
Pagi ini Zela bangun lebih awal dari biasanya, karena pergulatan semalam dengan Brayen cukup menguras tenaganya, bahkan Zela langsung tertidur dengan lelap.
Brayen memang menyerang Zela lagi tadi malam, ucapannya kemarin sore di taman tidak main main, setelah makan malam bersama dikeluarga Zafano dan teman teman mereka pulang,
Brayen langsung menyerang Zela dikamarnya.
Dipandanginya sosok lelaki tampan yang masih tertidur lelap, kenapa semakin hari suaminya semakin tampan menurut Zela, atau ini bawaan debay dalam perutnya..??
Zela mendekat untuk mencium kening Brayen, setelah itu dia turun dari ranjang dengan sangat pelan, tidak ingin Brayen sampe terbangun karena ulahnya.
Setelah 15 menitan, Zela keluar dari kamar mandi, kemudian menuju lemari untuk memaki seragam sekolahnya, hari ini hari senin, dia harus datang lebih awal untuk melaksanakan upacara.
Meskipun Zela, Seli dan juga Vani termasuk anak yang badung disekolahnya, tapi mereka tidak pernah sampe bermalas malasan untuk mengikuti kegiatan rutin setiap senin pagi itu.
Sekilas Zela melirik lemari Brayen, dia berinisiatif untuk menyiapkan pakaian Brayen, setelah selesai dengan seragam sekolahnya juga menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh suaminya.
Zela segera menuju ke bawah untuk membantu menyiapkan sarapan, tentu saja ini kali pertama setelah menikah dengan Brayen.
Kecuali hari libur, dia akan dengan senang hati membantu Bunda Wina menyiapkan sarapan.
" Lho..sayang...kok sudah rapih..?? ini masih pagi lho.." Ucap Bunda Wina yang melihat kedatangan Zela.
Memang benar, jam baru menunjukan jm 5:45 biasanya Zela baru bangun tidur, tapi pagi ini dia sudah terlihat cantik dan fresh lengkap dengan seragam sekolahnya.
" Iya Bund.. Zela sengaja bangun pagi... karena nanti upacara..." Jelas Zela dengan senyumnya.
" Ray juga sudah bangun nak..?? Tanya Bunda Wina sambil menyiapkan hidangan untuk sarapan.
" Belum bund.. kak ray masih tidur..." Jawab Zela yang juga sibuk menyiapkan piring, sendok juga yang lainnya.
" Ya sudah nanti biar Bunda bangunin..kasian kamu naik turun.." Jelas Bunda Wina.
" Nggak usah Bund.. hari ini Zela biar pake mobil sendiri ya bund.. kasian kak ray masih ngantuk kayaknya.. lagian nanti kak ray kan kuliah siang.." Jelas Zela yang tidak ingin merepotkan Brayen.
" Tidak papa nak... itu udah kewajiban dia sebagai suami kamu.." Sambung Pak Riko yang baru datang, membuat Zela dan Bunda Wina menoleh dengan senyum.
Pak Riko sudah terlihat rapih dengan seteln jasnya, hari senin memang bukan hanya sekolah saja yang disibukan dengan banyak kegiatan, bangunan menjulang tinggi diperkotaan juga sama sibukanya.
Apa lagi kantor Zafano yang memang sudah sangat meluas di bidang perbisnisan, sudah dipastikan jadwal padat Pak Riko akan sama dengan anak sekolah bahkan mungkin lebih padat dari mereka hehe.
" Ayah..." Sapa Zela yang dijawab Pak riko dengan Senyumnya.
" Nanti gue anter..." Ucap seseorang di ujung tangga, membuat mereka menoleh ke asal suara.
Dan benar saja disana sudah berdiri cowok tampan siapa lagi kalau bukan Brayen, bahkan Brayen sudah rapih dengan pakaian yang Zela siapkan.
deg.... jantung Zela seperti terpompa cepat, melihay Brayen seperti penyejuk di pagi hari ini, astaga..
" Nah.. baru anak ayah.." Jawab Pak Riko dengan senyum mengembang.
Brayen menuju meja makan, membuat Zela semakin gelagapan, apa apaan Zela sudah sering bersama bahkan tidur bersama, tapi melihat Brayen masih saja membuat Zela jadi salah tingkah.
Brayen bukan hanya idola kampus dan sekolahnya, tapi juga idola di hatinya, dan itu sudah pasti.
" Pagi bund...yah.." Sapa Brayen kepada orang tuanya.
" Pagi juga nak.." Jawab mereka bersamaan.
