
Zela, Seli dan juga Vani yang masih berada dalam gendongan cowok tampan tersebut masuk kedalam Rumah Zafano. Bahkan Bunda Wina, Mamah Hana, Pak Riko dan juga Pak Adam cukup terkejut dengan kedatangan mereka.
" Lho.. Vani kenapa Nak..?? " Tanya Mamah Hana melihat Vani yang masih pingsan.
" Pingsan Tan.." Jawab cowok tampan itu.
" Ayo.. Bawa kesini dulu..." Ajak Bunda Wina kepada mereka.
Mereka menuju kamar tamu yang berada di bawah. Setelah Vani di baringkan, Bunda Wina menyuruh pelayan untuk segera membawakan air putih untuk Vani.
Tidak lupa, Zela juga langsung memgambil minyak wangi untuk di tempelkan pada hidung Vani, tentu saja agar Vani cepat sadar.
" Om..." Sapa cowok itu kepada Pak Riko dan Pak Adam.
Pak Riko, dan Pak Adam mengangguk sambil tersenyum ke arah Xelo.
Cowok yang sudah membuat Vani pingsan di dalam pelukannya ialah Xelo, memang siapa lagi yang bisa melumpuhkan hati Vani selain Xelo..??? Pesona Xelo untuk Vani memanglah tidak bisa di ragukan lagi.
" Ini kenapa bisa pingsan begini Vani..?? Di kejar anjing atau kenapa..??? " Tanya Pak Riko penasaran.
" Tadi Vani lagi manjat pohon mangga Yah.." Jawab Zela menjelaskan.
Seketika membuat para Orang Tua paruh baya itu terkejut.
" Zela pengen mangga muda.." Sambung Zela lagi menjelaskan.
Membuat Bunda Wina, Pak Riko, Mamah Hana, dan Pak Adam saling pandang, lalu terkikik mendengarkan penuturan Zela barusan.
Mereka sudah bisa menebak jika Zela yang menginginkan mangga muda itu, tentu saja karena Zela yang sedang hamil, memangnya siapa yang mau memakan mangga muda yang asam itu kalau bukan Ibu hamil..??
" Terus Vani jatuh dari pohon atau bagaimana..?? " Tanya Mamah Hana kepada Zela dan juga Seli.
" Nggak kok Mamah Han.. Vani jatuh tapi di tangkap oleh Kak Xelo, mereka juga sempat saling pandang sebelum akhirnya Vani pingsan " Jelas Seli membuat para Orang Tua paruh baya itu tertawa.
Mereka tau jika Vani pingsan bukan karena jatuh dari atas pohon, tapi karena tidak bisa menolak pesona Xelo, yang notabenya adalah teman perang mulut Vani ketika mereka berasama.
Sedangkan Xelo jadi malu sendiri dengan apa yang di katakan oleh Seli, meskipun memang begitu kenyataannya. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tentu saja karena Xelo jadi salah tingkah.
" Benar begitu Nak...??? " Tanya Bunda Wina yang di angguki oleh Xelo.
" Berati Vani pingsan karena melihat pahlawannya datang nih..." Goda Pak Adam membuat mereka terkekeh.
Akhirnya Xelo sarapan bareng dengan para Orang Tua paru baya itu, sedangkan Zela dan Seli sarapan di dalam kamar tamu sambil menunggu Vani sadar, tentu saja karena mereka Best Friend , baik Zela maupun Seli tidak mau meninggalkan Vani sendiri.
" Ha..ha..ha.. Parah nih anak... Ternyata karena Kak Xelo yang membuatnya pingsan..." Ucap Seli sambil menyendokan nasi ke dalam mulutnya.
" Namanya juga udah mulai tumbuh benih cinta Sel..." Jawab Zela sekenanya membuat mereka tertawa.
Sampai akhirnya, Zela dan Seli selesai dengan sarapan paginya, tidak lama Vani juga terbangun dari pingsannya, membuat Zela dan Seli buru-buru menghampirinya.
" Van..." Ucap Zela kepada Vani.
Zela mengambil air putih untuk Vani, sedangkan Seli membantu Vani untuk duduk.
" Minum dulu.." Sambung Zela dengan menyodorkan segelas air putih untuk Vani.
Setelah minum, Vani menatap kedua sahabatnya, Dia teringat terakhir kali masih berada di atas pohon dan akhirnya......
" OMG..." Ucap Vani menutup mulutnya.
" Kenapa...? " Tanya Seli kepada Vani.
" Kak Xelo..." Jawab Vani singkat masih dengan keterkejutannya.
" Gue di sini.." Jawab Xelo sambil membawakan makanan untuk Vani, yang seketika membuat mata Vani melotot dengan sempurna.
