membuat Zela melotot dengan ucapan vulgar suaminya.
Ucapan Brayen barusan seperti perintah seorang lelaki bukan kepada istrinya, sontak saja Zela langsung menyerang Brayen dengan menghujani pukulan pada dada Brayen, tetapi apa yang Zela lakukan sama sekali tidak membuat seorang Brayen kesakitan, malah terasa menggelikan.
Sampai akhirnya suara anak kecil mengejutkan mereka berdua.
" Cetoppp!." Teriak anak itu seraya berdiri dan bersikedap, wajah tampannya yang masih polos terlihat sangat serius sekarang.
__ADS_1
Gaes squel cerita ini akan di lanjutkan dengan ceritanya Arshaka ya, nanti aku kasih tahu kalian oke 😉