" Pagi sayang..." Sambung Brayen menyapa Zela membuat Zela terkejut.
" Eh..pagi kak ray.." Jawab Zela sambil tersenyum kaku.
Brayen menatap Zela dengan senyum miring, ntah lah dia mengejek dengan tingkah gugup Zela, atau ada makna sendiri dari senyumnya.
" Ayo kita sarapan dulu..." Ajak Bunda Wina dan dijawab dengan anggukan oleh mereka.
Setelah selesai sarapan, seperti apa yang dikatakan oleh Brayen tadi, dia mengantar Zela meskipun jam kuliah hari ini siang.
Sekarang, di dalam mobil hanya ada mereka berdua, bahkan sedari tadi Zela terus terdiam karena gugup, berbeda dengan Brayen yang terus tersenyum.
" Kenapa..??? Tanya Brayen menoleh sekilas kepada Zela.
__ADS_1
" Akh... enggak kok.." Jawab Zela gugup. membuat Brayen mengerutkan keningnya.
" Loe nggak seperti biasanya..." Jelas Brayen tanpa menoleh.
" Gue gugup..." Jawab Zela singkat dan jujur, seketika membuat Brayen menoleh kearahnya dengan bingung.
" Karena..?? Tanya Brayen dan dijawab Zela dengan gelengan kepala yang menunduk.
Begitu juga dengan mobil Brayen yang sudah sampe di depan gerbang sekolah, mobil Brayen berhenti, membuat Zela menoleh ke arah Brayen dengan bingung.
" Udah sampe..." Ucap Brayen membuat Zela tersadar dengan malunya.
shitt..... gue kira kak ray mau ngapain.. batin zela mengumpat dirinya.
" Oke... gue masuk dulu ya kak..." Pamit Zela kepada Brayen lalu mencium punggung suaminya.
Tapi ketika Zela akan membuka pintu mobil, tangan Zela dicegah oleh Brayen, dan itu membuat Zela kembali menoleh ke arah Brayen dengan bingungnya.
" Ada apa..??? Tanya Zela membuat Brayen mendekat ke arahnya, hal itu kembali membuat Zela semakin gugup, jantung Zela mulai bergemuruh tak beraturan.
" I Love You.." Bisik Brayen ditelinga Zela lalu mencium kening Zela.
" I Love You too..." Jawab Zela dengan senyum juga menahan degup jantungnya yang sudah ingin meloncat loncat keluar.
Zela kembali membuka pintu, tapi kemudian dia dikagetkan oleh ucapan Brayen lagi.
" Tunggu...!!!!" Ucap Brayen dan kembali Zela menoleh ke arah Brayen.
" Loe lucu dan gue suka..." Sambung Brayen dengan senyum, sukses membuat Zela terkejut dengan malu.
Zela memasuki sekolah, sedangkan Brayen kembali melajukan mobilnya untuk menuju ke kantor terlebih dahulu.
Sampai di kelas terlihat Seli yang sudah datang tanpa adanya Vani, Zela menghampiri Seli yang sedang asik dengan ponselnya.
" Tumben tuh anak belum masuk..." Ucap Zela sembari duduk di sebelah Seli.
" Tau tuh anak... tapi loe juga tumben nggak seperti biasanya..?? Tanya Seli.
" He..he..iya sih... tapi hari ini loe dateng lebih pagi dari hari senin biasanya.." Jelas Seli sambil terkikik.
" Tau amat loe..." Jawab Zela singkat.
" Apa sih yang nggak gue tau tentang loe.." Jawab Seli songong.
" Uluh..uluh... ayang ceyi..." Jawab Zela lebay lalu mereka tertawa.
Hufh...fuh...fuh....
Vani datang dengan nafas tersengal sengal, persis seperti tikus yang sedang di kejar kucing.
" Nah... baru juga diomongin..." Ucap Seli.
" Duh...capek banget gue..." Jawab Vani duduk masih dengan nafas terengah engah.
" Nafas dulu Van..." Sambung Zela sambil memberi sebotol air mineral.
Mereka bertiga memang selalu sedia air botol mineral, mengingat hari ini juga akan diadakan upacara, sudah pasti setelahnya akan sangat kehausan karna sengatan matahari pagi wkwkwk lebay author.
" Thanks Zel.." Jawab Vani setelah meneguk air minum yang diberikan Zela.
" Loe kenapa sih..?? pagi pagi udah ngos ngosan..?? Tanya Zela lagi.
" Dikejar paan..?? Sambung Seli menanyakan kepada Vani.