Vani seketika kembali lemas, rasanya dia begitu malu dengan kedatangan Xelo yang memergoki diirnya sedang bertengger di atas pohon ha..ha..ha..
" Van... Jangan pingsan lagi.." Ucap Zela dengan menopang tubuh Vani agar tidak kembali pingsan.
Xelo tersenyum, Dia menghampiri mereka.
" Apa Gue mirip banget set*n ya sampai bikin Lo pingsan gini..?? " Tanya Xelo yang sukses membuat Vani semakin terkejut.
Jujur saja tidak biasanya Vani jadi salah tingkah dan pendiam seperti sekarang ini, biasanya Dia yang paling heboh di antar Zela, Seli dan dirinya. Tapi sepertinya sekarang Xelo mampu membungkam mulut nerocos Vani, mungkin karena Xelo datang di waktu yang tepat.
Vani masih dengan diamnya, ntah lah rasanya lidahnya begitu kelu, melihat Xelo bukan seperti dia melihat set*n , melainkan seperti melihat pahlawan yang datang untuknya, meskipun sebenarnya Vani terjatuh dari atas pohon juga karena ulah Xelo yang mengagetkannya, tapi tetap saja Xelo sebagai pahlawannya tadi.
" Cieeee... Yang udah mulai, ekhemm..." Goda Zela membuat Vani melotot kesal ke arahnya.
" Zela..." Kesal Vani pelan kepada Zela, membuat Zela terkikik karena itu.
__ADS_1
" Ya udah Van.. Kita mandi dulu bis itu siap-siap.. Lo berangkat nggak..?? " Tanya Seli kepada Vani.
" Iya berangkat dong.." Jawab Vani yang dapat dua jempol dari Zela dan Seli dengan senyuman cantik mereka.
" Kita mandi dulu ya.. Bis itu Lo juga mandi.. Pacarannya lanjutin nanti pulang Sekolah.." Goda Zela yang langsung membuat Vani ingin menerkam kedua sahabatnya saat itu juga rasanya.
" Kaburr......" " Teriak Zela dan Seli yang akhirnya pergi dari kamar itu.
Kini hanya ada Vani dan Xelo, mereka masih sama-sama diam, ternyata tidak selamanya cerewet bertemu cerewet akan selalu menjadi heboh, buktinya kedua mahluk ini sekarang yang biasanya heboh dengan julukan Ikan Hiu dan Plankton sekarang sama-sama merasakan salah tingkah.
akh...shit..ini bukan gue banget jadi pendiam gini batin Xelo merasa kesal dengan dirinya yang tiba-tiba menjadi pendiam tidak seperti biasanya.
Gue kenapa sih.. Kok jadi aneh gini.. batin Vani yang juga merasakan hal yang sama seperti Xelo.
" Sarapan dulu.." Ucap Xelo akhirnya kepada Vani.
Jujur saja Xelo sangatlah bingung untuk memulai bagaimana, tapi dia sebagai cowok gantle tentu saja Dia yang harus memulainya terlebih dahulu.
" Mau Gue suapain..?? " Tanya Xelo yang melihat Vani masih berdiam diri.
" Oke... Gue suapin.." Sambung Xelo yang mulai menyendokan makanan untuk Vani.
" No..." Ucap Vani singkat tapi membuat Xelo mengernyitkan keningnya.
" Kenapa..?? " Tanya Xelo bingung kepada Vani.
" Gue malu mau makan kalau Kak Xelo ada di sini.." Jawab Vani yang sukses membuat Xelo terkejut.
Astaga... Vani ada-ada saja, biasanya juga dia akan berbuat seenaknya biarpun ada Xelo, bahkan Vani pernah kentut di depan Xelo begitu juga sebaliknya.
Tapi sekarang di antara mereka sudah mulai jaim satu sama lain.
Oke sepertinya memang mereka mulai sadar dengan apa yang sebenanrya mereka rasakan.
" Oke Gue madep ke pintu Lo makan.." Jawab Xelo kepada Vani.
" Tapi Kak.." Ucap Vani yang langsung di potong oleh Xelo.
" Tidak tapi tapian, udah sekarang Lo makan.. Gue tetep di sini.." Jelas Xelo yang sudah menghadap ke arah pintu.
Xelo membelakangi Vani yang mulai memakan sarapan paginya.
awas aja kalau sampai kak xelo kentut batin Vani.
Zela mengambil ponselnya, dan betapa terkejutnya Zela saat melihat begitu banyak panggilan tidak terjawab dari Brayen.
" Astaga Kak Ray..." Gumam Zela yang mulai menelfon suaminya.
Zela menelfon Brayen karena masih ada banyak waktu, jika di Indonesia sekarang ini sudah jam 06.00 pagi maka di New York masih sekitar jam 19.00 malam.
Tutt.... Tuuuuttttt.... Tuuuutttt....
Panggilan video call yang Zela lakukan untuk menghubungi suaminya, tidak lama terpampanglah wajah tampan yang belakangan ini sangat di rindukannya dari layar ponselnya.
" Kak.." Ucap Zela kepada Brayen.
Tapi Brayen terlihat tidak seperti biasanya yang langsung menampilkan senyum tampannya, Brayen malah menatap Zela dengan tajam.
Astaga... Kenapa dengan Brayen..?? Bukannya senang sudah di hubungi oleh Zela malah wajahnya terlihat menakutkan seperti itu.
" Kak Ray kenapa sih..?? " Tanya Zela yang sudah tidak sabar ingin tau.
" Yank.. Kamu dari mana aja...?? Dari tadi aku hubungi kamu nggak angkat-angkat..?? " Tanya Brayen dengan tidak sabar.
" Oh.. Tadi keluar bentar Kak cari angin sama Seli dan Vani.." Jawab Zela membuat Brayen mengernyitkan keningnya.
mulai bohong ya... joging bilangnya cari angin batin Brayen kesal.
Padahal yang di maksud Zela cari angin ya itu joging, menurut Zela itu sama saja, dan Zela tidak tau jika Brayen mempermasalahkan masalah joging atau cari angin itu sekarang.
Oh... Ayolah.. Kenapa Brayen tiba-tiba jadi seperti orang bod*h begini..?? Brayen tidak bisa berfikir dengan jernih lagi karena Zela.
Brayen menatap Zela yang sedang tersenyum manis kepadanya. Dia baru sadar jika Zela hanya menggunakan handuk saja, membuat fikiran Brayen semakin kemana mana.
Sungguh Brayen sekarang ini ingin pulang dan mengikat Zela agar tidak lagi keluar rumah tanpa dirinya.
" Kenapa Bunda bolehin Zela pergi sih tadi.." Gumam Brayen yang terdengar samar oleh Zela.
" Hah..?? Kenapa Kak..?? " Tanya Zela kepada Brayen.
" Kamu abis ngapain yank..?? " Tanya Brayen mulai mengintrogasi Zela.
__ADS_1
Brayen tidak menjawab pertanyaan Zela barusan. Dia sudah tidak sabar ingin tau Zela baru saja melakukan apa.
" Mandi Kak.. Kan mau berangkat sekolah.." Jawab Zela masih dengan senyum manisnya.
Tentu saja karena Zela tidak tau dengan kemarahan Brayen yang terpendam.
" Sebelum mandi..? " Tanya Brayen kepada Zela.
" Owh.. Tadi nemenin Vani, Dia pingsan karena lihat Kak Xelo.." Jawab Zela sambil terkikik mengingat kejadian tadi.
Brayen cukup terkejut mendengar Vani pingsan karena Xelo, tapi kemudian Dia segera kembali pada pertanyaannya untuk Zela, tentu saja agar Zela mau berkata jujur, tapi itu karena pikiran parno Brayen yang begiti terlalu jauh memikirkan Zela.
" Sebelum itu.." Tegas Brayen membuat Zela mengernyit keningnya bingung.
" Ya itu.. Tadi Kak.. Cari angin di luar..." Jelas Zela kepada Brayen.
" Maksudnya cari angin..??? " Tanya Brayen yang sudah tidak sabar dengan jawaban Zela.
" Oh.. joging maksud Kak Ray..?? Iya sama ajalah joging sama cari angin.. sama sama keluar rumah, iya kan..?? " Tanya Zela dengan santainya semakin membuat Brayen geram dan gelisah saja.
" Tengah tengahnya itu apa..?? " Tanya Brayen membuat Zela semakin bingung saja dengan pertanyaan aneh Brayen.
" Tengah tengahnya yanga mana..?? Jangan mulai deh.." Jawab Zela yang juga meraba dadanya takut jika Brayen akan mesum di pagi seperti ini.
" Akh... Shit.." Gumam Brayen merutuki dirinya yang terlihat bodoh, tentus saja Zela akan merasa jika yang di maksud Brayen ialah bagian tubuh Zela.
" Maksud Aku tengah tengahnya sebelum mandi dan selagi cari angin.." Ucap Brayen dengan nada di naikan satu oktaf.
Jujur saja Brayen begitu gelisah, sedangkan Zela terlalu tidak mengerti pa yang Brayen ingin dengar dari pertanyaanya.
Bagaimana Zela akan mengerti jika Brayen begitu belibet menanyakan kepada Zela tentang kegundahan hatinya.