" Kalian tau nggak..?? Tanya Vani balik yanh dijawab Zela dan Seli dengan gelengan kepala, tapi mereka berdua juga penasaran meminta penjelasan dari Vani.
" Gue mimpi..." Jelas Vani setengah setengah membuat Zela dan Seli terlihat bingung.
" Mimpi..?? Terus apa hubungannya ma loe ngos ngosan gitu..?? Tanya Seli.
Wajah Vani menjadi serius, begitu juga dengan Zela dan Seli yang sudah penasaran dengan apa yang terjadi dengan Vani.
__ADS_1
" Gue mimpi dikejar ikan hiu..." Jelas Vani yang langsung membuat Zela dan Seli mengerutkan keningnya.
" Terus..?? " Tanya Zela yang semakin penasaran.
" Yang jadi ikan hiunya Kak Xelo..." Jawab Vani lirih.
Zela dan Seli melongo saling pandang, lalu setelah itu mereka tertawa terbahak bahak mendengar apa yang dikatakan oleh Vani.
Membuat teman sekelas mereka menoleh ke arah mereka dengan bingung.
" Ngeselin..." Gumam Vani tapi masih terdengar oleh mereka.
" Kok bisa sih..?? Tanya Seli.
" Kak Xelo udah masuk kedalam mimpi loe Van.. pertanda nih.." Sambung Zela membuat Vani bingung begitu juga dengan Seli.
" Pertanda apa..?? Tanya Vani kepada Zela.
" Pertanda Kak Xelo mulai masuk dalam kehidupan loe.." Bisik Zela yang sukses membuat Vani melotot ke arah Zela.
Sedangkan Zela hanya tersenyum menanggapinya.
" Gila loe.. nggak lah.. enak aja.." Jawab Vani kesal.
" Ye..itu kan tanda tanda Van.. lagian segitunya loe mikirin kak Xelo sampai ke bawa mimpi..." Cibir Seli membuat Vani mengerucutkan bibirnya.
" Gue nggak mikirin dia ya.. dianya aja yang masuk ke mimpi gue.." Jelas Vani membuat Zela dan Seli tersenyum menanggapinya.
" Terus apa hubungannya loe tadi sampe ngos ngosan gitu..?? Tanya Zela.
" Ya gue tadi lari aja.. kali aja dia tiba tiba muncul, secara kampusnya kan noh.. didepan sonoh noh..." Jelas Vani dengan nada kesal.
Ntah kesal karena Zela dan Seli masih terus menggodanya, apa karena memimpikan Xelo sebagai ikan hiu.
" Dia siapa sih Van..?? Tanya Zela menggoda.
" Ya itu.. si ikan hiu..." Jawab Vani sedikit malu.
" Ikan Hiu..?? maksud loe Kak Xelo..?? Tanya Seli dan dianggukin oleh Vani.
Zela dan Seli semakin tertawa, dengan tingkah konyol Vani.
" Mana ada ikan hiu sih Van disekolahan.. Yang ada tuh di lautan Vani sayang..." Jelas Zela membuat Vani tersenyum kikuk menyadari kekonyolan dirinya.
" Kecuali ikan hiu jadi jadian tapi..." Sambung Zela lagi, sukses membuat Vani malu dan langsung mengejar Zela yang sudah berlari.
" Gaes...tungguin gue..." Teriak Seli mengejar Zela dan Vani.
Mereka berlari dilorong lorong kelas, Sampai akhirnya seseorang dengan sengaja menabrak Zela,
Brukk.....
Zela tersungkur, Vani dan Seli segera mendekat untuk membantu Zela berdiri.
Zela sudah berdiri dengan Seli dan Vani memegangi lengannya, tapi kemudian Zela terjatuh lagi, beruntung Seli dan Vani yang sigap sehingga Zela tidak sampai terjatuh ke lantai.
Seli dan Vani semakin panik, di tepuk tepuknya pipi Zela pelan untuk membangunkannya, tapi Zela masih tak bereming, kali ini Zela benar benar jatuh pingsan.
Dan seseorang di depan mereka tersenyum miring, melihat gadis yang sangat dia benci pingsan didepannya.
Siswa siswi yang lain sudah berkerumun untuk membantu membawa Zela ke ruang UKS.
Apa yang akan terjadi dengan Zela..? dan
Siapakah yang sudah menabrak Zela..??
Di tunggu next episodenya..
TAPI
Jangan lupa like, comment dan juga vote ya kak..
__ADS_1
Big Thanks... 🙏🙏🙏😘😘😘