" Ya jagaian Vani pingsan Kak.. Emang apa lagi..?? Tadi aku juga udah kasih tau Kak Ray kan..?? Kenapa sih Kak Ray aneh gini..??? " Jawab Zela akhirnya dengan sedikit kesal.
Bagimana tidak kesal jika Brayen bertanya yang membuatnya tidak paham.
Tapi sayang Brayen yang sudah di landa gundah dan gelisah begitu tinggi, bukannya menjelaskan kegelisahan pada dirinya karena Zela, tapi malah ikut ikutan jadi sedikit emosi.
" Ya terus kenapa kamu mandi setelah joging yank..?? " Tanya Brayen yang sukses membuat Zela melotot tidak percaya ke arah Brayen dari layar ponselnya.
" Apa yang salah Kak kalau habis joging itu mandi..?? Aku mau berangkat sekolah.. Masa iya aku tadi keringetan nggak mandi.. Jangan ngaco lagi ya Kak.." Jelas Zela yang sudah tidak sabar menghadapi suami tampan tapi aneh ini.
Zela merasa Brayen bersikap aneh setelah jauh darinya.
akh...shit.. kenapa gue jadi parno gini sih... batin Brayen menyesali kebodohannya.
" Yank.. Sorry... Aku terlalu cemas tadi kamu tidak mengangkat telp dariku.." Jelas Brayen akhirnya menyadari kesalahannya yang begitu jauh berfikir tentang Zela.
" Aku nggak suka Kak Ray gini lagi.." Jawab Zela kepada Brayen.
" Iya yank.. Nggak akan lagi.. Sorry aku tadi terlalu parno pas denger dari Bunda kamu lagi joging.." Jelas Brayen lagi mengakui kegelisahan hatinya sedari tadi.
" Jadi Kak Ray.. Bersikap aneh gitu karena tadi aku joging..??? " Tanya Zela yang di angguki oleh Brayen.
Sektika membuat Zela tertawa terbahak, menurut Zela, Brayen terlalu lucu sampai berfikir seperti itu, padahal Brayen mengira jika Zela akan marah karena kebodohannya yang berfikir terlalu jauh kepada Zela.
Beruntung nasib baik sedang memihak Brayen, dia tidak mendapat kemarahan juga kekesalan dari Zela.
Tapi.... Sesaat kemudian....
" Wait.. Berati tadi Kak Ray ngira aku...??? Astaga....." Ucap Zela dengan wajah di buat terkejut, juga tangan yang menutup mulutnya.
Membuat Brayen seketika terdiam. Dia tau jika Zela sudah sadar dengan kesalahannya yang mengira Zela berbuat tidak-tidak, dan Brayen harus segera membujuk agar istri cantiknya itu tidak sampai marah dan kecewa kepadanya.
Bisa gila Brayen, jika dalam keadaan LDR begini Brayen dan Zela sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja atau marahan.
" Yang.. Tidak seperti itu.. Aku tadi tidak bisa berfikir dengan baik karena terlalu memikirkan kamu yank... Aku tidak bermaksud nuduh kamu yang enggak-enggak yank.." Jelas Brayen dengan nada suara yang sudah cemas tapi tidak di jawab oleh Zela.
Zela masih terdiam, membuat Brayen begitu semakin gelisah karena kebodohannya, bahkan wajah Brayen mulai terlihat sedikit pucat.
Sedangkan dalam hati Zela tertawa puas, melihat muka Brayen yang mulai pucat karena Zela pura pura kecewa dengannya.
makanya cepet pulang kak.. batin Zela terkikik geli.
Sungguh di pagi hari ini Zela tidak menyangka jika sambungan video call dengan Brayen akan membuat mereka marahan, meskipun ini hanya akal akalan Zela saja untuk mengerjai Brayen, rasanya Zela begitu gemas melihat wajah tampan Brayen yang panik tadi.
Sedangkan Brayen tadi sampai menendang kursi yang berada di sebelahnya, Membuat Dimas terkikik geli melihat kebucinan Brayen kepada Zela.
" Sudah Ray.. Ayo kita temui anak curut itu, masalah cepat selesai, kita bisa cepat balik ke Indo.." Jelas Dimas yang mendapat tatapan tajam dari Brayen.
Bahkan seharusnya tadi mereka sudah menemui Sandro, tapi karena Zela menghubungi Brayen, membuat Brayen menundanya terlebih dahulu.
__ADS_1
Next episode akan ada sad cerita ya Kak, tapi juga kekonyolan dari mereka semua pastinya..
Jangan Lupa Like, Comment and Vote ya Kak.. Big Thanks.. 🙏🙏😘😘